Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN RISIKO KOMPLIKASI DAN


PENATALAKSANAAN KEGAWATAN POST
OPERASI

Di Bimbing Oleh : Ainal Mardhiah, SKM., MPH


Oleh : Kelompok 1
Pengertian
 Resiko komplikasi pascaoperatif adalah bahaya laten atau
kemungkinan akan terjadinya hal-hal yang tidak
diharapkan akibat dari prosedur pembedahan sehingga
dapat mengganggu proses penyembuhan dan dapat
merugikan hasil pembedahan (Smeltzer&suzanne,2011)

 jenis-jenis komplikasi mayor pascaoperatif


menurut smeltzer & suzanne (2001) yaitu:
1. syok
2. hemoragi
3. thrombosisvena provunda
4. retensi urin
5. sepsis
6. embolisme pulmonal
7. komplikasi gastrointestinal
SYOK
Komplikasi pascaoperatif dengan kondisi tidak memadainya oksigenisasi
selular yang disertai dengan ketidakmampuan untuk mengeksresikan produk
sampah metabolisme (Smeltzer&Suzanne, 2001).
TANDA & GEJALA SYOK

Tekanan Darah Akral dingin

Sianosis bibir, Nadi


gusi, lidah cepat/lemah

Pernapasan
Syok Urine pekat
Klasifikasi
Syok
Syok Hipovolemik Syok Neurogenik

Disebabkan oleh : Disebabkan oleh : penurunan


penurunan volume cairan tahanan arterial

Akibat : kehilangan darah Akibat : anesthesial spinal


atau plasma.
INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Atur posisi pasien dengan posisi supinansi untuk membantu sirkulasi
INTERVENSI
KEPERAWATAN
2. Berikan dukungan psikologis dan penggunaan energi pasien dikurangi.

3. kaji reaksi pasien terhadap pengobatan dan istirahat untuk menghilangkan


kegelisahan.

4. Kolaborasi pemberian sedative diberikan dengan waspada sehingga


sirkulasi tidak tertekan lebih jauh

5. Pasien dijaga agar tetap hangat, karena hipotermi mengurangi oksigenisasi


dan juga mempengaruhi sirkulasi perifer.

Lanjuta
HEMORAGI
Salah satu komplikasi pasca-bedah atau lebih dikenal dengan pendarahan
Dikelompokkan berdasarkan waktu
kejadian

1.Primer
terjadi pada
waktu 2.Intermediari
pembedahan terjadi selama
beberapa jam setelah
pembedahan ketika
kenaikan tekanan
3.Sekunder
darah dari batas
normalnya. dapat terjadi
beberapa waktu
setelah pembedahan
bila ligature slip
KLASIFIKASI HEMORAGI

1.Hemoragi 2.Hemoragi 3.Hemoragi


Kapiler Venosa Aterial
Darah yang keluar Berwarna terang dan
Ditandai dengan
dengan cepat dan tampak memucat
rembesan umum yang
bergembung berwarna tiapkali denyut
lambat.
gelap. jantung.
TANDA & GEJALA

Gelisah, gundah, Kulit dingin,


banyak bergerak,
merasa haus basah, pucat

Pernapasan cepat Nadi


& dalam Gejala Suhu Tubuh
Awal

TANPA PENGOBATAN, MAKA


Curah jantung Gejala Tekanan darah
menurun Lanjut arteri, vena, Hb
menurun

Bibir & konjungtiva Tampak bercak di


pucat, terdengar bagian mata, pasien
mendenging di terus melemah
telinga
INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Atur posisi pasien dalam posisi syok (berbaring
datar, telentang, tungkai dinaikkan sudut 20
derajat sementara lutut diluruskan)

2. Kolaborasi dalam pemberian sedative atau analgesik.


3. Pantau pendarahan; jika terjadi pendarahan lakukan deep dan
balutan yang kuat dipasangkan, tempat pendarahan ditinggikan
pada ketinggian jantung, jika memungkinkan.

