Anda di halaman 1dari 45

TRAUMATOLOGI

dr. Indra Syakti Nasution Sp.F


I. PENDAHULUAN
Trauma berarti ruda paksa berupa pukulan atau tindakan
kekerasan yang menimbulkan luka pada jaringan tubuh yang
masih hidup maupun mati. Stress, emosi dan gangguan mental
atau gangguan tingkah laku juga termasuk trauma tetapi tidak
menyebabkan luka. Setiap trauma tentu akan meninggalkan efek
baik fisik maupun psikis.
Disini kita akan membicarakan trauma yang disebabkan oleh
benda-benda yang ada disekitar kita, baik alami maupun yang
dibuat oleh manusia. Adapun benda-benda atau alat-alat yang
digunakan untuk tujuan ini mulai dari alat yang primitif seperti
kampak, belati, busur, ketapel dan lain-lain sampai ke alat modern
dan canggih seperti senjata api dan senjata pemusnah lainnya.
II. DEFENISI
• Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari
berbagai luka-luka dan berbagai kekerasan /
trauma serta interaksi antar luka dan
kekerasan serta benda penyebabnya .
III. PENGGOLONGAN TRAUMA
A. TRAUMA BERDASARKAN ETIOLOGI
A.1. Trauma mekanik. 1. Trauma tumpul
2. Trauma tajam
3. Trauma tembak
A.2. Luka termis. 1. Temperatur panas
2. Temperatur dingin
A.3. Luka kimiawi. 1. Zat korosif
2. Zat iritasi
A.4. Luka lain

B. TRAUMA BERDASARKAN DERAJAT KUALIFIKASI LUKA


B.1. Luka ringan. B.2. Luka sedang. B.3. Luka berat

C. TRAUMA BERDASARKAN MEDIKOLEGAL


C.1. Perbuatan sendiri (bunuh diri) C.4. Luka tangkis
C.2. Perbuatan orang lain (pembunuhan) C.5. Luka dibuat
C.3. Kecelakaan

D. TRAUMA BERDASARKAN WAKTU KEMATIAN


D.1. Ante-mortem. D.2. Post mortem
• A.1. TRAUMA MEKANIK

1. Trauma tumpul
Trauma tumpul adalah suatu ruda paksa yang diakibatkan
oleh benda tumpul pada permukaan yg mengakibatkan luka.
Trauma tumpul disebabkan oleh benda2 yang mempunyai
permukaan tumpul sprti : batu, kayu, martil, kepalan tangan,
kena bola, terjatuh dari tempat ketinggian dan kecelakaan lalu
lintas.
Trauma tumpul terkadang tidak memberikan kelainan yang
jelas pada permukaan tubuh tetapi trauma tumpul dapat
menyebabkan tiga macam luka yaitu :
1. contusio (Luka memar).
2. abrasio (Luka lecet).
3. vulnus laceratum(Luka robek).
a. Contusio (Luka memar ).
Luka memar adalah suatu keadaan dimana terjadi penggumpalan
darah dalam jaringan yang terjadi sewaktu orang masih hidup,
dikarenakan pecahnya pembuluh darah kapiler dan darah
memasuki jaringan ikat sehingga tempat tersebut menjadi bengkak
dan berwarna merah kebiru-biruan.
Tanda luka memar :
Kulit kelihatan berwarna merah kebiru-biruan dan lama-lama kehijauan
dan akhirnya coklat, kuning lalu hilang setelah sembuh. Perubahan
warna ini terjadi karena penguraian haemoglobin.

