Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN KASUS

DERMATITIS ATOPI
A. NABILLA R PUTRI MAKBUL
C111 13 556
Identitas Pasien
Nama : Ny. JM
Usia : 31 tahun
Alamat : Enrekang
Pekerjaan : IRT
Tanggal Periksa : 22/11/2017
ANAMNESIS

Keluhan Utama:
Bintil-bintil air baru gatal pada kedua lengan dan
tungkai bawah
Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan muncul bintil-bintil air baru gatal pada kedua lengan dan
tungkai bawah.
Keluhan sudah dirasakan 1 tahun yang lalu. Pasien pernah berobat
di rs dan mendapat pengobatan metylprednisolon 3x8 mg, salap,
cetirizine, dan caladin lotion. Luka sempat mengering lalu kambuh
lagi saat obat habis. Gatal hebat terutama pada malam hari. tidak
ada gatal sela jari. riwayat alergi makanan dan obat tidak diketahui.
Dalam keluarga, tidak ada penyakit yang sama. Pasien tidak
memiliki penyakit DM dan penyakit jantung.
Riwayat Penyakit Keluarga
Di keluarga pasien, tidak ada
yang memiliki keluhan yang
serupa dengan pasien.
Riwayat Atopi
Riwayat Atopi Keluarga
Riwayat asma disangkal
Riwayat asma disangkal
Riwayat rhinitis disangkal
Riwayat rhinitis disangkal
Riwayat dermatitis disangkal
Riwayat dermatitis disangkal

Riwayat Pengobatan Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien sudah berobat ke ke Pasien pernah mengalami
rs dan mendapat pengobatan keluhan serupa 1 tahun yg lalu.
metylprednisolon, salap, Awalnya berupa demam lalu
cetirizin, dan caladin lotion. muncul bintil kemerahan pada
jika obat habis, luka kambuh. kaki dan tangan kemudian
meluas.
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan umum: tampak sakit ringan
• Kesadaran: compos mentis

TD : 120/80 mmHg
HR : 80 x/menit
Suhu : 36,9
RR : 18 x/menit

Kepala dbn
Mata dbn
Telinga dbn
Mulut dbn
GIT dbn
Leher dbn
Thorax dbn
Axilla dbn
Abdomen dbn
Sistem genetalia dbn
Ekstremitas atas terdapat kelainan kulit
Ekstremitas bawah: dbn
STATUS DERMATOLOGIS

Regio: Extremitas Superior

Effloresensi: papul eritem,


papulhiperpigmentasi,vesikel
, makula hiperpigmentasi,
eksoriasi
PENGOBATAN
SISTEMIK TOPIKAL
• Methylprednisolon 8 mg 3x1 • inerson cr 10 gr + sarbolene acid
• Cetirizine 10 mg 1x1 + vaseline 50 gr (pagi-sore)
• Caladine lotion
DIAGNOSIS
DERMATITIS ATOPI
PRURIGO NODULARIS
PENDAHULUAN
• Dermatitis atopi merupakan penyakit
inflamasi kronik pada kulit, sering
ditemukan pada bayi dan anak-anak
• Karakteristiknya berupa kulit kering,
pruritus, eritema, udem, skuama,
ekskoriasi, likenifikasi
• Dapat ditemukan bersama dengan
penyakit asma dan rinitis alergik
EPIDEMIOLOGI
• Prevalensinya meningkat pada anak 
10-20% dengan onset dibawah umur 5
tahun  90%
• Pada negara berkembang  10-20%
anak dengan dermatitis atopi
• 80% anak dengan DA berat disertai
dengan eksaserbasi
• Prevalensi pada dewasa  1-3%
ETIOLOGI
• Penyebab DA tidak diketahui secara
pasti, tetapi dihubungkan dengan
faktor genetik dan lingkungan
• Faktor-faktor lingkungan : kulit kering,
berkeringat, panas, perubahan cuaca,
infeksi, stres, detergen , sabun antiseptik
• Makanan yg sering dihubungkan dengan
DA adalah susu sapi, telur, kacang,
gandum dan kedelai
ETIOLOGI
Penderita atau anggota keluarga terdapat stigmata atopik
, yaitu :
• Rinitis alergik, asma bronkial, hay fever
• Pada kulit : dermatografisme putih, & kecenderungan
timbul urtika.
• Resistensi menurun thd infeksi virus & bakteri.
• Alergi terhadap berbagai alergen protein.
PATOGENESIS
• Belum diketahui secara pasti
• Secara imunologik :
• Peningkatan produksi IgE  genetik (80% kasus)
• Terdapat IgE spesifik pada berbagai antigen
• Pelepasan histamin oleh sel mast  peningkatan
basofil
• Histamin dianggap sebagai zat penting yg memberi
reaksi pada DA
GEJALA KLINIS

• Subyektif  selalu terdapat pruritus.


