Anda di halaman 1dari 15

Session 4

Jadwal Imunisasi Nasional

Kursus Pelatihan Imunisasi


untuk Pekerja Kesehatan di
daerah pedesaan, 2015
Target penyakit
 Tuberculosis (miliary dan meningitis dari
anak-anak)
 Diphtheria
 Tetanus (neonatal dan maternal)
 Pertussis
 Polio
 Campak
 Hepatitis B
 Haemophilus influenzae tipe B
Penyakit yg Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
(PD3I)
Polio Difteri Tetanus

Tuberculosis
Hepatitis B
Pertusis

Campak
Vaksin-vaksin yang
direkomendasikan
 BCG - Bacillus Calmette-Guérin
 OPV - Oral Polio Vaccine
 IPV - Inactivated Poliovirus Vaccine
 HepB0 - Hepatitis B yg diberikan pada saat lahir
 TT - Tetanus Toxoid
 Campak - Campak
 DT - Diphtheria dan Tetanus (sampai 6 tahun)
 Td - Tetanus dan reduced-dose
diphtheria (7 tahun keatas)
 DPT-HB-Hib (pentavalent):
 Diphtheria, Tetanus, Pertussis, Hepatitis B, Hib yi Haemophilus
influenzae tipe B
Jadwal Nasional
Antigen Pada saat 0 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 Bulan
bulan
BCG Saat lahir, atau sampai umur 11 bulan (hanya sekali pemberian)

Polio—oral x(oral) x(oral) x(oral) x(oral)


dan injeksi (1bulan) + IPV
(IPV)
DTP-HB- x x x
Hib

HB0 0-7 hari

Campak x
IPV inactivated poliovirus vaccine
 Dari Wild Polio Virus}di-inaktifasi (mati) oleh
formaldehyde
 Pemberian secara i.m (boleh juga s.c)
 Vaksin tidak tahan dingin maupun panas
 Paling aman dan eficacy >90%
 Tujuan: menghilangkan resiko VAPP--
vaccine-associated paralytic polio; VDPV, &
mempercepat eradikasi Polio (imunitas thd
Polio tipe 1 dan 3).
Bayi yg datang untuk imunisasi berusia >4 bln, maka
IPV diberikan pertama kali.
Keuntungan kombinasi OPV
dan IPV dalam pemberian:
 IPV: Melindungi anak dari peny Polio akibat
tipe 2 OPV yaitu VAPP mutasi virus yg
dilemahkan—diusus biasanya pada pemberian
pertama OPV (tidak menular), maupun VDPV
vaccine derived poliovirus juga mutasi
poliovirus yg dilemahkan dan bila masuk
sirkulasi darah disebut cVDPV (menular).
VAPP & VDPVlumpuh.
 OPV: Mencegah penyebaran/transmisi Polio
(secara oro-fecal)
Mengganti trivalent OPV dengan
bivalent OPV
 Trivalent OPV terdiri dari poliovirus yg
dilemahkan tipe 1,2,3 sedangkan bivalent
hanya mengandung tipe 1 & 3.
 Proses penggantian diharapkan April 2016—
penarikan trivalent dan diganti dengan
bivalent, Juli 2016 trivalent OPV sudah tidak
ada lagi, penyuntikan IPV dimulai.
 Perhitungan kebutuhan IPV menjadi penting
Catatan: daerah/provinsi yg cakupan imunisasi rutin
Polio rendah, perlu dilakukan kampanye imunisasi Polio
sebelum penggantian tersebut diatas.
Jadwal imunisasi lanjutan
Umur Jenis imunisasi Waktu pelaksanaan

18 bulan DPT-HB-Hib

24 bulan Campak

Kelas 1 SD Campak Agustus


DT November
Kelas 2 SD Td November

Kelas 3 SD Td November
Imunisasi tambahan (NB: tetap
imunisasi rutin sebagai pilihan utama)

 Backlog fighting: upaya aktif untuk melengkapi imunisasi dasar pada


anak < 3 tahun. Prioritas pada desa yang selama 2 tahun berturut-turut
tidak mencapai UCI
 PIN atau sub-PIN: kegiatan imunisasi disuatu negara secara serentak
dalam waktu yg singkat, dengan tujuan untuk eliminasi atau eradikasi
PD3I, misalnya Polio, Difteri.
 Catch-up campaign (campak): imunisasi campak secara massal pada
anak sekolah atau tidak sekolah—6 sampai 12 tahun, dengan tujuan
agar terjadi pemutusan rantai penularan atau sebagai booster.
 Crash program: intervensi secara cepat diperlukan pada wilayah yang
 Angka kematian PD3I tinggi

 Infrastruktur (tenaga, sarana, dana) kurang

 Desa yg selama 3 tahun berturut-turut tidak mencapai UCI

Contoh kampanye TT WUS.


Universal Child Immunization (UCI)

 Suatu keadaan tercapainya imunisasi


dasar lengkap pada minimal 80 % dari
semua bayi (usia dibawah satu tahun)—
provinsi

 UCI: desa/kelurahan dimana 90% dari


jumlah bayi yang ada di desa tsb sudah
mendapat imunisasi dasar lengkap
11
Tetanus toxoid untuk ibu
(imunisasi rutin)
Dosis Jadwal Perlindungan

TT1 Pada kontak pertama, atau lebih awal selama None


kehamilan
TT2 Setidaknya 4 minggu sesudah TT1 1 - 3 tahun

TT3 Setidaknya 6 bulan sesudah TT2 Setidaknya 5


tahun
TT4 Setidaknya satu tahun sesudah TT3 atau selama Setidaknya 10
kehamilan berikut tahun
TT5 Setidaknya satu tahun sesudah TT4 atau selama Usia Reproduktif
kehamilan berikut
Eliminasi Tetanus Maternal dan
Neonatal: kasus TN<1/1000 kelahiran
bayi hidup di Kabupaten

 Cakupan TT2 > 80%: paling cepat dengan


kampanye TT WUS
 Persalinan Nakes > 80% termasuk
perawatan tali pusat
 Laporan puskesmas dan rumah sakit > 80%
per tahun tentang kasus TN
Tempat/lokasi injeksi
Vaksin Dosis Tempat Metode

BCG 0.05 ml Lengan kanan atas Intradermal

 OPV 2 drops Mulut Oral


 IPV 0.5 ml Paha luar kiri Intramuscular, (SC)
DPT-HB-Hib 0.5 ml Paha luar kanan Intramuscular

Campak 0.5 ml Lengan kiri atas Subcutaneous

TT 0.5 ml Lengan atas Intramuscular

Hep B0 0.5 ml Paha luar Intramuscular


Lokasi tip jarum