Anda di halaman 1dari 34

Syok

Oleh:
Rosmana Apolla Putera
Enggy Septy
Definisi

• Suatu keadaan yang disebabkan gangguan perfusi akibat ketidakseimbangan


antara volume darah dengan susunan vaskular.
• Merupakan suatu sindrom dan bukan suatu penyakit tersendiri.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
ketidakseimbangan:

• 1.Faktor yang menyebabkan bertambahnya kapasitas ruang susunan vaskular


• 2.Faktor yang menyebabkan kekurangan volume darah

Syok dapat terjadi primer dan sekunder


Syok primer

• Terjadi defisiensi sirkulasi akibat ruang vaskular membesar karena


vasodilatasi yang asalnya neurogen.
• Ruang vaskular yang membesar mengakibatkan darah seolah-olah ditarik dari
sirkulasi umum dan segera masuk ke dalam kapiler dan venula alat-alat dalam
sehingga venous return berkurang .
Gejala syok (primer)

• Sangat pucat
• Hilang kesadaran atau pingsan
• Sangat lemah
• Denyut nadi kecil dan cepat
• Tekanan darah rendah
Syok sekunder

• Syok sekunder terjadi karena gangguan keseimbangan cairan.


• Menyebabkan defisiensi sirkulasi perifer serta jumlah darah yang menurun,
hemokonsentrasi, dan fungsi ginjal terganggu.
• Keadaan ini lebih parah dan dapat menimbulkan kematian.
Penyebab syok sekunder

• Trauma
• Terbakar
• Perdarahan
• Operasi
• Dehidrasi
• Insufisiensi jantung
• Perforasi alat dalam
• dll
Penyebab syok sekunder

• Sirkulasi yang berkurang ini tidak terjadi segera setelah terkena


kerusakan, tetapi terjadi beberapa waktu sesudahnya.
• Oleh karena itu, syok yang terjadi dinamakan syok sekunder atau
syok tertunda (delayed shock)
Gejala

• Rasa lesu dan lemas


• Kulit basah
• Kolaps vena, terutama vena superfisial
• Pernapasan dangkal
• Nadi cepat dan kecil
• Tekanan darah rendah
• Oliguria
• Kadang disertai muntah yang berwarna, seperti air kopi akibat perdarahan lambung, stupor,
koma, dan akhirnya meninggal
Klasifikasi syok:

• Syok kardiogenik
• Syok hipovolemik
• Syok septik
• Syok neurogenik
• Syok anafilaktik
Syok kardiogenik
• Mekanisme utama: Kegagalan pompa miokard karena kerusakan intrinsik
miokardial atau tekanan ekstrinsik atau obstruksi aliran ke luar
Contoh klinik:
• infark miokard
• Ruptur jantung
• Aritmia
Syok Hipovolemik
• Mekanisme utama: volume darah dan plasma yang tidak adekuat
Contoh klinik:
• Perdarahan
• Kehilangan cairan seperti mutah, mencret, luka bakar
Syok septik
• Mekanisme utama: vasodilatasi perifer dan penimbunan darah , jejas
membran sel , jejas endotel disertai disseminated intravascular coagulation
Contoh klinik:
• Infeksi bakteri yang luas
Syok neurogenik
• Mekanisme utama: vasodilatasi perifer disertai penimbun an darah
Contoh klinik:
• Anestesi
• Jejas medula spinalis
Syok anafilaktik
• Sebagai akibat reaksi alergi
• Disebabkan oleh antigen tertentu yg akan menyebabkan pelepasan mediator
sebagai respon imun.
• Mengakibatkan vasodilatasi pembuluh perifer, vasokonstriksi bronkus.
Klasifikasi syok
Klas I Klas II Klas III Klas IV
Darah hilang /cc <750 750-1500 1500-2000 >2000
Darah hilang /% BV <15 15-30 30-40 >40
Nadi <100 >100 >120 >140
Tekanan darah N N Menurun menrun
Respirasi 14-20 20-30 30-40 >35
Produksi urine /cc >30 20-30 5-15 Tidak ada
Kesadaran Agak gelisah Gelisah Gelisah & bingung Bingung & letargi
Cairan pengganti Kristaloid Kristaloid Kristaloid, Kristaloid,
koloid/darah koloid/darah
Penatalaksanaan syok
• ABC
• Tindakan/penanganan sesuai dengan jenis syok
• Meningkatkan hantaran O2 ke jaringan
• Meningkatkan curah jantung & tekanan darah
• Resusitasi cairan
Penatalaksanaan umum pada pasien dengan syok

• Pastikan jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi dipertahankan.


