Anda di halaman 1dari 13

PROSESING JARINGAN

KELOMPOK 5
PENCUCIAN

Pencucian agar organ yang dipilih bersih (bebas dari darah atau kotoran seperti
pada organ pencernaan) dengan menggunakan larutan fisiologis agar tidak
terjadi perubahan struktur sel dan jaringan dari organ tersebut. Larutan garam
fisologis yang bisa dipakai ialah NaCl 0.8-0.9%, Larutan Ringer ( NaCl, CaCl, KCl,
K2CO3, air untuk hewan berdarah panas dan NaCl, CaCl, KCl, Na2CO3, air untuk
hewan berdarah dingin). NaCl merupakan larutan fisologis yang umumnya
digunakan, biasanya dalam waktu 15 menit. Perlu diperhatikan, jangan sekali-kali
dicuci dengan air, karena akan menyebabkan pembengkakan sel (hewan).
FIKSASI

Fiksasi merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mempertahankan


kondisi jaringan. Tujuan dari fiksasi adalah untuk mempertahankan morfologi
sel seperti semula, untuk mencegah terjadinya otolisis, dan untuk mencegah
pertumbuhan bakteri atau jamur. Beberapa jenis bahan yang biasa
digunakan sebagai bahan penfiksasi suatu jaringan, yaitu formalin, alkohol,
larutan carnoi, larutan zenker, larutan helly, larutan bouin, dan larutan susa.
Larutan yang digunakan dalam fiksasi
Fiksasi organ hewan di lakukan dengan menggunakan formalin 10%
Kelebihan
 merupakan cairan fiksatif umum
 pH mendekati netral
 Pigmen formalin (acid formaldehyde haematin) tidak terbentuk karena pembentukannya baru
terjadi bila ada interaksi antara larutan formalin pada pH asam dengan hemoglobin atau
produknya (sering dijumpai pada organ yang mengandung banyak darah seperti hepar, lien,
sumsum tulang dan sebagainya). Bila pigmen ini terbentuk dapat dihilangkan dengan perlakuan
pikrat-alkohol atau larutan alkohol 1% dalam sodium hidroksida (NaOH)
 Potongan jaringan dapat ditinggalkan di dalam cairan formol salin untuk jangka waktu lama
(dapat sampai 1 tahun) tanpa ada perubahan yang berarti
 Bla diperlukan jaringan yang direndam dalam cairan fiksatif ini dapat di ambil dan dimasukkan
ke dalam cairan fiksatif lainnya bila diperlukan
Kekurangan
Jaringan yang difiksasi dengan cara rendam memerlukan waktu sedikitnya 24 jam baru dapat
diproses.
Larutan lain yang dapat digunakan

LARUTAN MULLER
Kelebihan dari larutan Muller adalah
 Mempunyai daya penetrasi yang cepat dan baik. Jaringan biasanya akan terfiksasi baik
dalam waktu 24 jam.
 Memfiksasi inti dan sitoplasma sel dengan baik
Kekurangan dari larutan Muller adalah
 Jaringan yang difiksasi dengan larutan Muller harus segera dilakukan proses dehidrasi
setelah 24 jam. Bila jaringan direndam terlalu lama (>24 jam) dapat menyebabkan
kerapuhan pada jaringan sehingga tidak mungkin untuk dipotong dengan mikrotom
secara baik.
 Tidak dapat dipakai untuk pewarnaan dengan metoda histokimia
 Harus dicuci dulu dengan air kran mengalir sebelum dilakukan dilakukan proses dehidrasi,
karena dehidrasi langsung dengan menggunakan alkohol dapat menghasilkan oksida
DEHIDRASI

Dehidrasi merupakan langkah ke dua dalam pemerosesan jaringan. Proses ini


(Gb-2) bertujuan untuk mengeluarkan seluruh cairan yang terdapat dalam
jaringan yang telah difiksasi sehingga jaringan nantinya dapat diisi dengan
parafin atau zat lainnya yang dipakai untuk membuat blok preparat. Hal ini
perlu dilakukan karena air tidak dapat bercampur dengan cairan parafin
atau zat lainnya yang dipakai untuk membuat blok preparat. Bahan yang
digunakan adalah etanol dengan konsentrasi yang dinaikan bertahap. Selain
etanol larutan lain yang dapat digunakan ialah
CLEARING
Pembeningan adalah suatu tahap untuk mengeluarkan alkohol dari jaringan
dan menggantinya dengan suatu larutan yang dapat berikatan dengan
parafin. Jaringan tidak dapat langsung dimasukkan ke dalam parafin karena
alkohol dan parafin tidak bisa saling melarutkan. Proses mengeluarkan alkohol
dari jaringan ini sangat krusial karena bila di dalam jaringan masih tertinggal
sedikit alkohol maka parafin tidak bisa masuk ke dalam jaringan sehingga
jaringan menjadi “ matang diluar, mentah di dalam” dan akan menyebabkan
jaringan menjadi sulit untuk dipotong dengan mikrotom. Bahan yang biasa
digunakan, antara lain xylol, toluol, kloroform, dan benzene/benzol. Bahan-
bahan tersebut berguna sebagai mediator antara larutan dehidrasi yang
digunakan dengan larutan embeding yang akan digunakan
Larutan yag digunakan dalam proses
clearing
Xylol
Kelebiahan
• Daya kerja sangat cepat
• Material atau jaringan menjadi transparan
• Dapat bekerja sebagai dealkoholisasi (menarik alcohol/etanol)
• Mudah didaptkan
• Berguna sebagai pelarut paraffin
Kekurangan
• Material atau jaringan yang sangat halus akan mengalami pengkerutan
• Xylol ini hanya dapat digunaka setelah penggunaan alcohol
• Apabila terlalu lama menggunakan xylol jaringan akan rapuh
Larutan lain yang dapat digunakan

Benzol
Kelebihan
 Harga murah dan mudah di dapatkan
 Sangat baik digunakan dalam clearing
Kekurangan
apabila di bandingkan dengan xylol, hasil material yag diperoleh kurang
baik.
INFILTRASI

Proses ini mengusahakan agar jaringan menjadi menyusut karena


mengeluarkan sisa-sisa dehidrasi dan clearing suhu yang digunakan harus
tertentu yaitu 56◦C, agar bahan-bahan dehidrasi dan clearing yang masih
tersisa akan hilang karena mengalami penguapan
EMBEDING
Embedding merupakan salah satu contoh metode pengerasan jaringan.
Medium yang umum digunakan pada metode penanaman adalah parafin
dan nitrosilulosa (pyroxylin). Metode parafin adalah metode pembuatan
preparat dengan melalukan penanaman jaringan di dalam blok parafin untuk
menghasilkan preparat jaringan hewan yang tipis. Pembuatan sediaan
dengan cara pemotongan jaringan menggunakan parafin dengan mikrotom
sebagai alat pemotongnya.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan jaringan histologis adalah

1. Tebal irisan jaringan 3-5mm

2. Volume cairan fiksasi sekurang-kurangnya harus 15-20x volume jaringan

yang akan difiksasi

3. Jenis cairan fiksasi


THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai