Anda di halaman 1dari 17

Corporate Social Responsibility (CSR)

Kelompok 8:
 Adeline Friskarina (1514290113)
 Vinsty Lirisha N (1514290145)
 Irin Kurniawan (1414290152)
 Khoirudin (1414290121)
Pengertian Corporate Social Responsibility
(CSR)
 Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab
sosial perusahaan adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan
oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap
sosial maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

 Corporate Social Responsibility (CSR) ialah sebuah pendekatan dimana


perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial di dalam operasi bisnis
mereka dan dalam interaksi mereka dengan para stakeholder
berdasarkan prinsip kemitraan dan kesukarelaan (Nuryana, 2005).

 Menurut Kotler dan Nancy (2005) mengemukakan bahwa Corporate


Social Responsibility (CSR) didefinisikan sebagai komitmen perusahaan
untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis
yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.
Sejarah CSR
 Istilah CSR pertama kali menyeruak dalam tulisan Social Responsibility of the
Businessman tahun 1953. Konsep yang digagas Howard Rothmann Browen ini
menjawab keresahan dunia bisnis. Belakangan CSR segera diadopsi, karena bisa jadi
penawar kesan buruk perusahaan yang terlanjur dalam pikiran masyarakat dan lebih dari
itu pengusaha di cap sebagai pemburu uang yang tidak peduli pada dampak kemiskinan
dan kerusakan lingkungan. Kendati sederhana, istilah CSR amat marketable melalu CSR
pengusaha tidak perlu diganggu perasaan bersalah.
 CSR merupakan tanggung jawab aktivitas sosial kemasyarakatan yang tidak berorientasi
profit.
 John Elkington dalam buku ”Triple Bottom Line” dengan 3P tipe yaitu:
 Profit Mendukung laba perusahaan
 People Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
 Planet meningkatkan kualitas lingkungan
 Pengertian CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen
tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk
pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan.
Dasar Hukum CSR
 Landasan hukum yang menyangkut CSR terdapat dalam:
 UU. 40 tahun 2007 yang berisi peraturan mengenai diwajibkannya
melakukan CSR. Direksi yang bertanggung jawab bila ada
permasalahan hukum yang menyangkut perusahaan & CSR.
 Penjelasan pasal 15 huruf b UU Penanaman Modal menyebutkan
bahwa yang dimaksud dengan “tanggung jawab sosial perusahaan”
adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan
penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi,
seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya
masyarakat setempat.
Komponen Corporate Social Responsibility
Carrol menjelaskan komponen-komponen tanggung jawab sosial perusahaan dibagi ke
dalam empat kategori yaitu :
 Economic Responsibilities
Tangung jawab social utama perusahaan adalah tanggug jawab ekonomi karena lembaga
bisnis terdiri dari aktivitas ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa bagi masyarakat
secara menguntungkan.
 Legal Responsbilities
Masyarakat berharap bisnis dijalankan dengan cara menaati hukum dan peraturan yang
berlaku dimana hukum dan peraturan tersebut pada hakikatnya dibuat oleh masyarakat melali
lembaga legislatif.
 Etical Responsibilities
Etika bisnis menujukan refleksi moral yang dilakukan oleh pelaku bisnis secara perorangan
maupun secara kelembagaan (organisasi) untuk meilai suatu isu dimana penilaian ini
merupakan pilihan terhadap nilai yang berkembang dalam suatu masyarakat.
 Discretionary Responsibilities
Masyarakat mengharapkan keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat bagi mereka.
Ekspektasi masyarakat tersebut dipenuhi oleh perusahaan melalui berbagai program yang
bersifat filantropis
Ruang Lingkup CSR
 Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang berguna bagi
kepentingan masyarakat luas.
Perusahaan dalam hal ini diharapkan untuk tidak hanya melakukan kegiatan
bisnis demi mencari keuntungan, melainkan ikut juga memikirkan kebaikan,
kemajuan , dan kesejahteraan masyarakat dengan ikut melakukan berbagai
kegiatan sosial yang berguna bagi masyarakat. Kegiatan sosial tersebut sangat
beragam misalnya meminjamkan dana untuk membangun rumah ibadah,
membangun prasarana dan fasilitas sosial dalam masyarakat (listrik, air, jalan,
tempat rekreasi, dsb), melakukam penghijauan, menjaga sungai dari
pencemaran limbah, melakukan pelatihan dengan cuma- cuma, memberi
beasiswa kepada anak dari keluarga yang kurang mampu ekonominya dan lain
sebagainya.
 Keuntungan Ekonomis
Tujuan bisnis adalah untuk mencari keuntungan demi mempertahankan
kelangsungan bisnis dan perusahaan yang menyangkut semua orang yang
