Anda di halaman 1dari 33

PEMBUATAN PROGRAM DAN PENERBITAN SURAT

TUGAS AUDIT SEKTOR PUBLIK


NIA AZURA SARI

11273203526

VIRA OCTARIANA

11273202848

PEMBUATANN

PRO
FUNGSI PEMBUATAN PROGRAM AUDIT SEKTOR PUBLIK

Sebuah konsep yang tepat sebelum program audit itu disahkan dapat memiliki
fungsi sebagai berikut:
1. Memberikan kemudahan sebuah pendekatan metodis dan logis dalam pekerjaan
audit, dan mengurangi kemungkinan hilangnya informasi selama pengujian
berlangsung
2. Membantu auditor yang belum berpengalaman dalam melakukan pengujian
program, dan juga membantu dalam pelatihan staf-staf auditor
3. Mengkomunikasikan keinginan partner berkenaan dengan kebijakan pengujian
organisasi sektor publik
4. Menyediakan pendekatan yang konsisten selama organisasi sektor publik dan
semua kliennya membuat peningkatan efisiensi dan mengurangi waktu audit,
disamping itu juga memberikan kemudahan bagi staf untuk berpindah dari
pekerjaan satu ke pekerjaan lain.
PROGRAM AUDIT KEUANGAN
Menurut Boynton (2001) program audit
keuangan menyatakan prosedur audit yang
diyakini oleh auditor merupakan hal yang penting
untuk mencapai tujuan audit keuangan tersebut.
PROGRAM AUDIT KINERJA

Menurut SPKN yang dimaksud dengan


audit kinerja adalah pemeriksaan atas
pengelolaan keuangan negara yang terdiri dari
audit atas aspek ekonomi, efisiensi serta
efektivitas.
BUKTI AUDIT

Adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau


informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat
digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya.
Ada delapan tipe bukti audit yang harus diperoleh auditor dalam
auditnya: pengendalian internal, bukti fisik, bukti dokumenter, catatan
akuntansi, perhitungan, bukti lisan, perbandingan dan rasio, serta bukti
dari spesialis. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui
inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai
dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan
yang diaudit.
ASERSI (ASSERTION)
Adalah pernyataan manajemen yang terkandung didalam
komponen laporan keuangan sesuai dengan prinsip yang berlaku umum
di Indonesia.
Pernyataan tersebut dapat bersifat implisit atau eksplisit serta dapat
diklasifikasikan berdasarkan penggolongan besar sebagai berikut:
• Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)
• Kelengkapan (completeness)
• Hak dan kewajiban (right and obligation)
• Penilaian (valuation) atau lokasi
• Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure).
UKURAN SAMPEL
Faktor yang mempengaruhi kecukupan
ukuran sampel :
1. Ekspektasi auditor atas kemungkinan
salah saji
2. Efektivitas dari pengendalian internal klien
MUATAN PROGRAM AUDIT SEKTOR PUBLIK
A. Pra – Pelaksanaan Audit
Secara operasional, umumnya setiap audit selalu didahului dengan
penetapan kontrak audit. Untuk dapat melakukan penetapan/penentuan aktivitas atau
organisasi yang mana yang akan diperiksa, pemeriksa perlu mempertimbangkan faktor-
faktor berikut:
• Peraturan perundang-undangan atau kebijakan tertentu yang mewajibkan
diadakannya audit terhadap aktivitas atau organisasi tertentu.
• Permintaan audit dari badan legislatif, komite audit atau dewan eksekutif
• Arti penting tidaknya suatu program atau aktivitas atau organisasi tertentu ditinjau
dari ukuran jumlah pengeluaran, investasi dalam aktiva dan jumlah penghasilan.
• Pengetahuan yang dimiliki oleh auditor dan kompleksitas sistem pengendalian
internal maupun sistem pengendalian manajemen.
• Ada tidaknya program baru atau organisasi baru yang memerlukan perhatian
khusus
• Ada tidaknya permintaan usulan pemeriksaan atas aktivitas atau fungsi tertentu.
Jika usulan audit diterima maka langkah berikutnya
adalah penandatanganan surat kontrak audit (engagement
letter). Setelah surat kontrak audit ditandatangani maka langkah
berikutnya adalah memperkirakan berbagai alternatif sasaran
audit atas penugasan audit tersebut yang masih bersifat sangat
sementara dalam bentuk tahap audit pendahuluan. Tahap audit
pendahuluan bagi pemeriksa adalah untuk memperoleh
informasi umum dan informasi latar belakang dalam waktu relatif
singkat mengenai semua aspek yang berhubungan dengan
organisasi, aktivitas, program atau sistem dari entitas yang
diperiksa.
B. Administrasi Pekerjaan Audit
Administrasi pekerjaan audit dilakukan dengan
mempersiapkan dan mengelola berbagai pekerjaan dan
dokumen yang diperlukan saat melaksanakan audit.
Dokumen yang perlu diadministrasi dalam pekerjaan
audit antara lain daftar dari catatan-catatan yang
dibutuhkan auditor, formulir-formulir yang harus
dilengkapi, pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab
dan dokumen-dokumen pekerjaan audit yang lain.
C. Perencanaan dan Pengendalian Audit
Perencanaan audit pada organisasi sektor publik
umumnya menyangkut perencanaan terhadap hal-hal
berikut :
• Jumlah staf auditor yang diperlukan
• Jumlah waktu yang dibutuhkan guna menjamin
ketepatan waktu kerja
• Program audit yang dibuat
• Bentuk dan isi laporan hasil pemeriksaan
D. Pencatatan (recording) Hasil Pekerjaan
Kertas kerja memberikan:
• Dukungan dalam perencanaan dan kinerja audit
• Dukungan dalam supervisi dan review pekerjaan audit
• Memberikan bukti dari pekerjaan audit yang dilakukan untuk
mendukung pendapat auditor
Kertas keja dapat dibagi menjadi 3 bagian :
• Dokumen permanen
• Dokumen sistem
• Dokumen yang sedang digunakan (Current file)
REVIEW PROGRAM AUDIT SEKTOR PUBLIK

