Anda di halaman 1dari 34

HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG ULKUS KAKI

DENGAN KEPEDULIAN MERAWAT KAKI PADA


PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II
DI RSUDZA BANDA ACEH

ISTIA RAHMAH
1207101010052
h3y

Pembimbing 1 : dr. Teuku Mamfaluti, M.Kes, Sp.PD Penguji 1 : dr. Masra Lena Siregar, Sp.PD

Pembimbing 2 : Suryawati, S.Si, Apt, M.Sc Penguji 2 : dr. Rachmad Suhanda, M.Kes


Jumlah kasus DM di seluruh dunia DM dan komplikasinya merupakan
semakin meningkat dan merupakan masalah besar, salah satu
penyebab kematian ke-6 di seluruh dunia komplikasinya adalah ulkus kaki
LATAR BELAKANG diabetik.

Prevalensi kaki diabetik pada penderita DM


sebesar 4-10% dengan angka kematian masih
tinggi sebesar 16% dan amputasi 25%. Ulkus
diabetik merupakan penyebab utama (85%)
dari seluruh amputasi pada ekstremitas bawah

Di Aceh , prevalensi DM yang telah Menurut Riskesdas 2013 Di


didiagnosis oleh dokter adalah 1,8% dan Indonesia prevalensi DM 6,9% atau
2,6% belum pernah didiagnosis DM, tetapi sekitar 12 juta jiwa
sebulan terakhir telah mengalami gejala DM
 Ada beberapa faktor resiko yang turut berperan terhadap terjadinya ulkus
diabetikum terutama pada kaki salah satunya yaitu kepedulian merawat kaki
 Penderita Diabetes Melitus (DM) harus memiliki pengetahuan dan kemampuan
yang cukup untuk mengontrol penyakitnya guna mencegah timbulnya
komplikasi
 Pasien DM harus mengetahui cara mencegah timbulnya ulkus pada kaki
sehingga kejadian ulkus dan amputasi dapat dihindarkan.
 Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu hambatan bagi pasien dalam
melakukan perawatan kaki
RUMUSAN MASALAH

Apakah terdapat hubungan antara pengetahuan pasien tentang ulkus kaki


dengan kepedulian merawat kaki pada penderita diabetes melitus tipe II di
RSUDZA Banda Aceh?
TUJUAN PENELITIAN

 Tujuan Umum
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan pasien
tentang ulkus kaki dengan kepedulian merawat kaki pada penderita DM tipe II di
RSUDZA Banda Aceh.

 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien DM dalam merawat kaki
b. Untuk mengetahui tingkat kepedulian pasien DM dalam melakukan perawatan
kaki
Manfaat Penelitian

Manfaat Praktis
1. Sebagai bahan informasi bagi penderita DM tipe II untuk lebih perduli terhadap
perawatan kaki
2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi petugas kesehatan dalam
mengedukasi pentingnya perawatan kaki pada pasien DM

Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi peneliti lain yang akan
melakukan penelitian tentang kepedulian pasien DM dalam melakukan perawatan kaki
Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka hipotesis


penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan pasien tentang
ulkus kaki terhadap kepeduliaannya dalam melakukan perawatan kaki.


Diabetes Melitus

Definisi Diabetes Melitus


 Diabetes Melitus merupakan suatu gangguan metabolisme karbohidrat,
protein dan lemak yang ditandai oleh hiperglikemia atau peningkatan
kadar glukosa dalam darah yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin
atau menurunnya kerja insulin.
Klasifikasi Diabetes Melitus

1) Diabetes melitus tipe I atau IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus)


2) Diabetes melitus tipe II atau NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes
Mellitus)
3) Diabetes melitus dengan kehamilan atau Diabetes Mellitus Gestasional
(DGM),
4) Diabetes tipe lain disebabkan karena defek genetik fungsi sel beta,
defek genetik fungsi insulin, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati,
karena obat atau zat kimia, infeksi, dan sindrom genetik lain yang
berhubungan dengan diabetes mellitus.
Gejala Diabetes Melitus

Gejala tidak khas :


Gejala klasik : Badan lemah
Polidipsi Kesemutan
Poliuria Gatal
Polifagia Mata kabur
Penurunan berat badan mendadak Disfungsi ereksi
Pruritus
Diagnosis

Diagnosis diabetes melitus dapat ditegakkan dengan sebagai berikut:


 Apabila ditemukannya gejala klasik, maka pemeriksaan glukosa plasma ≥200mg/dl
sudah cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus.
 Pemeriksaan HBA1C ≥6,5%. Tes ini harus dilakukan di laboratorium dengan
standarisasi yang baik.
 Pemeriksaan kadar Gula Darah Puasa ( GDP ) ≥126 mg/dl (7,0 mmol/L). Puasa
didefinisikan sebagai tidak menerima asupan kalori selama minimal 8 jam.
 Kadar gula darah 2jam ≥200mg/dl (11,1 mmol/L) pada Tes Toleransi Glukosa Oral
(TTGO)
Komplikasi Diabetes Melitus

 Komplikasi pada diabetes melitus dapat berupa komplikasi akut dan komplikasi
kronis.
 Komplikasi akut meliputi ketoasidosis diabetik, hiperosmolar non ketotik, dan
hipoglikemia.
 Komplikasi kronik meliputi makroangiopati, mikroangiopati dan neuropati.
Definisi Ulkus Kaki Diabetik

