Anda di halaman 1dari 37

KEBIJAKAN AKREDITASI FKTP

OLEH:
KEPALA DINAS KESEHATAN PROV. JAWA TENGAH
Disampaikan pada :
Jambore Pelayanan Primer 2016 tk. Divre VI
Solo Baru, 26 – 27 Agustus 2016
1
2. PENDAHULUAN
2
VISI DAN MISI PRESIDEN
3 DIMENSI PEMBANGUNAN: PEMBANGUNAN MANUSIA, SEKTOR

TRISAKTI:
UNGGULAN, PEMERATAAN DAN KEWILAYAHAN

Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik;

NORMA PEMBANGUNAN KABINET KERJA


Berkepribadian dlm budaya

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)


Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia
Indonesia

PROGRAM INDONESIA KERJA


PROGRAM INDONESIA PROGRAM INDONESIA
PROGRAM INDONESIA
PINTAR SEHAT SEJAHTERA

RENSTRA
2015-2019

PARADIGMA PENGUATAN
JKN
SEHAT YANKES

D
T
KELUARGA SEHAT P
K
PROGRAM INDONESIA SEHAT

Jaminan
Paradigma Penguatan
Kesehatan
Sehat Yankes Nasional
Program Program Program
• Pengarusutamaan • Peningkatan Akses • Benefit
kesehatan dlm • Sistem pembiayaan:
pembangunan
• Peningkatan Mutu asuransi – azas gotong
• Prom prev sbg pilar • Regionalisasi Rujukan royong
utama upaya • Kendali Mutu & Kendali
kesehatan Biaya
Indikator
• Pemberdayaan • Sasaran: PBI dan Non PBI
masyarakat • Jml Kecamatan yg memiliki
minimal 1 Puskesmas yg
Indikator tersertifikasi akreditasi Tanda
• Jml Kab/Kota yg memiliki kepesertaan
• Kota Sehat minimal 1 RSUD yg KIS – Kartu BPJS
• Kecamatan Sehat terakreditasi
Indikator:

Total coverage
4
SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH (RPJMD)
PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013-2018 (URUSAN KESEHATAN)
VISI : MENUJU JAWA TENGAH SEJAHTERA DAN BERDIKARI
“mboten korupsi, mboten ngapusi”
MISI 6 : MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN
DASAR MASYARAKAT

TUJUAN : MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT

SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

PENINGKATAN PROMOSI
MENURUNNYA MENINGKATKAN PEMENUHAN
KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN
PRASARANA SARANA
ANGKA KEMATIAN MASYARAKAT, PELAYANAN KESEHATAN
PELAYANAN KESEHATAN DASAR
DAN ANGKA DASAR DAN RUJUKAN, SERTA
DAN RUJUKAN SERTA
KESAKITAN PENINGKATAN CAKUPAN JAMINAN
PEMERATAAN TENAGA MEDIS
PEMELIHARAAN KESEHATAN

PROGRAM UNGGULAN : RAKYAT SEHAT


ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN
RPJMN I RPJMN II RPJMN III RPJMN IV
2005 -2009 2010-2014 2015 -2019 2020 -2025

Bangkes Akses Akses Kes masyarakat


diarahkan untuk masyarakat thp masyarakat thp yankes
meningkatkan yankes yang terhadap yankes yang
akses dan mutu berkualitas telah yang berkualitas berkualitas
yankes lebih telah mulai telah
berkembang dan mantap menjangkau
meningkat dan merata di
seluruh wilayah
KURATIF- Indonesia

REHABILITATIF
PROGRAM
INDONESIA
SEHAT
PROMOTIF - PREVENTIF

Perlaksanaan upaya kesehatan kuratif dan rehabilitatif serta upaya prevensi dan
promosi kesehatan dilaksanakan
DINKESPROVsecara
JATENG 2015 terpadu, menyeluruh, dan6
berkesinambungan 6
PERAN FASKES TINGKAT PERTAMA
MEWUJUDKAN PARADIGMA SEHAT
Sehat
Mengeluh Sakit (30%*)
(70%*)

KIE, Self care


Promosi Kesehatan

Yang Sehat Tetap Sehat


FKTP
Yang sehat Tidak Sakit 80 %

sehat / rujuk
UKBM( Posyandu, Posyandu Lansia, FKRTL balik
Posbindu PTM, Polindes, Poskesdes, 20%
Desa Siaga) sakit
SEHAT ADALAH HARTAKU
meninggal
YANG HARUS KUJAGA DAN
KUPELIHARA

