Anda di halaman 1dari 25

TRAIN

FOR

TRAINER
1. ASPEK-ASPEK TRAINING
 Defenisi training
“Learning designed to
change the
perfomance of people
doing job”

(Proses pembelajaran
dirancang untuk
 Sumber Daya :
- Sumber daya fisik (mesin,
material, fasilitas, peralatan dan
bagian komponen produk).

- Sumber daya financial (kas,


saham, obligasi,
investasi dan modal operasi).

- Sumber daya manusia (orang-


 Pengembangan sumber daya
manusia (human rescource
development).

- Individual development
(pengembangan pribadi).
- Career development
(pengembangan karir atau
profesi).
- Organization development
(pengembangan perusahaan).
 Kapan kinerja kerja dibutuhkan :

- Pekerja atau karyawan tidak


mengetahui cara melakukan semua
atau sebagian pekerjaan.
- Karyawan diberi tugas baru yang
yang memerlukan pengetahuan,
keterampilan dan sikap baru.
- Karyawan diberi pekerjaan yang
benar-benar semuanya baru yang
membutuhkan pengetahuan,
 Fungsi training
-Remind.
Training hanya mengingatkan bahwa
mereka sudah melakukan dan bisa
melakukan.
- Reservice.
Training membuat otak bisa bekerja
lebih baik lagi.
- Remotivate.

Diharapkan peserta akan termotivasi


kembali untuk melakukan pekerjaan
dengan lebih baik.
 Bagaimana cara agar tujuan training
bisa tercapai.
- Setiap peserta mau berbagi
pengalaman dan pengtahuan.
- Setiap peserta mau mengembangkan
pengetahuan menjadi keterampilan
- Setiap peserta mau mempraktekan
teknik-teknik yang dipelajari.
2. Proses Pembelajaran.
 Tahap-tahap belajar.

- Unconsciously incompeten. (Tidak sadar


akan ketidak mampuan.
- Consciously incompetent (Sadar akan
ketidak mampuan).
- Consciously competence (Sadar akan
kemampuannya).
- Unconsciously competent (Tidak sadar
akan kemampuannya).
 Fungsi pembelajaran :

- Knowledge (pengetahuan);
- Skills (pengetahuan);
- Techniques (Teknik);
- Attitude (Sikap);
- Experience (Pengalaman).
3. THE LEARNER
 Unsur-unsur belajar .

- Motivasi (motivation).
- Penguatan (reinforcement)
- Pengendapan (Retention)
- Penerapan (transference)
 Aturan-aturan dalam training.
- Ketahui kemampuan peserta
sehingga bisa menetukan apa yang
akan dipelajari dan berapa lama
prosesnya.
- Aturlah urutan materi secara
sitematis sehingga muda diikuti.
- Menunjukan kesalahan bisa
meningkatkan pemahaman.
- Peserta lebih cepat lupa setelah
training, untuk itu lakukan
pengulangan di lingkungan kerja.
- Tunjukan hasil yang diperoleh
setelah mengikuti training.
- Training lebih efektif dengan praktik
dari pada hanya pasif
4. TRAINER
 Peran seorang trainer :
- Disseminator (Penyebar
informasi).
- Fasilitator belajar. (Keterampilan
untuk melibatkan peserta secara
aktif dalam proses belajar)
- Director of learning
(penggabungan antara
disseminator dan Fasilitator).
Penampilan trainer :
 Penampilan.
Hal-hal harus diperhatikan dalam
penampilan : pakaian, sepatu,
Rambut, parfum, gigi, tangan.

 Suara.
Ada beberapa aspek mengenai suara
yang harus diperhatikan oleh trainer
: Variasi volume/kekuatan suara,
variasi kecepatan suara, jedah,
jargon.
Kebiasaan-kebiasaan
trainer
 Positif
- Calm
- Carteous
- Cheerful
- Campetent
- Creative
- Confident
- Courage
 Negatif
- Mencungkil kotoran di hidung atau telinga.
- Mengusap-usap rambut, muka atau
tangan
- Memainkan pulpen, dasi atau benda-
benda yang ada di saku celana.
- Menggaruk anggota tubuh seperti telinga
kepala leher, dll.
- Tangan keluar masuk saku celana.
- Membetulkan celana.
 Faktor- Faktor sukses trainer :

- Mau Memberikan training.


- Paham apa yang diberikan
- Paham bagaimana memberikan training.
- Memahami cara orang belajar.
- Mempunyai sikap/kepribadian yang benar.
- Cakap Berkomunikasi
- Fleksibel.
5. ALAT BANTU VISUAL
 Manfaat visual
- Menarik perhatian peserta.
- Mempersingkat waktu penyampaian
karena mempercepat pengucapan.
- Mempermudah pemahaman.
- Membantu mempermudah dalam
mengingat.
- Menunjukan poin-poin penting
- Menunjukan bahwa trainer mempunyai
persiapan dan organized.
- Menambah dampak penyampaian lisan.
 Alat bantu visual dapat
digolongkan menjadi 2 kelompok
:

- Media yang dipancarkan


(projected media).
- Media yang tidak dipancarkan
(non projected media).
 Pertimbangan dalam memilih
alat bantu visual :

- Situasi
- Subyek
- Biaya
- Ketersediaan
 Alat bantu yang digunakan oleh
trainer :

- Gambar
- Kata atau frase
- Grafik
- Formulir
- Alat-alat yang tidak bisa (garis, anak
panah)
- Warna.
6. METODE TRAINING
 Faktor-faktor yang menentukan
dalam memilih metode :

- Faktor manusia
- Faktor tujuan training
- Faktor bidang diskusi atau topik
- Faktor waktu dan material
 Hal-hal yang dipertimbangkan
dalam memilih metode :

- Motivasi
- Keterlibatan aktif
- Pendekatan individual
- Feedback
 Icebreaker
Cara memecahkan suasana yang
dingin, beku kaku menjadi hangat,
mencair dan rileks :

Fungsi icebreaker :
- Menghidupkan peserta
- Memotivasi peserta
- Membantu memahami masalah
- Mempercepat proses
pembelajaran
- Membantu memahami orang lain
7. FASILITASI EFEKTIF
 Bagaimana cara melakukan
pelatihan :

- Mendengarkan, Observasi, Evaluasi


- Identifikasi kesempatan
- Cushion
- Tindakan, pendapat, Relevance
- Hadiah
 Saran untuk melakukan pelatihan :

- Fokus pada apa yang benar


- Lakukan ini demi keberhasilan, bukan
kegagalan
- Beri dorongan – Buat orang yang anda
latih, merasa bersemangat untuk
membuat perbaikan.
- Jangan berdebat.
- Jangan permalukan orang yang anda latih.
- Bicarakan permasalahan bukan orangnya.