Luas luka memar tergantung pada :


1. Faktor pembuluh darah :
bila jaringan yang kena / rusak adalah arteri maka terlihat luka memar
yang luas yang disebut “hematom”. Bila yang rusak adalah kapiler-
kapiler maka memar terjadi adalah kecil yang disebut “echimosis”.
2. Kerasnya benturan :
semakin keras benturan semakin luas luka memar.
3. Daerah yang terkena :
bila yang terkena adalah jaringan ikat longgar, maka memarnya lebih
luas dari jaringan ikat.
Beda antara luka memar dan lebam mayat

Luka memar Lebam mayat


 Dijumpai pembengkakan ja-  Tidak dijumpai.
ringan oedema.
 Permukaan lebih tinggi dari  Sama dengan kulit
kulit.
 Terjadi diluar kapiler dan di-  Didalam kapiler.
dalam jaringan.
 Lokalisasi luka tidak tentu.  Lokasi tertentu yaitu dibagian teren -
dah dari tubuh mayat.
 Darahnya tidak bisa dicuci.  Darahnya bisa dicuci.
 Didaerah tertekan batas tidak  Didaerah tertekan batas jelas dengan
jelas. daerah tidak tertekan.
b. abrasio (Luka lecet ).
Luka lecet terjadi akibat pergeseran kulit dengan benda tumpul yang mempunyai
permukaan kasar dan kerusakan tubuh hanya trbatas pada lapisan kulit yang terluar /
kulit ari.

TANDA LUKA LECET

KERUSAKAN PADA EPIDERMIS


WARNA COKLAT KEMERAH – MERAHAN
PERABAAN TIDAK RATA
SEBAGIAN ATAU SELURUH EPIDERMIS HILANG
c. vulnus laceratum (Luka robek ).
Terjadi bila benda yang mengenai tubuh menyebabkan bagian kulit dan jaringan dibawah kulit
robek dan luka robek ini mudah terjadi pd daerah yang menutupi tulang.

Luka robek dapat Menentukan :


- arah trauma.
- kuat trauma.
- penyebab trauma: apakah karena kecelakaan, bunuh diri atau berkelahi.
- secara kasar benda penyebab dari luka tersebut
Trauma Tumpul Regional.
1. Trauma tumpul pada anggota gerak.
2. Trauma tumpul pada dada dan perut.
3. Trauma tumpul pada kepala dan Leher

Kerusakan otak akibat trauma tumpul dapat berupa :


a.Memar otak (contusio cerebri).
b.Perdarahan intracranial.
c.Robek otak (laceratio cerebri).
Perdarahan intracranial ini terdiri dari 4 jenis antara lain
:
• Perdarahan epidural.
• Perdarahan subdural.
• Perdarahan subarachnoid.
•Penyebab kematian dari suatu luka

A.Langsung.
- Perdarahan hebat.
- Lukanya organ2 vital misalnya jantung, paru, limpa, aorta.
- Syok.

B.Tidak langsung.
- Adanya sepsis (septicemi).
- Infeksi sekunder.
- Tetanus.
- Piemia : adanya pus dalam darah.
- Meningitis dan lain-lain.
2. TRAUMA TAJAM.
• Trauma tajam adalah suatu ruda paksa yang mengakibatkan luka pada
permukaan tubuh oleh karena benda-benda tajam. Luka ini dapat
disebabkan oleh karena alat-alat pemotong seperti pisau silet, gunting,
kampak kelewang dan pecahan gelas/kaca.

TANDA-TANDA
Bentuk luka teratur seperti elips, tepi luka rata, tidak dijumpai jembatan
jaringan berupa garis atau titi, sekitar luka biasanya bersih.
Luka akibat trauma tajam dibagi 3 jenis :
A.Luka iris.
B.Luka tusuk.
C.Luka bacok.

a. LUKA IRIS (1,2,3)


• Luka iris adalah luka yang disebabkan karena alat untuk memotong
dengan mata tajam dengan cara menekan dan menggeser pada
permukaan kulit. Tenaga menggeser lebih besar dari tenaga menekan.
• Contoh : benda tajam : pisau, silet, pecahan kaca dan taji.
Ciri-ciri luka iris (1,2,3)
• Panjang luka lebih besar dari pada dalamnya luka.
• Tepi luka tajam dan rata, pada lapisan kulit tepi luka tajam dan berliku-
liku.
• Ujung luka runcing.
• Rambut ikat teriris.
• Tidak ada jembatan jaringan.
b. LUKA TUSUK
Luka tusuk adalah luka yang disebabkan oleh karena alat dengan ujung yang
runcing dengan mata tajam ataupun tumpul atau adalah alat dengan ujung yang
runcing dengan penampang bulat, segitiga dengan cara menusukkan sehingga masuk
kedalam jaringan tubuh.
Contoh : pisau, keris, sangkur, pecahan kaca, kikir dengan penampang bulat, segitiga,
lembing, gancu dan obeng.