Review terhadap program audit bertujuan


untuk memberikan keyakinan bahwa prosedur-
prosedur audit yang dipilih oleh auditor
merupakan prosedur yang tepat untuk mencapai
tujuan audit. Review terhadap program audit
dilakukan terhadap audit prosedur, audit teknik,
risiko audit dan materialitas.
FUNGSI SURAT TUGAS
AUDIT SEKTOR PUBLIK

Surat tugas audit berfungsi sebagai


dasar pelaksanaan audit umum dan khusus.
Disamping itu juga berfungsi sebagai payung
hukum bagi tim pelaksana pemeriksaan.
INSTANSI PENERBIT SURAT TUGAS
AUDIT SEKTOR PUBLIK

Bila audit dilakukan oleh direktorat audit, maka


tembusan surat tugas harus disampaikan kepada
kepala kantor wilayah dan kepala kantor
pelayanan utama. Sebaliknya, bila audit
dilaksanakan oleh kantor wilayah atau kantor
pelayanan utama harus menyampaikan tembusan
kepada direktur audit.
ISI / MUATAN SURAT TUGAS AUDIT
Secara umum surat tugas audit sektor
publik berisi tentang personel tim audit yang
diberi tugas untuk melaksanakan audit, tugas
audit yang harus dilaksanakan, serta otorisasi
dari instansi yang menerbitkan surat tugas
audit.
SISTEM PEMBUATAN PROGRAM
AUDIT SEKTOR PUBLIK
A. Berdasarkan Urutan Kerja atau Tahapan Pemeriksaan
Hal ini dapat dilakukan auditor dengan mengunjungi secara langsung unit
organisasi yang akan diaudit.
Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh tim audit dan auditor untuk mendapatkan
informasi dari klien dalam rangka pembuatan program audit sektor publik, yaitu :
• Mengamati proses kerja (observasi)
• Meminta penjelasan
• Meminta peragaan
• Menelaah dokumen simintas
• Memeriksa silang
• Mencari bukti
• Melakukan survei
Pembuatan program kerja berdasarkan urutan kerja atau tahapan pemeriksaan
dilakukan auditor berdasarkan rencana kerja. Program dibuat berdasarkan urutan waktu
pelaksanaan kerja dari awal proses audit sampai pada tahap akhir proses audit untuk
mencapai tujuan audit.

B. Berdasarkan Permasalahan
Dalam hal ini pemetaan masalah menjadi titik awal dalam menyusun program
audit. Program audit disusun guna mendalami dan mengatasi permasalahan yang
ditemukan auditor. Program audit yang disusun hendaknya bersifat fleksibel dan
memungkinkan terjadinya perubahan menyesuaikan kondisi lapangan.

