Anda di halaman 1dari 28

Laporan • Buku penjualan obat OTC,

Harian OWA, Resep

Laporan • Buku kas bulanan, buku tuslah,


buku embalage, laporan neraca
Bulanan dan rugi laba, laporan pajak

Laporan • Laporan pajak tahunan, laporan


tahunan neraca dan rugi-laba
Buku kas berfungsi untuk mencatat pemasukkan dan pengeluaran
uang, penjualan tunai, serta pembayaran kredit. Lajur buku kas
terdiri dari debet,kredit dan saldo.

Tanggal Transaksi Debit Kredit

Buku tuslah adalah buku servis pelayanan resep.


Tanggal No. Resep Nilai Rupiah

Buku embalage adalah buku pencatatan biaya kemasan (kapsul ,


bungkus puyer, etiket, kantong plastik
LAPORAN NERACA
Apotek Nanda
Neraca per 31 Desember 2010
AKTIVA Rp. (ribuan) PASIVA Rp. (ribuan)
Aktiva Lancar Hutang lancar
Kas 240.000 Hutang dagang 300.000
Piutang 260.000 Jumlah Hutang lancar 300.000
Persediaan Barang 300.000
Jumlah Aktiva Lancar 800.000 Hutang Jangka Panjang
Hutang Bank 475.000

Aktiva Tetap
Mesin dan Bangunan 900.000
Tanah 300.000 Modal
Jumlah Aktiva tetap 1.200.000 Modal Awal 1.225.000
Laba ditahan 0

Jumlah Aktiva 2.000.000 Jumlah Pasiva 2.000.000


• Melaporkan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu
• Menggambarkan harta/aktiva (assets) dan hutang/kewajiban
(liabilities) yang dimiliki perusahaan serta berapa sisanya
• Tiga bagian utama dari neraca :
1. Aktiva/Harta
2. Hutang/Kewajiban
3. Modal/Ekuitas
Aktiva lancar (current assets)
AKTIVA
Aktiva tetap(non-current
assets)

Hutang lancar
HUTANG
Hutang tidak lancar

Modal ditanam
MODAL SENDIRI
Laba ditahan
Aktiva Lancar (current assets)
Dalam bisnis Apotek, biasanya berupa :
 Kas
 Piutang
 Persediaan
 Biaya dibayar dimuka
 Investasi Jangka Panjang

Aktiv tetap (non-current assets)


Dalam kondisi normal, tidak dijual, dikonsumsi atau dikonversi
menjadi cash dalam satu siklus operasi (1 tahun)
Disebut Fixs assets
Meliputi : Tanah, bangunan, inventaris, komputer, kendaraan dll
Hutang Lancar
Hutang yang akan jatuh tempo dalam siklus operasi yang sedang
berjalan (1 tahun)

Hutang tidak lancar


Hutang jangka menengah, hutang yang waktunya lebih dari 1
tahun dan kurang dari 10 tahun(kredit dari bank, Leasing)
Hutang jangka panjang, hutang yang jangka waktunya lebih dari
10 tahun (Obligasi, Hipotek)
Modal Sendiri/Ekuitas
Jumlah yang tersisa setelah hutang dikurangkan dari Aktiva
Disebut juga Modal/kapital
Sumber dari modal ditanam atau laba ditahan
Administrasi Keuangan
Administrasi keuangan di Apotek, meliputi :
• Administrasi Penerimaan Uang
Administrasi penerimaan uang di apotek diperoleh dari resep dan
penjualan bebas.
• Administrasi Pengeluaran Uang
Administrasi pengeluaran uang di apotek dipergunakan untuk
biaya-biaya
apotek, diantaranya :
• Untuk biaya pegawai
• Biaya pajak
• Biaya operasional
• Biaya listrik
• Biaya telepon
• Biaya PAM
• Peralatan administrasi apotek
• Pemeliharaan inventaris apotek, dan biaya lainnya.
RUMUS UNTUK MENGHITUNG HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)
• HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)

1. Pengertian Harga Pokok Penjualan.


• Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh
biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau
harga perolehan dari barang yang dijual.

Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan.