ASPEK MEDIKOLEGAL
Luka tusuk pada bunuh diri antara lain
• Luka tusuk yang menggerombol, pertama dangkal, luka tusuk percobaan,
kemudian lebih dalam.
• Lokalisasi tertentu adalah daerah perut, daerah jantung, adakalanya hanya
satu tusukan.
• Pakaian biasanya disingkirkan sebelum menusuk.
• Tidak ada tangkis.
• Tempat kejadian perkara rapi, tidak porak-poranda.
Sifat luka pada kasus pembunuhan :
• Luka tusuk lebih dari satu, tidak mempunyai tempat atau lokasi khusus,
seringkali luka-luka didapat pada waktu korban mengadakan perlawanan.
• Luka-luka yang terakhir disebut luka tangkis.
• Lokasi luka biasanya pada daerah leher, dada dan pada daerah perut
dimana organ-organ vital terdapat.
c. LUKA BACOK
• Luka bacok ini terjadi karena benda tajam mengenai kulit dengan sisi
tajamnya mempunyai arah kurang lebih tegak lurus dengan permukaan
kulit. Untuk menimbulkan luka ini diperlukan tenaga besar sewaktu
mengayunkan senjata.
• Contoh : pedang, arit, kapak, golok, baling-baling, kipas angin,
baling-baling kapal laut atau pesawat udara.
Tanda-tanda (2,5)
Luka berbentuk celah, kedua pinggir luka rata dan kadang-
kadang dalamnya luka sampai ketulang, tidak dijumpai
jembatan jaringan.
Perbedaan trauma tumpul dgn trauma tajam.
Trauma tumpul Trauma tajam
a. Bentuk luka Tidak teratur Teratur
b. Tepi luka Tidak rata Rata
c. Jembatan jaringan Ada Tidak ada
d. Rambut Tidak ikut terpotong Ikut terpotong
e. Dasar luka Tidak teratur Berupa garis atau titik
f. Sekitar luka Ada luka lecet atau Biasanya bersih
memar
3. TRAUMA TEMBAK ( LUKA TEMBAK )
Luka tembak adalah luka yang disebabkan karena adanya
penetrasi anak peluru dengan adanya faktor kecepatan sehingga
menembus kulit, masuk kedalam tubuh dan merusak jaringan
didalamnya.
Pada jenazah anak peluru harus ditemukan untuk identifikasi dari senjata api yang
digunakan. Bila sukar menemukan anak peluru dapat digambar (rö_foto). Pada orang
hidup tidak selalu anak peluru dikeluarkan dan tergantung pada lokasinya dan juga pada
beratnya operasi untuk mengeluarkan anak peluru tersebut. Untuk identifikasi senjata
api, bila peluru dijumpai pertama-tama dicocokkan tentang :
a.Kaliber.
B.Jumlah alur.
C.Arah alur.

Akibat yang timbul adalah :


• Anak peluru menimbulkan lubang luka dan klim lecet atau memar.
• Mesiu yang tidak terbakar menimbulkan klim tattoo
• Mesiu yang setengah terbakar akan menimbulkan klim jelaga.
• Gas atau api yang menimbulkan daerah terbakar. Jarak maksimal
semburan api adalah 15 cm, mesiu tidak terbakar kira-kira 1 meter.
Luka tembak dibagi dalam
1. Luka tembak masuk.
Dibedakan menurut pembagian jarak tembak :

A. Luka tembak masuk tempel.


Umumnya 99% merupakan perbuatan bunuh diri. Caranya dengan menempelkan ujung laras pada kulit
dengan satu tangan dan tangan lain menarik picu senjata. Luka akan berbentuk lobang denga lecet disekitar
lubang, yang disebut klim lecet.

