Anda di halaman 1dari 47

Asuhan keperawatan

kegawatdaruratan pada ibu dan


neonatus
Dalia Novitasari S.Kep ,
Ners.,M.Kep
ASUHAN KEPERAWATAN

1ASKEP
GADAR
PADA IBU
HAMIL
2 ASKEP
GADAR PADA
NEONATUS
1
ASKEP
KEGAWATDARURATAN
PADA IBU HAMIL

PENGKAJIAN, ANALISA DATA, DIAGNOSA KEPERAWATAN,INTERVENSI


PERUBAHAN FISIOLOGIS DALAM KEHAMILAN

CARDIO GASTRO
INTESTINAL
PERUBAHAN VASKU-
LER
GINJAL &
METABOLIK
Pertim.
RESPI- HEMA Janin &
RASI TOLOGI plasen-
ta

PRE – EKLAMSI SINDROM EMBOLI CAIRAN


TRAUMA
BERAT HELLP AMNION

SINDROM DISTRESS KOAGULASI INTRAVASKULAR


PERNAFASAN AKUT DISEMINATA
HELLP : Hemolisis, elevated liver enzymes and low platelet
Pengkajian Cardiovaskuler
Perubahan CV Perubahan Kadar Selama Kehamilan
Volume darah > 40% - 50% 1260 – 1625 ml
Sel darah merah > 20% 250 – 450 ml
TD Sistolik < 5 – 12 mmHg
TD Diastolik < 10 – 20 mmHg
Curah jantung > 30% – 50% 6 – 7 lt/mt
Frekwensi jantung > 10% – 30% Meningkat 15 – 20 x/mt
Perubahan Respirasi Perubahan Kadar Selama Kehamilan
Kapasitas residual fungsional < 10% - 21% 1343 – 1530
Volume tidal > 30% - 35% 600 ml
Perubahan Ginjal Perubahan Kadar Selama Kehamilan
Aliran darah ginjal > 25% – 50% 1500 – 1750 ml/mt
Laju filtrasi glomerulus > 50% 140 – 170 ml/mt
Klirens Kreatinin > 50% 100 – 150 ml/mt
Perubahan curah jantung dalam kehamilan, persalinan serta pelahiran akan meningkat sesuai dengan usia kehamilan
Pengkajian Respirasi
Perubahan Perubahan Kadar Selama
Respirasi Kehamilan • Mengakomodasi pembesaran
Kapasitas residual < 10% - 21% 1343 – 1530
fungsional uterus dan kebutuhan
Volume tidal > 30% - 35% 600 ml
oksigensi  diafragma
tergeser keatas 
• Adanya keluhan nafas pendek, mengurangi kapasitas
atau tachipnoe  residual fungsional 
penyebabnya hyperventilasi, meningkatkan  TV
peningkatan konsumsi oksigen meningkat
• Tachipnoe
D • Perubahan mukosa jalan nafas
• Nafas pendek – pendek
A Hipertermi  hypertermi, hypersekresi,

T peningkatan kerentanan/
• Hipersekresi
A lebih sensitif, dan edema
• Retraksi , PCH
• Cepat terasa sesak dan lelah
Pengkajian Ginjal
Perubahan Ginjal Perubahan Kadar Selama Kehamilan
Hasil lab :
Aliran darah ginjal > 25% – 50% 1500 – 1750 ml/mt
Laju filtrasi glomerulus > 50% 140 – 170 ml/mt • Kreatinin ↗
Klirens Kreatinin > 50% 100 – 150 ml/mt
• Ureum ↗
• Kadar Serum ↘
• Laju filtrasi glomerulus ↗

• Perubahan ini mengakomodasi


peningkatan keb metabolik
dan sirkulasi selama kehamilan
 aliran darah ↗  laju
filtrasi glomerulus ↗ 
memicu ↗ klirens kreatinin
dan urea  kadar serum ↘
Pengkajian Hematologi

Terdapat perubahan Hematologi , dalam hasil Lab:


