Anda di halaman 1dari 28

Laporan jaga

ABSES HEPAR

SKDI : 3A
ICD X : K75.0ZA

AYU ANISA
1208152340
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. G
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Jl. Toman-Rumbai,
Pekanbaru
No RM : 930575
Tanggal MRS : 21 Oktober 2016
Keluhan utama

Nyeri perut kanan atas yang


semakin memberat sejak 5
jam SMRS.
Riwayat penyakit sekarang
 Sejak 5 jam SMRS pasien mengeluhkan
nyeri perut kanan atas:
 nyeri hilang timbul, timbul terutama pada
saat pagi hari
 nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk
 menjalar sampai ke seluruh lapang
abdomen dan punggung
 berkurang saat posisi berbaring terlentang
 nyeri disertai dengan mual sehingga nafsu
makan menurun, muntah (-), sesak (-)
 Riwayat trauma (-)
Riwayat penyakit sekarang
Sejak 3 hari SMRS, pasien mengeluhkan:
 BAK berwarna kuning pekat seperti teh (+)
 BAB berwarna kuning kecoklatan, BAB
putih seperti dempul (-) berlendir (-), BAB
berlemak (-), diare (-)
 Demam (+), hilang timbul, timbul terutama
malam hari, disertai menggigil, belum ada
mengonsumsi obat penurun panas
 Lemah (+)
 Keluhan badan kuning (+)
Riwayat penyakit dahulu
Pasien tidak pernah mengeluhkan hal
yang sama sebelumnya (-)
Riwayat penyakit kuning sebelumnya
disangkal
Riwayat penyakit HT disangkal
Riwayat DM disangkal
Riwayat penyakit jantung disangkal
Riwayat penyakit keluarga
 Tidak ada keluarga yang mengeluhkan
penyakit yang berhubungan dengan
pasien
Riwayat sosial ekonomi
Pasien seorang buruh
konsumsi alkohol (+), sejak usia 18
tahun dan sudah berhenti 1 bulan
terakhir
Merokok (+), sejak usia 18 tahun dan
sudah berhenti sejak 2 minggu
sebelum sakit
Pasien jarang berolahraga
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran : komposmentis
TD : 120/70 mmhg
Nadi : 80 x/menit
Nafas : 20 x/menit
Suhu : 36,8
BB : 59 kg
TB : 162 cm
Kepala dan leher
 Mata : konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik
(+/+), pupil isokor, refleks cahaya (+/+)
 Mulut : dalam batas normal.
 Leher : dalam batas normal
PEMERIKSAAN FISIK
Thoraks - Paru
 Inspeksi : bentuk dan gerakan dinding dada
simetris kanan dan kiri, tidak tampak
penggunaan otot napas tambahan
 Palpasi : statis : tidak teraba adanya benjolan,
nyeri (-), dinamis : vokal fremitus normal kanan
dan kiri
 Perkusi : sonor di seluruh lapangan paru
 Auskultasi : suara nafas vesikular (+/+), wheezing
(-/-), ronkhi (-/-)
PEMERIKSAAN FISIK
Thoraks - Jantung
 Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
 Palpasi : ictus cordis tidak teraba
 Perkusi :
 batas kanan jantung : linea sternalis dextra, SIK 5
 batas kiri jantung : 1 jari medial linea midclavicula
sinistra, SIK 5
 batas pinggang jantung : SIK 3 linea parasternal
sinistra
 Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 positif
normal, irama regular, gallop (-), murmur (-),
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
 Inspeksi : perut tampak datar, venektasi (-
), scar (-)
 Auskultasi : bising usus (+) 8x/menit
 Perkusi : sdn
 Palpasi : massa tumor (-), nyeri tekan (+)
pada regio hypocondrium dextra
PEMERIKSAAN FISIK

Ekstremitas
 Akral hangat
 CRT < 2 detik
 Jaundice (+)
Diagnosa kerja
Akut abdomen ec susp. Abses hepar

DD : Kolesistisis
Pankreatitis
Kolelitiasis
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
 Darah rutin (22 Oktober 2016)
1. Hb = 8,7 gr% (N=13-17 gr%)
2. Leu = 14,4 ribu/mm3 (N=4,0-11,0
ribu/mm3)
3. Ht = 27,6 % (N=40-48 %)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
 Faal Hati (22 Oktober 2016)
1. Albumin = 3,1 g/dl (N=3,5-5,2)
2. SGOT = 23 U/L (N= <40)
3. SGPT = 17 U/L (N= <41)

 Faal Ginjal
1. Ureum = 17 mg/dl (N= <50)
2. Creatinin =0,74 mg/dl (N=0,5-1,6)
Pemeriksaan radiologi (USG
Abdomen, 23 Oktober 2016)

Hepar :
ukuran membesar, struktur echo
parenkim tidak homogen, vena
porta dan vena hepatika normal,
ductus biliaris intra dan ekstra
hepatal normal, nodul (-)
Vesika felea : ukuran normal,
dinding normal, batu (-), sludge (-)
Pankreas :
ukuran dan parenkim normal,
massa (-), klasifikasi (-)
Pemeriksaan radiologi (USG
Abdomen, 23 Agusus 2016)

Lien : ukuran normal, vena lienalis


normal.
Renal : ukuran normal, batu (-), PCS
normal, cortex dan medula normal.
Vesika urinaria : dinding regular, tidak
tampak gambaran batu dan massa.

Kesan : Hepatomegali
diagnosis
Abses Hepar
Pengobatan :

- Non farmakologis :
Bed rest
IVFD Nacl 0,9% 20 tpm

- Farmakologis :
Metronidazole 0,5 gr/8 jam/IV
Inj. Ceftriaxone 1 x 2 gr/24 jam/IV
Paracetamol 500 mg/8 jam/oral
Ketorolac 30 mg/8 jam/drips IV (jika nyeri)
Pasien direncanakan untuk dilakukan laparatomy
Tinjauan pustaka
Abses Hepar
 Definisi : bentuk infeksi pada hati yang
disebabkan oleh karena infeksi bakteri,
parasit, jamur maupun nekrotis steril yang
bersumber dari sistem gastrointestinal yang
ditandai dengan adanya proses supurasi
dengan pembentukan pus yang terdiri dari
jaringan hati nekrotik, sel-sel inflamasi
atau sel darah didalam parenkim hati.
Abses hepar terbagi 3 berdasarkan etiologinya, antara
lain:
1. Abses piogenik, akibat polymikrobial 80%
2. Abses amebic, akibat Entamoeba histolytica 10%
3. Abses fungal, akibat Candida sp
Anatomi
Diagnosis

•Demam yang hilang timbul disertai menggigil


•Nyeri perut kanan atas ditandai dengan jalan membungkuk ke depan dan kedua

Anamnesis tangan diletakkan diatasnya


•Mual dan muntah
•Malaise dan kelelahan
•Berat badan menurun

•Nyeri tekan pada regio hypocondrium dextra

Pemeriksaan fisik •ikterik


•hepatomegali
•Splenomegali

Pemeriksaan •Leukositosis
•Kenaikan bilirubin

penunjang •USG abdomen : hepatomegali


•Kolesistografi, CT- Scan, ERCP, MRCP
Penatalaksanaan

Non bedah

Tatalaksana

Pembedahan
TERIMAKASIH