Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KASUS

“GENERAL ANESTESI PADA OPERASI


HISTEREKTOMI DENGAN SYOK
HIPOVOLEMIK ”

Keris Nanda

030.12.141
IDENTITAS
PASIEN – Nama : Kosidah
– Umur : 32 tahun
– Jenis Kelamin : Perempuan
– Alamat : Gumalar
– Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
– Agama : Islam
– Status : Menikah
– Tanggal masuk : 7 September 2016
– NO RM : 468536
ANAMNES
IS
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dengan pasien tanggal 7 September 2016 pukul 00.00 di ruang
RR IBS RSUD DR. Soeselo Slawi

Keluhan Utama Keluhan Riwayat Penyakit


• Mengeluh semakin Tambahan Sekarang
lemas dan • Nyeri di luka post • Post SC dgn G2P1A0
mengantuk operasi H40mgg riw SC 7 th
yll dan partus tak
maju
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga
• Riwayat kanker kelenjar getah bening • Hipertensi (-)
(-) • Diabetes Mellitus (-)
• Riwayat penyakit asma (-) • Asma Bronchiale (-)
• alergi (-) • Ginjal (-)
• Riwayat kejang(-) • Keganasan (-)
• Riw Operasi SC (+)

Riwayat Pengobatan Riwayat Kebiasaan


• Obat – obat untuk mengatasi • Pasien tidak merokok, tidak
masalah (-) mengonsumsi alkohol maupun obat-
obatan terlarang.
PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM

TANDA VITAL

ANTROPOMETRI
• Kesadaran: • Tekanan Darah: • Tinggi Badan:
Somnolen 75/50 mmHg 165 cm
Nadi:
Kesan sakit: 178 x/menit, reguler,
Berat Badan: 65
Tampak sakit isi cukup kg
sedang
Respirasi: BMI: 23.9 kg/m2
27 x/menit ( normoweight)
Kesan Gizi:
Suhu: 37.8C
Baik
Kepala: normocephali, distribusi
rambut merata, mudah dicabut (-)
Mata: conjungtiva anemis (+), sklera
ikterik (-)
Hidung: bentuk normal, septum
ditengah, sekret (-)
Mulut: bibir simetris, caries (-), T1-T1,
uvula ditengah, arkus faring simetris

Leher: KGB tidak teraba


THORAKS ABDOMEN
Inspeksi: Inspeksi:
Bentuk normal, simetris, gerakan nafas simetris Datar, gerakan usus (-), benjolan (-)
tidak terdapat bagian yang tertinggal. ictus cordis
tidak terlihat
Auskultasi:
Bising usus (+) 1x/menit
Palpasi:
Pergerakan nafas ki-ka simetris, vocal fremitus ka-
ki sama kuat Palpasi:
Defense muskular (+), nyeri tekan (+), hepar dan
lien tidak teraba
Perkusi: sonor
Perkusi: Nyeri ketok (+)

Auskultasi:
Suara nafas vesikuler, ronchi (-), wheezing (-), BJ
I/II normal, regular, murmur (-), gallop (-)
Ekstremitas
(Ekstremitas atas):
simetris, proporsi ukuran terhadap tubuh sesuai, akral hangat +/+,
deformitas -/-, edema -/-

(Ekstremitas bawah):
simetris, proporsi ukuran terhadap tubuh sesuai,edema -/-, akral hangat +/+,
kekuatan otot 5/5, gerak aktif +/+
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Hematologi Hasil Nilai Normal Interpretasi
Leukosit 21.000/µl 5.000 -10.000/µl Meningkat