B. Luka tembak masuk jarak sangat dekat.


Luka terdiri dari lubang luka dengan klim lecet. Diluarnya akan dijumpau klim tattoo akibat tertanamnya
butir-butir mesiu yang tidak terbakar sempurna pada kulit. Klim jelaga akibat asap menempel dan kulit
berwarna kemerahan karena udara panas. Luka tembak sangat dekat bila jaraknya kurang dari 15 cm.

C. Luka tembak masuk jarak dekat.


Luka tembak ini bila jaraknya kurang dari 50 cm. Pada sekitar lubang luka masuk dijumpai klim tattoo, klim
lecet (contusio ring), tidak ada lagi daerah terbakar. Klim memar adalah khas untuk luka tembak masuk dan
ini disebabkan karena adanya daya tembus dan gerakan giroskopis anak peluru.. Pada luka tembak masuk
jarak dekat jarak lebih dari 15 cm tetapi kuarng dari 50 cm tidak dijumpai daerah yang terbakar tetapi
dikelilingi oleh klim memar, klim jelaga, dan klim tatto.

D. Luka tembak masuk jarak jauh.


Pada luka tembak masuk jarak jauh dijumpai lubang luka bekas peluru dengan klim memar. Pada luka yang
mengenai sasaran hanyalah anak peluru saja, sedangkan partikel-partikel lainnya tidak mencapai sasaran,
karena daya tempuhnya kurang, Dijumpainya luka yg terdiri dari luka dgn klim lecet saja.
2. Luka tembak keluar.
Pada luka tembak keluar tidak ditemui cincin luka lecet. Bentuk lukanya
tergantung pada posisi keluarnya anak peluru.

Ada 3 kemungkinan yang terjadi :


1. Luka tembak masuk lebih kecil dari luka tembak keluar.
Terjadi jika anak peluru mengenai tulang yang keras, sehingga kepingan tulang
sendiri berlaku sebagai anak peluru juga.
2. Luka tembak masuk sama dengan luka tembak keluar.
Terjadi jika daya tembus anak peluru hampir sama dengan waktu keluarnya.
3. Luka tembak masuk lebih besar dari luka tembak keluar.
Terjadi jika sesudah peluru masuk mengenai jaringan lunak, daya tembusnya
hanya cukup untuk sekedar bisa keluar saja.
Medikolegal dari luka tembak.
Kemungkinan luka tembak terjadi pada :

a. Suicide.
Bunuh diri dengan cara menembak diri sendiri biasanya pada daerah yang mudah
dicapai dan hampir seluruhnya adalah luka tembak masuk tempek. Yang paling sering
didaerah temporal kanan. Kalau pistol ditemukan tergenggam erat dalam tangannya,
maka ini menunjukkan bahwa pistol berada didalam tangannya sewaktu masih ia hidup
(cadaveric spasme)

b. Homicide.
Tembakan peluru pada pembunuhan biasanya ditujukan pada daerah vital dan
berturut-turut ditujukan pada daerah lain dari tubuh. Biasanya dijumpai luka tembak
masuk jarak dekat.

C. Accidental atau kecelakaan.


Terjadi akibat kecelakaan sewaktu membersihkan senjata api dengan peluru belum
dikeluarkan dan tertekan picu pistol, meletus mengenai orang lain atau dirinya sendiri.
Cara mengirimkan anak peluru :

Anak peluru yang dijumpai dalam tubuh manusia, sewaktu


otopsi, haruslah dikirakan dan perlu mendapat perhatian,
karena dapat tertukar nanti dengan anak peluru lain. Anak
peluru setelah dibersihkan dari kotoran dan darah dengan
alkohol atau air, lalu dibungkus dengan kapas dan dimasukkan
kedalam kotak misalnya bekas kotak defil, kotak korek api dan
lain-lain, lalu dibungkus rapi dengan kertas dan diikat dengan
benang atau tali tanpa sambungan, serta diberi label dan
segel. Kemudian dibuat proses verbal atau berita acara
pembungkusan dengan disertai contoh segel yang dipakai.
Setelah selesai diserahkan pada pihak penyidik yang nantinya
akan diperiksa lebih lanjut di bagian LABKRIM.
A.2. LUKA TERMIS
LUKA BAKAR

