Anda di halaman 1dari 35

EVALUASI DAMPAK POTENSIAL

DAN DAMPAK PENTING


HIPOTETIK (DPH)
OLEH:
MILADIL FITRA, SKM, MKM
• Ruang Lingkup
Telaah ADKL sebagai pendekatan kajian aspek kesehatan
lingkungan meliputi :

1. Parameter lingkungan yang diperkirakan terkena dampak


rencana pembangunan dan berpengaruh terhadap
kesehatan
2. Proses dan potensi terjadinya pemajanan
3. Potensi besarnya dampak timbulnya penyakit (angka
kesakitan dan angka kematian)
4. Karakteristik spesifik penduduk yang beresiko
5. Sumberdaya kesehatan
6. Kondisi sanitasi lingkungan
7. Status gizi masyarakat
8. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses
penyebaran penyakit
PENCEMARAN LINGKUNGAN
• LINGKUNGAN
Menurut Undang-undang No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 1
ayat (1) LINGKUNGAN adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan,
dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain

• KESEHATAN LINGKUNGAN
Adalah ilmu yang mempelajari dinamika interaktif antara kelompok penduduk atau
masyarakat dengan segala macam perubahan lingkungan hidup, seperti berbagai
spesies kehidupan, bahan, zat disekitar manusia yang dapat menimbulkan ancaman
atau berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta upaya pencegahannya
(Pudon, 1980 dan Trieff, 1981)

• PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP


Adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen
lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun
sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi
sesuai dengan peruntukkannya. (UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup Pasal 1 ayat (12)
TINGKATAN TAHAP PENCEMARAN MENURUT WH
(dikutip LAKSMI, 1992).

1. Pencemaran tingkat Pertama, yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan


kerugian pada manusia, baik dilihat dari kadar zat pencemar maupun waktu
kontak dengan lingkungan

2. Pencemaran tingkat Kedua, yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan iritasi


ringan pada panca indera dan telah menimbulkan gangguan pada komponen
ekosistem lain

3. Pencemaran tingkat Tiga, yaitu pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi


faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis

4. Pencemaran tingkat Empat, yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit


bahkan kematian dalam lingkungan karena kadar zat pencemarnya terlalu tinggi
LANGKAH-LANGKAH ADKL
• Identifikasi Dampak Potensial
Dilakukan dengan penilaian thd parameter lingkungan yg kemungkinan akan
menjadi bagian isu yg berkaitan dengan masalah kesehatan, melalui:
1). Telaah kegiatan proyek
2). Telaah data dan informasi berdasarkan studi pustaka dan atau bahan
referensi yg relevan
3). Telaah data dan informasi berdasarkan pengamatan lapangan (survei,
observasi, dll)
4). Telaah hasil uji dan analisis laboratorium
5). Telaah hasil penggunaan / uji binatang percobaan
6). Studi banding terhadap hasilstudi yang pernah dilaksanakan
7). Telah para ahli / profesional
8). Simulasi / model
Identifikasi dampak potensial dari kajian aspek kesehatan dlm studi AMDAL dpt
disusun sebagai berikut :
a). Yang berhubungan dengan cemaran, perlu diperhatikan :
(1). Penyebaran bahan pencemar di media lingkungan
(2). Jalur-jalur pemajanan yang mungkin terjadi (dimasa datang)
(3). Telaah data dan info berdasar studi toksikologi, epidemiologi, dan
kesling
(4). Pengalaman negara lain untuk kasus sejenis
b). Yang berhubungan dengan perindukan vektor :
(1). Perubahan lahan yang dapat menimbulkan genangan air
(2). Perubahan vegetasi yang menunjang atau menghambat
berkembangbiaknya vektor
(3). Telaah data dan info dari studi kesling survei studi epidemio-
logi tentang penyakit bersumber binatang (zoonosis)
(4). Pengalaman negara lain untuk kasus sejenis

c). Yang berhubungan dengan Perilaku Masyarakat :


(1). Kebiasaan pemanfaatan air
(2). Kebiasaan penggunaan bahan / alat pelindung
(3). Kebiasaan penggunaan insektisida
(4). Kebiasaan yang berhubungan dengan sanitasi
(5). Kebiasaan yang berhubungan dengan pengelolaan makanan
(6). Kebiasaan yang berhubungan dengan masalah kesehatan
(berobat, kontak penderita)

• Evaluasi Dampak Potensial


Bertujuan utk menghilangkan dampak potensial yg dianggap tdk relevan,
sehingga diperoleh dampak penting hipotesis, yaitu prediski yg
menggambarkan potensi besarnya dampak kesehatan yg kemungkinan dpt
timbul akibat perubahan lingkungan
• Pemusatan Dampak Penting (Focusing)
Bertujuan utk mengelompokkan dampak penting yang telah dirumuskan dari
dampak potensial shg diperoleh gambaran ttg isu-isu pokok permasalahan
lingkungan hidup yang terkait erat dengan kesehatan dgn memperhatikan :
1). Keterkaitan antara rencana usaha / kegiatan dengan komponen
lingkungan yg mengalami perubahan mendasar (dampak penting)
2). Keterkaitan antara komponen dampak penting yg telah dirumuskan
secara holistik, menurut waktu, tahapan kegiatan, maupun dampak
komunikatif yang terjadi
Dalam proses pemusatan, penyusun aspek kesehatan dalam studi AMDAL harus
memperhatikan prioritas kepentingan sebagai berikut :
a). Sifat Dampak ; akut atau kronis
b). Jumlah Penduduk
c). Beban Ekonomi

• Pelingkupan Wilayah Studi


Pelingkupan (Scoping) adalah suatu proses berjenjang melalui penapisan (Screening)
utk membatasi permasalahan yang harus ditelaah secara cermat dan mendalam.
Berkaitan dengan masalah epidemiologi, maka penjabaran batas-batas pelingkupan
wilayah dapat dirinci dengan memperhatikan :
1). Batas Proyek
2). Batas Ekologis
3). Batas Sosial
4). Batas Administrasi
EVALUASI INFORMASI PENCEMARAN
• Dinamika Perubahan Komponen Lingkungan

SUMBER AMBIENT MANUSIA DAMPAK KES


Melalui wahana

 Alamiah  Udara Komponen  Akut


 Penderita  Air lingk. berada  Subklinik
Penyakit  Makanan dalam; darah  Samar
Infeksi  Binatang lemak, urine,  Sehat
 Mobil Penular jaringan dll (Seimbang)
 Industri

A B C D
Gambar : Dinamika Perubahan Komponen Lingkungan yang berpotensi memberikan dampak
kesehatan (Achmadi, 1991)
• Informasi Simpul-simpul

1) Simpul A
Pengamatan, pengukuran dan pengendalian emisi pencemaran udara
(mobil, industri, dll) sumber pencemaran air (rumah tangga, industri
dll) sumber penyakit menular (penderita Thypus, penderita malaria
dll) atau sumber perubahan alamiah, misalnya gunung berapi
2) Simpul B
Pengamatan, pengukuran dan pengendalian bila komponen
lingkungan tersebut sudah berada disekitar manusia, (contoh :
komponen konsentrasi pencemaran udara, kadar kandungan residu
pestisida dalam sayur-mayur, bakteri E. Coli dalam air minum, dll)
3) Simpul C
Pengamatan, pengukuran kadar Pb. Dalam darah, kadar Merkuri dlm
rambut, kadar COHb dalam darah, kadar DDT dalam lemak tubuh
ataupun Plasmodium spp dalam darah, dll
4) Simpul D
Pengamatan, pengukuran dan pengendalian Prevalensi korban
keracunan, prevalensi penderita kanker paru akibat asap rokok,
kanker kulit akibat sinar Ultraviolet, ataupun penderita penyakit
menular lainnya
• Klasifikasi Manifestasi Klinik Gangguan
Kesehatan Akibat Lingkungan