Eritrosit 3,3 4,2 - 5,4 juta/µl Menurun


juta/µl
– Hasil lab 8 September 2016
Hemoglobin 8,8 g/dl 12-14 g/dl Menurun

Hematokrit 28% 37-42% Menurun


Trombosit 141.000/µ 150.000 - Menurun
l 400.000/µl
MCV 86 80 – 100fL Normal
MCH 27 26 – 34Pg Normal
MCHC 32 32 – 36g/dL Normal
Hitung jenis Normal
-Basofil 0,3 0-1 Normal
-Eosinofil 0,0 2-4 Menurun
-Neutrofil 86,00 50-70 Meningkat
-Limfosit 7,50 25-40 Menurun
Penatalaksanaan
Terapi yang telah diberikan sewaktu di RR dan sebelumnya:
– Inhalasi O2 3l/menit
– Intravena fluid drip RL 1500cc HES 500cc
– Inj. ondansentron 4mg
– Inj. Efedrin 10mg
– Inj. Fentanyl 10mg
– Inj. Ketorolak 30mg/8 jam
– Inj. Ceftriaxone 1gr/24 jam
– Inj. Metronidazol 500mg/8 jam
– Informed consent tindakan Histerektomi
– Konsul ke bagian anestesi.
– Informed consent pembiusan: dilakukan operasi dengan general anestesi klasifikasi ASA IIE.
LAPORAN OPERASI Penatalaksanaan Anestesi
a. Diagnosis pra bedah: syok hipovolemik et causa - Jenis pembedahan: Laparatomi eksplorasi dan
perdarahan intraabdominal histerektomi
b. Diagnosis pasca bedah: syok hipovolemik et causa - Jenis anestesi: General anastesi
perdarahan intraabdominal - Teknik anestesi: IET no 7.0
c. Status operatif: ASA III E - Mulai anestesi: 01.00
d. Penatalaksanaan pre operatif: Infus RL 1000 cc, - Mulai operasi: 01.15
Ondansetron 4 mg (i.v), pemasangan DC
- Premedikasi: ondansetron 4 mg (i.v)
- Medikasi:
Post Operatif
- Midazolam 2 mg, Fentanyl 20 mg, Atracurium 30 mg,
- TD: 110/60 mmHg ketorolac 30 mg (i.v)
- HR: 80 x/menit - Maintenance: oksigen 3 lpm, Sevoflurane 3vol% N20
- RR: 22 x/menit - Respirasi: spontan dengan alat
- T: 36.7C – Cairan durante operasi: RL 3000cc, Fitrolit 1000cc,
FimaHes 1000cc dan transfusi PRC 4kolf
- Selesai operasi: 04.00 WIB
Tindakan
Anestesi
1. Pasien dalam posisi berbaring
4. intubasi dengan mengunakan endotrakheal
2. Injeksi midazolam 2mg, tube no 7.0
fentanyl 20mg, propofol
5. Alirkan sevofluran 3 vol% sebagai anestesi
100mg, dan atracurium 30mg. rumatan. N2O serta oksigen dengan
3. Sungkup muka yang telah perbandingan 70% : 30%, juga diberikan
terpasang pada mesin anestesi Ventilasi dilakukan dengan bagging dengan
yang menghantarkan gas laju napas 20 x/ menit..
(sevoflurane) dengan ukuran
3vol% dengan oksigen dari
mesin ke jalan napas pasien
sambil melakukan bagging
selama kurang lebih 2-3 menit
PEMANTAUAN OPERASI
Jam TD HR SpO2 02.15 110/60 mmHg 86 x/menit 100%
01.00 70/50 mmHg 178 x/menit 97 %
02.30 90/60 mmHg 140 x/menit 100%

02.45 120/60 mmHg 130 x/menit 100%


01.15 100/70 160 x/menit 99%
mmHg 03.00 120/60 mmHg 130 x/menit 99%

03.15 110/60 mmHg 130 x/menit 100%


01.30 90/60 mmHg 160 x/menit 100%
03.30 110/80 120x/menit 100%
01.45 80/50 mmHg 150 x/menit 99%

03.45 150/90 120x/menit 100%

02.00 80/60 mmHg 160x/menit 100%


04.00 160/90 120x/menit 99%
INSTRUKSI POST OPERASI

- Posisi supine Medikamentosa:


- Head up 30’ selama 24 jam - Oksigen 3 lpm
- O2 nasal kanul - Inf. RL 20 tpm
- Nutrisi: test feeding dgn diet cair susu - Analgetik: Inj. Fentanyl 15µ/kg/jam
150cc/4 jam
- Inj. ranitidin 2x1amp
- Asam tranexamat 3x1000mg
- Antibiotik: ceftriaxon 2x1gr, metronidazol
3x500mg,gentamisin 2x1amp
- Cernevit 1x1amp
- Transfusi PRC 2kolf
- Awasi TTV 24 jam
Penilaian Pemulihan Anastesi
Umum
No Kriteria Score Tiba di RR 15 Menit 30 Menit

1 Nilai Warna
Merah Muda 2
Pucat 1 ✔ ICU
Sianosis 0
2 Pernafasan
Dapat bernafas dalam batuk 2
Dangkal namum pertukaran 1 ✔
udara adekuat
Apneu atau obstruksi 0
3 Tekanan Darah
TD menyimpang <20% dari 2
normal
TD menyimpang 20-50% dari 1 ✔
normal
TD mentipang >50% dari normal 0
4 Kesadaran

Sadar, Siaga, dan Orientasi 2


Baik

Bangun namun cepat 1


kembali tidur

Tidak Respon 0 ✔

5 Aktivitas

Seluruh ekstermitas dapat 2


digerakkan

2 ekstermitas dapat 1 ✔
digerakkan

Tidak bergerak 0

TOTAL 4
PEMBERIAN
CAIRAN
Kebutuhan Cairan

Cairan Pemeliharaan selama operasi


Cairan Pengganti Puasa
ANESTESI
• Hipnotik/sedasi: hilangnya kesadaran
• Analgesia: hilangnya respon terhadap nyeri
• Muscle relaxant: relaksasi otot rangka

Anestesi umum adalah tindakan untuk menghilangkan nyeri


secara sentral disertai dengan hilangnya kesadaran dan
bersifat pulih kembali atau reversible.
Klasifikasi ASA
American Society of Anesthiologist (ASA)
Berfungsi untuk melihat keadaan fisik
Pasien sebelum dilakukannya operasi
PREMEDIKASI

Mengurangi sekresi
Menimbulkan rasa Mengurangi jumlah
kelenjar saliva dan
nyaman obat-obat anestesi
lambung

Memudahkan atau Menekan refleks-


Mengurangi rasa
memperlancar refleks yang tidak
sakit
induksi diinginkan
Induksi Anastesi
“STATICS”
S : Scope

T : Tube
Induksi Intera
Vena
A : Airway

T : Tape

I : Introducer

C : Connector
• Tiopental (pentotal, tiopenton)
amp 500 mg atau 1000 mg
• Propofol (diprivan, recofol) S : Suction
• Ketamin (ketalar)
• Opioid (morfin, petidin, fentanil,
sufentanil)
Induksi
Induksi Inhalasi Induksi Inhalasi
Intramuscular

• N2 O • Thipental
• Ketamin • Midazolam
• Halotan (fluotan)
• Enfluran (etran, aliran)
• Isofluran (foran, aeran)
• Desfluran (suprane)
• Sevofluran (ultane)
Pelumpuh otot
• Depolarisasi
• Non - Depolarisasi

Rumatan Anestesi

N2O dan O2 dengan perbandingan 1:3


ditambah sevofluran 2-4%
Indikasi • Menjaga patensi jalan napas oleh sebab apapun
Intubasi • Mempermudah ventilasi positif dan oksigenasi
Trakea • Pencegahan terhadap aspirasi dan regurgitasi

• Leher pendek berotot


• Mandibula menonjol
Kesulitan • Maksila/gigi depan menonjol
Intubasi • Uvula tak terlihat
• Gerak sendi temporo-mandibular terbatas
• Gerak vertebra servikal terbatas

• Trauma gigi geligi


• Laserasi bibir, gusi, laring • Spasme laring
Komplikasi
• Merangsang saraf simpatis • Aspirasi
Intubasi
• Intubasi bronkus • Gangguan fonasi
• Intubasi esophagus • Edema glottis-subglotis
• Aspirasi • Infeksi laring, faring, trakea
• Spasme bronkus
EKSTUBASI