• Nilai HT (hemotokrit) <  efek hemodilusi akibat
peningkatan volume plasma
• Hitung sel darah putih meningkat (N : 5000 – 10000/mm3)
• Peningkatan faktor pembekuan VII – X
• Penurunan faktor IX dan XIII  menghambat koagulasi
• Fibrinogen meningkat (300 – 600 mg/dl)
• BT, CT, TC dalam batas normal
Pertimbangan Perkembangan Janin dan Plasenta
Sirkulasi dan nutrisi ibu serta pajanan terhadap teratogen
mempengaruhi perkemabangan embrionik dan janin

Warna arsiran biru tua menandakan bahwa periode yang sangat peka
Data (Objektif & Subjektif) pada Pre Ekslamsia berat

• Hypertensi  TD lebih dari 140 / 90 mmHg


• Edema  terlihat jelas di tangan dan wajah
• Proteinuria  nilai protein > dari 5 gr dalam spesimen
urine 24 jam
• Oliguria / jumlah urine < 30 ml/jam atau < 500 ml/24 jam
• Pada pre ekslamsi berat  gangguan penglihatan, sakit
kepala, nyeri epigastrium, kerusakan fungsi hati,
trombositopenia dan edema paru (dg ciri : batuk,
dispnoe, nyeri dada, tachicardia, sianosis, dan sputum
berbusa kadang berwarna merah muda
Contoh Diagnosa Keperawatan pada
Pre Ekslamsia berat
1. Penurunan curah jantung b.d peningkatan tek
intrathorak
2. Gangguan transportasi oksigen pada janin b.d
kehilangan darah/trauma pada plasenta
3. Ketakutan b.d kesejahteraan janin
4. Ansietas, stres b.d hasil kehamilan yang buruk
5. Potensi cedera b.d infeksi, kejang
6. Gangguan koping keluarga b,d rawat inap
7. Duka cita adaptif b.d ancaman penyakit terhadap diri
Intervensi Keperawatan
• Anjurkan ibu utk melakukan Tirah baring
• Kaji timbulnya gejala kejang  perhatikan :
– Patensi jalan nafas, beri oksigen yang adekuat, mengevaluasi terjadinya aspirasi
• Bila diberikan magnesium sulfat  perawat mengkaji dampak toksisitas
dengan memperhatikan adakah:
– Depresi pernafasan, hyporefleksia.
– Magnesium diekskresikan dalam urine dan oliguria lama memungkinkan
magnesium dalam kadar darah menumpuk hingga menjadi racun
– Bila magnesium masih diberikan pada pasien post partus  perawat mengobs
adanya perdarahan uterus yang abnormal dan uterus yang teraba keras, bila tidak
 lapor dokter  k/p lakukan masase uterus dan terapi oksitoksis sesuai advis
dokter
• Pengawasan janin  doppler
• Saat kelahiran :
– Siapkan kebutuhan melahirkan
– Bila perlu siapkan juga kemungkinan pasien / bayinya masuk ke ruang intensif
SINDROM HELLP
Pengkajian Neonatus
PENDAHULUAN

Gangguan nafas (distres respirasi) :


• Sering pd H 1 kehidupan BBL
• semakin kecil bayi (<2500 gr / umur khamilan < 37
mggu) kmngkinan terjdi gangguan nafas smakin sering
& berat)
• Paling sering : TTN (Transient Tachypnea of the
Newborn, RDS (Respiratory Distress Syndrome) atau
PMH ( Penyakit Membran Hialin) dan Displasia
Bronkopulmonar.
• Akibat : hipoksemia, hiperkapnik, hiperkapnea.
1. Takipnea : rr > 60-80 x/mnt
2. Retraksi interkostal & atau substernal
Gangguan nafas : slama inspirasi
suatu keadaan 3. Nafas cuping hidung
meningkatnya kerja 4. Merintih (gruting)/menangis saat
pernafasan yg inspirasi
dtandai dgn :  5. Sianosis : sianosis sentral (kebiruan
pda bibir, bda dgn biru pada lebam)
6. Apnue (henti nfas)