• Tiga bentuk :
• Infantil (0 bulan - 2 tahun)
• Anak (2 – 12 tahun)
• Dewasa (13 - 30 tahun)
GEJALA KLINIK
A. Bentuk infantil  eksema-susu
Eritema batas tegas, papul-papul, vesikel
miliar  erosif, eksudatif  krusta.
• Onsetnya pada umur 3 bulan
• Predileksinya :
Dibawah 6 bulan  sering pada wajah,
scalp dan > 6 bulan predileksinya pada
ekstremitas fleksor maupun ekstensor
Dermatitis Atopic
B. Bentuk anak
• Tidak eksudatif lagi,  mulai likenifikasi, hipopigmentasi
• Predileksi :
• Tengkuk
• Fleksor kubiti
• Fleksor poplitea
Atopic Dermatitis

18
Atopic dermatitis

19
Cont..
• C. Bentuk dewasa 
• Eksema likenoid fleksural dengan predileksi
pada regio periorbital di wajah
• Remisi kronik dan eksaserbasi 
punggung atas,
bahu dan scalp

Company Logo
Diagnosis DA
• Anamnesis
• Gejala klinis
• IgE meninggi pada 80% kasus
• SCORAD  studi epidemiologis
• Kriteria Hanifin & Rajka:
- rasa gatal hebat dgn tempat predileksi
khas
- kronis residif
- stigmata atopik di keluarga
• 3 mayor & 3 minor
Kriteria Major

• Pruritus
• Eksema dengan predileksi wajah dan ekstensor  bayi
dan anak
• Dewasa  eksema fleksural
• Dermatitis kronik atau relaps
• Riwayat keluarga dengan penyakit atopi (dermatitis, hay
fever, asma)
Kriteria Minor
• Xerosis
• Infeksi kutaneus
• Dermatitis non spesifik pada ekstremitas superior dan inferior
• Iktiosis, Hiperlinear telapak tangan dan kaki, keratosis pilaris
• Pityriasis alba
• Nipple eczema
• Peningkatan serum IgE
• Respon atipikal vaskular (facial pallor, white dermatographism)
Kriteria Minor
• Katarak subskapular anterior, keratokonus
• Skin tes  Positif
• Onsetnya pada umur muda
• Lipatan infraorbital/Morgan-Dennie lines
• Periorbital darkening
• Eritema pada wajah
• Perifollicular accentuaion
• Hertoghe`s sign (penipisan alis atau tidak ada
alis di bagian lateral)
• Dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau stres
• Dennie-Morgan infraorbital fold  cekungan mata yg
menyolok & simetris, namun dpt ditemukan 1 atau 2
cekungan di palpebra inf
• White demographism
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Peningkatan serum IgE  mayoritas
pada pasien DA
• Pada pemeriksaan darah rutin
peningkatan oesinofil dan basofil
• RAST (Radio immunosorban assay)
• Prick Test
Diferensial Diagnosis
Dermatitis seboroik Psoriasis

Dermatitis kontak alergi Skabies


Penatalaksanaan
Tujuan penatalaksanaan :
• Mengeliminasi inflamasi dan infeksi
• Mempertahankan fungsi stratum korneum sebagai
barier dengan menggunakan emolien
• Penggunaan antipruritus untuk mereduksi kerusakan
pada kulit dan mengontrol eksaserbasi
Cont
• Menghindari paparan faktor pencetus
• Terapi topikal
• Terapi sistemik
• Fototerapi
Terapi topikal
• Kortikosteroid
• Topikal nonsteroidal antiinflamatory agents
Pimecrolimus cream 1% (mild - moderate AD)
Tacrolimus (moderate -severe AD)
• Emolien (pelembab)
• Wet wrap dressing
Topikal Kortikosteroid
• Bayi & anak kecil  KS potensi rendah
• Lesi berat  KS potensi lebih kuat jangka
waktu pendek (< 2 minggu) kemudian
diturunkan potensinya
• Hindari potensi kuat u/ muka, intertriginosa
• Mometason  cukup 1x/hr
• Setelah inflamasi berkurang, frekuensi
diturunkan 2-3x/minggu atau potensi
diturunkan, kemudian dihentikan
Mandi & Emolien
• Air mandi jangan terlalu panas, dpt ditambahkan minyak (10-
15`) menambah rasa gatal
• Dikeringkan dengan menepuk handuk, jgn digosok
• Hindari sabun antiseptik/antibakteri
• Segera setelah mandi lesi diberi antiinflamasi topikal, kulit
normal diberi emolien
• Lama kerja emolien 6 jam  ulangi
Wet wrap dressing
• Wet wrap dressing: verban diberi lar KS atau oles krim
KS oles di kulit kemudian dibalut basah dengan air
hangat dan ditutup dgn baju kering di atasnya 
± 2-3 minggu  efek seperti oklusi
• Pemberian emolien juga dpt secara Wet wrap
dressing
• Kompes basah >>>  kulit kering, maserasi, fisura
Terapi Sistemik
• Antihistamin  menghilangkan pruritus
• Kortikosteroid prednison  jarang
• Antibiotik  untuk infeksi sekunder
• Interferon
• Siklosporin
Fototerapi

• PUVA (photochemotherapy)
• UVA
• UVB
KOMPLIKASI
• Altered life quality
• Pada okular  blepharitis kronik dan
keratokonjungtivitis atopik
• Infeksi
• Skin – urtikaria
• Rambut– alopesia areata
PROGNOSIS
• Periode remisi  >> frekuensinya saat pasien beranjak dewasa

• Resolusi spontan  setelah 5 tahun (40-60% pada pasien yang


menderita DA selama bayi, khususnya DA mild )
Edukasi

• Suhu kamar sejuk, suhu panas  gatal


• Hindari pakaian kasar, tebal atau wol  iritasi kulit
• Kuku dipotong pendek  cegah garukan
• Kurangi gatal: emolien, kompres basah, antiinflamasi topikal