• Luka bakar adalah luka yang disebabkan nyala api, benda-benda


panas, radiasi panas, listrik dan sinar tembus (x-ray). Jika dapat
disebabkan oleh zat kimia yang korosif seperti asam sulfat, asam
nitrat, asam karbol yang disebut juga luka bakar kimiawi (chemical
burns), dan luka bakar yang disebabkan oleh cairan panas atau uap
disebut “Scalds”
Luka bakar dapat diklasifikasikan menurut :

1. Dalamnya: (Menurut Depuytren)


Luka bakar tkt I (extremitas/ superficial redness).
Luka bakar tkt II (vesikula).
Luka bakar tkt III (kerusakan jaringan kulit yang superficial).
Luka bakar tkt IV (kerusakan seluruh lapisan kulit).
Luka bakar tkt V (kerusakan sampai kejaringan otot)
Luka bakar tkt VI (terbakar hangus).
2. Luasnya :
Luas luka bakar dapat ditentukan dengan cara rule of nine (dewasa).
3. Dalam dan luasnya :
Ringan: Luka bakar tkt I < 10% luas permukaan tubuh.
Luka bakar tkt II < 15% permukaan tubuh.
Luka bakar tkt III hanya 20% permukaan tubuh.
Sedang: Luka bakar tgt I 10 - 12%.
Luka bakar tkt II 15 - 30% yang lebih dalam.
Luka bakar tkt III 5 - 10% mngenai wajah, tangn & kaki.
Berat : Luka bakar tkt I meliputi wajah, tangan, kaki & kelamin.
Luka bakar tkt II 20%.
Luka bakar tkt III 10%, luka bakar mengenai saluran . nafas,
luka bakar dengan komplikasi fraktur.
klasifikasi Luka bakar menurut kedalamnya :

• Luka bakar tingkat I (extremitas/ superficial redness).


Epidemis utuh, kulit merah karena vasodilatasi (eritema),
jaringan dibawah epidermis mengalami sedikit oedem.
Setelah beberapa hari bagian teratas epidermis akan
mengelupas sebagai penyebab terjadinya luka bakar tingkat I
adalah terbakar oleh sinar matahari, terlalu lama terkena
sinar ultraviolet serta kontak yang singkat dengan panasnya
lidah api, air panas dan benda panas. Luka bakar tingkat I ini
tidak menimbulkan jaringan parut setelah sembuh.
Luka bakar tingkat II(vesikula).
• Pembentukan gelembung (vesikula) yang berisi cairan yang
mengandung banyak albumin dengan tepi kemerahan, sel-sel
jaringan lebih banyak rusak. Luka ini dapat menimbulkan
bahaya toxemia. Vesikula ini terjadi antara kutis dan kutis
vera. Sebagai penyebab terjadinya luka bakar tingkat II adalah
cairan panas, lidah api dan benda panas. Luka bakar tingkat II
ini dapat menimbulkan jaringan parut tetapi perubahan
warna bisa menetap.
Luka bakar tingkat III (kerusakan jaringan kulit yang
superficial).
• Kutis dan sebagian kutis vera mengalami destruksi, tetapi
folikel rambut dan kelenjar keringat tidak mengalami
destruksi. Epitel baru terbentuk dari permukaan yang rusak
dan dapat terbentuk jaringan parut yang tipis dan elastis.
Semua elemen kulit bisa didapati pada jaringan parut ini.
Disini tidak terjadi kontraktur atau kelainan bentuk. Lymp
syaraf sensoris tidak ikut terbakar rangsangan panasnya dapat
menimbulkan rasa sakit yang hebat.
Luka bakar tingkat IV(kerusakan seluruh lapisan
kulit).

