Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA ANAK DENGAN


TUBERKULOSIS PARU
PENGERTIAN

Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi Mycobacterium


tuberculosis yang terutama menyerang parenkim paru.

Dapat ditularkan ke bagian tubuh lain :


• Meninges
• Ginjal
• Tulang
• Nodus limfe,dsb

Kejadian TB erat kaitannya dengan kemiskinan, malnutrisi,


tempat kumuh, perawatan kesehatan yang tidak adekuat.
Sifat kuman Tuberkulosa :
• Mati bila kena sinar matahari
• Mati bila kena panas api atau air mendidih
• Mati bila kena sabun, lisol atau karbol

Infeksi dipengaruhi :
• Virulensi
• Banyaknya basil
• Daya tahan tubuh
PATOGENESIS
Tuberkulosis masuk paru melalui udara
MASA
Eksudasi dan konsolidasi yang terbatas (focus primer) INKU
BASI
Kompleks primer ( Fokus primer,limfangitis dan
pembesaran KGB regional )

Terjadi 2-10 minggu pascainfeksi

Hipersensitivitas terhadap tuberkuloprotein

Massa jaringan baru (granulomas) mrp gumpalan basil yang masih


hidupdansudah mati dikelilingi makrofag sebagai dinding protektif

Eksudat menumpuk menyebabkan bronchopneumonia

Granulomas diubah menjadi fibrosis, nekrotik dan perkejuan

Basil dapat bertahan selama 50 tahun dalam keadaan dorman


GAMBARAN KLINIK

1. Tuberkulosis Primer
• Sukar diketahui secara klinis, kadang tanpa gejala atau
keluhan
• Dapat berupa demam naik turun selama 1-2 minggu
dengan atau tanpa batuk dan pilek
• Anoreksia, berat badan menurun

2.Tuberkulosis pascaprimer
• Demam tingkat rendah
• Keletihan
• Anoreksia
• Penurunan berat badan
• Berkeringat malam
• Nyeri dada
• Batuk menetap
PROGNOSIS

Dipengaruhi factor :
• Umur anak
• Lamanya infeksi
• Luasnya lesi
• Keadaan gizi
• Keadaan sosial ekonomi keluarga
• Diagnosis dini
• Pengobatan adekuat
• Infeksi lain : morbili,pertusis, diare dsb
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

1. Uji Tuberkulin
• Ekstrak basil tuberkel ( Purefied Protein Derivate Tuberculin
0,1ml atau Old Tuberkulin 1/2.000) disuntikan intradermal,
sekitar 10 cm di bawah siku
• Hasil pemeriksaan terlihat setelah 48-72jam
• Reaksi local terjadi :
 Eritema karena vasodilatasi primer
 Eritema karena reaksi Ag-Ab
 Indurasi yang dibentuk oleh selmononukleus
• Hasil :
 Kurang dari 5 mm : negative
 5 – 9 mm : meragukan
 10mm lebih : positif
• Reaksi positif menandakan :
 Klien telah terpajan basil tuberculosis atau pada masa lalu
 Telaah menjalani vaksinasi dengan BCG
• UjiTuberkulin menjadinegatif (anergi)
dengan :
Malnutrisi energi protein
Tuberkulosis berat
Morbili, varisela
Pertusis,difteria,tifus abdominalis
Pemberian kortikosteroid yang lama
Vaksin virus
Penyakit ganas

2. Pemeriksaan radiologik
•Dilakukan pada anak dengan tuberculin positif
3. Pemeriksaan bakteriologik
• Bahan-bahan yang digunakan :
• Bilasan lambung
• Sekret bronchus
• Sputum (pada anak besar)
• Cairan pleura
• Likuor serebrospinalis
• Cairan asites
• Dll

