Anda di halaman 1dari 16

Proses Berpikir Kritis Siswa SMP Dalam

Pengajuan Masalah Matematika Berdasarkan


Gaya Kognitif Visualizer Dan Verbalizer

Oleh:
Dwi Ayu Septyani
14030174007
Dosen Pembimbing:
Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd.
BAB I
Pendahuluan
Kemampuan
Latar Belakang Berpikir Kritis Proses Berpikir
Berpikir Kritis
Penting Kritis Siswa
Rendah
Pertanyaan
Penelitian
Pengajuan Pengajuan
Gaya Kognitif Masalah Post- Masalah
Tujuan Penelitian Solution Matematika

Manfaat
Penelitian Gaya Kognitif
Visualizer dan Siswa SMP
Batasan Verbalizer
Penelitian

Definisi Proses Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Pengajuan


Operasional Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif
Visualizer dan Verbalizer
BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang 1. Bagaimana proses berpikir kritis siswa SMP bergaya


kognitif visualizer dalam pengajuan masalah
Pertanyaan
Penelitian matematika?
2. Bagaimana proses berpikir kritis siswa SMP bergaya
Tujuan Penelitian kognitif verbalizer dalam pengajuan masalah
matematika?
Manfaat
Penelitian

Batasan
Penelitian

Definisi
Operasional
BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang 1. Mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMP


bergaya kognitif visualizer dalam pengajuan masalah
Pertanyaan matematika.
Penelitian
2. Mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMP

Tujuan Penelitian bergaya kognitif verbalizer dalam pengajuan masalah


matematika.
Manfaat
Penelitian

Batasan
Penelitian

Definisi
Operasional
BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang 1. Memberikan referensi bagi guru matematika tentang


perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa SMP
bergaya kognitif visualizer dan verbalizer dalam
Pertanyaan
mengajukan soal matematika.
Penelitian
2. Sebagai pertimbangan bagi guru dalam merancang
pembelajaran dengan memerhatikan gaya kognitif
Tujuan Penelitian siswa, khususnya berpikir kognitif visualizer dan
verbalizer.
Manfaat 3. Sebagai referensi bagi para peneliti lain yang ingin
Penelitian melakukan penelitian serupa dengan penelitian ini.

Batasan
Penelitian

Definisi
Operasional
BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang 1. Penelitian hanya dilakukan pada siswa SMP Kelas VIII
di SMP Negeri 1 Taman, Sidoarjo.
2. Wawancara dilakukan terhadap siswa berkemampuan
Pertanyaan tinggi dengan gaya kognitif visualizer dan gaya kognitif
Penelitian verbalizer yang telah menyelesaikan tes pengajuan
masalah matematika.
Tujuan Penelitian 3. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).
Manfaat 4. Pemilihan subjek bergantung pada hasil tes
Penelitian kemampuan matematika, dan tes penggolongan gaya
kognitif dimana subjek yang dipilih yaitu satu subjek
Batasan bergaya kognitif visualizer dan satu subjek bergaya
Penelitian kognitif verbalizer.

Definisi
Operasional
BAB I
Pendahuluan

Latar Belakang

Pertanyaan
Penelitian
Proses Pengajuan Masalah
Berpikir Kritis Matematika
Tujuan Penelitian

Manfaat Gaya Kognitif Gaya Kognitif


Penelitian
Visualizer Verbalizer
Batasan
Penelitian

Definisi
Operasional
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka Berpikir Berpikir Kritis

Indikator Berpikir
Kritis Masalah Pengajuan Masalah
Matematika Matematika
Indikator
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan Proses Berpikir Kritis Gaya Kognitif
Masalah dalam Pengajuan Visualizer dan Verbalizer
Matematika Masalah Matematika

Penelitian yang
Hubungan Berpikir Kritis, Pengajuan Masalah,
Relevan
dan Gaya Kognitif Visualizer dan Verbalizer
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka
Klarifikasi
Indikator Berpikir
Kritis
Asesmen
Indikator Berpikir Kritis
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan Inferensi
Masalah
Matematika

Strategi
Penelitian yang
Relevan
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka

Indikator Berpikir
Kritis

Indikator
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan
Masalah
Matematika

Penelitian yang
Relevan
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka

Indikator Berpikir
Kritis

Indikator
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan
Masalah
Matematika

Penelitian yang
Relevan
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka

Indikator Berpikir
Kritis

Indikator
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan
Masalah
Matematika

Penelitian yang
Relevan
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka

Indikator Berpikir
Kritis

Indikator
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan
Masalah
Matematika

Penelitian yang
Relevan
BAB II
Kajian Pustaka

Kajian Pustaka 1. Penelitian yang dilakukan oleh Fulgensius Efrem Men


(2016) yang berjudul “Proses Berpikir Kritis Siswa
Indikator Berpikir SMA Dalam Pengajuan Soal Matematika Berdasarkan
Kritis
Tingkat Kemampuan Matematika”.
Indikator 2. Penelitian yang dilakukan oleh Ainur Ridwan (2017)
Berpikir Kritis
dalam Pengajuan yang berjudul “Profil Berpikir Kritis Siswa Dalam
Masalah Pengajuan Masalah Ditinjau Dari Self-Efficacy”.
Matematika

Penelitian yang
Relevan
BAB III
Metode Penelitian

Pemilihan Tes
Validasi
Subjek Kemampuan
Instrumen
Penelitian Matematika

Tes Pengajuan Tes


Masalah Subjek Terpilih Penggolongan
Matematika Gaya Kognitif

Tes Analisis Tes Proses Berpikir Siswa


Wawancara Pengajuan Masalah dalam Pengajuan
Matematika Masalah Matematika
Terima Kasih