• Seluruh lapisan kulit terbakar, juga folikel


rambut dan kelenjar keringat. Pada
penyembuhan terjadi jaringan parut yang
tidak mengandung elemen kulit. Dapat terjadi
kelainan bentuk dan kelainan fungsi akibat
terjadi kontraktur. Ujung-ujung syaraf sensoris
mengalami kerusakan sehingga tidak
menimbulkan rasa sakit.
Luka bakar tingkat V (kerusakan sampai
kejaringan otot) dan VI (terbakar hangus).

• Dijumpai kerusakan kulit, sub kutis, otot-otot, tulang


dan syaraf. Infeksi didaerah tersebut cepat terjadi
dan lama baru mengalami penyembuhan dan
keadaan ini sering diikuti dengan shock yang
biasanya timbul dalam waktu 24-27 jam.
• Prognosa sulit ditentukan sebelum 72 jam sebab
shock ini dapat mengajibatkan kematian.
Berat ringannya luka bakar dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu :
- Luas luka lebih menentukan karena luka bakar tingkat I atau II jika mengenai 1/3 luas
permukaan tubuh bisa fatal. Jika > 20% luas permukaan tubuh, bisa timbul shock, jika >
50% bisa fatal.
- Lokalisasi misalnya : kepala, leher, badan, bagian muka abdomen, leher berbahaya
daripada tungkai.
- Umur : laki-laki lebih tahan daripada wanita.
- derajat kepanasan : prognosa lebih jelek pada panas yang lebih tinggi.
- Lamanya kontak : kontak lebih lama prognosanya lebih jelek.

Scald’s (luka bakar oleh karena cairan panas / uap)


mempunyai sifat-sifat :
• Rambut tidak terbakar atau hangus dan tidak ada
penghitaman (blackening) pada daerah luka.
• Vesikel banyak dijumpai sepanjang daerah kontak cairan
panas dengan tubuh.
Luka bakar tingkat V (kerusakan sampai
kejaringan otot) dan VI (terbakar hangus).

• Dijumpai kerusakan kulit, sub kutis, otot-otot, tulang


dan syaraf. Infeksi didaerah tersebut cepat terjadi
dan lama baru mengalami penyembuhan dan
keadaan ini sering diikuti dengan shock yang
biasanya timbul dalam waktu 24-27 jam.
• Prognosa sulit ditentukan sebelum 72 jam sebab
shock ini dapat mengajibatkan kematian.
Penyebab kematian pd luka bakar :

1. Shock.
2. Mati lemas.
3. Biasanya karena inhalasi, CO2 dan CO dari hasil pembakaran.
4. Kecelakaan atau luka.
5. Kematian terjkadi akibat tertimpa balok, terjatuh dan lain-lain.
6. Peradangan membran serosa dan organ dalam seperti meningitis,
peritonitis, oedema glottis, bronchitis dan bronchopneumonia.
7. Hipoproteinemia, hilangnya cairan, gagal ginjal dan anemia.
8. Kehabisan tenaga.
9. Erisipels, septicemia, piaemia, gangren dan tetanus.
Gambaran post mortem
A. Pemeriksaan luar.

• Dapat dilakukan pemeriksaan pakaian dengan teliti untuk mengetahui


apakah ada minyak tanah, bensin dan sebagainya. Distribusi kebakaran
pada pakaian dapat mewujudkan cara pembakaran itu mulai dan dapat
pila menentukan posisi korban sewaktu terbakar. Tubuh biasanya
mengerut, tangan terangkat seperti posisi petinju sewaktu
mempertahankan diri (pequilistik attitude).
1. Kulit berwarna putih akibat radiasi panas.
2. Panas tinggi akibat bahan bakar padat seperti logam panas.
– Bila dikenakan sedikit saja dapat menimbulkan eritema.
– Bila dikenakan dalam waktu lama timbul keadaan seperti daging
dipanggang dan terjadi seperti arang.
3. Terbakar karena ledakan-ledakan dalam tambang atau mesiu, daerah
terbakar luas dan hitam.
4. Minyak tanah, ada penghitaman dan bau minyak tanah.
• Pada vesikula dapat ditemukan darah beku albumin dan klorida.
Dasarnya merah atau bintik-bintik merah dan ada lingkaran merah
sekitar vesikula. Ini merupakan tanda vital bahwa korban masih hidup
pada waktu terjadi kebakaran.
B. Pemeriksaan dalam :
- Tulang tengkorak bisa fraktur atau pecah akibat panas yang tinggi.
- Kongesti, saluran pernafasan dan sekresi lendir bertambah.
- Kongesti pleura, kongesti paru-paru.
- Luka pada duodenum, limfa membesar dengan konsistensi lembek.

