Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS

KISTA BARTHOLIN

Oleh:
Verdi Danutirto

Pembimbing:
dr. Antoni Miftah, Sp.KK

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Identitas
 Nama : Ny. AN
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 36 tahun
 Alamat : Jl. Danau Singkarak No,18,
Kedatu, Bandar Lampung
 Status Pernikahan : Menikah

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Anamnesis
 Diambil dari: Autoanamnesis
 Tanggal: 14 Desember 2017
 Keluhan Utama
 Benjolan di alat kelamin sejak 8 hari yang lalu

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Riwayat Penyakit Sekarang

Benjolan sebesar ibu jari pada


alat kelamin 8 hari SMRS, 5 hari berobat, belum Konsul Interna &
merah (-), gatal (-), nyeri (-), mengecil, disarankan Antestesi , Acc
demam (-) tindakan operasi Operasi
keputihan (-), BAK & BAB (+)

Berobat ke klinik spesialis Diruang perawatan


kulit mendapatkan melanjutkan terapi,
antibiotik dan antinyeri, mengecil hingga sebesar
belum juga berkurang biji jagung

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Riwayat Penyakit Dahulu

Pertama Menikah
usia 12 1x, tidak Riwayat Haid &
tahun, siklus berganti
30 hari, pasangan Pernikahan
teratur seksual

Persalinan & SC (2013)


Laparotomi
Operasi KET (2016)

BB turun (-), Riwayat


1 anak,
Keganasan KB (-) Keluarga, Sosial
(-) dan KB

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Status Generalis
 Kesadaran : CM Normocephal SI -/-
 Keadaan Umum : KA -/-
Faring hiperemis (-)
Tampak Sakit Ringan T1-T1
Caries dental (-) KGB :
 TD: 100/70 Normal
Vesikuler +/+
 HR : 82x/ menit Rh -/-
BJ I-II murni
Wh -/-
 RR: 18x/ menit reguler,
murmur (-)

 S: 36.7C CRT < 2 detik Gallop (-)


Edema -/-
Nyeri tekan: (-)
 BB : 50kg BU : (+)

 TB: 151 cm Edema -/-

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Status Lokalis

Distribusi : Regional
Lokasi : Labia Minor Sinistra

Kista ϕ 2cm,
batas tegas,
hiperemis (-),
Nyeri tekan (-),

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Pemeriksaan Penunjang

Hb : 13 gr/dL GDS : 78 mg/dL

Leukosit : 4.100 uL HbsAg : Non-Reaktif

Eritrosit : 4.6 jt uL BT : 4 menit

Ht: 38% CT : 10 menit

Trombosit: 322.000 uL

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Resume

Status Generalis : DBN


Perempuan 36 tahun,
Benjolan pada alat kelamin 8 Status Lokalis:
hari SMRS, sebesar ibu jari, kista pada labia minor sinistra
hiperemis (-), gatal (-), panas dengan ukuran diameter 2 cm,
(-), nyeri minimal berobat 5 konsistensi kenyal, batas tegas,
hari tidak sembuh  rencana tidak hiperemis, tidak nyeri,
operasi dan tidak ada discharge
Pemeriksaan Penunjang : DBN

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Diagnosis
 Kista Bartholin Labia Minor Sinistra

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Penatalaksanaan

Non- Tindakan Medikamentosa


Medikamentosa Operasi
• Tirah Baring • Marsupialisasi • Infus RL
• Menjaga 20tpm/24
Kebersihan jam
area • Ceftriaxon inj
kewanitaan 2x1 gr IV
• Ketorolac inj
2x 30 mg IV

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Edukasi

Pasien diberitahu mengenai penyakitnya dan


penyebab dari penyakitnya tersebut.

Pasien diedukasi tentang pentingnya menjaga


kebersihan di daerah kewanitaannya.

Pasien diberitahu tentang tindakan operasi yang


akan dilakukan dan persiapan-persiapan sebelum
operasi

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Prognosis
 Ad vitam : ad bonam
 Ad sanationam : ad bonam
 Ad fungsionam : ad bonam

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Follow-Up
14/12/17 15/12/17
S: Masuk ruang operasi pukul 14.30, kemudian
pasien dianestesi dan operasi mulai pukul 14.45 S: Keluhan (-), Nyeri (-), BAK & BAB (+),
O: TD: 110/70, Nadi: 70x, RR: 20x, S: 36.5C mobilisasi (+)
A: Kista Bartolini Labia Minor Sinistra
P: O: TD: 100/70, Nadi: 78x, RR: 16x, S:
36.6C luka operasi baik, perdarahan (-)
 Pasien dalam posisi litotomi, pasang duk
 Disinfeksi area operasi dengan alkohol dan
betadine A: Post Operasi Kista Bartolin
 Insisi vertical pada bagian tengah kista, P:
keluarkan isi rongga  Rencana pulang
 Dinding kista dieversikan dan tempel pada  Amoxicilin 3x500mg
dinding mukosa
 Asam Mefenamat 3x500 mg
 Jahit ke arah luar membentuk kantung
 Gentamisin cream 0.1% 3x1
 Bersihkan area operasi dan cek perdarahan
 Operasi selesai
Laporan Tindakan Operasi

