Anda di halaman 1dari 34

TRAUMA TORAKS

Primary Survey
EM-K20

Sub Divisi Bedah Toraks Kardiovaskular


FK USU/RS H Adam Malik
Pendahuluan
• Penyebab kematian tersering pada trauma
setelah trauma kepala
• Merupakan 20% penyebab kematian akibat
trauma
• Kebanyakan kematian akibat trauma toraks
sebenarnya dapat dicegah  jika pengenalan
masalah segera dapat dikenali dan
penanganannya segera dilakukan
• Menyebabkan kelainan serius : hipoksia,
hipovolemia, gagal jantung
ANATOMI TORAKS
Ventilation Failure
Circulatory Failure
Perfusion/Diffusion Failure

Cellular Hypoxia

Cytokines

SIRS, Sepsis, MODS, MOF, Death


Mekanisme trauma
• Trauma tumpul
– Trauma langsung (fraktur iga)
– Trauma deselerasi
– Trauma kompresi

• Trauma tembus
– High velocity  pistol
– Low velocity  pisau, benda tajam
• Penyebab : kecelakaan lalu lintas, terjatuh,
kejahatan, ledakan, dll
• Fraktur iga merupakan tanda tersering dari
trauma tumpul
• Fraktur sternum, skapula, iga 1 & 2 menandakan
bahwa trauma tersebut disebabkan gaya yang
besar
• Hanya sebagian kecil trauma toraks
memerlukan tindakan operatif (torakotomi)
• Konservatif : 59,02 %
• Pemasangan selang dada : 36,83 %
• Operatif (torakotomi) : 4,15 %
Trauma Tumpul Trauma Tembus
Advance Trauma Life Support (ATLS)

Tenaga medis harus memulai dengan “ABC’s Trauma”


pada semua pasien trauma toraks :
A - airway
B - breathing
C - circulation
T – thoracotomy!
D - disability - neuro check
E - exposure - remove clothing, roll person
Pemeriksaan klinis
Status mental : menurun
Nadi : hilang, melemah, taki atau bradikardi
Tekanan darah : hipotensi, tekanan nadi
menyempit, pulsus paradoksus
Frekuensi napas : taki atau bradipnea, retraksi,
kesulitan bernapas
Kulit : diaporesis, pucat, dingin, sianosis
Pemeriksaan klinis
Leher : posisi trakea, emfisema subkutis, TVJ, luka
terbuka
Dada : memar, nyeri tekan, asimetris, suara napas
menurun, peristaltik usus, perkusi abnormal, luka
terbuka, benda asing, krepitasi
Suara jantung : lemah, jauh, murmur regurgitasi
Abdomen atas : memar, luka terbuka
Pemeriksaan tambahan
Foto toraks
CT-Scan
EKG : ST segmen abnormal, aritmia
Laboratorium : darah rutin (anemia)
Cedera Mengancam Jiwa

Segera Potensial
• Obstruksi jalan napas • Pneumotoraks,
• Tension pneumothorax Hemotoraks
• Pneumotoraks terbuka • Kontusio paru dan
=sucking chest wound jantung
• Hemotoraks masif • Ruptur aorta
• Flail chest • Ruptur diafragma
• Tamponade jantung • Cedera trakeobronkial
• Trauma esofagus
Tension Pneumotoraks
• Definisi : udara di rongga pleura
• Dijumpai mekanisme ventil, udara dapat masuk ke
rongga pleura tetapi tidak dapat keluar Paru-paru
kolaps  pasien semakin sesak napas
• Pendorongan trakea dan mediastinum ke
kontralateral  preload menurun  cardiac output
menurun  hipotensi
• TVJ meningkat, suara napas menghilang, hipotensi
• Diagnosa ditegakkan secara klinis tanpa pemeriksaan
foto toraks
Tension Pneumotoraks
Tension Pneumotoraks
Penatalaksanaan :
• ATLS
• Needle thoracostomy  ditusukkan venocath
ukuran besar (14 G) di sela iga 2 linea midklavikularis
• Pemasangan selang dada (WSD)
• Penanganan harus segera karena mengancam jiwa
Pneumotoraks Terbuka

• Definisi : udara di dalam rongga pleura


• Terdapat luka terbuka pada dinding dada, diameter >
2/3 trakea  “sucking chest wound”
• Dijumpai takipnea, takikardi, kesulitan bernapas,
suara napas menurun sampai menghilang
• Menyebabkan paru-paru menjadi kolaps, gangguan
ventilasi paru
Pneumotoraks Terbuka

Pneumotoraks terbuka Plester 3 sisi


Pneumotoraks Terbuka
Pneumotoraks Terbuka
Penatalaksanaan :
• ATLS
• Tutup luka dengan plester 3 sisi
• Monitor ketat terhadap kemungkinan terjadinya
tension pneumotoraks
• Pemasangan selang dada (WSD) dengan membuat
luka baru  jahit luka lama
• Jika terdapat kebocoran yang besar dan menetap 
torakotomi
Pneumotoraks Terbuka

Pemasangan Selang Dada


(WSD)
Flail Chest
• Terjadi jika terdapat fraktur 2 atau lebih iga yang
berdekatan pada 2 tempat  ada segmen dada yang
mengambang
• Pernapasan paradoks  menggangu ventilasi paru
• Dapat terjadi gagal napas karena : kontusio paru,
cedera intratorakal, gerakan diafragma inadekuat
• Penurunan ventilasi menyebabkan hipoksia,
hiperkarbia
Flail Chest
Flail Chest
Flail Chest

Penatalaksanaan :
• ATLS
• Analgetik
• Jika perlu ventilator
mekanik dan PEEP (Positive end-
expiratory pressure )

• Stabilisasi dinding dada


dengan fiksasi interna
Hemotoraks Masif
• Akumulasi darah di rongga pleura > 1500 cc
• Terjadi karena laserasi paru, cedera pembuluh darah
sistemik atau hilus paru
• Paru-paru menjadi kolaps, hipoksia
• Terjadi hipovolemia, syok
Hemotoraks Masif

• Dijumpai sesak napas, tanda-tanda syok (akral


dingin, pucat, takikardi, hipotensi)
• Vena jugularis kolaps
• Suara napas menurun sampai hilang, perkusi redup
• Foto toraks : perselubungan homogen (radio
opaque)
Hemotoraks Masif
Hemotoraks Masif
Penatalaksanaan :
• ATLS
• Pemasangan selang dada (WSD)
• Indikasi torakotomi jika keluar darah :
> 1500 cc dalam waktu 1 jam setelah trauma
5 cc/kgBB/jam
3-5 cc/kgBB selama 3 jam berturut-turut
Tamponade Jantung
• Akumulasi darah di rongga perikardium
• Lebih sering terjadi pada trauma tembus dibanding
trauma tumpul
• Terjadi penekanan terhadap rongga jantung 
gangguan relaksasi jantung, penurunan diastolic
filling dan venous return  hipotensi
• Pulsus paradoksus
Tamponade Jantung
• Trias Beck :
– TVJ meningkat
– Suara jantung menjauh
– Hipotensi menetap
• Diagnosa ditegakkan secara klinis
Tamponade Jantung
Tamponade Jantung
Tamponade Jantung
Penatalaksanaan :
• ATLS
• Perikardiosintesis  di luar rumah sakit atau bila
tidak ada bedah toraks kardiovaskular
• Terapi definitif adalah perikardiosintesis diikuti 
“Sub Xiphoid Pericardial Window”
• Sternotomy bila terjadi kebocoran rongga jantung
Terima Kasih

Beri Nilai