Anda di halaman 1dari 42

CERVICAL ROOT

SYNDROME
Oleh :
Anggia Fabelita, S.Ked
Eriza Dwi Indah Lestari, S.Ked
Sarayati Khairunisah, S.ked

Pembimbing :
dr. Yeni Fitrizar
Pendahuluan
STATUS PASIEN
Identifikasi pasien
• Nama : Jayanti Mandasari
• Umur : 31 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Pekerjaan: PNS
• Alamat : Jalan Sekip Bendung Lrg Lomba Jaya II,
Kemuning
• Bangsa : WNI
• Agama: Islam
• Kunjungan : 11 Desember 2017
• No. MedRec : 859089
Anamnesis
Riwayat Perjalanan Penyakit
• Riwayat Penyakit Dahulu: (-)
• Riwayat Penyakit Pada Keluarga : (-)
• Riwayat Pekerjaan : Sering duduk lama
di meja kerja.
• Riwayat Sosial Ekonomi : Sedang.
Pemeriksaan Fisik
• Keadaan umum : Sedang
• Kesadaran : Compos mentis
• Tekanan Darah : 120/80 mmHg
• Nadi : 84 X/ menit, reguler, isi dan tegangan
cukup.
• Pernafasan : 20 x/ menit
• Suhu : 36,5oC
• VAS : 4
• Berat Badan : 46 kg
• Tinggi Badan : 154 cm
• Cara Berjalan: Tidak ada kelainan
Pemeriksaan Fisik Khusus
Cont..
Cont..
Cont..
Cont..
Diagnosis Klinis
Cervical Root Syndrome
Program Rehabilitasi Medik
• Terapi panas : Short Wave Diathermy Cervical, IRR
Ekstremitas Superior
• Terapi Latihan : Traksi Cervical beban 10 kg.

• Okupasi Terapi
ROM Exercise : Tidak ada
ADL Exercise : Tidak ada

• Ortotik Prostetik
Ortotic : Tidak ada
Prostetik : Tidak ada
Alat bantu ambulansi : Tidak ada

• Terapi Wicara
Afasia : Tidak Dilakukan
Disartria : Tidak Dilakukan
Disfagia : Tidak Dilakukan
Cont..
• Sosial Medik
Memberikan motivasi pada pasien untuk datang terapi secara
rutin

• Edukasi
• Sikap tubuh yang baik dimana tubuh tegak, dada terangkat,
bahu santai, dagu masuk, leher merasa kuat, longgar dan
santai. Tidur dengan bantal yang tidak terlalu tinggi.
• Memelihara sendi otot yang fleksibel dan kuat dengan
latihan yang benar.
• Pencegahan nyeri cervical ulangan yaitu dengan
memperhatikan posisi saat duduk, mengendarai kendaraan,
dan posisi leher yang berkaitan dengan berbagai pekerjaan
atau aktivitas sehari-hari.
• Menghindari bekerja dengan kepala terlalu turun atau satu
posisi dalam waktu yang lama, pegangan dan posisi yang
sering berulang
Terapi Medikamentosa

• Ibuprofen 3x400 mg tablet, diminum


setelah makan
Prognosis

• Quo ad Vitam : Bonam


• Quo ad Functionam : Bonam
TINJAUAN PUSTAKA
CERVICAL ROOT
SYNDROME
• Cervical root syndrome adalah
kumpulan gejala yang disebabkan oleh
iritasi atau kompresi dari akar saraf
cervical yang akan menimbulkan nyeri,
ngilu, kesemutan, kram-kram serta rasa
tidak enak pada leher bagian belakang
dan bisa menjalar ke bahu, lengan atas
dan lengan bawah tergantung dari akar
mana yang terkena.
Anatomi
Dermatom Cervikal
Syaraf cervikal yang berperan
pada persyarafan bahu, lengan,
sampai jari-jari adalah syaraf
servikal yang berasal dari
segmen-segmen medula spinalis
C5,C6,C7 dan C8 serta T1.
C2 Ocipital
C3 Subclavikula, supraclavicula
C4 Infraclavicula,posterior
bahu
C5 superolateral lengan atas
C6 inferolateral lengan bawah-
jari jempol, telunjuk
C7 bagian medial telunjuk, jari
tengah, dan lateral jari manis
C8 lengan bawah
FAKTOR PREDISPOSISI

