Anda di halaman 1dari 36

REFERAT

HEMOROID

PEMBIMBING : DR. DADDY CAROL, SP.B


DISUSUN OLEH : KERIS NANDA -03012141

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH RSUD KOTA BEKASI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
Definisi
 Plexus Hemoroid adalah pelebaran dan
inflamasi pembuluh darah vena di daerah
anus yg berasal dari pleksus hemoroidalis.
Hemoroid Pelebaran pembuluh darah vena
interna hemoroid superior yg berada dibawah
mukosa/submukosa diatas linea dentata

Hemoroid Pelebaran pembuluh darah vena


eksterna hemoroid inferior yg berada dibawah
kulit/subkutan dibawah linea dentata

Ferri FF. Hemorrhoids. In: Ferri FF, ed. Ferri's Clinical Advisor
2016. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016:pp. 591.
Anatomi
Vaskularisasi
Vaskularisasi kanalis anal :
- Vena hemoroidalis sup
- Vena hemoroidalis inf
- Art hemoroidalis sup
- Art hemoroidalis med
- Art hemoroidalis inf
Persarafan
 Serabut simpatik berasal dari
plexus mesenterikus inferior dan
sistem parasakral yang terbentuk
dari ganglion-ganglion simpatis
lumbal ruas kedua, ketiga, dan
keempat. Sedangkan persarafan
parasimpatik sakral II,III, dan IV.
Faktor resiko
1. Bendungan Vena porta

o Sirosis hepatis

o Tumor intra abdomen

2. Hemoroid idiopatik tanpa obstruksi organik

aliran vena

o keturunan/ herediter

o tekanan intra abdominal meningkat


Patogenesis
Peningkatan tekanan intraabdomen, bendungan sirkulasi porta

Hambatan venous return

Pelebaran/penonjolan pleksus
venosus

Mukosa terdorong ke distal oleh


feses yang keras

Mengejan

Pelvic floor terdorong ke bawah 


prolaps mukosa ani
Klasifikasi hemoroid

• Hemoroid interna adalah pelebaran pleksus v.


hemorrhoidalis superior, letaknya proksimal dari linea
dentata dan diliputi oleh lapisan epitel dari mukosa
Hemoroid • Posisi tersering yaitu kiri lateral (arah jam 3), kanan
posterior (arah jam 7), dan kanan anterior (arah jam 11).
Interna

• Hemoroid eksterna adalah pelebaran pleksus v.


hemorrhoidalis inferior, letaknya distal dari linea
dentata dan diliputi kulit biasa didalam jaringan dibawah
Hemoroid epitel anus
Eksterna
Gejala klinis
Gejala klinis hemoroid dapat dibagi berdasarkan jenis hemoroid yaitu:
a. Hemoroid internal
1. Prolaps dan keluarnya mukus.
2. Perdarahan.
3. Rasa tak nyaman.
4. Gatal.
b. Hemoroid eksternal
1. Rasa terbakar.
2. Nyeri ( jika mengalami trombosis).
3. Gatal.
Tanda utama biasanya adalah perdarahan. Darah yang keluar berwarna merah
segar, tidak bercampur dengan feses
Derajat Berdarah Menonjol Reposisi

I + - -

II + + Spontan

III + + Manual

IV + + Tidak dapat
Hemoroid Interna
Hemoroid Eksterna
Diagnosis
• BAB darah segar
• Gatal-gatal pd anus
• Derajat 2 : massa di anus
Anamnesis
• Derajat 4 : nyeri + bila sudah trombosis
• Hemoroid eksterna : perdarahan + nyeri bila sdh
trombosis

• inspeksi sekitar perineum adakah jaringan/ tonjolan yg


muncul
Pemeriksaan • Rectal Toucher (RT): untuk menyingkirkan Ca rektum.
Fisik Saat RT, jika sering prolaps maka selaput lendir akn
menebal, bila sudah jejas akan timbul nyeri yg hebat
• Anoskopi/rektoskopi  untuk
menilai mukosa rektal dan
mengevaluasi tingkat
Pemeriksaan pembesaran hemoroid
Penunjang • Sigmoidoskopi  penilaian anus
dan rektum, penting untuk
menyingkirkan keganasan sebagai
penyebab lain
Pemeriksaan Penunjang
Hemoroid
Sigmoidoskopi
 Untuk mengetahui ada atau tidak
kelainan pada bagian proksimal
rektum
Diagnosis Banding