1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga
jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh
laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga
pokok penjualan akan diperoleh kerugian.
• Perhitungan harga pokok penjualan sangatlah penting
bagi perusahaan, karena perhitungan harga pokok
penjualan yang terlalu tinggi akan menyebabkan harga
jual yang tinggi pula, sehingga tidak akan terjangkau
oleh daya beli konsumen atau setidak-tidaknya akan
mengurangi permintaan akan barang atau jasa.
• Penurunan permintaan barang atau jasa dari konsumen
bila tidak diimbangi oleh kemampuan dari bagian
pemasaran untuk mencari pelanggan baru akan
mengakibatkan produksi dan laba perusahaan menurun
karena harga pokok penjualan meningkat akibat dari
biaya tetap.
• 2. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.
Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur
dari pendapatan Perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan
bersih terdiri dari:
- penjualan kotor;
- retur penjualan;
- potongan penjualan.

• Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:


Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan –
potongan penjualan.
• Contoh:
Diketahui penjualan Rp. 25.000.000,-
Retur penjualan Rp. 125.000,-
Potongan penjualan Rp. 150.000,-
Hitunglah penjualan bersih!
Penjulan bersih = Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,-
= Rp. 24.725.000,-

3. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.


Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung
harga pokok penjualan.
Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:
- pembelian kotor;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian;
- potongan pembelian.

Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:


Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur
pembelian – potongan pembelian.
4. Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan.
Untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih
dahulu unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok
penjualan.
Unsur-unsur itu antara lain:
- persediaan awal barang dagangan;
- pembelian;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- potongan pembelian

Rumus harga pokok penjualan:


HPP = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih –
persediaan akhir
HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir
• Keterangan :
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang
dagangan + pembelian bersih.
Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian –
retur pembelian – potongan pembelian.
Atau
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal +
pembelian + beban angkut pembelian – retur pembelian –
potongan pembelian
HNA
• adalah Harga Netto Apotek, merupakan harga (modal) awal
apotek dalam membeli obat dari distributor
(PBF atau PBF Cabang).
Mark Up/ Margin (Index)
• adalah % keuntungan, ada yang menetapkan 25% (1,25) dan
ada yang menetapkan 30% (1,3).
PPN 10% (1,1)
• adalah Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan untuk setiap
pertambahan nilai dari proses transaksi dari produsen sampai
ke konsumen.
HJA
• adalah Harga Jual Apotek, harga yang ditawarkan kepada
konsumen setelah diperhitungkan HNA, PPN 10% dan Mark Up.
• HJA = HNA x PPN 10% x Mark Up

Margin (index)
• Jika obat bebas index umumnya dikalikan 1,1
• Jika obat keras index umumnya dikalikan 1,3
• Maksimal index tidak boleh melebihi HET
• KepMenkes No. 068/Menkes/SK/III/2006
• Pabrik obat selain memenuhi ketentuan mengenai penandaan
sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, harus
mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada label obat
• HET yang dicantumkan pada label obat adalah Harga Netto
Apotik ditambah PPN 10% ditambah margin apotik 25%.
• Adalah suatu teknik analisa yang menunjukkan suatu keadaan usaha
tidak mengalami keuntungan atau pun kerugian.
• Jumlah produk yang harus dijual untuk memenuhi penutupan modal
• Fungsi dari analisa BEP antara lain digunakan untuk perencanaan
laba, sebagai alat pengendalian, alat pertimbangan dalam
menentukan harga jual dan alat pertimbangan dalam mengambil
keputusan (Anief, 2001).

Return On Investmen (ROI) dan Pay Back Periode


• Untuk mengetahui apakah modal yang ditanam di apotek lebih
menguntungkan daripada investasi di bank maka dapat digunakan
ROI (Return on Investment) dan
• Pay Back Period untuk mengetahui berapa lama modal akan kembali
dari usaha apotek yang dilakukan.
• Jangka waktu pengembalian modal dalam usaha kita
• ROI (Return On Investment) = (Laba per Bulan / Total Investasi) x
100 %
• Contoh= (15 Juta : 100 Juta) x 100% = 15%
• Note: ROI seharusnya diatas 5%

• PBP = Total Investasi (Penanaman Modal) / Laba Per Bulan


• Contoh = 100 Juta : 15 Juta =6,7 Bulan
Laporan Rugi Laba Apotek
Contoh Perhitungan
Th 2009
BEP (Break Event Pendapatan non resep 195.729.000
Point) Pendapatan resep 41.503.000
Pendapatan restitusi 9.089.000
Omzet penjualan 246.321.000
• BEP = Biaya tetap/ (1- Biaya Pendapatan retur 258.000
variabel/omzet) Pendapatan lain-lain 310.500
• BEP= 27.936.000/(1- TOTAL 246.889.500
182.871.000/246.321.000) HPP 182.871.000
=108.451.200 Biaya Operasional 27.936.000
• Pada tahun 2009, Apotek Laba bersih 36.082.500
sudah mencapai BEP karena
omzet yang didapat sebesar
Rp 246.321.000,00 sudah
melebihi perhitungan BEP
tahun 2009 sebesar Rp
108.451.200,00
• Manajemen keuangan berkaitan dengan
pengelolaan keuangan, keluar masuknya uang,
penerimaan, pengeluaran, dan perhitungan farmako
ekonominya.
• Kegiatan keuangan meliputi kegiatan yang mencakup
arus uang mauk dan uang keluar.
• Arus uang masuk berasal dari setiap transaksi
penjualan di Apotik dan
• arus keluar berasal dari berbagai macam
pengeluaran atau pembayaran hutang.
Keluar masuknya uang dicatat dalam buku harian sperti :
• Buku kas untuk mencatat kegiatan yang terkait dengan uang
yang ada di kas yang didalamnya tercatat semua pemasukan
dan pengeluaran uang di Apotik
• Buku hutang merupakan dokumen Apotek yang digunakan
untuk mencatat hutang2 Apotek. Buku ini mencatat semua
transaksi pembelian barang dagangan dan berisi nomor faktur,
tanggal dan besar pinjaman obat yang diberikan oleh PBF.
• Buku piutang merupakan dokumen Apotek yang digunakan
untuk mencatat piutang2 Apotek yaitu pencatatan besarnya
penyerahan obat ke instansi yang bekerjasama dengan
Apotek.
• Buku penjualan untuk mencatat hasil penjualan baik dari
pendapatan resep , obat tanpa resep atau barang dagangan.
Dari transaksi yang terdapat pada buku2 harian tersebut, maka
dalam periode waktu tertentu Apotek membuat laporan keuangan
yang terdiri dari :
Laporan laba rugi
• Laporan laba rugi dibuat setiap bulannya dan direkapitulasi
setiap tahun.
• Laporan laba rugi berisi penjualan yang dikurangi stok awal
ditambah pembelian dikurangi dengan stok akhir menghasilkan
laba rugi sebelum operasional.
• Laba rugi sebelum operasional ini dikurangi biaya operasional
akan menghasilkan laba rugi sebelum penyusutan.
• Laba rugi sebelum penyusutan dikurangi dengan penyusutan akan
menghasilkan laba rugi setelah penyusutan. Setelah itu ditambah
pendapatan non operasional menghasilkan laba rugi sebelum
pajak kemudian dikurangi dengan pajak barulah menghasilkan
laba rugi bersih.
Laba rugi sebelum (Penjualan – stok awal) + (Pembelian – stok akhir)
operasional

Laba rugi sebelum Laba rugi sebelum operasional - biaya oprasional


penyusutn

Laba rugi setelah


Laba rugi sebelum penyusutan - penyusutan
penyusutan

Laba rugi sebelum Laba rugi setelah penyusutan + pendapatan non


pajak operasional

Laba rugi bersih Laba rugi sebelum pajak - pajak


Tahun 20xx % Tahun 20xx %
Jumlah Rp Rp
Penjualan resep
Penjualan OTC
Penjualan OWA
Penjualan produk
LAPORAN RUGI LABA Penjualan Langganan I
Penjualan Langganan II

Hasil Penjualan
Persediaan Awal
Pembelian

Persediaan Akhir

Harga Pokok Penjualan


Laba kotor Penjualan
Gaji
Embalange
Administrasi
Listrik
Iuran
Reparasi dan Pemeliharaan
Kesejahteraan
Telepon
Sumbangan
Penyusutan Peralatan Apotek
Penyusutan Inventaris
Penyusutan Gedung
Jumlah biaya usaha
Rugi bersih usaha
Pendapatan bunga
Pendapatan pajangan
Laba bersih sebelum pajak
Pajak penghasilan
Laba bersih setelah pajak
Neraca akhir tahun
• Neraca ini biasanya digunakan untuk mengetahui
posisi keuangan Apotek pada akhir periode tutup
buku.
• Buku ini berisi aktiva lancar, aktiva tetap dan pasiva.
• Aktiva lancar terdiri dari kas, uang bank, piutang dan
persediaan barang dagangan.
• Aktiva tetap terdiri dari inventaris Apotek yaitu
bangunan dan peralatan Apotek.
• Total aktiva merupakan penjumlahan antara aktiva
tetap dan aktiva
• Pasiva terdiri dari modal dan hutang.