Anda di halaman 1dari 19

Sinus Paranasales

( S.P.N )
Sinus Paranasales ada 4 :
1. Sinus Frontalis
2. Sinus Sphenoidalis
3. Sinus Ethmoidalis
4. Sinus Maxillaris
Untuk memeriksa S.P.N perlu :
A. Foto Polos Kepala
B. CT Scan
A. Foto Polos Kepala
Untuk dapat melihat S.P.N perlu 3 posisi foto polos kepala
1. Foto kepala posisi P-A (Posterio Anterior) atau posisi Caldwell
Foto ini untuk melihat :
• Sinus ethmoidalis
• Septumnasi
• Chonchae
2. Foto kepala posisi Lateral
Foto ini untuk melihat sinus sphenoidalis
3. Foto kepala posisi Water’s
Foto ini untuk melihat sinus maxillaris

- Untuk sinus frontalis dapat dilihat dari 3 posisi tadi

B. CT Scan
Untuk S.P.N perlu CT Scan 2 macam irisan yaitu: Irisan Axial dan
Irisan Coronal
Lateral

Caldwell
Water’s
Kelainan pada S.P.N
1. Infeksi
2. Kista retensi
3. Polip
4. Mukokel
5. Tumor
Infeksi pada S.P.N
 Infeksi pada S.P.N disebut :
“Sinusitis”
 Paling sering sebagai komplikasi dari
“Rhinitis”
 Gambaran Radiologinya :
1. Penebalan mukosa/dinding S.P.N
2. Opasitas/perselubungan pada S.P.N
3. Kadang-kadang ada “air fluid level”
Kecuali pada sinusitis, air fluid level dapat terjadi
pada :
1. Pada pasien yang mengalami pencucian
sinus (baru hilang pada hari ke 3-4)
2. Pada pasien dengan trauma kepala
disertai ada fraktur pada dinding sinus
(perdarahan)
3. Pada penyakit “blood dyscrasias” seperti
penyakit “von willebrand” , dimana
terjadi perdarahan dipermukaan mukosa.

Bila semua S.P.N ada opasitas/perselubungan disebut :


“Pan sinusitis”
Air fluid level Pan sinusitis
Penebalan sebagian mukosa sinus maxillaris kiri
Kista retansi
 Terbentuk dari kelenjar mukus sekresi yang tersumbat
pada mokusa
 Gambaran radiologi : bentuk konvex (bundar), tepi
licin, homogen

Polip
 Ditegakkan dengan CT Scan
 Gambaran radiologi : ada opasitas/ perselubungan

Mukokel
 Gambaran radiologi : Radio-opak, bebatas tegas,
berbentuk koveks, dengan penebalan dinding mukosa
sekitarnya
Tumor
 Kebanyakan dari Ca sel skuamosqa
 Gambaran radiologi: adanya masa dengan ada
distruksi tulang
 DD :
 Metastasis ke sinus-sinus dari tumor primer
tulang dan dari Ca-mammae
 Sarkoma yang agresif , seperti angiosarkoma,
rhabdomiosarkoma
 Infeksi jamur yang agresif (mukomikosis)

Pemeriksaan dengan CT Scan hasilnya lebih baik


dari foto polos kepala
MASTOID
Pemeriksaan mastoid dapat dilakukan dengan:
A. Foto polos kepala
B. CT Scan

A. Foto polos kepala


Foto yang diperlukan adalah: foto kepala
posisi Schuller dan posisi Owen
B. CT Scan
Hanya diperlukan CT Scan mastoid irisan axial
Schuller Owen
Penyakit pada mastoid
 Penyakit yang sering terjadi adalah: infeksi
mastoid, yang disebut “Mastoiditis”
 Mastoiditis biasanya merupakian komplikasi
dari otitis media
 Gambaran radiologi: adanya
opasitas/perselubungan di mastoid,
sehingga gambaran air cell mastoid hilang
Akut Kronis
ADENOID
 Adenoid merupakan organ seperti
tonsil terletak di nasofaring
 Untuk mengetahui pembesaran
adenoid perlu dicari rasio antara :
ukuran adenoid dan ukuran nasofaring
 Foto ang dibuat adalah foto
kepala”True lateral”
Cara menentukan ukuran
adenoid (A)
 Ditentukan titik “A1”, yaitu lengkung
maksimal tepi inferior adenoid
 Ditentukan garis “B”, yaitu garis yang
ditarik tepi anterior basi occiput
 Ukuran “A” adalah garis yang ditarik
dari “A1” tegak lurus pada gairs “B”
Cara menentukan nasofaring (N)

 Jarak antara “C1”, yaitu tepi posterio-


superior dari palatum durum dan “D”
yaitu tepi anterio-inferior syncondrosis
sphenobasiocciput

Ratio A:N tidak boleh lebih besar dari 0.6