• Resusitasi cairan (mengganti volume yang hilang).
• IV kateter di dua vena periver
• Ambil darah untuk pemeriksaan laoratorium; hematokrit, hemoglobin,
elektrolit, untuk contoh darah (cross mach).
• Infus RL (mendekati komposisi plasma dan osmolalitas), transfusi, kontrol
perdarahan, pertahankan hemodinamik.
• Pasang kateter urine, evaluasi tiap 15 – 30 menit. Volume urine untuk menilai
keadekuatan perfusi ginjal.
Penatalaksanaan umum pada pasien dengan syok

• Pemeriksaan fisik cepat untuk menentukan penyebab syok.


• Pertahankan hemodinamik; nadi, tekanan darah, pernafasan, suhu tubuh, warna kulit, kadar
hematokrit, hemoglobin, elektrolit dan keluaran urine.
• Meninggikan kaki, sirkulasi serebral baik dan mendorong aliran darah vena kembali ke jantung
(kontra indikas pada cedera kepala).
• Kolaborasi pemberian therapi inotropik (Dopamin,untuk meningkatkan kerja kardiovaskuler).
• Dukungan mekanisme defensif tubuh;
• Tenangkan dan nyamankan , untuk menghilangkan rasa khawatir.
• Hilangkan nyeri, dengan kolaboratif untuk pemberian analgesik dan narkotik.
Penanganan syok hipovolemik

Karena perdarahan;
• Hentikan sumber perdarahan
• Kaji tanda-tanda vital seperti; nadi, tekanan darah, pernafasan, tingkat kesadaran,
perfusi perifer dan produksi urine.
• Kolaborasi dengan dokter tentang jumlah dan jenis cairan yang diberikan RL /
NaCl 0,9% 2 sampai 4 kali jumlah defisit atau perdarahan. Bila jumlah perdarahan
lebih dari 30% EBV tambahan plasma ekspander 10-20 cc/kgBB, untuk pasien
yang kadar Hb nya kurang dari 8 gr% beri transfusi.
• Monitor status cairan tubuh dengan cara menghitung pemasukan dan pengeluaran ,
monitor tanda-tanda vital, kalau perlu pasang CVP dan ukur secara berkala
Kehilangan cairan & elektrolit

• Kaji kondisi pasien untuk menentukan tingkat dehidrasi


• Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian cairan infus
• Pemberian cairan berdasarkan gejala klinik atau derajat dehidrasi:
Ringan 2% dari BB (kg=liter )
Sedang 5% dari BB
Berat 8% dari BB.
Kehilangan plasma darah

• Kaji kondisi pasien meliputi pernafasan, tekanan darah, nadi, perfusi, produksi
urine, tingkat kesadaran, luas luka bakar dengan menggunakan “rule of nine “
• Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian cairan
• Pemberian cairan pada luka bakar tergantung formula yang digunakan. Contoh
formula Baxter, 4ccx BB x luas luka bakar, 1/2 nya diberikan pada 8 jam pertama,
½ nya diberikan 16 jam berikutnya.
Penanganan syok kardiogenik

• Kaji kondisi pasien meliputi pernafasan, tekanan darah, nadi, irama jantung,
perfusi, keluhan nyeri dada.
• Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat-obatan seperti:
• Cairan infus
Jenis dan jumlah sesuai dengan order dokter. Prinsipnya pemasangan infus
pada kasus syok kardiogenik adalah untuk memasukkan obat dan pemberian
cairan infus untuk rumatan karena pada kasus jantung seringkali pemberian
cairan harus dibatasi.
Penanganan syok kardiogenik