4. Tentukan penyebab hemoragi & berikan tranfusi darah

5. Berikan cairan melalui intravena agar meningkatnya tekanan darah


TVP Trombosis pada vena yang letaknya dalam dan bukan superficial, jika tidak
ditangani akan menyebabkan komplikasi serius yaitu embolisme pulmonari dan
sindrom pascafleblitis.
TANDA & GEJALA
Nyeri/
Keram pada betis
Jika nyeri >1 hari
terjadi
pembengkakan
tungkai

Perspirasi
TVP Terkadang
Demam

Disertai
menggigil
INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Latihan tungkai yang dapat diajarkan
sebelum pembedahan.

2. Kolaborasi pemberian heparin diberikan melalui


subkutan sampai pasien ambulatory.

3. Pasang stoking elastik tinggi (antiembolitik)


untuk mencegah pembengkakan dan stagnasi
vena darah pada tungkai dan menghilangkan
nyeri pada ekstremitas yang sakit.

4. Hindari selimut gulung, bantal gulung atau bentuk lain yang dapat menekan
bagian bawah lutut sehingga menyumbat pembuluh darah dibawah lutut.
PULMONAL EMBOLISME
benda asing yang berjalan sepanjang aliran darah
(bekuan darah, udara, lemak) sehingga menyumbat
arteri pulmonal
TANDA & GEJALA

Nyeri dada
dan sesak
napas

Cemas Diaforetik

EMBOLISME
Nadi cepat & PULMONAL Pupil dilatasi
tidak teratur

Dapat terjadi
Sianosis kematian
mendadak
INTERVENSI
KEPERAWATAN
Lakukan ambulasi pascaoperatif dini untuk
mengurangi resiko embolisme pulmori
RETENSI URINE

ketidakmampuan melakukan
urinasi meskipun terdapat keinginan
atau dorongan terhadap hal tersebut.

Sering terjadi setelah pembedahan pada


rektum, anus dan vagina. Penyebabnya
diduga adalah spasmespinkter kandung
kemih.
INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Tanpa kontraindikasi pasien diperbolehkan berkemih
duduk/berdiri, karena sering pasien tidak mampu berkemih ketika
ia berbaring di tempat tidur.
2. Pasien pria diperbolehkan berkemih berdiri disamping tempat
tidur menggunakan urinal/pispot.
3. Pasien wanita diperbolehkan berkemih duduk di atas bedpan pada
tepi tempat tidur dg kakinya diatas kursi atau tempat duduk

4. Pasien diberikan rangsangan dengan cara mengirigasi perineum


dengan air hangat

5. Jika retensi urin berlanjut dan kandung kemih membesar saat


diraba bagian abdomen bawah, maka diperlukan kateterisasi
Sindroma Respon Inflamasi Sistemik(SIRS) disebabkan oleh adanya
infeksi bakteri, jamur, virus, atau parasit
TANDA & GEJALA

pengeluaran
urin <0,5
ml/kg/jam
selama dua jam
Denyut Suhu
jantung >38OC atau
>90x/min <36OC
SEPSIS
Frekuensi
>20 kali Tekanan sistolik
<90 mmHg (rata2
PaCO2 <65 mmHg)
<32mmHg
Perubahan
status
mental
INTERVENSI
KEPERAWATAN
1. Lakukan pengkajian menggunakan CHFT Sepsis screening tools

The Sepsis Six Care


Bundle
1. Berikan oksigen dengan aliran
tinggi.
2. Lakukan kultur jaringan darah
3. Beri antibiotik
4. Ukur serum laktat dan hitung
darah lengkap
5. Mulai pantau pengukuran urin

2. Berikan tindakan bundle sepsis (The Sepsis Six Care Bundle)


Komplikasi yang sering terjadi pasca bedah yang penyebabnya adalah suatu obstruksi aliran usus,
seringkali loop intestin yang mejadi “kusut” akibat adesi inflamasi atau yang terkena peritonitis atau
iritasi umum permukaan peritoneal.
TANDA & GEJALA

Nyeri abdomen

Muntah

Nadi cepat

Auskultasi: bising usus hiperaktif

Tidak ada defekasi


INTERVENSI
KEPERAWATAN
Jika distensi bagian atas yang mengalami obstruksi dapat
dihilangkan dengan menggunakan drainase penghisap intermiten
dengan selang nasoenteral atau selang nasogastrik sederhana.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai