Anda di halaman 1dari 22

AUDIT DAN SISTEM

MANAJEMEN LINGKUNGAN

AZIS NUR BAMBANG


Email:
azis_undip@yahoo.co.id

A n B - DIL-Nop2010 1
PRINSIP-PRINSIP SML
• Prinsip dasar Sistem Manajemen Lingkungan
Manajemen Lingkungan (ML) adalah bagian integral
Sistem Manajemen Lingkungan karena ML hanya mencakup
Pengendalian dan Pemantauan Operasi seperti IPAL (Instalasi
Pengolahan Air Limbah), APPU (Alat Pengendalian
Pencemaran Udara seperti Dust Collector) and Pengelolaan
Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
• Pengendalian Operasional hanya merupakan salah satu
sub-sistem dari sistem yang terdiri dari sub-sistem lain seperti
Kebijakan Lingkungan, Program Management Lingkungan,
Komunikasi, Pelatihan dan lain-lain. Selain itu ML pada
umumnya hanya terbatas pada tanggung jawab Seksi
Lingkungan (kalau departemen tersebut ada) atau satu/dua
individu tanpa keikutsertaan departemen/seksi lainnya.

A n B - DIL-Nop2010 2
Prinsip-prinsip kunci bagi manajer dalam menerapkan SML

1. Mengenali bahwa manajemen lingkungan


merupakan bagian dari prioritas perusahaan.
2. Menentukan persyaratan hukum dan aspek
lingkungan yang terkait dengan kegiatan,
produk dan jasa.
3. Membuat proses untuk mencapai kinerja
lingkungan yang direncanakan.
4. Menyediakan sumber daya yang memadai
dan mencukupi, termasuk pelatihan untuk
mencapai kinerja yang ditetapkan secara
berkelanjutan.
A n B - DIL-Nop2010 3
Prinsip-prinsip kunci bagi manajer dalam menerapkan SML

5. Membuat dan memelihara komunikasi dengan


pihak terkait internal dan eksternal.
6. Mengevaluasi kinerja lingkungan terhadap
kebijakan organisasi, tujuan dan sasaran dan
mencari peningkatan jika memungkinkan.
7. Membuat proses manajemen untuk
mengaudit dan mengkaji SML dan
mengidentifikasi kesempatan untuk
peningkatan system.
8. Mendorong kontraktor dan pemasok dalam
menyusun SML.
A n B - DIL-Nop2010 4
Siklus Sistem Manajemen Lingkungan
Perencanaan/Penerapan/Pemeriksaan/Pengkajian
A n B - DIL-Nop2010 5
Siklus Sistem Manajemen
Lingkungan
• . Prinsip 1 & 2 Komitmen dan Kebijakan
Organisasi harus mendefinisikan kebijakan
lingkungan dan menjamin komitmen pada
SML-nya.
• Prinsip 3 Perencanaan
Organisasi harus merumuskan suatu rencana
untuk mencapai kebijakan lingkungannya.

A n B - DIL-Nop2010 6
Siklus Sistem Manajemen Lingkungan

• Prinsip 4 Penerapan
Untuk keefektifan penerapan organisasi
seharusnya mengembangkan kemampuan dan
mendukung mekanisma yang diperlukan untuk
mencapai kebijakan lingkungan, tujuan dan
sasaran.
• Prinsip 5 Pengukuran dan Evaluasi
Organisasi seharusnya mengukur, memantau
dan mengevaluasi kinerja lingkungan.