• Dopamin
Dosis Dopamine 3-20Mcg (gama )/kgBB/menit. Peran perawat dalam
pemberian Dopamine ini adalah mengencerkan dan melakukan penghitungan
untuk menentukan jumlah larutan Dopamine yang harus diberikan setiap
jamnya baik menggunakan infusion pump maupun syringe pump.
• Diuretik
Dosis yang diberikan 40 – 80 mg intra vena atau sesuai order dokter.
Penanganan syok kardiogenik

• Obat-obatan anti aritmia


Pemberian obat anti aritmia disesuaikan dengan jenis aritmia dan lokasi aritmia (
ventrikuler atau supra ventrikuler ), seperti : Lidokain, Sulfas Quinidin .
• Buat rekaman ECG 12 lead selanjutnya pasang alat monitor (vital sign monitor)
• Persiapan pemasangan CVP , bila sudah terpasang ukur secara berkala,
pertahankan CVP antara 10 -15 cmH2O.
• Istirahatkan pasien dengan tujuan mengurangi beban jantung dan menurunkan
kebutuhan jantung terhadap oksigen.
• Lakukan monitoring /pemantauan terhadap oksigen dan lakukan pemeriksaan
analisa gas darah secara berkala.
Syok Septik
• Syok yang terjadi karena penyebaran atau invasi kuman dan toksinnya dalam
tubuh, yang berakibat vasodilatasi. 1.Terapi-terapi definitive:
• Identifikasi dan singkirkan sumber infeksi
• Antibiotika sesuai kultur
• 2. Terapi suportif :
• Normalisasi volume darah
• Pertahankan curah jantung yang adekwat
• Pastikan ventilasi dan oksigenasi yang adekwat
Monitoring

1.Perfusi perifer
Meraba ujung-ujung ekstrimitas . Normal bila teraba hangat, kering dan berwarna kemerahan.
Syok maka perfusi akan teraba basah, dingin dan terlihat pucat.
2.Tekanan darah
Invasif. :
Pengukuran TD invasif yaitu langsung melalui arteri line yang dhubungkan dengan
monitor.Pengukuran dengan cara ini lebih akurat dan tekanan darah yang sangat rendahpun
dapat terdeteksi.
Non Invasif :
Menggunakan manset, bisa secara manual maupun elektrik atau dengan monitor
Monitoring
3.Nadi / irama jantung
Manual: pengisian, frekwensi, teratur/tidak
Monitoring EKG:frekwensi, irama jantung, seperti : sinus
takikardi,bradikardi, aritmia yang mengancam jiwa, iskemik, infark dll.
Monitoring

4.Produksi urine
Pemasangan douwer kateter, untuk mengetahui dan mengatur balans cairan
serta mengetahui fungsi vital .Pengukuran dilakukan tiap jam dengaan nilai
normal 0,5 - 1cc/kgBB/jam.
5.Tekanan Vena Sentral ( CVP )
Nilai normal 5-15cmH2O
6.Suhu Tubuh:
Keadaan suhu tubuh pasien dan penilaian kemajuan keadaan perfusi.
Monitoring

7.Tingkat kesadaran :
Pemantauan tingkat kesadaran diperlukan untuk mengetahui perfusi
ke otak.
8. Foto thorax :
Perubahan paru dan jantung, letak kateter vena sentral dan swan
ganz, letak ETT, dan letak drain thorax.
Monitoring

9. Swan Ganz :
Tekanan wedge paru dan cardiac output.
10.Analisa Gas Darah:
Asam basa, fungsi paru, keberhasilan terapi oksigen yang telah diberikan.
Prognosis

• Lamanya syok berlangsung


• Beratnya syok
• Kecepatan penanganan yang benar
• Kondisi sebelumnya
• Penyakit penyerta
Prognosis
• Akibat syok yang berlanjut adalah kematian yang disebabkan gagalnya fungsi
organ-organ vital yang bersifat irreversible.
• Makin lama berlangsung dan makin berat derajad syok  kerusakan organ
makin besar.
• Makin cepat pertolongan  makin besar kemungkinan keberhasilannya.
• Usia, gizi dan adanya penyakit lain  mempengaruhi hasil penanganan syok.
• Usia lanjut, gizi buruk dan penyakit sistemik  memperburuk prognosis.