Anda di halaman 1dari 23

SPB 5.2 BUM Desa sebagai Penggerak perekonomi Desa

SPB 5.2 BUM Desa sebagai Penggerak perekonomi Desa Modul Pelatihan Pra Tugas Pendamping Lokal Desa DIREKTORAT

Modul Pelatihan Pra Tugas Pendamping Lokal Desa DIREKTORAT PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

SPB 5.2 BUM Desa sebagai Penggerak perekonomi Desa Modul Pelatihan Pra Tugas Pendamping Lokal Desa DIREKTORAT

2016

Setelah pembelajaran ini peserta diharapkan dapat:

Menyebutkan fungsi dan peran BUM Desa dalam pengembangan ekonomi desa;

Memahami alur dan tahapan pembentukan BUM Desa.

Waktu

(45 Menit)

DISKUSI

Apa yang diketahu tentang BUM Desa dan Bagimana Peran dan Fungsi BUM Desa?

1. Kenapa perlu BUMDes ? • Sebagai penyediaan pelayanan publik. • Mendorong pembangunan ekonomi desa •
1. Kenapa perlu BUMDes ? • Sebagai penyediaan pelayanan publik. • Mendorong pembangunan ekonomi desa •

1. Kenapa perlu BUMDes ?

Sebagai penyediaan pelayanan publik. Mendorong pembangunan ekonomi desa Peningkatan kapasitas pemerintah desa menuju kemandirian.

2. Mengapa Perlu KELEMBAGAAN

BUMDes ?

Memungkinkan keterlibatan/partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa

Penciptaan peluang usaha desa untuk peningkatan PAD

Penciptaan lapangan pekerjaan

Mengatasi kemiskinan dan pengangguran di tingkat lokal

PERANAN BUMDes

Sebagai

INSTRUMEN PENGUATAN OTONOMI DESA

PERANAN BUMDes • Sebagai INSTRUMEN PENGUATAN OTONOMI DESA MENDORONG PRAKARSA MASYARAKAT DESA UTK MENGEMBANGKAN POTENSI DESANYA

MENDORONG PRAKARSA MASYARAKAT DESA UTK MENGEMBANGKAN POTENSI DESANYA SESUAI DENGAN KEMAMPUAN DAN KEWENANGAN DESA

Sebagai

INSTRUMEN

KESEJAHTERAAN

MASYARAKAT

PERANAN BUMDes • Sebagai INSTRUMEN PENGUATAN OTONOMI DESA MENDORONG PRAKARSA MASYARAKAT DESA UTK MENGEMBANGKAN POTENSI DESANYA

MENDORONG KESEMPATAN

BERUSAHA DI DESA DAN PENINGKATAN PENDAPATAN

UNTUK KESEJAHTERAAN

MASYARAKAT DESA

DASAR HUKUM PERMENDESA No 4 Tahun 2015 Tentang BUMDESA 1. Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa,
DASAR HUKUM PERMENDESA No 4 Tahun 2015 Tentang BUMDESA
DASAR HUKUM
PERMENDESA No 4 Tahun 2015 Tentang BUMDESA
1. Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai
1.
Dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa,
Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa
sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa.

Yang dimaksud dengan kebutuhan dan potensi desa adalah:

kebutuhan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok; sumberdaya desa yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama kekayaan desa; sumberdaya manusia yang mampu mengelola badan usaha sebagai aset penggerak perekonomian masyarakat; unit-unit usaha masyarakat yang merupakan kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola secara parsial dan kurang terakomodasi.

  • Ini bagian penting dan tidak terpisahkan dari keaslian otonomi desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-asul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan NKRI.

  • Substansi UU ini menegaskan tentang janji pemenuhan demand complience scenario dalam konteks pembangunan ekonomi kerakyatan secara nasional di tingkat desa.

Perspektif mendirikan BUMDes perlu kesepahaman dan kesepakatan tentang kesesuaian antara bentuk organisasi, pola penyelenggaraan, dan jenis usaha yang

dikembangkan melalui BUMDes dengan kapasitas dan

potensi masing-masing desa beserta karakteristik masyarakatnya.