A n B - DIL-Nop2010 7
Siklus Sistem Manajemen Lingkungan

• Prinsip 6 Kajian dan peningkatan


Organisasi seharusnya mengkaji dan meningkatkan
secara berkesinambungan sistem manajemen
lingkungannya, dengan tujuan peningkatan kinerja
lingkungan keseluruhan.
• Oleh karena itu, SML dapat dianggap sebagai
kerangka kerja yang harus dipantau terus menerus
dan dikaji secara periodik untuk memberikan arahan
yang efektif bagi kegiatan lingkungan organisasi
dalam upaya perubahan faktor internal dan eksternal.
Setiap orang dalam organisasi harus menerima
tanggung jawab peningkatan lingkungan.
A n B - DIL-Nop2010 8
Kebijakan Lingkungan
Kebijakan lingkungan merupakan jiwa dari
SML karena berisi pernyataan komitmen
atau niat manajemen puncak. Tanpa ada niat
tentu saja tidak ada alasan atau penggerak
bagi diterapkannya pengelolaan lingkungan
yang baik. Kebijakan lingkungan merupakan
salah satu perwujudan misi dan visi
perusahaan yang merupakan alasan utama
kenapa suatu perusahaan berdiri dan
dijalankan. Komitmen-komitmen di dalam
kebijakan diperlukan sebagai arahan dan
panduan bagi para karyawan perusahaan.
A n B - DIL-Nop2010 9
Kebijakan Lingkungan
Kebijakan lingkungan suatu perusahaan di suatu
lokasi harus sejalan dengan kebijakan
lingkungan korporat karena sulit untuk
membayangkan suatu sinergi di dalam satu
korporat jika antara satu anak perusahaan
dengan lainnya berbeda kebijakan dan arah
pengembangan. Jika dari korporat diarahkan
untuk menerapkan pendaurulangan limbah
maka di seluruh cabang harus menerapkan isu-
isu sejenis.
A n B - DIL-Nop2010 10
Kebijakan Lingkungan
Selain itu, tujuan/sasaran lingkungan dan
PML(Program Manajemen Lingkungan)
harus memiliki hubungan erat dengan
kebijakan-kebijakan perusahaan lainnya
seperti sasaran produksi tahunan, sasaran
mutu atau kecelakaan kerja. Hal ini penting
sebagai bukti bahwa masalah-masalah
lingkungan sudah diintegrasikan dengan
keseluruhan misi perusahaan dan bukan
semata-mata sebagai pelengkap.
A n B - DIL-Nop2010 11
Kebijakan Lingkungan
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan lingkungan
organisasi dan menjamin bahwa kebijakan
a) sesuai dengan sifat, skala dan dampak lingkungan kegiatan,
produk atau jasa;
b) b) termasuk komitmen untuk peningkatan berkelanjutan dan
pencegahan pencemaran;
c) c) termasuk komitmen untuk patuh terhadap peraturan
lingkungan terkait dan persyaratan-persyaratan lain yang
berlaku terhadap perusahaan;
d) d) memberikan kerangka kerja untuk membuat dan mengkaji
tujuan dan sasaran lingkungan;
e) e) didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara dan
dikomunikasikan kepada semua karyawan;
f) f) tersedia kepada masyarakat;
A n B - DIL-Nop2010 12
Kebijakan Lingkungan
• Manajemen puncak harus menetapkan
kebijakan lingkungan organisasi……
• Sistem manajemen baik mutu atau lingkungan
utamanya digerakkan oleh manajemen
(puncak) atau suatu proses yang berlangung
dari atas ke bawah.
• Yang memulai dan menjadi lokomotif adalah
manajemen puncak sebagai pengambil
keputusan tertinggi untuk menjamin bahwa
sasaran lingkungan sama pentingnya seperti
tujuan pemasaran dan produksi
A n B - DIL-Nop2010 13
Kebijakan Lingkungan
• Kebijakan manajemen puncak merupakan
penjelasan dari misi dan visi perusahaan
(kalau ada) dan menjadi panduan bagi
seluruh karyawan dalam bekerja. Oleh
karena itu kebijakan lingkungan harus
sesuai dengan kegiatan, produk atau jasa
organisasi tersebut dalam arti sifat, skala
dan dampak lingkungan.

A n B - DIL-Nop2010 14
Kebijakan Lingkungan
• Manajemen puncak mendapat masukan
mengenai masalah-masalah lingkungan nyata
yang ada saat ini dan akan datang serta
kemudian menuliskan komitmennya dalam
suatu kebijakan lingkungan.
• Termasuk komitmen terhadap peningkatan
berkelanjutan, pencegahan pencemaran ,
kapatuhan terhadap peraturan lingkungan dan
persyaratan-persyaratan lain yang relevan