terkait dalam bisnis tersebut. Setiap pelaku bisnis dan perushaan secara moral
dibenarkan untuk mengejar kepentingan pribadinya yang dalam bisnis dibaca
sebagai keuntungan karena hanya dengan demikian ia dapat mempertahankan
kelangsungan bisnis dan perusahaan tersebut. Maka, mengejar keuntungan
tidak lagi dilihat sebagai hal yang egoistis dan negatif secara moral, melainkan
justru dilihat sebagai hal yang moral sangat positif. Dalam hal ini keuntungan
ekonomi dilihat sebagai sebuah lingkup tanggung jawab moral dan sosial yang
sah dari suatu perusahaan.
 Memenuhi aturan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat
Perusahaan punya kewajiban dan juga kepentingan untuk menjaga ketertiban
dan keteraturan sosial. Salah satu bentuk dan wujud yang paling nyata dari
menjaga ketertiban dan keteraturan sosial ini sebagai wujud dari tanggung
jawab sosial perusahaan adalah dengan mematuhi aturan hukum yang berlaku
karena jika tidak mematuhi aturan hukum yang berlaku maka ketertiban dan
keteraturan masyarakat tidak akan terwujud.
Prinsip-prinsip yang harus dipegang dalam
melaksanakan CSR
 Prinsip pertama adalah kesinambungan atau sustainability. Ini bukan berarti perusahaan
akan terus-menerus memberikan bantuan kepada masyarakat. Tetapi, program yang
dirancang harus memiliki dampak yang berkelanjutan. CSR berbeda dengan donasi
bencana alam yang bersifat tidak terduga dan tidak dapat di prediksi. Itu menjadi
aktivitas kedermawanan dan bagus.
 Prinsip kedua, CSR merupakan program jangka panjang. Perusahaan mesti menyadari
bahwa sebuah bisnis bisa tumbuh karena dukungan atmosfer sosial dari lingkungan di
sekitarnya. Karena itu, CSR yang dilakukan adalah wujud pemeliharaan relasi yang baik
dengan masyarakat. Ia bukanlah aktivitas sesaat untuk mendongkrak popularitas atau
mengejar profit.
 Prinsip ketiga, CSR akan berdampak positif kepada masyarakat, baik secara ekonomi,
lingkungan, maupun sosial. Perusahaan yang melakukan CSR mesti peduli dan
mempertimbangkan sampai kedampaknya.
 Prinsip keempat, dana yang diambil untuk CSR tidak dimasukkan ke dalam cost structure
perusahaan sebagaimana budjet untuk marketing yang pada akhirnya akan
ditransformasikan ke harga jual produk. CSR yang benar tidak membebani konsumen
Manfaat Corporate Social Responsibility (CSR)
 Manfaat CSR bagi Perusahaan:
1. Mempertahankan dan mendongkrak reputasi dan image perusahaan.
2. Layak mendapatkan social lisence to operate.
3. Mereduksi resiko bisnis perusahaan.
4. Melebarkan akses sumber.
5. Membentangkan akses menuju market.
6. Mereduksi biaya.
7. Memperbaiki hubungan dengan stakeholder.
8. Memperbaiki hubungan dengan regulator.
9. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan.
10. Peluang mendapatkan penghargaan.
 Manfaat CSR bagi Perusahaan:
1. Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.
2. Membuka ruang kerja dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3. Turut membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, dengan
menggunakan pekerja yang berasal dari sekitar perusahaan mereka dapat
menyumbangkan kenaikan angka angkatan kerja dengan menciptakan lapangan kerja,
menyediakan pelatihan, menyediakan produk-produk yang disediakan oleh orang-orang
kalangan bawah maka secara langsung akan memberikan dampak kepada golongan
bawah tersebut.
4. Meningkatkan standar pendidikan, dengan memberikan beasiswa kepada yang benar-
benar membutuhkan dan membantu dalam pembangunan sarana dan prasarana
pendidikan khusunya untuk pendidikan dasar.
5. Penyelesaian masalah lingkungan.
6. Akan lebih menguatkan dan memberdayakan kehidupan masyarakat baik secara
ekonomi, kelembagaan sosial, dan memperkecil terjadinya konflik sosial.
7. Meningkatkan standar kesehatan dengan menyediakan sarana dan prasarana yang
menunjang kesehatan terutama bagi masyarakat sekitarnya. Contohnya, dengan
penyediaan fasilitas air bersih, atau dengan membuka klinik kesehatan yang tidak
berlaku untuk karyawannya saja, tapi juga bagi masyarakat sekitarnya.
Model Penerapan Corporate Social Responsibility
(CSR)
Menurut Saidi dan Abidin (2004:64-65) sedikitnya ada empat model atau pola
CSR yang diterapkan di Indonesia, yaitu :
 Keterlibatan langsung.
Perusahaan menjalankan program CSR secara langsung dengan menyelenggarakan
sendiri kegiatan sosial atau menyerahkan sumbangan ke masyarakat tanpa perantara.
Untuk menjalankan tugas ini, sebuah perusahaan biasanya menugaskan salah satu pejabat
seniornya, seperti corporate secretary atau public affair atau menjadi bagian dari tugas
pejabat public relation.
 Melalui yayasan atau organisasi sosial perusahaan.
Perusahaan mendirikan yayasan sendiri di bawah perusahaan atau grupnya. Model ini