*Sumber : Susenas 2010


SASARAN POKOK PEMBANGUNAN KESEHATAN
DALAM RPJMN 2015 -2019
(PERPRES N0. 2 TAHUN 2015)

1. Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak;


2. Meningkatnya pengendalian penyakit;
3. Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar
dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan
perbatasan;
4. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal
melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN
Kesehatan,
5. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin;
6. Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan

Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015DINKESPROV


- 2019 JATENG 2015 8
ARAH KEBIJAKAN PENINGKATKAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN DASAR
YANG BERKUALITAS DALAM RPJMN 2015 - 2019 :

1. PENGEMBANGAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DASAR SESUAI STANDAR MENCAKUP


PUSKESMAS (RAWAT INAP/PERAWATAN) DAN JARINGANNYA TERMASUK MENINGKATKAN
JANGKAUAN PELAYANAN TERUTAMA DI DAERAH TERPENCIL, PERBATASAN DAN KEPULAUAN;
2. PENINGKATAN KERJASAMA PUSKESMAS DENGAN UNIT TRANFUSI DARAH KHUSUSNYA DALAM
RANGKA PENURUNAN KEMATIAN IBU;
3. PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN SISTEM AKREDITASI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DASAR
MILIK PEMERINTAH DAN SWASTA;
4. PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF DI FASILITAS PELAYANAN
KESEHATAN DASAR DENGAN DUKUNGAN BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN;
5. PENYUSUNAN, PENETAPAN DAN PELAKSANAAN BERBAGAI STANDAR GUIDELINE PELAYANAN
KESEHATAN DIIKUTI DENGAN PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASINYA;
6. PENINGKATAN PENGAWASAN DAN KERJASAMA PELAYANAN KESEHATAN DASAR DENGAN FASILITAS
SWASTA;
7. PENGEMBANGAN KESEHATAN TRADISIONAL DAN KOMPLEMENTER; SERTA
8. PENGEMBANGAN INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DASAR MELALUI PELAYANAN KESEHATAN
BERGERAK, PELAYANAN PRIMER DAN PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT.

Sumber : Perpres N0. 2 Tahun 2015 Tentang RPJMN 2015DINKESPROV


- 2019 JATENG 2015 9
PELAYANAN KESEHATAN
PRIMER

UKM
UKP

Peningkatan dan Pencegahan


Pengobatan dan pemulihan

1. Pelayanan peningkatan 1. Pelayanan pengobatan


2. Pelayanan Pemulihan
2. Pelayanan pencegahan 3. Pelayanan peningkatan &
3. Pengobatan pencegahan
4. Pemulihan 4. Gaya hidup sehat (healthy life
style)/PHBS
Kelompok & Masyarkat Perorangan & Keluarga

 Revitalisasi UKM
 Peningkatan Efektifitas UKBM
 Optimalisasi Fasyankes Primer
sebagai Gatekeeper
 Optimalisasi Sistim Rujukan

PETA STRATEGIS PELAYANAN


KESEHATAN
DINKESPROV PRIMER
JATENG 2015 10
• PENDEKATAN : MULAI DARI HULU SAMPAI HILIR,
KOLABORASI, GOTONG ROYONG SELURUH KOMPONEN
MASYARAKAT MBANGUN JAWA TENGAH SEHAT

DINKESPROV JATENG 2015 12


2. FASYANKES JKN

13
Fasilitas Kesehatan Dalam Jkn
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA :
1. Puskesmas beserta jejaringnya;
2. Praktik dokter dengan jejaringnya (apotek,
laboratorium, bidan, perawat);
3. Praktik dokter gigi beserta jejaringnya;
4. Klinik pratama beserta jejaringnya; dan
5. Fasilitas kesehatan milik TNI/POLRI beserta
PERMENKES nomor jejaringnya
71 tahun 2013 6. Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara
tentang Pelayanan
Kesehatan pada JKN FASILITAS KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT
LANJUT:
1. Klinik Utama atau yang setara
2. Rumah Sakit Umum
3. Rumah Sakit Khusus
SISTEM PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN
SK Gub Jateng 440/101/2013 dan
JUKNIS Regionalisasi SISTEM Rujukan Pelayanan Kesehatan
(SK Kadinkes 447/4415/2013/5.2)
RESTRUKTURISASI PELAYANAN
KESEHATAN
Sistem Kesehatan di Provinsi
Kondisi
Ideal :