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
TINJAUAN PUSTAKA

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Definisi
 Kista : kantung yang berisi
cairan atau bahan semisolid
yang terbentuk di bawah
kulit atau di suatu tempat di
dalam tubuh
 Kelenjar Bartholin : kelenjar
vestibuler terbesar yang
letaknya tertutup dan
berpasangan

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Epidemiologi
 2% wanita mengalami Kista Bartolin
 Paritas tinggi, risiko rendah Kista Bartolin
 Involusi biasanya terjadi di atas usia 30 tahun
 Pasca menopause  cancer risk
 (0,114 kasus per 100.000 woman-years), biopsi
excisional mungkin diperlukan

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Anatomi & Fisiologi
 Terletak bilateral pada 1/3 bawah labia minora
 Panjang saluran 2 cm - 2,5 cm
 Posisi jam 4 dan jam 8, bermuara pada vestibula.
 Ukuran : sebesar kacang polong (<1 cm).
 Homolog : glandula bulbourethralis pada pria.
 Vaskularisasi:
 a. bulbi vestibuli
 Persarafan :
 N. pudendus &N. hemoroidal inferior
 Jaringan erektil  Sekresi lubrikan
 Normal : tidak teraba

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Gonococcus

Staphylococcus

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Etiopatologi
 Sumbatan bagian distal duktus Bartholin -> retensi
sekresi -> pelebaran duktus -> kista -> infeksi ->
abses
Kista Bartholin Abses Bartholin
• Sumbatan pada duktus • Infeksi primer kelenjar/ kista
• Sekunder dari peradangan yang terinfeksi
nonspesifik/ trauma • Nyeri akut, cepat dan progresif
• Asimtomatik s/d nyeri & • Disebabkan oleh Polimikrobial
dispareunia

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Manifestasi Klinis
 Nyeri saat berjalan, duduk, beraktifitas fisik, atau
berhubungan seksual.
 tidak disertai demam, kecuali jika terinfeksi.
 Pembengkakan area vulva selama 2-4 hari.
 Biasanya ada sekret di vagina.
 Dapat terjadi ruptur spontan.
 Teraba massa unilateral pada labia mayor sebesar
telur ayam, lembut, dan berfluktuasi, atau terkadang
tegang dan keras.
Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Manifestasi Klinis

 Nyeri saat berjalan, duduk, beraktifitas fisik, atau


berhubungan seksual.
 tidak disertai demam, kecuali jika terinfeksi.
 Pembengkakan area vulva selama 2-4 hari.
 Biasanya ada sekret di vagina.
 Dapat terjadi ruptur spontan.
 Teraba massa unilateral pada labia mayor sebesar telur ayam,
lembut, dan berfluktuasi, atau terkadang tegang dan keras.

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Diagnosis Banding

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Pemeriksaan Penunjang
 Karsinoma kista Bartholini 1% dari kanker vulva
(50% karsinoma sel skuamosa)
 perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut
hingga biopsi:
 Usia yang lebih tua dari 40 tahun
 Massa yang tidak nyeri, kronis, dan bertambah besar
secara progresif
 Massa yang solid, tidak fluktuasi, dan tidak nyeri

 Terdapat riwayat keganasan labial sebelumnya.

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Penatalaksanaan
 TINDAKAN OPERATIF
 Incisi dan drainase
 Cepat dan mudah, 13% gagal
 Word Catheter
 Panjang sekitar 1 inch, menampung 3-4 mL lar
salin
 Jika kista terlalu dalam, tidak praktis
 Marsupialisasi
 Bartholinectomy
 Resiko perdarahan
 Dianjurkan pemberian cool packs saat 24
jam setelah dilakukan prosedur
pembedahan
Marsupialisasi

 Tidak dilakukan jika


terdapat tanda abses
akut
 Komplikasi :
dispareunia,
hematoma, dan infeksi
Sitz Bath
 Hip bath
 Bagian pinggul dan bokong
direndam dalam air/saline
 1-2x/hari
Medikamentosa
 Antibiotik : terapi empirik PMS (infeksi gonococcal
dan chlamydia), sebelum insisi & drainase
 Ceftriaxone : 125 mg IM sebagai single dose
 Broad sprektrum Gram (-)
 Ciprofloxacin: 250 mg PO 1 kali sehari
 Doxycycline: 100 mg PO 2 kali sehari selama 7 hari.

 Azitromisin: 1 g PO 1x
Komplikasi
 Abses Bartholin Rekuren

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
Kesimpulan
 Kista Bartholin merupakan tumor kistik jinak dan
ditimbulkan akibat saluran Bartolini yang
mengalami sumbatan.
 Kista Bartholini seringkali bersifat asimptomatis
 Insisidan drainase adalah prosedur yang paling
mudah dan relatif cepat dalam kesembuhan
 Marsupialisasi lebih efektif dibandingkan dengan
terapi pembedahan kista Bartholin lainnya.

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar Lampung
THANK YOU
DANKE
ARIGATOU
TERIMAKASIH

Kepanitraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin RS Bhayangkara Polda Bandar


Lampung