Anda di halaman 1dari 11

MATA KULIAH

TATA LETAK PERUMAHAN


PERKULIAHAN KE 2
2017/2018
Rancangan Satuan Acara Pengajaran
Pokok Bahasan Kuliah/ Subpokok Bahasan Cakupan
Mg
1 Pengantar perkuliahan Penjelasan perkuliahan
Pengantar 2 Pengertian dan Lingkup Definisi dan pengertian; Lingkup; Tujuan;
Perencanaan Proses perencanaan tapak
Tapak 3 Proses Perencanaan Metodologi/Proses perencanaan tapak
4
• Tujuan InstruksionalProsesPerencanaan
Pokok Bahasan (lanjutan) Data rencana tapak; Analisis tapak; Analisis komponen;
Hubungan fungsional; Analisis Kebutuhan ruang;
• 1. Pengantar Perencanaan Tapak Penggunaan Standar
• • Memahami5karakteristik
Perencanaan
dasardanperencanaan
Perancangan tapakPengertiandancakupan;
sebagai pengetahuan Pendekatan
dasar bagi penyusunan
pemahaman
konsep dan teknik perencanaan tapak kawasan perumahan. rencana; Konsep-konsep rencana; Pola rencana
Perencanaan 6 Karakteristik dan Dasar-dasar Aspekfisik ;Aspeksosial; Aspek Ekonomi;
• • Memahami dan menguasai proses dan prosedur dasar perencanaan tapak
Tapak Kawasan Pembentukan Lingkungan
Perumahan
• Perumahan
• 2. 7
Perencanaan Proses
TapakPerencanaan
KawasanTapak Kawasan Pemilihan tapak; Analisis tapak; Komponen rencana,
Perumahan
Perumahan Standar dan kebutuhan ruang.
• • Memahami
8 karakter lingkungan
Perencanaan Tapak Kawasan perumahan.
Modul;Kegiatan;Sirkulasi; Hunian berimbang;
• • Menguasai Perumahan
konsep dan teknik perencanaanModel/konsep
tapak untuk lingk. Perumahan;
berbagai jenisKriteria Perancangan.
lingkungan perumahan.
9 Komponen dan Pembiayaan Tipe-tipe rumah; Ukuran persil; Komponen dan
• • MenyusunPembangunan
rencana tapak perumahan secara lengkap.pembangunan
pembiayaan
• 10 Evaluasipembiayaan
• Memperkirakan Rencana Tapakpembangunan
Kawasan Lokasi tapak; Struktur ruang; Keefektifan pemanfaatan
perumahan.
Perumahan ruang; Efisiensi pergerakan; Teknis rancangan

Penyediaan 12 Pematangan Lahan Pematangan lahan
Prasarana
• 3. Penyediaan Prasarana Dasar Tapak
Dasar Tapak 13 Prinsip Penyediaan dan Jaringan jalan;Parkir; Jaringan air bersih;
• • Memahami prinsip dasar penyediaan berbagai prasarana dasar tapak.
Perencanaan
• • Menguasai14prinsipPrasarana & PenataanLanskap
perencanaan Jaringan
prasarana tapak dan drainase; Jaringan air kotor; Lansekap
landsekap.
Metodologi
Origin of METHODOLOGY a set of methods, rules, or ideas that are
New Latin methodologia, from Latin important in a science or art : a particular
methodus + -logia -logy procedure or set of procedures
First Known Use: 1800

Pengertian Prosedur
Menurut Muhammad Ali (2000 : 325) “Prosedur adalah tata cara kerja atau cara menjalankan suatu
pekerjaan”
Menurut Amin Widjaja (1995 : 83) “Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan
Sedangkan menurut Kamaruddin (1992 : 836 – 837) “Prosedur pada dasarnya adalah suatu susunan yang
teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya dan prosedur-prosedur yang berkaitan
melaksanakan dan memudahkan kegiatan utama dari suatu organisasi”.
Sedangkan pengertian prosedur menurut Ismail masya (1994 : 74) mengatakan bahwa “Prosedur adalah
suatu rangkaian tugas-tugas yang saling berhubungan yang merupakan urutan-urutan menurut waktu dan
tata cara tertentu untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dilaksanakan berulang-ulang”.
Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan yang dimaksud dengan prosedur
adalah suatu tata cara kerja atau kegiatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan urutan waktu dan memiliki
pola kerja yang tetap yang telah ditentukan.
Rumah
bangunan yang berfungsi sebagai
tempat tinggal atau hunian dan sarana
pembinaan keluarga
Rumah adalah (Azwar, 1996;
Mukono,2000) tempat untuk
melepaskan lelah, tempat bergaul,
dan membina rasa kekeluargaan
diantara anggota keluarga, tempat
berlindung keluarga dan menyimpan
barang berharga, dan rumah juga
sebagai status lambing social
Rumah adalah struktur fisik terdiri dari
ruangan, halaman dan area sekitarnya
yang dipakai sebagai tempat tinggal dan
sarana pembinaan keluarga (UU RI No. 4
Tahun 1992).
Menurut WHO, rumah adalah struktur
fisik atau bangunan untuk tempat
berlindung, dimana lingkungan
berguna untuk kesehatan jasmani dan
rohani serta keadaan sosialnya baik
untuk kesehatan keluarga dan individu
(Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan
Lingkungan, 2001).
Perumahan
kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana
lingkungan
Perda No. 16/2011 tentang Penyediaan dan Penyerahan Prasarana, Sarana
dan Utilitas Kawasan Perumahan, Perdagangan dan Industri oleh
Pengembang di Kota Bekasi
PENYEDIAAN DAN PENYERAHAN PRASARANA, SARANA DAN UTILITAS
Bagian Kesatu Kawasan Perumahan
Pasal 5
(1) Setiap Pengembang dalam melakukan pembangunan kawasan perumahan wajib menyediakan prasarana, sarana dan
utilitas dengan proporsi sebagai berikut :
a. luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun prasarana dan utilitas kawasan perumahan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 adalah maksimal 65% (enam puluh lima persen) dari luas lahan yang disetujui
untuk prasarana, sarana dan utilitas kawasan perumahan;
b. luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun sarana lingkungan adalah
minimal 15% (lima belas persen) dari luas lahan yang disetujui untuk prasarana, sarana
dan utilitas kawasan perumahan;
c. luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pertamanan adalah minimal 20% (dua puluh
persen) dari luas lahan yang disetujui untuk prasarana, sarana dan utilitas kawasan
perumahan;
d. proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada kawasan perumahan diambil dari proporsi
luasan prasarana, sarana dan utilitas perumahan sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf a,
huruf b dan huruf c dengan luasan yang dihitung minimal 15% (lima belas persen) dari
luas lahan keseluruhan atau KDH 15%( lima belas persen).
(2) Jenis prasarana, sarana dan utilitas dan luasan lahan yang dipergunakan untuk penyediaan prasarana, sarana dan utilitas
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dalam surat keterangan rencana induk atau rencana tapak.
Perda Kota Bekasi No. 16/2011 tentang Penyediaan dan Penyerahan
Prasarana, Sarana dan Utilitas Kawasan Perumahan, Perdagangan dan
Industri oleh Pengembang di Kota Bekasi
c. Utilitas, antara lain :
PENYEDIAAN DAN PENYERAHAN PRASARANA, SARANA DAN 1. jaringan air bersih;
UTILITAS
Bagian Kesatu Kawasan Perumahan 2. jaringan listrik;