Pada jam2 pertama setelah lahir, gejala 1-4 kadang djumpai pada
BBL normal ttapi tdak berlngsung lama (dkrenakan perubahan
fisiologi akibat reabsorpsi cairan dlm paru bayi & masa transisi dari
srkulasi fetal ke sirkulasi neonatal). Bila gejala tsb menetap pada
beberapa jam setelah lahir indikasi gangguan nafas .
Klasifikasi Gangguan Nafas
(buku pedoman Manajemen maslah BBL)

KLASIFIKASI GEJALA ( RR & gejala tambahan gangguan nafas)

Gangguan • RR > 60x/mnt dengan sianosis sentral dan retraksi dinding dada atau merintih
nafas berat saat ekspirasi, atau
• RR > 90x/mnt dengan sianosis sentral atau retraksi dinding dada atau merintih
saat ekspirasi, atau
• RR < 30x/mnt dengan atau tanpa gejala lain dari gangguan nafas

Gangguan • RR 60-90 x/mnt dengan retraksi dinding dada atau merintih saat ekspirasi,
nafas tanpa sianosis sentral, atau
sedang • RR > 90x/mnt tanpa retraksi dinding dada atau merintih saat ekspirasi, atau
sianosis sentral

Gangguan RR 60-90 x/mnt tanpa retraksi dinding dada atau merintih saat ekspirasi, atau
nafas ringan sianosis sentral.

Kelaianan RR 60-90 x/mnt dengan sianosis sentral tetapi tanpa retraksi dinding dada atau
jantung merintih
kongenital
KLASIFIKASI SKOR DOWNES
PEMERIKSAAN 0 1 2
RR < 60 x/mnt 60-80 x/mnt > 80 x/mnt

Retraksi (-) Ringan Berat


Sianosis (-) Hilang dgn O2 Menetap dgn
O2
Air entry Udara Penurunan ringan Tidak ada udara
masuk udara masuk masuk

Merintih (-) Didengar dgn Didengar tanpa


stetoskop alat bantu

1-3 : sesak nafas ringan


4-5 : sesak nafas sedang
≥ 6 : sesak nafas berat
PENYEBAB GANGGUAN NAFAS PADA BBL

OBSTRUKSI JLAN NAFAS


• Nasal atau nasofaringeal : obstruksi koanae, edema nasalis,
ensefalokel.
• Rongga mulut : makroglosi atau mikrognati
• Leher : struma kongenital & higroma kistik
• Laring : laryngeal web, stenosis subglotik, hemangioma, paralisis
medula spinalis, & laringomalasia
TRAKEA : trakheomalasia, fistula trakheoesofagus,
stenosis trakea, stenosis bronkial
Penyebab Pulmonal
• Aspirasi mekonium, darah / susu formula
• RDS
• Atelektasis
• Kebocoran udara (pneumotorax, pnemomediastinum,
emfisema pulmonalis interstisialis)
• TTN (Transient Tachypnea of Newborn)
• Pneumonia, pneumonia hemoragik
• Kelainan kongenital : hernia diafragmatika, kista atau tumor
intratorakal, agenesia, atau hipoplasia paru, emfisema lobaris
congenital
• Efusi, silotoraks.
Penyebab non pulmonal : setiap keadaan yg mnyebbkan
aliran drah ke paru meningkat atau menurun , menyebabkan
kenaikan kebutuhan oksigen meningkat dan penuruna jumlah
sel darah merah yg menyebabkan distres respirasi.

