Anda di halaman 1dari 9

Hydrocephalus

• Hydrocephalus adalah akumulasi cairan serebro spinal


dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid atau ruang
subdural (Suriadi daan Yuliani, 2001).
• Hydrochepalus yaitu timbul bila ruang cairan serebro
spinalis interna atau eksternal melebar ( Mumenthaler,
1995).

Definisi
1. Stenosis aquaduktus silvii
2. Spina bifida dan cranium bifida
3. Sindroma Dandy-Walker
4. Kista Arachnoid
5. Infeksi.
6. Neoplasma
7. Perdarahan

Etiologi
• Jika terdapat obstruksi pada system ventrikuler atau pada
ruangan subarachnoid, ventrikel serebri melebar, menyebabkan
permukaan ventrikuler mengerut dan menyobek garis
ependimal. Substansia alaba di bawahnya akan mengalami
atrofi dan tereduksi menjadi pita yang tipis. Pada substansia
grisea terdapat pemeliharaan yang bersifat selektif, sehingga
walaupun ventrikel telah mengalami pembesaran, substansia
grisea tidak mengalami gangguan. Proses dilatasi itu dapat
merupakan proses yang tiba-tiba(akut) dan dapat juga selektif
bergantung pada kedudukan penyumbatan. Proses akut itu
merupakan kasus kegawatan. Pada bayi dan anak kecil, sutura
kranialnya melipat dan melebar untuk mengakomodasi
peningkatan massa cranial.

Patofisiologi
Pada bayi • Pada anak
• pembesaran kepala • sutura cranialis
• Fontanela anterior sebagian tertutup
terbuka lebar dan • Nyeri kepala
menonjol • Perubahan kepribadian
• vena kulit kepala dan kemunduran dalam
dilatasi produktivitas akademik
• Dahi lebar
• mata dapat berdeviasi
ke bawah

Manifestasi klinis
1. Berdasarkan letak obstruksi
2. Berdasarkan etiologi
3. Didapat (Acquired)
4. Berdasarkan usia

Klasifikasi
1. Sakit kepala
2. Biasanya dirasakan segera sesudah lumbal punksi, ini timbul
karena
3. pengurangan cairan serebrospinal
4. Backache, biasanya di lokasi bekas punksi disebabkan
spasme otot
5. Infeksi
6. Herniasi
7. Untrakranial subdural hematom
8. Hematom dengan penekanan pada radiks
9. Tumor epidermoid intraspinal

komplikasi
A. Rontgen foto kepala
B. Transimulasi
C. Lingkaran kepala
D. Ventrikulografi
E. Ultrasanografi
F. CT Scan Kepala
G. MRI ( Magnetic Resonance Image )

Pemeriksaan Diagnostik
1. Mengurangi produksi cairan serebrospinal dengan merusak pleksus koroidalis
dengan tindakan reseksi atau pembedahan
2. Memperbaiki hubungan antara tempat produksi caira serebrospinal dengan
tempat absorbsi yaitu menghubungkan ventrikel dengan subarachnoid
3. Pengeluaran cairan serebrospinal ke dalam organ ekstrakranial
4. Mengalirkan cairan serebrospinal ke dalam vena jugularis dan jantung melalui
kateter yang berventil (Holter Valve/katup Holter) yang memungkinkan
pengaliran cairan serebrospinal ke satu arah
5. Tindakan bedah pemasangan selang pintasan atau drainase dilakukan setelah
diagnosis lengkap dan pasien telah di bius total. Dibuat sayatan kecil di daerah
kepala dan dilakukan pembukaan tulang tengkorak dan selaput otak, lalu selang
pintasan dipasang. Disusul kemudian dibuat sayatan kecil di daerah perut,
dibuka rongga perut lalu ditanam selang pintasan, antara ujung selang di kepala
dan perut dihubiungakan dengan selang yang ditanam di bawah kulit hingga
tidak terlihat dari luar.

Penatalaksanaan