• Bisa bermacam-macam faktor yang


menimbulkan radikulopati cervikalis antara lain
:
• Tekanan
• Stress
• Postur
• Bekerja dengan posisi leher yang menetap dalam
waktu yang lama
• Tidur dengan bantal yang tinggi
• Berbaring dengan leher yang fleksi sementara
membaca/ menonton TV
ETIOLOGI
TANDA DAN GEJALA
Anamnesa adalah hal-hal yang menjadi sejarah kasus
pasien, juga berguna untuk menentukan diagnosa,
karena misalnya dengan pendekatan psikiatri terhadap
depresinya yang kadang merupakan factor dasar nyeri
bahu ini.
Gejala-gejala yang mungkin nampak pada inspeksi dan
palpasi, misalnya :
•Nyeri kaku pada leher
•Rasa nyeri dan tebal dirambatkan ke ibu jari dan sisi
radial tangan
•Dijumpai kelemahan pada biceps atau triceps
•Berkurangnya reflex biceps
•Dijumpai nyeri menjalar (referred pain) di bahu yang
samar, dimana “nyeri bahu” hanya dirasa bertahan di
daerah deltoideus bagian lateral dan infrascapula atas
Cont..
Gejala dan tanda sesuai dermatom :
•C5  nyeri menjalar dari leher ke bahu bagian bawah dan
lengan atas bagian lateral, terdapat kelemahan otot
supraspinatus deltoid, infraspinatus, biseps, gangguan
sensibilitas pada permukaan ventral lengan atas dan
bawah,refleks tendon seperti refleks bisep tidak menurun
•C6  nyeri menjalar dari leher ke bagian latera(radial)
lengan bawah, terdapat kelemahan otot bisep gangguan
sensibilitas pada ibu jari dan tepi radial dari lengan, refleks
tendon seperti refleks bisep menurun/menghilang
•C7  nyeri menjalar dari leher ke bag dorsal lengan
bawah, terdapat kelemahan otot trisep, gangguan
sensibilitas pada permukaan jari telunjuk, jari tengah, dan
dorsum manus, refleks tendon seperti refleks bisep
menurun/menghilang
•C8  nyeri menjalar dari leher ke bagin medial lengan
bawah, terdapat kelemahan otot-otot tangan interosei,
gangguan sensibilitas pada jari kelingking arn jari manis,
refleks tendon seperti refleks bsep dan trisep tidak
menurun
PEMERIKSAAN FISIK
1. Tes Provokasi (Test Spurling)
• dilakukan dengan cara posisi leher diekstensikan dan kepala
dirotasikan ke salah satu sisi, kemudian berikan tekanan ke
bawah pada puncak kepala. Hasil positif bila terdapat nyeri
radikuler ke arah ekstremitas ipsilateral sesuai arah rotasi
kepala. Pemeriksaan ini sangat spesifik namun tidak sensitif
guna mendeteksi adanya radikulopati servikal.
• Pada pasien yang datang ketika dalam keadaan nyeri, dapat
dilakukan distraksi servikal secara manual dengan cara pasien
dalam posisi supinasi kemudian dilakukan distraksi leher
secara perlahan. Hasil dinyatakan positif apabila nyeri servikal
berkurang.
2. Tes Distraksi Kepala

• Distraksi kepala akan


menghilangkan nyeri yang
diakibatkan oleh kompresi
terhadap radiks syaraf.
Hal ini dapat diperlihatkan
bila kecuri-gaan iritasi
radiks syaraf lebih
memberikan gejala
dengan tes kompresi
kepala walaupun penye-
bab lain belum dapat
disingkirkan.
3. Tes Valsava
• Dengan tes ini tekanan intratekal
dinaikkan, bila terdapat proses desak
ruang di kanalis vertebralis bagian
cervical, maka dengan di naikkannya
tekanan intratekal akan
membangkitkan nyeri radikuler. Nyeri
syaraf ini sesuai dengan tingkat
proses patologis dikanalis vertebralis
bagian cervical. Cara meningkatkan
tekanan intratekal menurut Valsava
ini adalah pasien disuruh mengejan
sewaktu ia menahan nafasnya. Hasil
positif bila timbul nyeri radikuler yang
berpangkal di leher menjalar ke
lengan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT scan dan MRI
•CT scan menyediakan informasi yang baik
pada struktur tulang, tetapi ada
keterbatasan berkaitan dengan jaringan
lunak. 