C. Berdasarkan Akun
Dalam hal ini penyusunan program audit didasarkan pada akun yang terjadi
dalam kegiatan organisasi yang meliputi akun pendapatan dan akun belanja.
SISTEM PENERBITAN SURAT TUGAS
AUDIT SEKTOR PUBLIK
Sebagai dasar pelaksanaan audit umum dan khusus, surat
tugas harus diterbitkan berdasarkan Nomor Pelaksanaan Audit
yang diterbitkan oleh Direktur Audit, fungsi dari nomor
pelaksanaan audit ini adalah sebagai sarana pengawasan
pelaksanaan audit dan dasar penerbitan surat tugas audit.
Setiap penerbitan surat tugas harus diikuti dengan penerbitan
kuesioner yang ditujukan untuk diisi oleh klien. Fungsi
kuesioner ini adalah untuk menilai kinerja tim audit dan sistem
audit.
SIKLUS PEMBUATAN PROGRAM AUDIT SEKTOR PUBLIK

Tahap audit Tahap review


pendahuluan program audit

Program Audit

Pelaksanaan Tahap pengujian sistem


audit terinci pengendalian internal
PROSEDUR AUDIT SEKTOR PUBLIK
Prosedur audit sektor publik adalah metode dan teknik yang dipergunakan
untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti audit. Prosedur audit dapat diklasifikasikan
menjadi tiga kategori:
1. Prosedur untuk memperoleh pemahaman lingkup pengendalian internal
2. Pengujian pengendalian merupakan pengujian yang ditunjukan terhadap
rancangan dan pelaksanaan suatu kebijakan untuk mencegah dan menemukan
salah saji material dalam suatu laporan keuangan
3. Pengujian substantif merupakan pengujian rinci dan prosedur analitis yang
dilakukan untuk menemukan salah saji material dalam saldo rekening, golongan
transaksi, dan unsur pengungkapan laporan keuangan.
SIKLUS PENYUSUNAN PROGRAM AUDIT KEUANGAN