Fissura ani

Hematom perianal

Polyp colorectal

Karsinoma kolorektal
Diagnosis Banding
Penatalaksanaan

Penatalaksanaan

Medis Terapi Bedah

Nonfarmakologis Farmakologis
Penatalaksanaan medis non farmakologis

Perbaikan pola
hidup

Perbaikan pola
makan dan minum

Perbaiki pola/cara
defekasi
Penatalaksanaan Medis
farmakologis
Obat untuk memperbaiki defekasi

1. Suplemen serat (fiber supplement)


- psyllium atau isphagula Husk

2. Obat laksan/pencahar
- natrium dioktil sulfosuksinat
Obat Simtomatik

 Anestetik topikal untuk mengurangi rasa nyeri,


contoh: Lidocaine ointment 5%
 Analgesik: acetaminophen
 Mild astringent  untuk mengurangi rasa gatal
pada perianal, contoh: Hamamelis water (Witch
hazel)
Indikasi operasi
hemmorhoid adalah :

Perdarahan kronik Hemmorhoid derajat 4


Gejala kronik derajat 2 dan anemia yang dengan nyeri akut
atau 4 tidak berhasil dengan dan thrombosis serta
terapi sederhana gangrene.
Indikasi operasi

HIST (Hemorrhoid Institute of South Texas)


menetapkan indikasi tatalaksana pembedahan
hemoroid antara lain:
a. Hemoroid internal derajat II berulang.
b. Hemoroid derajat III dan IV dengan gejala.
c. Mukosa rektum menonjol keluar anus.
d. Hemoroid derajat I dan II dengan penyakit
penyerta seperti fisura.
e. Kegagalan penatalaksanaan konservatif.
Jenis terapi bedah

Schlerotheraphy
• Inj. Phenolin oil 5% 3-5 ml (scleroting
agent) lokasi submukosa hemoroid, interval
4-6 minggu peradangan steril  reaksi
fibrosis submukosa H atropi hemoroid
Rubber Band Ligation
• Dengan Barron’s band mukosa di atas hemoroid yang
menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke dalam tabung
ligator khusus  Gelang karet didorong dari ligator 
ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus
hemoroidalis  obliterasi pembuluh darah hemoroid (nekrosis
iskemik)
Hemoroidektomi

Prinsip
• Eksisi sehemat mungkin pada anoderm
dan kulit yang normal dengan tidak
mengganggu sfingter anus
• Eksisi hemoroid dan mukosa di dasarnya
dan sedikit kulit  defek kulit dan
mukosa  penutupan luka sekunder
Ferguson closed
hemorrhoidectomy
Whitehead
Hemorrhoidectomy
 Infrared thermocoagulation
 Bipolar Diatermy
 Stappled Hemorrhoidopexy
Komplikasi umum

Anemia

Syok Hipovolemik

Infeksi
prognosis
 Dengan terapi yang sesuai, semua hemoroid simptomatis
dapat dibuat menjadi asimptomatis.
 Hemoroidektomi pada umumnya memberikan hasil yang
baik. Sesudah terapi penderita harus diajari untuk
menghindari obstipasi dengan makan makanan serat agar
dapat mencegah timbulnya kembali gejala hemoroid.
Daftar pustaka

1. Riwanto Ign. Usus halus, apendiks, kolon, dan anorektum. Dalam:


Sjamsuhidajat R, Jong WD, penyunting. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-3.
Jakarta: EGC; 2010. hal. 788-792.
2. Anonymous. Hemorrhoids. National Digestive Disease Information
Clearinghouse [serial on the internet]. 2010 [cited 2011 Oct 17]. Available
from:
3. http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/hemorrhoids.
4. Hartoyo D, Longo Technique, Teknik Bedah bagi Penderita Hemorroid.
2008
5. Syamsuhidayat R, Jong W.D, Buku Ajar Bedah, EGC,Jakarta, pemeriksaan
penunjang: 910-912.
6. Guyton B, Hall J. Propulsi dan Pencampuran Makanan dalam Saluran
Pencernaan. Dalam: Guyton B, Hall J, penyunting. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran. Edisi ke-11. Jakarta: EGC; 2008. hal.830.
7. Arullani A and Capello G.Diagnosis and Current Treatment of
Hemorrhoidal Disease. Angiology. 1994;45:560-565.
8. Sabiston, Buku Ajar Bedah. Bagian 2. EGC. Jakarta. 2002.
9. Lohsiriwat V. Hemorrhoids: From basic pathophysiology to clinical
management. World J Gastroenterol. 2012 May 7; 18(17): 2009–2017.
TERIMA KASIH