Betapapun demikian, keberadaan BUMDes yang tergolong “barumasih dihadapkan pada pertanyaan kritis, antara lain:

  • Bagaimana bentuk BUMDesa diperlukan oleh perekonomian desa?;

  • Aturan main pengelolaan BUMDesa yang tepat bagi perekonomian desa?; serta

  • Model BUMDesa yang mampu membangun kemandirian perekonomian desa?.

1
1
1
1

KEBUTUHAN dan POTENSI DESA adalah:

kebutuhan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok;

sumberdaya desa yang belum dimanfaatkan secara optimal, terutama kekayaan desa;

sumberdaya manusia yang mampu mengelola badan usaha sebagai aset penggerak perekonomian masyarakat;

unit-unit usaha masyarakat yang merupakan kegiatan ekonomi warga masyarakat yang dikelola secara parsial dan kurang terakomodasi.

SDM PEREKONOMIAN DESA N PRIORITAS O MASALAH/KE SDP YG DPT DIMANFAATKAN BUTUHAN JENIS JML/VOL LOKASI Sarana/
SDM PEREKONOMIAN DESA
SDM
PEREKONOMIAN
DESA

N

PRIORITAS

 

O

MASALAH/KE

SDP YG DPT DIMANFAATKAN

BUTUHAN

   

JENIS

JML/VOL

LOKASI

         

Sarana/

SDA

Prasarana & kelembagaan

masalah apa yang paling mendesak dipecahkan ? sumber daya yang dapat dimanfaatkan ?

LOGIKA DASAR  Logika pembentukan BUMDes SEBAGAI LOKOMOTIF PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL didasarkan pada kebutuhan, potensi, dan

LOGIKA DASAR

  • Logika pembentukan BUMDes SEBAGAI LOKOMOTIF PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL didasarkan pada kebutuhan,

potensi, dan kapasitas desa, untuk peningkatan

kesejahteraan ekonomi masyarakat di desa.

  • Dasar pembentukan BUMDes SEBAGAI LOKOMOTIF PEMBANGUNAN EKONOMI LOKAL mengutamakan:

    • prakarsa (inisiasi) pemerintah desa dan masyarakat desa

(ekonomi kerakyatan)

  • mendasarkan pada prinsip-prinsip kooperatif, partisipatif dan emansipatif (‘user-owned, user-benefited, and user- controlled’) dengan prinsip member-base dan self-help.

KEANGGOTAAN BUMDes ANGGOTA : • Seluruh masyarakat desa yang berkepentingan • Pemerintah Desa • Pihak ke

KEANGGOTAAN BUMDes

ANGGOTA :

Seluruh masyarakat desa yang berkepentingan

Pemerintah Desa

Pihak ke tiga lainnya: Pelaku Usaha, dll.

SIFAT KEANGGOTAAN:

Members/stakeholders-base (bukan capital-base) Self-help

ASET DESA SEKTOR SEKTOR KEUANGAN RIIL KELEMBAGAAN MASYARAKAT ASET DESA USAHA : (dua kaki) : •
ASET DESA
ASET
DESA
SEKTOR SEKTOR KEUANGAN RIIL KELEMBAGAAN MASYARAKAT

SEKTOR

SEKTOR

KEUANGAN

RIIL

SEKTOR SEKTOR KEUANGAN RIIL KELEMBAGAAN MASYARAKAT
SEKTOR SEKTOR KEUANGAN RIIL KELEMBAGAAN MASYARAKAT

KELEMBAGAAN

MASYARAKAT

ASET DESA
ASET
DESA

USAHA: (dua kaki) :

Pembiayaan: Simpan Pinjam (menghimpun simpanan) Sektor Riil: Lumbung Desa, Pasar Desa, Wisata Desa(lingkungan), Kerajinan Rakyat, Pertanian, Perdagangan, dll.

LOGIKA DASAR  Pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional , kooperatif , dan mandiri . 

LOGIKA DASAR

Pengelolaan BUMDesa harus dilakukan secara profesional, kooperatif, dan mandiri.

Badan usaha Ekonomi Kerakyatan yang dibangun melalui BUMDes ini dapat beragam di setiap desa di Indonesia, sesuai dengan kesepakatan pemerintah desa dan masyarakat.