Tertiary

Secondar
y

Primary
Care
Tertiary
Care
Self Care
TRANSPA
RAN

RAMAH MUDAH

MELAYANI
BERMUTU MURAH

AKUNTABLE CEPAT
SYSTEM RUJUKAN REGIONAL
PELAYANAN KESEHATAN (terstruktur)
DI PROVINSI
(Sistem Kesehatan Provinsi dalam Peraturan Gubernur)
RS RUJUKAN PUSK
REGIONALISASI
1
PUSK PUSK PUSK
PUSK
PUSK
RING 2
RS RUJUKAN DTP/PONED
RS RUJUKAN DTP
REGIONALISASI
JABAR 6 PUSK PUSK
2
PONED PONED

RS RSD &
Rujukan PUSK
DTP
RSD
RS RS
swasta
swasta RS KELAS C& D
TIPE A
RS RUJUKAN RS RUJUKAN PUSK PUSK
REGIONALISASI REGIONALISASI PONED PONED
PUSK
5 3
DTP PUSK
RING 1
RS RUJUKAN
REGIONALISASI
4

RS KELAS B
RS KELAS B + PENDIDIKAN + DOKTER
PELAYANAN
RUJUKAN REGIONAL MASKIN KESEHATAN
PRIMER

17
PETA KLASIFIKASI RUMAH SAKIT PER EKS
EKS KARS.
KARESIDENAN EKS KARS. PATI
EKS KARS. SEMARANG
PEKALONGAN • 28 RSU (B = 4,
• 42 RSU (A = 1, BP = 3,
• 36 RSU (B = 5, C B= 6, C =18, D = 15) C = 10, D= 14)
= 13 D= 18) • 10 RSK (A = 2, C = 8) • 6 RSK (C = 6)
• 6 RSK (C = 6) Jepa
Jepar
ra Pati
a
Kota Kota Kud Remba
Tegal Pekalon u ng
Bre Batang Demak s Blora
gan
b Tegal Pemalang Bat Kend Kota

JATIM
e Pekalonga a al Smg Grobo
s n n Kab gan
g Temangg
JABAR

Semaran
Salatig
Purbali ung
ga
Cilac ngga Wonosob Kab Sragen
Banyu Banjarne
a o Mag .
mas gara
Cil
p KotaelM S
Bo Suraka
a Kebum ag
Mgl yol rtaR Kr.an
c en Purwor Magel nl
aliKl Sukoh K yar
a ejo g
ang
DI. Yogyakarta at arjo
p
e Wono
EKS KARS. BANYUMAS n PROVINSI JAWA
giri
• 31 RSU (BP = 2, B = 1, TENGAH
C = 11, D = 17) EKS KARS. KEDU EKS KARS. SURAKARTA • 221 RSU (A = 2,
• 11 RSK (B = 1, C=10) • 30 RSU (BP = 1, B = • 54 RSU (A = 1, BP = 1, BP = 7, B = 26,
3, C = 8, D = 18) B = 7, C = 13, D = 32) C = 73, D = 114)
• 6 RSK (A = 1, C = 5) • 14 RSK (A = 3, C = 11) • 53 RSK (A = 6,
B = 1, C = 46)
•Pusk: 875 (RI 320)
•Klinik Pratama: 379
PRIMER
91% (2.403 •Dokter Praktek
fasyankes) Perorangan : 1.052
•FKTP TNI/POLRI :
55/42

SARANA
KESEHATAN

•RSUD : 50
RUJUKAN •RSUP : 2
8% (209 •RS Kementerian
fasyankes) Lain (RSND) : 1
•RS Swasta : 156
• A : 2,92 %
• BP : 2,56 %
KLASIFIKA
SI RS
• B : 9,85 %
• C : 42,7 %
• D : 41,97 %

• Paripurna : 14,59
%
• Utama : 0,73 %
RUM RS TER-
• Madya : 0,35 %
AKREDITASI
AH • Dasar : 0,73 %
• Perdana : 3,29 %
SAKIT • RSUP : 46,21 %
(7.212/15.608)
• RSU Swasta : 32,91 %
(5.282/16.051)
JUMLAH TT • RSK Pemerintah : 68,38 %
KLS III (1.477/2.160)
• RSK Swasta : 50,75 %
(574/1.741)
• RS TNI/POLRI : 38,53 %
(445/1181)
3. KEBIJAKAN AKREDITASI