• Ekstubasi ditunda sampai


pasien benar-benar sadar,
jika: • Vital capacity 10 – 15
• Intubasi kembali akan ml/kg BB
menimbulkan kesulitan • Tekanan inspirasi diatas
• Pasca ekstubasi ada risiko 20 cm H2O
aspirasi • PaO2 diatas 80 mm Hg
• Ekstubasi dikerjakan pada • Kardiovaskuler dan
umumnya pada anestesi metabolic stabil
sudah ringan dengan catatan • Tidak ada efek sisa dari
tak akan terjadi spasme laring. obat pelemas otot
• Sebelum ekstubasi bersihkan • .
rongga mulut laring faring dari
sekret dan cairan lainnya.
Syok

– Definisi : sindroma klinis yang terjadi akibat gangguan hemodinamik dan


metabolik yang ditandai dengan kegagalan system sirkulasi untuk
mempertahankan perfusi yanga dekuat organ-organ vital tubuh
• Perdarahan, dehidrasi ( puasa lama, diare,muntah)
Hipovolemik • Luka bakar(hlg plasma)
jenis-jenis
syok beserta • Aritmia (bradikardi, takikardi)
penyebabnya Kardiogenik • gg fx miokard (IMA, miokardiopati..)

• Infeksi gram – (escherecia coli, klibselia pneumoni..)


septik • Kokkus gram + (stafilokokkus,enterobacter, streptococcus)

• Disfungsi daraf simpatis, spinal syok(trauma med spinalis)


Neurogenik • Rangsangan parasipatis jtg -> bradikardi mendadak

• antibiotik(penisillin,kloramfenikol), toksoid tetanus


Anafilaksis

• Tension pneumothorak, emboli paru


Obstruktif • Tamponade jantung
Syok hipovolemik

– Hipovolemik berarti berkurangnya volume intravaskuler. Sehingga syok


hipovolemik berarti syok yang di sebabkan oleh berkurangnya volume
intravaskuler.
Etiologi syok hipovolemik
Intake kurang atau output kelebihan Translokasi cairan
1. Dehidrasi disebabkan: - intraintestinal (ileus paralitik, hirschprung)
a. Intake yang kurang (minum kurang, anoreksia, hipodipsi - asites dan edema (sindroma nefrotik)
karena hipotalamus terganggu.
b. Output meningkat:
- keringat banyak/insensible loss menigkat
(hiperventilasi, panas tinggi)
- osmotic dieresis (diabetes insipidus, defisiensi A.D.H,
penyakit ginjal kronis)
- kehilangan Na (Na loss nepropathy, pemakaian diuretic)
- kehilangan melalui saluran percernaan (diare, ileostomi,
muntah, fistula
2. kehilangan darah
- trauma
- perdarahan gastrointestinal
- perdarahan intracranial
3. kehilangan plasma
- luka bakar
- peritonitis
Patofisiologi
-Low blood : preload<<
-preload-afterload= SV
-SV<< = CO<<
-O2 Organs <<
-comp:
1.HR
2. Vasocontrict vascular
-> <<BP
#nervous simp syst /<<BP
-> HR>> n vasocontrict
COR ORGANS
Mayor etio: Blood or fluid

Sign symptm:
->>HR,<<BP,<<flow
-cool
-dryness
-pale
Derajat
Tatalaksana

1. Bebaskan jalan nafas, bila perlu beri ventilator supportif


2. Infus RL/koloid 20ml/kgBB/10-15menit dapat diulang 2-3x, pada kasus berat
kasi >60ml/kgBB/1jam, bila tetap hipotensi sebaiknya pasang CVP(central
Vena Pressure)
3. Inotropik : Dopamin 2-5 tg/kgBB/menit , epinefrin 0,1 µg/KgBB/menit iv,
dobutamin 5 µg/KgBB/menit iv
4. Kortikosteroid : hidrokortison 50 mg/KgBB/24jam iv bolus
TERIMAKASIH