Anda di halaman 1dari 16

Droplet Counter Current

Cromatography (DCCC )atau


Kromatografi Arus Balik Tetesan
KELOMPOK 11
Elina dwisanti
Helen Lamban
Nurul Fadhilah
Nur Muthmainnah
Riza Maulida
Sejarah

DCCC (Kromatografi Arus Balik Tetesan) Pertama


kali ditemukan oleh yoichiro (1978), dan
menamainya setelah metode pembagian arus balik
dari Craig.
Apa itu DCCC ??
DCCC atau DCC (Kromatrografi arus
balik tetes) merupakan bentuk pemisahan
cair-cair, yang meliputi distribusi arus balik
dan komatrografi arus balik, berdasarkan
partisi zat terlarut antara aliran tetap
tetesan fase gerak dan kolom fase diam.
Fase gerak melewati kolom dalam bentuk
tetesan
Lanjutan ...
 Kromatografi arus balik tetesan (CCC)
merupakan teknik kromatografi cair yang
digunakan untuk fase cair yang tidak
bercampur dan tidak ada pendukung padat
 satu cairan bertindak sebagai fase diam dan
yang lainnya sebagai fase gerak
 Fase diam cair dipegang oleh gravitasi atau
dengan gaya sentrifugal. Metode gravitasi
disebut droplet counter current
chromatography (DCCC)
Prinsip
 kromatografi arus balik atau kromatografi
partisi adalah teknik kromatografi cair-cair
yang memisahkan komponen campuran
berdasarkan perbedaan afinitas untuk fase
gerak dan fase diam dalam suatu kolom
 Fase stasioner dan fase gerak ini sama-sama
cair. Partisi zat terlarut dalam dua fase
didasarkan pada perbedaan faktor kapasitas
(K), dan koefisien distribusi (Kd), analit
menggunakan fase diam cair dan fase gerak
cair
Tahap DCCC

PENCAMPURAN PENYELESAIAN

PEMISAHAN
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH

Distribusi konstan (D)


Volume retensi fase stasioner
Waktu Elusi
Resolusi
Pengaruh panjang kolom
Deskripsi Instrumet
 Aparatus DCCC B760
 Terdiri dari 200-600 kolom vertikal
panjang (20-60 cm) tabung kaca berlekuk
sempit 1,5-2 mm
 Laju alir 25-35 mL/jam
 Jenis kolom DCC-A dan DCC-S
 Ascending Mode
Sampelnya terletak di bawah. Fase gerak
dipompa dari atas melewati sampel.

 Descending Mode
Sampelnya terletak di atas. Fase gerak
dipompa dari bawah melewati sampel.
Gambar 2: Skema fase gerak dan fase diam
APLIKASI
 Memisahkan berbagai macam fitokimia
dari ekstrak kasarnya
 Analisis tanaman dan berbagai produk
alami
 Analisis makanan
 Analisis lingkungan
 Logam kelompok tanaman
Pada penelitian fitokimia yaitu dalam pemisahan produk
alami meliputi:
1. Saponin
2. Glikosida jantung (Nerium oleander (Apocynaceae))
3. Iridoid dan secoiridoid glikosida (Ajuga pyramidalis
(Libiatae))
4. Diterpenoid
5. Polifenol (flavonoid, xanthone, katekin, antrakuinon,
chromen, lignan)
6. Karbohidrat dan siklitol
7. Alkaloid
KEUNTUNGAN
 Simple dan cepat
 Memiliki sensitivitas tinggi
 Memiliki kinerja tinggi
 Proses yang cepat dan menghemat waktu
 Memiliki kapasitas resolusi tinggi
 Akurat dan presisi
 Tehnik yang penting untuk validasi produk
Penting untuk analisis kualitatif dan
kuantitatif
Kerugian
Pencampuran yang relatif buruk
menyebabkan berkurangnya efisiensi
pemisahan.
TERIMA
KASIH