1) Kelompok Penderita Akut


Jumlahnya relatif sedikit, memiliki gejala klinis jelas, perlu tindakan
segera dan sering diklasifikasikan sebagai kecelakaan. Misalnya
penderita keracunan pestisida dosis besar dan penderita demam
Thypus

2) Kelompok Penderita Subklinik


Jumlahnya relatif banyak, memiliki gejala klinis tidak jelas namun
memiliki tanda (indikator) laboratorium khas, sering dihubungkan
dengan penyakit yang diperoleh dari tempat pekerjaan. Contoh :
Anemia pada pekerja pompa bensin, peningkatan kadar COHb darah
polisi lalu lintas, dll

3) Kelompok Penderita dengan Gejala Samar


Jumlahnya amat besar gejalanya tidak khas baik secara klinik
maupun secara laboratorika, akibat pemaparan pada komponen
lingkungan dalam intensitas rendah atau dosis kecil. Misalnya
sekelompok orang yang mengkonsumsi makanan yang mengandung
bahan pewarna sintesis berbahaya, pestisida dalam dosis kecil.
Kelompok penderita dengan gejala samar ini dapat berkembang
menjadi gangguan kesehatan lain, misalnya kanker (Carcinogenic)
Identifikasi Dampak potensial
dan Evaluasi DampakPotensial
1.Identifikasi dampak potensial
(mengidentifikasi segenap dampak lingkungan hidup:
primer, skunder, tersier dst yang secara potensial akan
timbul).
Gali dan kembangkan melalui berbagai sumber, seperti:
pemrakarsa, masyarakat, pakar, instansi pemerintah,
pustaka, tinjauan proyek serupa.
Hasil: Daftar komponen lingkungan yang potensial
terkena dampak lingkungan

2.Evaluasi dampak potensial


(menghilangkan/meniadakan dampak potensial yang
tidak relevan atau tidak penting, sehingga didapat
dampak penting hipotetik/DPH).

Hasil: Daftar komponen lingkungan yang potensial


terkena dampak (DPH)
Proses Pelingkupan DPH
Deskripsi
Rencana
Kegiatan

Kegiatan
Lain
Di DAMPAK
sekitarnya DAMPAK
PENTING
POTENSIAL
HIPOTETIK (DPH)
Rona
Lingkungan
Hidup
Saran
Pendapat
Tanggapan Identifikasi Evaluasi
Masyarakat Dampak Dampak
Potensial Potensial
Contoh: Alur Proses Pelingkupan Rencana Kegiatan
Proyek Pengembangan Gas Jawa Bagian Timur (Geofisik)