•MRI adalah pemeriksaan pilihan, menun-


jukkan perubahan morfologi yang terjadi di
diskus intervertebralis, saraf tulang
belakang, akar saraf dan jaringan lunak
sekitarnya. 
Cont..
Tes elektrofisiologi
•Tes elektrofisiologi
termasuk konduksi saraf
dan elektro-miografi
(EMG).
• Ini berguna ketika ada
kecurigaan cacat saraf
tetapi mereka tidak
memberikan informasi khu-
sus mengenai nyeri.
Cont..
Traksi Cervical
Traksi cervical ( traksi leher) adalah suatu tehnik
terapi dengan menggunakan mesin mekanis berupa
tarikan /peregangan pada daerah cervical (leher).

Kontraindikasi Traksi Cervical


-Spondilolistesis
-Fraktur vertebrae
-Osteoporosis vertebrae
-Lesi litik metastatik vertebrae
ANALISIS MASALAH
• Ny. JM, 31 tahun, perempuan, datang ke RSMH
Palembang karena mengeluh nyeri di bagian leher
dan kesemutan di lengan sebelah kanan.
• Dari anamnesis didapatkan + 3 bulan yang lalu
penderita mengeluh nyeri di bagian belakang
leher, nyeri menjalar hingga ke lengan kanan.
Nyeri juga disertai dengan rasa kesemutan di
lengan sebelah kanan. Lengan kanan juga terasa
sedikit lemas, penderita merasakan nyeri bila
beraktivitas seperti mengangkat benda cukup
berat contohnya tas. Penderita juga merasakan
rasa berat pada leher bila duduk dan menonton
TV terlalu lama.
• Pada hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan
kelainan pada status generalis, namun
pemeriksaan motorik ditemukan kelainan
seperti gerakan fleksi siku, ekstensi siku,
ekstensi wrist, fleksi jari-jari tangan, abduksi
jari-jari tangan mengalami kelemahan pada
lengan sebelah kanan dengan nilai kekuatan
motorik adalah 4. Refleks fisiologis juga
mengalami penurunan. Pemeriksaan
penunjang, seperti MRI, CT scan, mielografi,
dan EMG jarum tidak dilakukan.
• Berdasarkan hasil anamnesis dan
pemeriksaan fisik yang telah dilakukan
tersebut, diagnosis CRS (Cervical Root
Syndrome) dapat ditegakkan. Berbeda
dengan CTS (Carpal Tunnel Syndrome),
pada pasien ini, nyeri atau kesemutan
juga dirasakan pada bagian dorsum
tangan pasien, dimana diagnosis CTS
pada pasien ini dapat disingkirkan.
• Untuk lokasi nervus leher yang terkena adalah C6-C7
• Etiologi pada pasien ini
• proses degenerasi atau herniasi?
• pemeriksaan penunjang pada pasien ini tidak dilakukan.

• Terapi medikamentosa
• Ibuprofen 3x400 mg tablet
• Fisioterapi
• Terapi panas : SWD dan IRR
• Terapi Latihan : Traksi cervical beban 10 kg.
• Sosial Medik
• Pada pasien ini diberikan motivasi untuk
datang terapi secara rutin.
• Pasien diedukasi
• Sikap tubuh yang baik dimana tubuh tegak,
dada terangkat, bahu santai, dagu masuk,
leher merasa kuat, longgar dan santai.
• Tidur dengan bantal yang tidak terlalu tinggi .
• Memelihara sendi otot yang fleksibel dan kuat
dengan latihan yang benar.
• Pencegahan nyeri cervical ulangan yaitu
dengan memperhatikan posisi saat duduk,
mengendarai kendaraan, dan posisi leher yang
berkaitan dengan berbagai pekerjaan atau
aktivitas sehari-hari.
• Menghindari bekerja dengan kepala terlalu
turun atau satu posisi dalam waktu yang lama,
pegangan dan posisi yang sering berulang.
TERIMA KASIH