A n B - DIL-Nop2010 15
PENGENDALIAN PENCEMARAN

• Pencegahan pencemaran merupakan suatu bentuk


terkini dalam pengendalian pencemaran.
• Komitmen manajemen puncak tidak terhenti pada
‘end of pipe treatment’ tetapi harus sudah
mempertimbangkan 4R (Reduce, Reuse, Recycle,
and Recovery), yang merupakan konsep pengelolaan
lingkungan yang berkembang juga sejak awal tahun
90-an di Indonesia.
• Seperti kata pepatah ‘pencegahan selalu lebih baik
daripada perbaikan atau pengobatan’

A n B - DIL-Nop2010 16
• bagi perusahaan yang menerapkan SML ISO
14001 untuk mencari sumber-sumber pencegahan
dampak terlebih dahulu sebelum mengoperasikan
alat-alat pengendalian pencemaran tradisional
seperti IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
• atau Alat Pengendalian Pencemaran Udara seperti
siklon atau filter bag.
• Contoh-contoh pencegahan pencemaran antara
lain membuat tanggul disekeliling tangki-tangki
penyimpanan bahan kimia, mendaurulang limbah
cair ke proses produksi atau memilah-milah
sampah sesuai dengan fasanya (organik-
anorganik, plastik, kertas, kayu dll).
A n B - DIL-Nop2010 17
MENTAATI PERATURAN

• Komitmen untuk patuh terhadap peraturan lingkungan dan


persyaratan lain merupakan gambaran bahwa pengelolaan
lingkungan perusahaan merupakan bagian dari komitmen
negara untuk melindungi dan melestarikan lingkungan.
• Perusahaan ingin mematuhi peraturan karena itu
merupakan bagian dari upaya mempertahankan
keberlangsungan bisnis. Beberapa contoh menunjukkan
perusahaan yang harus tutup karena terganjal oleh
masalah peraturan. Pencegahan hukum lingkungan di
Indonesia belumlah maksimal tetapi kita dapat belajar dari
beberapa perusahaan yang harus tutup tersebut atau
harus membayar mahal dengan munculnya masalah-
masalah yang terkait dengan ketidakpatuhan mereka
terhadap peraturan lingkungan.

A n B - DIL-Nop2010 18
PENERAPAN KEBIJAKAN
1. Melakukan identifikasi dan evaluasi dampak penting
lingkungan untuk memberikan gambaran aktual
kepada manajemen tentang masalah lingkungan
yang ada.
2. Membuat draft kebijakan lingkungan dan distribusi
kepada manajemen dan anggota Steering Committee
(jika ada) untuk mendapatkan tanggapan.
3. Mensahkan kebijakan lingkungan dan sosialisasi
kepada seluruh karyawan dalam bentuk pelatihan,
tempelan, surat dan lain-lain. Beberapa perusahaan
bahkan mewajibkan seluruh karyawan hafal diluar
kepala.
4. Jalankan sistem dengan kebijakan tersebut sampai
pada akhir siklus pertama – saat tinjauan
manajemen.
A n B - DIL-Nop2010 19
DOKUMENTASI
1. Manual Lingkungan memuat Kebijakan lingkungan dan
penjelasannya.
2. Poster, kartu pegawai, dan brosur memuat kebijakan
lingkungan.
3. Daftar hadir pemberian pelatihan/penjelasan mengenai
kebijakan lingkungan.
• KESIMPULAN: KEBIJAKAN LINGKUNGAN
adalah jiwa dari SML karena memuat niat/komitment dari
pimpinan puncak secara resmi dan sebagai penggerak
berlangsung dan berkembangnya system menajemen
lingkunga.
• Sangat penting bagi perusahaan untuk menjamin bahwa
komitmen-komitmen dalam Kebijakan Lingkungan ditemui
dalam bentuk penerapan-penerapan Klausa-klausa lain dari
Standar dan oleh semua karyawan.
A n B - DIL-Nop2010 20
CONTOH KEBIJAKAN LINGK PT A n B

PT A n B yang bergerak dalam produksi bahan


kimia dasar (NaOH, dll) turut serta dalam
upaya pelestarian lingkungan dengan menjaga
komitmen sebagai berikut:
1. Taat selalu kepada peraturan-peraturan
lingkungan dan persyaratan-persyaratan lain
2. Meningkatan kinerja lingkungan secara terus
menerus
3. Menerapkan pencegahan pencemaran

A n B - DIL-Nop2010 21
A n B - DIL-Nop2010 22