21
AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
Dasar Hukum:

 UU RI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;


 UU RI No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
 UU RI No. 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian
 UU RI No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
 PP No.18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
 Perpres No. 111 tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden
Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.
 Perpres N0 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015 -2019
 Permenkes No. 9 tahun 2014 tentang Klinik
 Permnekes No. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
 Permenkes No. 46 tahun 2015 tentang Akreditasi FKTP
 Permenkes No. 99 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN
22
Permenkes No. 9 tahun 2014 ttg Klinik:
 Pasal 38:
1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan klinik, dilakukan
akreditasi secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
2) Setiap klinik yang telah memperoleh izin operasional dan telah
beroperasi paling sedikit 2 (dua) tahun wajib mengajukan
permohonan akreditasi
Permenkes No. 75 tahun 2014 ttg Puskesmas:
 Pasal 39 ayat 1:
Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib
diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
Permenkes No. 46 tahun 2015 ttg Akreditasi FKTP:
Pasal 3 ayat : FKTP Wajib terakreditasi..

23
1.PUSKESMAS
2.KLINIK
3.DOKTER PRAKTIK MANDIRI
AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

Definisi:

Pengakuan terhadap Puskesmas, klinik pratama, praktik


dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan oleh
lembaga independen penyelenggara akreditasi yang
ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas
kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar
pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah
ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara
berkesinambungan.

25
MUTU & AKREDITASI
INTERNAL

STANDARISASI CQI SPI

INPUT (SPATU)
PPK1,PPK2 INDIKATOR MUTU MONITORING &
SOP YANKES PENILAIAN KINERJA
MNJ. PELAYANAN
MNJ. MUTU
OUTCOME
Standarisasi adalah regulasi internal yang disusun berdasarkan
peraturan perundangan, pedoman yang disusun oleh Pemerintah
dan/atau OP

EXKTERNAL
AKREDITASI
MENILAI COMPLIANCE TERHADAP STANDAR, BAIK STANDAR INPUT, STANDAR PROSES, DAN STANDAR OUTPUT
KONSEP DASAR AKREDITASI PUSKESMAS

KONSEP DASAR AKREDITASI FKTP


Dimodifikasi dari Nico A. Lumenta

Memenuhi / Menerapkan / Comply

2
STANDAR
FKTP 1

Survei Akreditasi Puskesmas 5

 UU RI No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;


 UU
UU 29/2004
RI No.
UU / :2004
2936 PRAKTIK
tahun KEDOKTERAN
:2009 tentang
Praktik Kesehatan;
Kedokteran
UU 36/2009 : KESEHATAN
 UU UU
RI No.
36 23 tahun: 2014
/ 2009 tentang Pemerintah Daerah
Kesehatan Instrumen
 PP
UU65/2005
RI No. : PEDOMAN &tentang
PENERAPAN SPM
PP. 65/36 tahun
2005 : P 2014
edoman dan Tenaga Kesehatan
Penerapan SPM ;
 PERPRES
Perpres 72/2012
N0 2 tahun
Permenkes
: SKN
2015 SPM
741/2008 tentang
Bid.RPJMN 2015 -2019 Akreditasi 4 6
 PERPRES
Permenkes12/No.
2013 : JKN : 2013
71 tahun
Kes Kab/kota
tentang Pelayanan
Kep menkes
PERMENKES 128/2004, : Kebijakan Dasar PKM
741/2008
Kesehatan pada JKN : SPM BID. KES
 Kep menkes
Permenkes No. 9 374/2009
tahun 2014: SKN 2009Klinik
tentang
 Permnekes No. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
UU Masyarakat
29/2004 : PRAKTIK KEDOKTERN 3
UU Kepmenkes HK.02.02/52/2015 tentang Renstra
36/2009 : KESEHATAN
Kemenkes 2015 -2019 Badan Akreditasi
PP 65/2005 : PEDOMAN DAN PENERAPAN SPM SERTIFIKAT
PERPRES 72/2012 : SKN
PERMENKES 741/2008 : SPM Bid KES Kab/Kota
KEPMENKES 128/2004 : KEBIJAKAN DASAR PKM
MANFAAT AKREDITASI FKTP
• BAGI DINKES PROV & KAB/KOTA : Sebagai WAHANA PEMBINAAN peningkatan
mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem
manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan
pelayanan klinis, serta penerapan manajemen risiko.