Didalam melakukan audit keuangan atas organisasi sektor publik,


prosedur audit yang harus ditempuh oleh auditor adalah:
1. Perekaman atau pencatatan sistem akuntansi.
2. Review dan evaluasi pendahuluan
3. Pengujian kepatuhan (compliance tests)
4. Mencocokkan laporan keuangan sebagai dasar pokok pelaksanaan
transaksi
5. Pengujian substantif
6. Analisis menyeluruh
7. Pengujian terperinci
8. Memastikan kesesuaian kode rekening organisasi
9. Memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi
10. Pengujian kebenaran dan kejujuran
11. Pengujian analitis
12. Audit peristiwa setelah tanggal neraca
13. Pengujian laporan manajemen
14. Surat representasi
15. Review partner atau auditor atas kerja audit yang telah
dilakukan.
SIKLUS PENYUSUNAN PROGRAM
AUDIT KINERJA
Tahap audit dapat dikategorikan sebagai perencanaan, pekerjaan lapangan dan
pelaporan. Dalam perencanaan audit hendaknya menjabarkan program audit. Program
audit mencakup hal-hal berikut:
• Pendahuluan dan latar belakang informasi mencakup pihak berwenang dalam entitas
yang diaudit, sejarah dan saran, lokasi penting, informasi lain yang dibutuhkan untuk
menyusun program audit.
• Tujuan audit
• Luas pekerjaan audit
• Metode audit yang digunakan harus digambarkan secara jelas
• Penjelasan pola khusus yang digunakan organisasi yang diaudit
• Beberapa instruksi khusus yang diperlukan untuk melengkapi audit
• Format umum laporan audit
Langkah yang dianjurkan dalam program audit seharusnya tidak digunakan
prosedur ceklis. Staf seharusnya memahami sasaran audit dan menggunakan inisiatifnya
untuk menentukan prosedur yang diperlukan untuk audit kinerja. Dengan program audit
kepatuhan pekerjaan lapangan audit kinerja yang sedang dilaksanakan dapat dimulai.
Seperti yang diungkapkan Government Finance Officer Association (GFOA) menjelaskan
bahwa komponen audit kinerja adalah:
• Identifikasi lingkungan manajemen
• Perencanaan dan penetapan tujuan
• Struktur organisasi
• Kebijakan dan pelaksanaan
• Sistem dan prosedur
• Pengendalian dan metode pengendalian
• Sumber daya manusia dan lingkungan fisik
• Pelaksanaan penempatan kayawan
• Analisis fiskal
• Investigasi masalah khusus
SIKLUS PENERBITAN SURAT TUGAS
AUDIT SEKTOR PUBLIK
Sebelum penerbitan surat tugas audit atau surat perintah kerja, terlebih dahulu
program audit internal disahkan oleh kepala instansi audit baik itu direktur audit, kepala
kantor wilayah, maupun kepala kantor pelayanan utama. Setelah program audit internal
disahkan, surat tugas audit sektor publik dapat diterbitkan. Berikut ini dikemukakan siklus
penerbitan surat tugas audit sektor publik.
1. Kepala bidang Xxxxx memberitahu ke bagian yang akan diaudit paling lambat 14
(empat belas) hari kerja sebelum audit dilaksanakan. Ada beberapa hal yang harus
dilakukan dalam tahap penyampaian surat tugas atau surat perintah kerja audit,
yaitu:
• Saat menyerahkan surat tugas/surat perintah hendaknya memperlihatkan
tanda pengenal dan menjelaskan tujuan pelaksanaan audit kepada klien atau
yang mewakili.
• Meminta klien atau yang mewakili untuk memberikan penjelasan tentang
struktur pengendalian intenal klien.
• Melakukan pengujian terhadap pelaksanaan struktur pengendalian internal
klien guna penyempurnaan rencana kerja audit.
2. Setelah pihak klien menyatakan kesediaannya untuk diaudit, maka kepala bidang
Xxxxxx mengajukan surat perintah kerja tim auditor ke kepala XXXXX untuk
ditandatangani.
3. Kepala XXXXX harus memberikan surat perintah kerja kepada tim auditor paling
lambat 7 hari kerja sebelum pelaksanaan audit mutu internal dimulai.
4. Tim auditor harus menyerahkan jadwal audit beserta daftar periksa audit (checklist)
kepada kepala bidang Xxxxxx paling lambat 2 hari sebelum pelaksanaan audit.
5. Tim auditor melaksanakan audit sesuai dengan jadwal dan lingkup yang telah
ditetapkan.
6. Setelah pelaksanaan audit selesai, tim auditor mengadakan pertemuan untuk
membahas hasil temuan.
7. Tim auditor melaporkan dan mendiskusikan temuan-temuannya dengan kepala bidang
yang diaudit untuk menetapkan ususlan tindakan perbaikan yang akan diambil
sebagai tindak lanjut dari temuan audit.
8. Tim auditor membuat laporan temuan audit dan program tindak lanjut audit internal
untuk ditandatangani oleh kedua belah pihak.
9. Tim auditor menyerahkan laporan temuan serta program tindak lanjut ke kepala
XXXXX dengan tembusan ke kepala bidang Xxxxxx.
10. Tim auditor melakukan verifikasi kepada pihak klien setelah jangka waktu yang
disepakati.
11. Tim auditor menyerahkan laporan verifikasi tentang pelaksanaan tindak lanjut audit
internal kepada kepala XXXXX dengan tembusan kepada kepala bidang Xxxxxx.
12. Kepala sub bidang xxxxxxxxx harus membuat laporan menyeluruh kegiatan audit
mutu internal setiap tiga bulan sekali dalam bentuk “audit status log”.
13. Kepala bidang Xxxxxx harus mendistribusikan audit status log kepada kepala
XXXXX, para kepala bidang dan kepala sub bagian TU.
TEKNIK PEMBUATAN PROGRAM
AUDIT SEKTOR PUBLIK
A. Berdasarkan Klasifikasi Keuangan
Disusun dengan berdasarkan klasifikasi nama akun-akun yang ada
dalam buku besar organisasi.

B. Berdasarkan Titik Kritis (Prioritas)


Dilakukan dengan menyusun daftar program audit berdasarkan prioritas
tertinggi. Pembuatan program audit berdasarkan titik kritis
mengharuskan auditor fokus pada temuan yang dianggap kritis bagi
organisasi, sedangkan pada titik-titik organisasi yang lain proses audit
tidak terlalu dalam.
TEKNIK PENERBITAN SURAT TUGAS
AUDIT SEKTOR PUBLIK
A. Melalui Penunjukkan Langsung
Penunjukkan langsung ini berkaitan dengan tim audit yang akan melaksanakan
tugas audit pada suatu unit organisasi sektor publik. Penunjukan langsung personel
tim audit hendaknya memperhatikan kesesuaian kemampuan personel tim audit
dengan tipe audit dan karakteristik organisasi sektor publik yang akan diaudit.
B. Melalui Seleksi Rapat
Hal yang perlu diseleksi rapat peneribitan surat tugas berkaitan dengan program
audit sektor publik, personel tim audit yang akan melaksanakan audit, dan tipe audit
yang akan dilaksanakan. Perbedaan pendapat dapat terjadi saat rapat berlangsung,
terurama pada saat pengambilan keputusan. Ada beberapa cara dalam pengambilan
keputusan rapat yaitu kuorum, keputusan berdasarkan mufakat dan keputusan
berdasarkan suara terbanyak.

Anda mungkin juga menyukai