“Usaha Desa” adalah usaha masyarakat desa (ekonomi rakyat) yang meliputi pelayanan ekonomi sesuai karakter, potensi dan
“Usaha Desa” adalah usaha masyarakat desa (ekonomi rakyat)
yang meliputi pelayanan ekonomi sesuai karakter, potensi dan
kebutuhan setempat, seperti:
 Usaha jasa yang meliputi jasa keuangan [Lembaga Keuangan Mikro], jasa angkutan darat dan air, listrik
Usaha jasa yang meliputi jasa keuangan [Lembaga
Keuangan Mikro], jasa angkutan darat dan air, listrik
desa, dan usaha lain yang sejenis.
Penyaluran sembilan bahan pokok ekonomi desa
Penyediaan Input, Pembinaan, dan Penanganan Pasca
Produksi Hasil Pertanian meliputi tanaman pangan dan
hias, perkebunan, petemakan, perikanan, dan
agrobisnis.
Usaha Kerajinan Rakyat, Pasar Desa, Wisata Desa,
Pengelolaan Air Minum dsb.
BUMDes sebagai wadah penataan Perekonomian desa USAHA DESA : Kegiatan ekonomi riil di desa Simpan pinjam

BUMDes sebagai wadah penataan Perekonomian desa

USAHA DESA : Kegiatan ekonomi riil di desa Simpan pinjam Pasar Desa Lumbung Desa Air Minum
USAHA DESA :
Kegiatan ekonomi riil di desa
Simpan pinjam
Pasar Desa
Lumbung Desa
Air Minum
Kerajinan rmh tg
pertanian
Warung desa

Mendorong

USAHA MIKRO

PERDESAAN

OTODES
OTODES

SISTEM PENGELOLAAN

PENGELOLA USAHA:

Masyarakat Desa bersama Pemerintah Desa.

HUBUNGAN KERJA:

Bentuk Kerjasama: Kemitraan

Sifat Hub. Kerja: Berdasarkan kontrak (dinamis).

PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN:

Pemerintah Kab/Kota, melalui TIM PEMBINA KABUPATEN.

Lembaga Pendamping BUMDes (Perguruan Tinggi, LSM dsb.)

Pemerintahan Desa.

Sistem PENGELOLAAN

WILAYAH KERJA :

Desa dan Antar Desa

BENTUK BADAN USAHA:

USAHA DESA (UD) dengan prinsip:

member-base : kebersamaan (saling menolong) self-help : mandiri

FILOSOFI EKONOMI
FILOSOFI EKONOMI
FILOSOFI EKONOMI BAYI : Persiapan BUMDes usaha Desa. Bayi BUMDES harus”DISUSUI” - dengan Tahap I regulasi
BAYI
BAYI
FILOSOFI EKONOMI BAYI : Persiapan BUMDes usaha Desa. Bayi BUMDES harus”DISUSUI” - dengan Tahap I regulasi

: Persiapan BUMDes usaha Desa. Bayi BUMDES harus”DISUSUI”- dengan

Tahap I

regulasi (proteksi, pendampingan atau lainnya??)
regulasi (proteksi, pendampingan atau
lainnya??)

Tahap II

: Pengelolaan; dilatih Cara Berdiri

dan Berjalan (mampu mengelola secara mandiri)

Tahap III

: Pengawasan untuk Monitoring dan

Evaluasi (MONEV) simultan Pemberdayaan & Pendampingan: pengembangan ”inisiatif kreatif”

Tahap IV

: KEMANDIRIAN DAN KEBERDAYAAN:

mampu bertanggungjawab

 Pembentukan Modal = Melalui Penyertaan Modal dari Penyisihan DD, ADD dan Menghimpun Dana dari Masyarakat

Pembentukan Modal = Melalui Penyertaan Modal dari Penyisihan DD, ADD dan Menghimpun Dana dari Masyarakat atau ada Embrio Usaha Desa.

Masyarakat Apatis = Pemdes harus Pro-Aktif

Belum Terintegrasi dengan PotensiDesa (perlu

kajian kapasitas desa)= Perlu dilakukan Pendataan Usaha Produktif Misalkan Pasar Desa, Usaha Air Minum Desa, Wisata Desa dsb.

Model Pengelolaan BUMDes agar tidak seperti Kasus

Koperasi [KUD] = Tatakelola Profesional & Efektifitas Pengawasan Masyarakat.

Payung Hukum =Diupayakan ada Perda tentang BUMDes dan Desa perlu Perdes.