Anda di halaman 1dari 11

RESIKO AUDIT

• Menurut SA Seksi 312 Risiko Audit dan Materialitas


dalam Pelaksanaan Audit

“Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal


auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi
pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu
laporan keuangan yang mengandung salah saji
material.”
Menilai risiko kesalahan penyajian material

 Auditor harus mengidentifikasi dan menilai risiko


kesalahan penyajian material pada [SA 315 par 25]:

1. Tingkat laporan keuangan; dan


2. Tingkat asersi untuk golongan transaksi, saldo akun,
dan
pengungkapan,
untuk menyediakan suatu basis bagi perancangan dan
pelaksanaan prosedur audit lanjutan (further audit
procedures).
RISIKO AUDIT
Keseluruhan & Individual
1. Risiko Audit Keseluruhan
Pada tahp perencanaan auditnya, auditor pertama kali
harus menentukan risiko audit keseluruhan yang
direncanakan, yang merupakan besarnya risiko yang dapat
ditanggung oleh auditor dalam menyatakan bahwa laporan
keuangan disajikan secara wajar, padahal kenyataannya,
laporan keuangan tersebut berisi salah saji material.
2. Risiko Audit Individual
Karena audit mencakup pemeriksaan terhadap akun-akun
secara individual, risiko audit keseluruhan harus
dialokasikan kepaada akun-akun yang berkaitan. Risiko
audit individual perlu ditentukan untuk setiap akun karena
akun tertentu seringkali sangat penting karena besar
saldonya atau frekuensi transaksi perubahan.
TIGA KOMPONEN RISIKO AUDIT
• Risiko bawaan (inherent risk)
• Risiko pengendalian (control risk)
• Risiko deteksi (detection risk)
Model Resiko Audit
PDR = AAR/(IR*CR)

PDR = Risiko penemuan yang direncanakan ( Planned Detection Risk )


AAR = Risiko audit yang dapat diterima ( Acceptable Audit Risk )
IR = Risiko bawaan ( Inherent Risk )
CR = Risiko pengendalian ( Control Risk )

Risiko kesalahan penyajian yang diidentifikasi dan dinilai


• tersebut harus didokumentasikan. (SA 315 para 32(c).
Risiko kesalahan penyajian material = risiko bawaan x risiko
pengendalian

RMM = IR x CR
Mengubah Risiko Audit Yang Dapat
Diterima Untuk Risiko Usaha
Tingkat ketergantungan pemakai pada L/K
Jika pemakai memiliki ketergantungan yang besar pada L/K, maka risiko
audit perlu diperkecil. Faktor yang menunjukkan tingkat ketergantungan :
• Ukuran perusahaan klien
• Distribusi kepemilikan
• Jumlah dan sifat kewajiban perusahaan
Mengubah Risiko Audit Yang Dapat
Diterima Untuk Risiko Usaha
• Kemungkinan akan adanya kesulitan keuangan klien yang timbul
setelah laporan audit diterbitkan.
Dalam hal ini, auditor akan diminta untuk mempertahankan kualitas
audit yang dilaksanakannya, bahkan kemungkinan akan dituntut di
pengadilan. Jika auditor merasa ada kemungkinan kegagalan finansial
atau kerugian besar dan peningkatan risiko usaha, sebaiknya auditor
menurunkan AAR
• Evaluasi auditor atas integritas manajemen.
Jika integritas dipertanyakan maka AAR akan rendah. Jika integritas
rendah, sering timbul konflik dengan pedagang saham, konsumen, dan
aparat negara sehingga akan mempengaruhi anggapan pemakai atas
kualitas audit dan dapat menyebabkan tuntutan

Menetapkan Risiko Audit Yang Dapat
Diterima.
• Menyelidiki kondisi klien, menilai faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi tingkat ketergantungan
pemakai ekstern terhadap laporan, kemungkinan
kegagalan keuangan setelah audit selesai, dan
integritas manajemen.
• Auditor menetapkan tingkat risiko sementara yang
bersifat subyektif bahwa L/K berisi salah saji
material setelah audit selesai.
• Kemungkinan memperoleh informasi tambahan
mengenai klien dan memodifikasi AAR.
Faktor-faktor yang harus ditelaah
dalam menetapkan risiko bawaan
* Sifat bidang usaha klien * Hubungan istimewa

* Integritas manajemen * Transaksi tidak rutin

* Motivasi klien * Pertimbangan yang diperlukan untuk mencatat

* Hasil audit sebelumnya saldo akun dan transaksi secara benar

* Penugasan pertama atau penugasan ulang * Kerentanan terhadap kecurangan

* Unsur-unsur populasi
Hubungan Antara Materialitas,
Risiko, Audit, Bukti Audit
• Jika auditor mempertahankan risiko audit konstan dan tingkat
meterialitas dikurangi, auditor harus menambah jumlah bukti
audit yang dikumpulkan.
• Jika auditor mempertahankan tingkat materialitas konstan dan
mengurangi jumlah bukti audit yang dikumpulkan, risiko audit
menjadi meningkat.
• Jika auditor menginginkan untuk mengurangi risiko audit, auditor
dapat menempuh salah satu dari tiga cara berikut ini :
1. Menambah tingkat materialiras, sementara itu mempertahankan
jumlah bukti audit yang dikumpulkan.
2. Menambah jumlah bukti audit yang dikumpulkan, sementara itu
tingkat materialitas tetap dipertahankan.
3. Menambah sedikit jumlah bukti audit yang dikumpulkan dan tingkat
materialitas secara bersama-sama.