merupakan adopsi dari model yang lazim diterapkan di perusahaan-perusahaan di negara
maju. Biasanya perusahaan menyediakan dana awal, dana rutin, atau dana abadi yang
dapat digunakan secara teratur bagi kegiatan yayasan. Beberapa yayasan yang didirikan
perusahaan di antaranya adalah Yayasan Coca-cola Company, Yayasan Rio Tinto
(perusahaan pertambangan).
 Bermitra dengan pihak lain.
Perusahaan menyelenggarakan CSR melalui kerja sama dengan lembaga sosial/
organisasi non pemerintah (ornop), instansi pemerintah, universitas, atau media massa,
baik dalam mengelola dana maupun dalam melaksanakan kegiatan sosialnya. Beberapa
lembaga sosial/ ornop yang bekerja sama dengan perusahaan dalam menjalankan CSR
antara lain adalah Palang Merah Indonesia (PMI), Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia
(YKAI), Dompet Dhuafa, instansi-instansi pemerintah (Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia/ LIPI, Depdiknas, Depkes, Depsos), perguruan-perguruan tinggi (UI, ITB,
IPB), media massa (Dkk kompas, Kita Peduli Indosiar).
 Mendukung atau bergabung dalam suatu konsorsium.
Perusahaan turut mendirikan, menjadi anggota, atau mendukung suatu lembaga sosial
yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu. Dibandingkan dengan model lainnya, pola ini
lebih berorientasi pada pihak pemberian hibah perusahaan yang bersifat ‘hibah
pembangunan’. Pihak konsorsium atau lembaga semacam itu yang dipercayai oleh
perusahaan-perusahaan yang mendukungnya secara proaktif mencari mitra kerjasama
dari kalangan lembaga operasional dan kemudian mengembangkan program yang
disepakati bersama.
Bentuk Implementasi Corporate Social Responsibility
(CSR)
Berbagai bentuk implementasi CSR dapat dijelaskan sebagai berikut:
 Konsumen, dalam bentuk penggunaan material yang ramah lingkungan, tidak berbahaya,
serta memberikan informasi dan petunjuk yang jelas termasuk infromasi atas suku
cadang dan pelayanan purnajualnya serta informasi lain yang harus diketahui konsumen.
 Karyawan, dalam bentuk persamaan hak dan kewajiban atas seluruh karyawan tanpa
membedakan ras, suku, agama, dan golongan. Karyawan mendapatkan penghargaan
berdasarkan kompetensi dan hasil penilaian prestasinya.
 Komunitas dan lingkungan, dalam bentuk kegiatan kemanusiaan maupun lingkungan
hidup, baik di lingkungan sekitar perusahaan maupun di daerah lain yang membutuhkan.
Kegiatan terhadap komunitas ini antara lain berupa kegiatan donor darah dengan
melibatkan seluruh karyawan, memberikan bantuan kepada daerah yang terkena
musibah.
 Kesehatan dan keamanan, dalam bentuk penjagaan da pemeliharaan secara rutin atas
fasilitas dan lingkungan kantor sesuai petunjuk dan instansi terkait.
Implementasi Corporate Social Responsibility
di Indonesia
 Keberadaan CSR di Indonesia memperoleh respon yang positif dari pemerintah. Respon
pemerintah ini terlihat dengan terbitnya kebijakan pemerintah melalui Keputusan
Menteri BUMN Nomor: Kep-236/MBU/2003, yang mengharuskan seluruh BUMN untuk
menyisihkan sebagian labanya untuk pemberdayaan masyarakat yang dikenal dengan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), yang implementasinya ditindaklanjuti
dengan Surat Edaran Menteri BUMN, SE No 433/MBU/20033 yang merupakan petunjuk
pelaksanaan dari keputusan Menteri BUMN tersebut. Adanya UU No 40 tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas, yang di dalamnya memuat kewajiban perusahaan yang
mengeksplorasi sumber daya alam untuk melakukan CSR menjadi bukti keseriusan
perhatian pemerintah terhadap isu CSR.
 Di Indonesia konsep CSR bukan lagi menjadi sebuah wacana belaka, melainkan sudah
masuk ke dalam tatanan praktis. Sudah ada beberapa perusahaan di Indonesia yang mulai
mengimplementasikan program CSR dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Kesimpulan
Tanggung jawab sosial perusahaan adalah kepedulian perusahaan terhadap
kepentingan pihak-pihak lain secara lebih luas daripada sekedar terhadap
kepentingan perusahaan belaka. Dalam perkembangan etika bisnis yang lebih
mutakhir, muncul gagasan yang lebih komprehensif mengenai lingkup tanggung
jawab sosial perusahaan. Sampai sekarang ada empat bidang yang dianggap dan
diterima sebagai ruang lingkup tanggung jawab sosial perusahaan.
Indikator keberhasilan tanggung jawab social perusahaan terhadap masyarakat
sendiri dilihat dari bagaimana masyarakat setempat merasakan manfaat dengan
adanya kegiatan yang dilakukan perusahaan. Karena dengan memperhatikan
kesejahteraan masyarakat setempat dan memperhatikan limbah dari produk yang
dihasilkan maka perusahaan tersebut telah menjalankan tanggung jawab sosialnya
kepada masyarakat. Dengan begitu terjalin hubungan yang baik antara masyarakat
setempat dengan perusahaan.

Beri Nilai