Pasal 6 3. jaringan telepon;

(1) Prasarana, sarana dan utilitas pada kawasan perumahan 4. jaringan gas;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi :
5. sarana pemadam kebakaran;
a. Prasarana, antara lain :
6. sarana penerangan jalan umum dan
1. jaringan jalan;
7. jaringan transportasi (termasuk halte, sub terminal, dan atau jembatan
2. jaringan saluran pembuangan air limbah; penyeberangan orang);

3. jaringan saluran pembuangan air hujan (drainase); dan


(2) Prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a wajib diserahkan
4. tempat pembuangan sampah. oleh pengembang kepada Pemerintah Daerah.

b. Sarana, antara lain : (3) Sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 2 sampai
dengan angka 9 wajib diserahkan oleh pengembang kepada
Pemerintah Daerah.
1. sarana perniagaan/perbelanjaan;
(4) Utilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c angka 5, angka 6
2. sarana pelayanan umum dan pemerintahan; dan angka 7 wajib diserahkan oleh pengembang kepada Pemerintah
Daerah.
3. sarana pendidikan;
(5) Penyerahan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a pada
perumahan tidak bersusun berupa tanah dan bangunan.
4. sarana kesehatan;
(6) Penyerahan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b pada
5. sarana peribadatan; perumahan tidak bersusun berupa tanah siap bangun atau tanah dan
bangunan.
6. sarana rekreasi dan olahraga;
(7) Penyerahan utilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (4) pada perumahan
7. sarana pemakaman/tempat pemakaman; tidak bersusun berupa tanah dan bangunan.

8. sarana pertamanan dan ruang terbuka hijau; dan (8) Penyerahan prasarana, sarana dan utilitas pada rumah susun berupa
tanah siap bangun.
9. sarana parkir (9) Khusus pada rumah susun, tanah siap bangun sebagaimana dimaksud
pada ayat (8) harus berada di satu lokasi dan di luar hak milik atas satuan
rumah susun.
Metodologi perencanaan Tapak
Kondisi Tapak dan
lingkungan sekitar
- Morfologi Studi ruang
- Geologi teknik (modul), Pola,
- Hidrologi Rasio, kriteria,
RDTR dan
- Meteorologi standar baku
Peratuan Zonasi
- Vegetasi dll. mutu

Studi awal Perencanaan dan


Peruntukan lahan Sasaran & Program dan OK Analisis Daya OK OK Pengembangan OK Rencana
Pra Rencana Perancangan
Studi Kelayakan Tujuan Konsep perencanaan ? dukung lahan ? ? Rencana ? Tata Letak Detail sebagai
(alternatif)
izin prinsip etc Perumahan Pedoman
Konstruksi

Budget & time Perencanaan & Kriteria


constraint Peraturan yang pemilihan
relevan

Tahapan Program dan Analisis Daya Pengembangan


Pendefinisian Pra Rencana
Konsep perencanaan dukung lahan Rencana
Sasaran
Keluaran Misi, Sasaran , Program Perumahan dan Potensi, Kapasitas dan Zoning, pola,sistim Peruntukan, KDB, KLB,
Tujuan Fas.pendukung dan Batasan jaringan jalan, utilitas, Ketinggian, Tekstur
Konsep perencanaan vegetasi dll. Sempadan, Jaringan
Estimasi biaya awal Utilitas, Geometrik Jalan,
Lansekap dll.
Estimasi Biaya
Pihak yang Investor, developer, Developer, Planologi, Planologi, Hidrologi, Planologi, Multi disiplin, Planologi, Multi disiplin,
terlibat Pemda, Penyedia Multi disiplin, Geologi teknik, Quantity Surveyor. Quantity Surveyor
Utilitas Penyedia Utilitas dll Lansekap Developer,
Persyaratan
Lokasi
perumahan
(ref. SNI 03-
1733-2004)