• BAGI BPJS KESEHATAN : Sebagai syarat recredensialing FKTP

• BAGI FKTP :
1. Memberikan keunggulan kompetitif
2. Menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas .
3. Meningkatkan pendidikan pada staf
4. Meningkatkan pengelolaan risiko
5. Membangun dan meningkatkan kerja tim antar staf
6. Meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, ketertiban pendokumentasian,
dan konsistensi dalam bekerja
7. Meningkatkan keamanan dalam bekerja.

• BAGI MASYARAKAT ( PENGGUNA JASA)


1. Memperkuat kepercayaan masyarakat
2. Adanya Jaminan Kualitas 28
SASARAN AKREDITASI

RUBRIK

KLINIK
GRPS (Berlaku 3 Tahun)
PUSKESMAS
(Berlaku 3 Tahun)
TEMPAT PRAKTIK DOKTER-DOKTER GIGI
(Berlaku 5 Tahun)

12

(Pasal
29 3)
SASARAN AKREDITASI FKTP
KOMPONEN PENILAIAN

ADIMINISTRASI
MANAJEMEN
PUSKESM
AS UKM
LAYANAN KLINIS

ADIMINISTRASI
MANAJEMEN
KLINIK

LAYANAN KLINIS

ADIMINISTRASI
MANAJEMEN
DPM
LAYANAN KLINIS
STRATA AKREDITASI FKTP

PARIPURNA
PUSKESMAS

KLINIK PRATAMA
PARIPURNA
UTAMA

DPM
MADYA TERAKREDITASI
MADYA
TIDAK
DASAR TERAKREDITASI
DASAR
TIDAK
TERAKREDITASI
TIDAK
TERAKREDITASI

1. ADIMINISTRASI 1. ADIMINISTRASI 1. ADIMINISTRASI


MANAJEMEN MANAJEMEN MANAJEMEN
2. UKM 2. LAYANAN KLINIS 2. LAYANAN KLINIS
3. LAYANAN KLINIS

776 EP 503 EP 207 EP


MEKANISME SERTIFIKASI AKREDITASI
4. Meneruskan
Permohonan ke komisi Komisi
Akreditasi 5. Menugaskan
koordinator utk
9. Penerbitan Membentuk tim
sertifikat surveior
8. Meneruskan
Rekomendasi
hasil survei
3. Dinkes Prov
Meneruskan Koordinator
permohonan Surveior di
Sesudah check 10. Meneruskan sertifikat
Provinsi
kesiapan Ke Kabupaten

7.Rekomendasi
Dinkes Kab Hasil survei
6. Survei
akreditasi

2. Check 11. Menyerahkan


1. sertifikat ke fasyankes
Mengajukan Kesiapan
Permohonan Fasyankes
akreditasi Fasyankes

32
PENETAPAN AKREDITASI

LEMBAGA AKREDITASI
IDEAL FKTP
YANG INDEPENDENT

KOMISI AKREDITASI FKTP


•Mempersiapkan terbentuknya lembaga
akreditasi yang independent.
TRANSISI •Menetapkan akreditasi sebelum
terbentuk lembaga akreditasi
independent

33
PROGRESS AKREDITASI DI JAWA TENGAH

YANG SUDAH TERAKREDITASI sd JUNI 2016:

28 PUSKESMAS DI 10 KAB/KOTA

YANG SUDAH DINILAI TAPI BELUM ADA PENGUMUMAN:

21 PUSKESMAS DI 8 KAB/KOTA

34
ROADMAP AKREDITASI PUSKESMAS
DI PROV. JATENG 2019

52Puskesmas
dilakukan
2018 penilaian
akreditasi
177 Puskesmas dilakukan
penilaian akreditasi
2017

306 Puskesmas dilakukan penilaian


akreditasi
2016

313 Puskesmas dilakukan penilaian akreditasi

2015

27 Puskesmas dilakukan penilaian akreditasi

40
www.likes.dinkesjatengprov.go.id twitter:
@dinkesjateng
37