DAMPAK POTENSIAL
DAMPAK PENTING HIPOTETIS
A. Geo-Fisik-Kimia
1. Perubahan iklim mikro A. Geo-Fisik-Kimia
2. Perubahan kualitas udara ambien  Perubahan kualitas udara ambien (debu,
(debu, H2S, CO2) H2S, CO2)
Deskripsi
3. Terjadi kebisingan  Terjadi kebisingan
Rencana Kegiatan
4. Perubahan sifat tanah  Peningkatan kuantitas aliran permukaan
Pra-Konstruksi  Penurunan debit air sungai
5. Peningkatan kuantitas aliran
Konstruksi  Terjadi erosi tanah
permukaan
Operasi  Gangguan sistem drainase dan irigasi
6. Penurunan debit sungai
Pasca Operasi  Penurunan/peningkatan kualitas air
7. Terjadi erosi tanah
8. Gangguan sistem drainase dan permukaan
irigasi  Penurunan/peningkatan kualitas air laut
9. Penurunan kualitas air permukaan  Gangguan transportasi darat
10. Penurunan kualitas air laut
11. Penurunan kuantitas air tanah B. Komponen Biologi
Kegiatan Lain Di  Gangguan vegetasi
Sekitarnya 12. Gangguan transportasi darat
13. Gangguan transportasi laut  Gangguan satwa liar
14. B. Komponen Biologi  Gangguan biota air tawar
15. Gangguan vegetasi  Gangguan biota air laut
16. Gangguan satwa liar
17. Gangguan biota air tawar C. Komponen Sosekbud
Deskripsi Rona  Perubahan kependudukan
Lingkungan Awal 18. Gangguan biota air laut
19. C. Komponen Sosekbud  Perubahan pola kepemilikan lahan
Komp. Geofisikkimia  Peningkatan/penurunan pendapatan
Komp. Biologi 20. Perubahan kependudukan
21. Perubahan pola kepemilikan lahan masyarakat
Komp. Sosekbud  Adanya /hilangnya kesempatan berusaha
Komp. Kesmas 22. Peningkatan/penurunan
pendapatan masyarakat  Gangguan proses sosial
23. Adanya kesempatan berusaha  Perubahan sikap dan persepsi masyarakat
24. Gangguan proses sosial
25. Perubahan sikap dan persepsi D. Komponen Kesmas
masyarakat  Penurunan sanitasi lingkungan
Saran 26. D. Komponen Kesmas  Penurunan tingkat kesehatan masyarakat
Pendapat 27. Penurunan sanitasi lingkungan
Tanggapan 28. Penurunan tingkat kesehatan
Masyarakat masyarakat

Identifikasi
Dampak EVALUASI
Potensial DAMPAK
POTENSIAL
Langkah Identifikasi
Dampak Penting

1. Rencana kegiatan
2. Tipe Ekosistem Metode
3. Fungsi Ekosistem ?
4. Komponen Lingkungan
METODE IDENTIFIKASI DALAM PELINGKUPAN

1. Telaah Pustaka;
2. Interaksi Kelompok;
3. Daftar Uji (daftar uji sederhana, dan kuesioner);
4. Bagan Alir (flow chart);
5. Pengamatan lapangan secara singkat.

1) Komponen kegiatan penyebab dampak dan komponen lingkungan


terkena dampak;
2) Batas wilayah studi: proyek, ekologis, sosial, dan administratif;
3) Metode pengumpulan dan analisis data; metode prakiraan dan
evaluasi dampak penting; tenaga ahli yang diperlukan.
TELAAH
PUSTAKA

STUDI BRAINSTORMING CHECKLIST


BANDING TIM AMDAL (DAFTAR UJI)

INTERAKSI
KELOMPOK
CONTOH: IDENTIFIKASI DAMPAK DENGAN METODE DAFTAR UJI SEDERHANA

FISIK SOSIAL
1. Geologi 7. Pelayanan
1.1. Sifat khas v 7.1. Fasilitas Pendidikan
1.2. Sumberdaya minerals 7.2. Lapangan pekerjaan v
1.3. Stabilitas lereng, guguran batu 7.3. Fasilitas komersial v
1.4. Kedalaman sampai lapisan tak 7.4. Pelayanan kesehatan/sosial
tembus air v 7.5. Pembuangan limbah cair
1.5. Keamblesan (subsidence) 7.6. Pembuangan limbah padat
1.6. Konsolidasi 7.7. Pemasokan air
1.7. Pelapukan/pelepassan zat kimia v 7.8. Drainase air hujan deras
1.8. Aktivitas tektonik/volkanisme 7.9. Posisi
7.10. Pemadaman kebakaran
7.11. Rekreasi
7.12. Transportasi v
7.13. Fasilitas kultural
2. Tanah 8. Keamanan
2.1. Stabilitas lereng v 8.1. Struktur
2.2. Kekuatan mendukung 8.2. Material
2.3. Daya kembang-kerut 8.3. Lokasi bahaya
2.4. Kerentanan terhadap frost 8.4. Konflik sirkulasi
2.5. Erodibilitas 8.5. Keamanan jalan dan v
2.6. Permeabilitas v rancangbangun
8.6. Radiasi ionisasi
3. Dst 9. Dst
4. Dst 10. Dst
5. Dst 11. Dst
6. Dst 12. Dst
Sumber : US Housing nd Urban Development (1975) V = Diidentifikasikan ada dampak
Contoh: Identifikasi Dampak Lingkungan Dengan Metode Daftar Uji Bentuk
Questioner (dikembangkan oleh World Bank, 1974):