Tanda-tanda korban masih hidup saat terbakar :

– Adanya partikel karbon (jelaga) pada kerongkongan dan


saluran pernafasan bagian distal juga dalam lambung.
– Tanda-tanda luka bakar pada saluran pernafasan seperti
oedema laring.
– Kadar CO dalam darah lebih tinggi yang menyebabkan warna
kulit lebih merah terang (cherry red)
– Reaksi kemerahan dan luka bakar pada kulit.
Menentukan lamanya luka bakar :
- warna merah dari kulit terbentuk langsung setelah terjadi kebakaran.
- Bulla terbentuk kira-kira 1 jam kemudian.
- Nanah terbentuk 36 jam (2-3 hari).
- Kulit terkelupas dalam 4-6 hari.
- Bertukar kulit 14 hari kemudian.
- Parut dan cacat terbentuk setelah beberapa minggu atau bulan -
bergantung pada banyaknya supurasi dan pertukaran kulit.

Aspek medikolegal
• Bunuh diri.
• Pembunuhan.
• Kecelakaan.
A.4. TRAUMA LAIN
• LUKA AKIBAT LISTRIK
Luka yang disebabkan arus listrik yang fatal umumnya bersifat
kecelakaan dimana jenis arus listrik bolak balik (AC) lebih sering
sebagai penyebab kecelakaan sedangkan kecelakaan karena arus
listrik searah (DC) lebih jarang, pada umumnya terjadi dipabrik-
pabrik seperti pabrik pemurnian logam dan penyepuhan.
Gambaran klinis luka akibat listrik

Pada saat terjadinya kotak dengan arus listrik, terdapat spasme


otot general yang menyebabkan korban menggenggam alat
konduktor dengan erat atau melemparkan korban dengan jarak
tertentu. Kematian tiba-tiba dapat terjadi jika arus listrik
melewati jantung atau pusat pernafasan. Kadang-kadang korban
nampaknya seperti mati tetapi sebenarnya dalam keadaan yang
disebut “suspendic animation”.
Luka bakar listrik yang khas sering terjadi pada tempat masuk dan
tempat keluarnya arus listrik :

1. Jika tempat masuknya diujung-ujung jari, tonjolan kulit akan datar dan cap
jari hilang pada daerah yang terbuka. Secara mikroskopik, dijumpai
kompresi stratum corneum, dengan pemisahan ruangan dengan berbagai
ukuran memberi gambaran seperti jaringan-jaringan atau sarang tawon.
Lebih lanjut perbedaan gambaran antara luka bakar listrik dan luka bakar
thermal adalah luka bakar listrik memperlihatkan suatu deposit mental
ketika luka listrik akibat elektroda.
2. Pada tempat keluar, jaringan biasanya terpisah dalam bentuk luka
puncture atau luka laserasi. Jika tempat luka keluarnya pada kaki, sepatu
yang dipakai dapat robek. Secara mikroskopik, luka keluar mirip
penampakan terhadap luka bakar pada tempat masuk kecuali dengan
ditemukannya metalisasi pada tempat masuk. Gangren dari bagian
ekstremitas karena spasme arteri dapat terjadi. Pada kasus-kasus
tertentu, korban dapat terbakar seluruhnya dengan koagulasi panas dari
otot (degenerasi zenker) sering dengan fragmentasi dan spiraling serabut
jaringan.
Penyebab kematian