• Gagal jantung kongestif


• Penyebab metabolik : asidosis, hipoglikemia, hipokalsemia
• Hipertensi pulmonal menetap : persistance pulmonary
hypertension
• Depresi neonatal
• Syok
• Polisitemia : jumlah eritrosit berlebihan meningkatnya viskositas
darahmencegah eritrosit dgn mudah masu ke dalam kapiler paru
• Hipotermia
• Bayi dari ibu dengan DM
• Perdarahan susunan saraf pusat
Anamnesis
(riwayat keluarga, maternal,prenatal, & intrapartum)
• Prematuritas , SGN, sindroma aspirasi mekonium, infeksi
(pneumonia, displasia pulmoner, trauma persalinan sungsang,
kongesti nasal, depresi susuanan saraf, pusat, perdarahan susunan
saraf pusat, paralisis nervus frenikus, takikardia atau bradikardia
pada janin, depresi neonatal, tali pusat menumbung.bayi lebih
bulan, demam
• Gangguan SSP : tangis melengking, hipertoni, flasiditas, atonia,
trauma, miastenia
• Kelainan kongenital : arteri umbilikalis tunggal, anomali kongenital
lain (anomali kardiopulmonal, abdomen cekung pada hernia
diafragmatika, paralisis erb
• Diabetes pada ibu, perdarahan, antepartum pada persalinan kurang
bulan, partus lama, kulit ketuban pecah dini, oligohidramion,
penggunaan obat yang berlebihan
P.Fisik P. Penunjang
• Merintih/grunting ttapi warna kulit • P.lab : AGD, elektrolit,
masih kemerahan, merupakan gejala
yg menonjol
pmeriksaan sel darah merah
• Sianosis
• Retraksi P. Radiologik
• Tanda obstruksi sal. Nafas mulai dari
hidung : atresis koanae, dtandai dgn
kesulitan memasukkan pipa
nasogastrik melalui hidung.
• Air ketuban bercampur mekonium
atau pewarnaan hijau kekuningan
pada tali pusat
• Abdomen mengempis
MANAGEMEN SPESIFIK GANGGUAN NAFAS
Gangguan nafas berat
 Lanjutkan O2 Kcpatan aliran sedang
 tangani sebagai sepsis
 Tanda perburukan / sianosis sentral naikkan O2 kcpatan aliran tinggi. Bila
GN smkin berat &sianosis sntral mnetap walau dberi 02 100% rujuk bayi ke
RS rjukan/ yg ada fas ventilator mekanik.
 GN mnetap dalam 2 jam  psang pipa lambung
 Nilai kondisi bayi 4 x sehari liht tanda perbaikan, bila ad perbaikan ( RR
mnurun, retraksi berkrng, wrna kulit membaik) kurangi O2
bertahap,pmberian ASI peras melalui viva lambng
 Hentikan O2 bila bayi tampak kemerahan dan tdk mgalami gaggguan nfas .
 Bila henti O2bayi dilatih mnyusu, bila byi tdk bsa mnyusu beri ASI peras.
 Pantau & catat tiap 3 jam ( RR, episode apnu, retraksi dinding dada/mrintih
saat ekspirsi)
 Periksa kdar glukosa drah sekali sehari sampai stengah kbutuhan minum dpat
dipenhi secara oral.
 Amati bayi stelah 24 jam pmberian Antibiotikbila kemerahan tnpa O2
selama 3 hari, mnum baik bayi dpt dipulangkan
Gangguan nafas sedang
• Lnjutkan O2 dgn keceptan aliran sedang
• Jgn dberi minum
• Jika ad tanda brikut ambil sampel drah untuk kultur dan beri antibiotika untk terapi
kmngkinn besar sepsis (suhu aksiler < 34 C atau > 39 C, air ketuban bercampur
mekonium, rwayat infeksi intrauterin, demam curiga infeksi berat atau ketuban
pecah dini > 18 jam )
• Bila suhu aksiler 34-36,5 C atau 37,5-39 C tgani untuk msalah suhu abnormal dan
nilai ulang setelah 2 jam.  bila suhu blum stabil / GN blom ad perbaikan ambil
smpel darah dan beri Antibiotik untuk terapi kmgkinan sepsis
• Jika suhu normal  amati , bila kembali abnormal, ulangi thapan diatas
• Bila tidak ad tanda sepsis nilai lgi setelah 2 jam, bila tdk ad perbaikan terapi
untuk kmgkinan besar sepsis
• Bila ad tanda perbaikan (( RR mnurun, retraksi berkrng, wrna kulit membaik)
kurangi O2 bertahap , pasang pipa lambung pmberian ASI peras tiap 2 jam
• Hentikan O2 bila bayi tampak kemerahan dan tdk mgalami gaggguan nfas
• Bila henti O2bayi dilatih mnyusu, bila byi tdk bsa mnyusu beri ASI peras.
• Amati bayi stelah 24 jam pmberian Antibiotikbila kemerahan tnpa O2 selama 3
Gangguan nafas ringan