Bidang Pariwisata
A. Lingkungan/Kaitan dengan Sumberdaya
1. Konsekuensi lingkungan apakah yang diperkirakan akan terjadi
karena perubahan pola tataguna lahan dan perpindahan penduduk
sebagai akibat adanya atau/dan operasi proyek?
2. Apakah proyek akan menyebabkan kedatangan banyak orang untuk
mencari pekerjaan?
Jika ya, masalah lingkungan sosial apakah yang diperkirakan akan
terjadi?
3. Apakah para wisatawan akan menciptakan kondisi yang membaha-
yakan perlindungan atau pengelolaan aspek lingkungan alamiah yang
penting?
4. Apakah akan timbul kegiatan dan fasilitas yang tidak diingini di
sekitar proyek? Bagaimana kegiatan ini akan ditangani?
5. Peraturan apa yang berlaku, antara lain, perencanaan tataguna
lahan zonasi dan undang-undang, peraturan pemerintah, dan lain
sebagainya, yang tidak dapat menjamin tidak rusaknya nilai
periwisata?
B. Rancangbangun proyek dan konstruksi
1. Apakah rancangbangun proyek cocok dengan lingkungan
alamiah?
Apakah rencangbangun serasi dengan pemandangan dan
sifat bentang alamnya?
2. Apakah sifat khas daerah tersebut diperhatikan dalam
rancangbangun proyek?
3. Apakah akan terjadi kerusakan minimal pada lingkungan
alamiah?
Jika kerusakan tidak dapat dihindari, apakah tindakan yang
diambil untuk memulihkan lagi dan menanaminya kembali?
4. Apakah akan terjadi masalah bau busuk, pencemaran udara
dan/atau pembuangan limbah dari daerah perkotaan atau
industri didekatnya?
C. Operasi
1. Apakah ada kegiatan operasi yang akan menyebabkan kerusakan
lingkungan atau sosial?
2. Apakah rancangbangun pemasokan air dan pengelolaan limbah
mencukupi persyaratan?
3. Kemanakah limbah manusia akan dibuang dan apakah semua alternatif
telah dipelajari?
4. Jika direncanakan pembuanagan ke laut, apakah penelitian biologi laut
dan penelitian laut lainnya telah dilakukan untuk menjamin
perlindungan biota laut dan garis pantai?
5. Apakah akan terjadi masalah gangguan kesehatan dari insekta dan
bagaimana insekta akan dikendalikan?
6. Apakah sarana penyajian makanan dan para karyawan akan diperiksa
secara periodis untuk menjamin dipenuhinya persyaratan sanitasi dan
kesehatan?
7. Apakah ada penyakit endemis (misal malaria) di daerah tersebut
yang akan memerlukan pengawasan dan pengendalian khusus?
8. Apakah papan dan lampu neon iklan, kebisingan, dan seterusnya
diawasi dan dikendalikan?
9. Apakah pesawat jet akan terbang di atas atau di dekat daerah
proyek dan menyebabkan masalah kebisingan?
10. Apakah pantai akan terancam pencemaran oleh minyak dari kapal
yang lewat atau pencemaran oleh limbah industri dan domestik?
D. Faktor Sosial-Budaya
1. Sudahkah dampak proyek dan kegiatan lain yang
berkaitan dengan proyek terhadap kebudayaan
dan pola hidup lokal dievaluasi?
2. Apakah dengan adanya operasi proyek akan
menimbulkan kendala pada penduduk lokal ?
3. Apakah wisatawan /penduduk lokal akan
diikutsertakan dalam proyek ataukah mereka
akan dilarang untuk datang di daerah rekreasi
yang semula mereka gunakan?
4. Jika tapak atau bangunan bersejarah, geologik
atau ekologik merupakan sebagian atau seluruh
daya tarik proyek, apakah perlindungan atau
pengelolaannya telah dikembangkan secukupnya?
BAGAN ALIR (FLOW CHART)
Flow chart atau aliran dampak (impact flow) adalah
metoda yang disusun berdasarkan suatu daftar aktivitas
proyek yang saling berhubungan dan
komponen/parameter lingkungan yang terkena dampak.
Melalui bagan alir ini dapat digambarkan adanya
dampak langsung dan tidak langsung serta hubungan
antar komponen lingkungan, sehingga lebih
memudahkan dalam mengevaluasi dampak secara
keseluruhan dan dapat dicari aktivitas pokok mana yang
harus dikendalikan lebih serius.
Keuntungan Metode Bagan Alir

• Dapat menggambarkan adanya dampak langsung


maupun tidak langsung.
• Menunjukkan dampak primer, sekunder, tersier dst..
• Dapat menghubungkan pengaruh dampak suatu
kegiatan terhadap komponen lainnya yg terkena
dampak.
• Cukup komunikatif, terutama untuk menerangkan
kepada para pengambil keputusan.
Kelemahan Metode Bagan Alir

• Setiap orang akan menyusun bentuk alir


yang berbeda-beda;
• Kesalahan atau ketidak tepatan dalam
menyusun bentuk aliran dampak sangat
mungkin terjadi;
• Tidak sederhana, ruwet, sehingga bagi
pemula menganggap dampak rencana
kegiatan menjadi sangat banyak.
MATRIK
1. Lajur Horizontal
Berisikan jenis kegiatan proyek
yang secara potensial dapat
Menimbulkan dampak.
2. Lajur Vertikal
Komponen lingkungan yang
diprediksi terkena dampak.
Matrik Identifikasi Dampak
Contoh: Penambangan Timah di Laut

Pengerukan Pemisahan Pemuatan Mobilisasi dan Pemeliharaan Perbaikan dan


tanah/dasar dan pencucian pasir dan demobilisasi kebersihan perawatan
laut timah timah personil kapal kapal
FISIK-KIMIA

Arah arus x
Batimetri x
Garis pantai x
Kualitas air x x x x
BIOLOGI

Mangrove x x x x
Nekton x x x x
Terumbu karang x x x x
SOSEKBUD

Kependudukan x x x
Peluang kerja x
Obyek wisata x x x x
Ekonomi lokal x x x x x
Contoh: Eksplorasi Pemboran

MATRIK IDENTIFIKASI DAMPAK


RENCANA KEGIATA
KOMPONEN RENCANA KEGIATAN PRA KONSTRUKSI
LINGKUNGAN PRA KONST KONSTRUKSI OPERASI PASCA OPRS 1. Perizinan
FISIK - KIMIA 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 1 2 3 2. Survei kelayakan
Iklim mikro (darat/laut) x x x 3. Rekruitmen naker
Kualitas udara x x x x KONSTRUKSI:
kebisingan x x x x 1. Mobilisasi naker
Kualitas air laut x x x x 2. Pembangunan ca
Arus (arah dan kecepatan) 3. Pembangunan jet
Erosi dan sedimentasi x 4. Mobilisasi alat&ba
Abrasi x 5. Pengangkutan ma
Bentang alam'Fisiografi pulau x OPERASI:
1. Mobiisasi naker
2. Produksi
3. Pengoperasian je
BIOLOGI PASCA OPERASI:
Vegetasi pantai x x x x 1. Penutupan sumur
Satwaliar dilindumhi x x x 2. Demobilisasi pera
Jenis dan kelimpahan biota laut x x x x 3. Penanganan loka
Terumbu karang