Kematian akibat sengatan listrik berasal dari


shock ketika akibat inhibisi vagal oleh karena
defek terkejut secara tiba-tiba. Hal ini bisa
juga dikarenakan fibrilasi jantung jika arus
listrik melewati jantung atau karena paralisis
pusat pernafasa, jika arus listrik melalui
medulla oblongata. Pada luka bakar yang luas,
hasil akhirnya bisa kematian akibat nefrosis
haemoglubinuria.
Gambaran post mortem
• Pada sejumlah kasus, biasanya dijumpai lesi eksternal pada tempat
masuk dan tempat keluar arus listrik. Lesi ini bisa tidak ada jika
kontak yang luas antara kulit dengan konduktor. Gambaran khusus
dari lesi pada tempat masuk berbentuk kawah, bentuk yang mirip
dengan bentuk konduktor, dengan pembentukan garis-garis tepi.
Disekeliling kawah terdapat daerah pucat dengan garis hyperemia.
Bisa juga dijumpai luka bakar dan luka kehitam-hitaman jika
tegangan tinggi dan tahanan tinggi. Pada tempat keluar, bisa
dijumpai retaknya jaringan yang bisa berupa ruptur tertentu pada
telapak kaki. Keduanya berupa luka kering dan secara mikroskopik
dijumpai nekrosis koagulasi dengan deformasi sel-sel dan
pendataran sel pada tempat masuk.
• Ekspresi wajah biasanya tenang, bola mata kongesti, dan pupil
berdilatasi. Rigor mortis muncul lebih awal dan lebam mayat
terbentuk sempurna. Pada pemeriksaan dalam tidak terdapat
penemuan khusus untuk luka akibat listrik. Mungkin dijumpai
oedema paru dan gambaran umum dari tanda-tanda asfiksia.
Edema serebral dan perdarahan perivaskular telah diketahui
kadang-kadang dijumpai trauma pada tulang.
Jenis luka akibat sambaran petir :
• Surface burn.
Suatu keadaan dimana luka bakar yang terdapat pada tubuh
biasanya berkaitan dengan benda-benda metal yang dipakai
korban.

• Linier burn.
Adalah luka bakar yang mempunyai ukuran 2,5 cm – 25 cm x 3
mm – 2,5 mm yang sering didapatkan didaerah kulit yang
mempunyai tahanan rendah, misalnya pada daerah yang basah
atau daerah lipatan-lipatan kulit.

• Arborescence/ filigree burn .


Arborescence atau filigree adalah luka bakar yang mempunyai
gambaran bercabang-cabang seperti cabang atau ranting pohon,
yang segera akan menghilang bila korban cepat mendapat
pertolongan.
Akibat yang ditimbulkan oleh petir disebabkan
oleh 2 hal yaitu :
• Arus listrik yang bertegangan sangat tinggi. Hal ini
akan menimbulkan luka bakar, yang biasanya relatif
terbatas hanya pada permukaan saja atau superficial.
• Adanya efek ledakan (blast effect) dari udara yang
ekspansi dengan cepat, hal ini dapat menyebabkan
robek atau pecahnya pakaiankorban, dimana sering
menimbulkan kesan akan adanya unsure kejahatan.
Aspek medikolegal

• Kebanyakan berupa accidental yang disebabkan kontak


dengan kabel yang robek atau rusak pada peralatan rumah
tangga atau industrial.
• Kasus suicide pernah dicatat. Kasus homicide meskipun
jarang, tetapi bisa terjadi. Hal ini dilakukan dengan
menempatkan kabel berarus dibeberapa tempat dimana
korban diharapkan akan menyentuhnya.
• Suicidal electrocaution merupakan metode eksekusi
dibeberapa negara berupa homicide yang dibenarkan dan
dapat diterima.
Kesulitan dalam diagnosa ???
Seorang dapat dibunuh dengan cara dicekik atau diracuni
kemudian luka bakar listrik dibuat dijari-jarinya supaya
nampak mati akibat shock listrik. Pada kasus-kasus
demikian, bahkan pemeriksaan mikroskopik dari luka
akibat listrik tidak banyak berguna untuk membedakan
kasus ante mortem atau post mortem. Pada situasi
tersebut pemeriksaan post mortem yang teliti untuk
bukti-bukti trauma dan analisa kimia organ dalam untuk
bukti-bukti keracunan selalu bermanfaat. ###