4. Uji BCG
• Mendapat BCG langsung reaksi local yang besar
kurang dari 7 hari
PENATALAKSANAAN MEDIK :
1. Rifamfisin 10-15 mg/KgBB/hari, 1 hari sekali, diminum
dalam keadaan lambung kosong, diberikan selama 6-9
bln
2. INH (Isoniazid) 10-20mg/KgBB/hari, bakterisidal terhadap
basil aktif ES dan dalam makrofag,diberikan selama 18-24
bln
3. Streptomisin 30-50mg/KgBB/hari, bakterisidal terhadap
basil aktif ES, selama 1-3 bulan
4. Pirazinamid 30-35 mg/KgBB/hari, bakterisidal basil IS,
selama 4-6 bulan
5. Etambutol 20mg/KgBB/hari, dalam keadaan lambung
kosong, selama1 tahun
6. PAS (Para aminosalisilat) baktriostatik, 200-
300mg/KgBB/hari jarang dipakai karena dosis tinggi
7. Kortikosteroid, pada keadaan umum yang buru, Kortison
10-15mg/KgBB/hari, Prednison1-3mg/KgBB/hari
PROSES KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
• Riwayat Kesehatan : demam, anoreksia, penurunan BB, Batuk dan
pembentukan sputum
• Paru-paru dikaji terhadap konsolidasi : Bunyi nafas, fremitus,
egofoni, perkusi pekak
• Pembesaran nodus limfe
• Kesiapan emosional pasien dan keluarga : persepsi, pengobatan
• Hasil evaluasi diagnostic ditelaah

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Bersihan jalan nafas tidak efektifb.d sekresi tracheobronkhial yang
banyak
• Intoleransi aktivitas b.d keletihan, perubahan status nutrisi dan
demam
• Kurang pengetahuan tentang pengobatan dan tindakan preventif
• Potensial terjadi komplikasi
3. PERENCANAAN

a. Peningkatan bersihan jalan nafas


• Meningkatkan masukan cairan
• Pengaturan posisi
• Humidifier ataumasker wajah dengan kelembaban
tinggi

b. Peningkatan toleransi aktivitas dan nutrisi adekuat


• Pengurangan aktifitas dan meningkatkan istirahat
• Berikan makanan cukup gizi TKTP, susu diberikan
lebih banyak, vitamin,lauk pauk bervariasi,
diberikan sedikit-sedikit tapi sering
c. Penyuluhan pasien dan keluarga dan partimbangan perawatan di
rumah
•Penyuluhan mengenai :
 Pengobatan yang memerlukan waktu cukup lama
 Untuk membunuh basil tuberculosis yang resisten diberikan
rifamfisin selama 6-9 bulan
 Pada basil yang masih beredar di dalam tubuh diberikan INH
selama 18-24 bulan
 Selain kepatuhan juga diperhatikan petunjuk meminumnya :
Rifamfisin atau ETB diminum 1 jam sebelum makan, INH
harus dimakan setiap hari.
 Jika tidak teratur bahaya resistensi dan efektifitas obat
kurang

•Perawatan anak sehari-hari


 Obat dengan cara benar dan teratur
 Makanan bergizi
 Perhatikan kebutuhan istirahat
 Kebersihan lingkungan dan ventilasi rumah
•Mencari sumber infeksi
Cari sumber penularan
Obati sumber penularan
Hindari penularan
•Upaya mencegah penyakit tuberkulosis
Berikan vaksin BCG pada BBL setelah umur 1bulan
Bila ada sumber penularan, konsultasi untuk
pemberian INH

d. Pemantauan dan penanganan potensial komplikasi


4. IMPLEMENTASI

5. EVALUASI
a. Patensi jalan nafas dapat dipertahankan dengan
humidifikasi, masukan cairan, dan postural
drainage
b. Menunjukkan tingkat pengetahuan adekuat
c. Ikutserta dalam tindakan preventif
d. Mempertahankan jadwal aktifitas
e. Mempertahankan nutrisi seimbang
f. Tidak menunjukkan komplikasi