Anda di halaman 1dari 16

Responsi

PRESBIKUSIS

Oleh :
I Gusti Agung Made Risma Ari Pertiwi (1302006054)
Jonathan Pratama (1302006157)
Benedicta Audrey Maharani (1302006080)

Pembimbing :
dr. Made Wiranadha, Sp.THT-KL,FICS

1
BAB I
PENDAHULUAN

2
1.1 Latar Belakang
Presbikusis adalah tuli sensorineural frekuensi tinggi yang
umumnya terjadi mulai usia 65 tahun, simetris pada telinga kiri
dan kanan

Angka insidensi prebikusis pada lansia di Amerika Serikat


dilaporkan sebesar 25-30% untuk kelompok umur 60-70 tahun,
sedangkan untuk umur lebih dari 75 tahun sebesar 50%.

Pada tahun 1998, penelitian telah dilakukan oleh Dadang Candra


mengenai prevalensi dan pola penurunan pendengaran
penderita presbikusis di Kodya dan Kabupaten Bandung.
Penelitian ini memperoleh hasil prevalensi presbikusis untuk Kodya
dan Kabupaten Bandung sebesar 62%. Jumlah prevalensi ini
mungkin akan bertambah pada tahun-tahun mendatang
dikarenakan peningkatan oleh jumlah lansia itu sendiri. Jumlah
lansia di Indonesia menurut hasil perhitungan Badan Pusat
Statistika (BPS) pada tahun 2008 adalah sebanyak 19.500.000 jiwa.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

4
ANATOMI TELINGA

5
Gangguan Pendengaran Tipe Konduktif: gangguan hantaran udara yang
disebabkan oleh kelainan atau penyakit di telinga
luar atau di telinga tengah

Tipe Sensorineural: kelainan terdapat pada nervus


VII di kokhlea (telinga dalam), contohnya adalah
berkurangnya sel-sel rambut pada penderita
presbikusis.

Tipe Campuran: merupakan gabungan antara tipe


konduktif dan tipe sensorineural

6
Vaskular (hipertensi dan
arteriosklerosis)

Diet dan metabolisme


(diabetes melitus dan
Etiologi hiperlipidemia)
Presbikusis

Genetik

Suara gaduh (bising)

7
PATOFISIOLOGI DAN KLASIFIKASI
PRESBIKUSIS

Presbikusis tipe sensorik


Presbikusis

Presbikusis tipe neural

Presbikusis tipe metabolik (strial


presbycusis)

Presbikusis tipe mekanik (cochlear


presbycusis)

8
Presbikusis tipe sensorik
diakibatkan oleh atrofi epitel disertai hilangnya
sel-sel rambut dan sel penyokong organ corti

penurunan ambang frekuensi tinggi, yang


dimulai setelah usia pertengahan

terjadi penurunan pendengaran secara tiba-


tiba pada frekuensi tinggi (slooping)

Ditemukan pada pasien yang mempunyai


riwayat terpapar bising.
9
Presbikusis tipe neural

Atrofi terjadi
sepanjang koklea,
ditandai dengan dimulai sejal awal
dengan hanya
berkurangnya sel- kehidupan dan
sedikit wilayah
sel neuron dan jaras mungkin peran
basilar yang
auditorik pada genetik yang
terpengaruhi dari
kokhlea berpengaruh
seluruh membrana
basilaris di koklea.

10
Presbikusis tipe metabolik (strial
presbycusis)

tipe presbikusis yang paling sering dijumpai

Proses ini cenderung terjadi pada orang berusia 30-60


tahun dan berjalan secara perlahan.

Kerusakan yang terjadi pada tipe ini berupa atrofi stria


vaskularis, potensial mikrofonik menurun, fungsi sel dan
keseimbangan biokimia/bioelektrik kokhlea berkurang

11
Presbikusis tipe mekanik
(cochlear presbycusis)

terjadi perubahan
gerakan mekanik
duktus kokhlearis,
atrofi ligamentum
kokhlearis, dan
membran basilaris
menjadi lebih kaku.

12
Manifestasi Klinis Presbikusis
Presbikusis mengurangi kemampuan untuk mendengar nada
pada frekuensi tinggi.

Penurunan pendengaran yang terjadi secara gradual,


bilateral, dan simetris.

Keluhan yang paling sering adalah kesulitan mendengar


suara atau percakapan dengan latar belakang suara
yang berisik atau di keramaian.

Gejala presbikusis juga dapat disertai dengan tinitus.

13
Diagnosis Presbikusis
 Diagnosis ditentukan melalui anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
audiometri.

14
Pemeriksaan audiometri
No. Tipe Audiometri nada murni Audiometri tutur

1 Sensori Penurunan ambang dengar Bergantung pada


yang curam pada frekuensi frekuensi yang
tinggi (sharply slooping) terkena

2 Neural Penurunan pendengaran Gangguan


sedang pada semua frekuensi diskriminasi tutur
(gently slooping) berat

3 Metabolik Penurunan pendengaran Gangguan


(strial) dengan gambaran flat dan diskriminasi tutur
berjalan progresif pelan ringan

4 Mekanik Penurunan pendengaran Bergantung pada


dengan kurva menurun pada kecuraman
frekuensi tinggi secara lurus penurunan
berjalan progresif pelan

15
Penatalaksanaan Pesbikusis
 Prinsip penatalaksanaan pada penderita
presbikusis berupa rehabilitasi medik
dengan menggunakan alat bantu dengar
(hearing aid) dan dibantu dengan
konseling.

16