Anda di halaman 1dari 26

REFERAT

SINDROM HEPATORENAL

Oleh :
Ahmad Hashemi 122011101090

Pembimbing :
dr. Hudoyo, Sp. PD

KSM/LAB ILMU PENYAKIT DALAM


RSD DR. SOEBANDI JEMBER
2017
PENDAHULUAN
Sirosis Hepatis

Berkembang menjadi
gagal ginjal kusus
yang disebut
1. Gangguan Hepatorenal Syndrome
Hemodinamik
2. Sistem
neurohormonal
3. Aktivitas sistem
saraf simpatis
4. Retensi air dan
natrium di ginjal
dan penurunan
laju filtrasi
glomelurus ginjal
(LFG).
DEFINISI
 SHR merupakan suatu bentuk GGA atau subakut
ditandai oleh terjadinya vasokonstriksi berat ginjal dan
vasodilatasi arterial perifer pada penderita sirosis hati
dekompensata atau gagal hati fulminan

 Sindrom ini ditandai dengan penurunan LFG dan aliran


plasma ginjal yang tidak diakibatkan oleh kelainan
ginjal lain
EPIDEMIOLOGI
Sirosis tahap lanjut dan SHR terjadi hampir 17%
ascites  18% akan pasien yang dirawat di
mengalami HRS dalam 1 rumah sakit dengan
tahun setelah asites, lebih dari 50%
didiagnosis, 40 % pada pasien sirosis meninggal
tahun kelima oleh karena gagal hati

Penyebab tersering
gagal ginjal pada pasien
sirosis adalah Peritonitis
Bakterial Spontan (SBP).
Sekitar 90% pasien SBP
berkembang ke arah
gagal ginjal.
Faktor Presipitasi
1. Infeksi bakteri (48%)
2. Perdarahan gastrointestinal (33%)
3. Parasintesis pada penderita sirosis dengan asites yang terlalu
agresif (27%)
4. Obat-obatan (7%)
PATOFISIOLOGI
 SHR tipe 1
 SHR tipe 2
Patofisiologi SHR tipe 1
Patofisiologi SHR tipe 2
 Kelainan hemodinamik dan hormonal sama seperti SHR
tipe satu  intensitas lebih rendah

 Tekait perburukan fungsi hati  gangguan sirkulasi

 Tidak disebabkan faktor presipitasi


GAMBARAN KLINIS
Tipe 1
 Sangat progresif

 Peningkatan serum kretinin dua kali lipat (nilai awal


serum kreatinin lebih dari 2,5 mg/dl) atau penurunan
bersihan kreatinin 50% dari nilai awal hingga mencapai
20 ml/menit dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu.
Tipe 2

 SHR tipe 2 merupakan bentuk kronis SHR

 Penurunan LFG yang lebih lambat

 Kondisi klinis pasien lebih baik dibandingkan SHR tipe 1


DIAGNOSIS
DIAGNOSIS BANDING

Nekrosis Gagal ginjal


tubular akut karena obat

Glomerulopat Azotemia
i prerenal
Tatalaksana
 Umum
 Farmakologis
 Non Farmakologis
Tatalaksana Umum
 SHR tipe 1
SHR tipe 2
 Dapat berobat jalan
 Diutamakan parasintesa ascites
 Pemberian albumin
Tatalaksana Farmakologis
Tatalaksana Nonfarmakologis
 TIPS
 Dialisis
 Transplantasi hati
PROGNOSIS
 Dari seluruh komplikasi sirosis  SHR memiliki
prognosis paling jelek.
 Pada tipe 1  angka harapan hidup < 10 % dan
perkiraan waktu harapan hidup hanya 2 minggu
 Pada tipe 2  harapan hidup sekitar 6 bulan
 Gagal hati berat  keluaran lebih buruk
Terima Kasih