Pada bbrapa BCB yg mglmi GN ringan pda waktu lahir tanpa


gejala2 lain dsbut TTN (Transient tachypnea of the newborn),
trutma terjdi stelah bedah caesar biasnya kondisi tsb akan
smbuh sndiri. Ttapi pd bbrpa kasus, GN ringan mrupakan tnda
awal infeksi sistemik.
• Amati pernfasan bayi tiap 2 jam slama 6 jam brikutny  bila GN
mmburuk atau timbul gjala sepsis lainny  terapi kmgkinn
besar sepsis dan tngani GN sedang/bert sperti diatas.
• Beri Asi
• Kurangi pmberian O2 scra bertahap bila ad perbaian GN,
hentikan O2 bila RR 30-60x/mnt Amati bayi slama 24 jam
brikutnya, jka RR mnetap 30-60x/m, tanda sepsis (-), tdak ad
msalah lain yg memerlukan perawatan bayi dpt dipulangkan
Kelainan jantung kongenital

Bayi dgn kelainn jantung kongenital sering


sianosis sentral walau telh mndpt O2 100%.
• Beri O2 pda kcepatan aliran masimal
• Beri ASI
• Bila mmngkinkan , rujuk ke RS Rujukan atau
Pusat Pelayanan spesialis untuk terapi definitif.
APNU
- Msalah umum pda bayi sgt kecil ( <1500 gr/
umur khmilan < 32 mgg)
- Mrupakan salah satu
Getting Started with Templates

You don’t have to start from scratch.

If you need help with a status report


or ideas for a photo album, look no
further.

Use sample templates to kick-off


your presentation and focus on the
content (you’re viewing one right
now!)
Too much information?
Divide and conquer a large presentation by organizing your
presentation with sections.
Organize with Sections

You can name, print, and


apply effects to an entire
section easily.
Collaboration
Simultaneous edits on one single document.
No more waiting your turn or managing
multiple versions.

It’s about team work, and co-authoring will


get you there.
2 Enrich Your Presentation

Stylize, edit, and animate your media


It’s not just about the visuals, but strengthening

YOUR MESSAGE.
New Picture Effects

Picture Color, Corrections, Artistic Effects,


and Background Removal allow you to customize images for your story
Animate This
Check out this animation:

With the Animation Painter


you can re-create the same animation with one click
Video Perfect

You can do a lot more with videos in


PowerPoint 2010.

Videos can be embedded in your


presentation. That’s right, no more
lost videos!

Also, you can recolor the entire video


or apply a video style easily. Your
videos will look great!
Want to jump to a
bookmark in your video?

Hover over the video and


you’ll be pleasantly surprised.

Did we mention you can add


bookmarks, include fades, and
trim your videos now?

Fountain Geyser
Exciting new transitions

They are new too.


3 Deliver Your Presentation

Broadcast and compress for seamless delivery


BROADCAST IT
» Show and tell your presentation with
Broadcast Slide Show

» Share your presentation in real-time with


anyone with a browser, directly from
PowerPoint.

» You’ll never have to say, “Next slide, please”


again!
Let Your Presentation

SPEAK FOR ITSELF


Record your presentation with Create
a Video and capture narrations, animations, media, and much more.

Upload, embed, and share away!


Spread the Message!
For a media-rich presentation, you
can Optimize for Compatibility
or Compress Media to share your
presentation reliably without
exploding your inbox

Package your presentation


for easy sharing
?
But wait…
There’s More!

View your slides from anywhere!


Access Anywhere

» Check out
PowerPoint Online
» Access slides wherever you are
What’s Your Message?
POWERPOINT 2010