SOSEKBUD-KESMAS
Kesempatan kerja/berusaha x x x x x x
Perekonomian lokal x x x
Hasil tangkapan laut x x
Penguasaan dan pemanfaatan pulau x x x
Struktur dan interaksi sosial x x
Risiko kecelakaan lalu lintas x x
Sikap masyarakat terhadap proyek x x x x x
Sanitasi lingkungan x x x x
Kelebihan dan kelemahan metode matrik

• Kelebihan:
 Dapat menunjukkan interaksi antara jenis
rencana kegiatan dengan komponen
lingkungan terkena dampak;
 Banyaknya dampak ke arah vertikal maupun
horisontal dapat diidentifikasi dengan cepat;
• Kelemahan
 Hanya dapat menunjukkan dampak orde
pertama.
PROSES PELINGKUPAN
WILAYAH STUDI
Ruang yang merupakan kesatuan dari
keempat wilayah di bawah ini, namun
penentuannya disesuaikan dengan
kemampuan pelaksana yang biasanya
memiliki keterbatasan sumber data
seperti waktu, dana, teknik, tenaga dan
metode telaahan. Keempat wilayah
tersebut adalah:
1. Batas Proyek;
2. Batas Ekologis;
3. Batas Sosial;
4. Batas Administrasi.
BATAS PROYEK
• RUANG di mana suatu rencana usaha atau
kegiatan akan melakukan kegiatan
prakonstruksi, konstruksi, operasi, dan
(mungkin) pasca operasi. Dari ruang usaha
atau kegiatan inilah bersumber dampak
terhadap lingkungan;

• Termasuk alternatif lokasi rencana usaha


atau kegiatan;

• Posisi batas proyek agar dinyatakan dalam


koordinat.
BATAS EKOLOGIS
• RUANG persebaran dampak dari suatu
rencana usaha atau kegiatan menurut
media transportasi limbah (air, udara), di
mana proses alami yang berlangsung di
dalam ruang tersebut diperkirakan akan
mengalami perubahan mendasar.

• Perhatikan data & informasi atas


lingkungan awal, seperti debit air sungai,
karakteristik sungai, arah & kecepatan
aliran air, angin, iklim, dan sebagainya.
BATAS SOSIAL
RUANG di sekitar rencana usaha atau kegiatan
yang merupakan tempat berlangsungnya berbagai
interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai
tertentu yang sudah mapan, sesuai dengan proses
dinamika sosial suatu kelompok masyarakat, yang
diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar
akibat suatu rencana usaha atau kegiatan.

Karena umumnya dampak yang ditimbulkan me-


nyebar tidak merata, maka batas sosial ditetapkan
dengan membatasi batas-batas terluar dengan
memperhatikan hasil identifikasi komunitas
masyarakat yang terdapat dalam batas proyek &
ekologis.
Batas Wilayah Studi
Legenda
Batas Proyek
Batas Ekologis
Batas Sosial
Batas Administrasi
Batas Wilayah Studi

Sumber: Andal & RKL-RPL PT Vale


Wilayah Studi: Ruang Terjadi Dampak Lingkungan
Peta Batas Proyek

Peta Batas Ekologis

Peta Batas Sosial Peta Batas Administrasi Wilayah Studi = Ruang


yang merupakan kesatuan
dari batas proyek, batas
ekologis, batas sosial,
batas administrasi
DAFTAR PUSTAKA

• Permen LH No. 16 Tahun 2012;


• Jurusan Ilmu Geografi dan Ilmu Lingkungan,
Fakultas Geografi UGM, Juli 2012;
• Soeryo Adiwibowo, Fakultas Ekologi Manusia IPB,
Pusdiklat KLHK, 2014;
• Pelingkupan, Lely KLH;
• Erik Teguh P, April 2014.