 Ulkus diabetik adalah infeksi, ulserasi, atau destruksi jaringan ikat dalam yang
berhubungan dengan neuropati dan penyakit vaskuler pada tungkai bawah yang
biasanya terjadi pada bagian kaki
 Ulkus diabetik adalah salah satu komplikasi kronik DM berupa luka terbuka pada
permukaan kulit yang dapat disertai kematian jaringan setempat
Klasifikasi ulkus kaki

Grade Lesi
0 Pre atau post ulserasi
1 Luka superfisial yang mencapai epidermis atau dermis atau
keduanya tetapi belum menembus tendon atau tulang
2 Luka menembus tendon tetapi belum mencapai tulang atau
sendi
3 Luka menembus tulang
Faktor Resiko Ulkus Kaki Diabetik

1) Usia
2) Lama menderita diabetes melitus
3) Riwayat ulkus kaki diabetes melitus atau amputasi
4) Neuropati diabetik
Tanda dan Gejala

 Sering kesemutan
 Nyeri kaki saat istirahat
 Sensasi rasa berkurang
 Kerusakan jaringan (nekrosis)
 Penurunan denyut nadi arteri dorsalis pedis, tibia dan poplitea
 Kaki menjadi atrofi, dingin dan kuku menebal
 Kulit kering
Kepedulian Merawat Kaki

 Kepedulian diri atau self care adalah tindakan yang matang mempunyai
potensi untuk berkembang, atau mengembangkan kemampuan yang
dimiliki agar dapat digunakan secara tepat, nyata dan valid untuk
mempertahankan fungsi dan berkembang dengan stabil dalam
perubahan lingkungan
 Self care diabetes melitus merupakan program atau tindakan yang harus
dijalankan sepanjang kehidupan dan menjadi tanggung jawab penuh bagi
setiap penderita DM untuk menjaga kualitas hidupnya
Canadian Diabetes Association (CDA) tahun 2013 menganjurkan perawatan kaki bagi
penderita diabetes melitus yaitu sebagai berikut:
1) Perawatan kaki harian
2) Mencuci kaki
3) Mengeringkan kaki
4) Memotong kuku
5) Mengoleskan pelembut (lotion) ke tumit dan telapak kaki
6) Menggunakan kaus kaki bersih dan sepatu yang sesuai setiap hari
7) Penggunaan alas kaki setiap kali beraktivitas
Pengetahuan pasien tentang ulkus kaki
dan perawatan kaki

 Kurangnya pengetahuan pasien tentang ulkus kaki dan perawatan kaki menjadi
salah satu hambatan bagi pasien dalam melaksanakan perawatan kaki. Kesadaran
untuk melakukan perawatan kaki pada penderita DM yang sangat kurang
diakibatkan oleh kurangnya pendidikan atau edukasi dari penyedia kesehatan
 Pendidikan perawatan kaki dapat meningkatkan pengetahuan dan kinerja pasien
tentang berbagai masalah kaki, dan penting dalam mencegah ulkus diabetikum
Kerangka Teori Diabetes Melitus tipe II

Komplikasi DM

Akut Kronis

Neuropati diabetik Makroangiopati Mikroangiopati

Pembuluh Darah Tepi Jantung Otak

Ulkus Kaki Diabetik

Pengetahuan Pasien Tentang Ulkus Kaki Kepedulian Merawat Kaki


= Diteliti
Keterangan :
= Tidak Diteliti


Jenis dan Rancangan • Analitik observational dengan rancangan cross sectional
Penelitian
• Di Poliklinik Endokrin dan Metabolik Penyakit Dalam RSUDZA
Tempat Penelitian Banda Aceh

Waktu Penelitian • Pada bulan November 2015

• Seluruh pasien DM tipe II yang berobat ke Poliklinik Endokrin


Populasi dan Metabolik RSUDZA yang sudah didiagnosa oleh dokter.

• Pasien diabetes melitus tipe II yang telah didiagnosis oleh


Sampel dokter dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel
pada penelitian ini diambil secara accidental sampling.
1) Kriteria inklusi
 Semua pasien DM tipe II kronis di Poliklinik Endokrin dan Metabolik RSUDZA Banda
Aceh
 Pasien bersedia untuk menjadi responden
2) Kriteria eksklusi
 Pasien yang menggunakan jasa perawat untuk perawatan kakinya
Kerangka Konsep dan Variabel Penelitian

Variabel independen Variabel dependen

Pengetahuan tentang Kepedulian pasien


ulkus kaki merawat kaki
Definisi Operasional

Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala


Operasional
Variabel independen: Semua yang diketahui responden tentang Kuesioner 1. Baik skor 33- ordinal
65
Pengetahuan pasien ulkus kaki DFKS
2. Kurang skor
tentang ulkus kaki 0-32
Variabel dependen: Frekuensi responden dalam melakukan Kuesioner 1. Baik skor 7-14 ordinal
2. Kurang skor
Kepedulian tindakan pelaksanaan perawatan kaki dan DFCB
0-6
pencegahan cedera pada kaki
merawat kaki
Instrumen penelitian

Instrument penelitian menggunakan kuesioner Diabetes Foot Care Knowledge Scale


(DFKS) yang merupakan instrumen penilaian tingkat pengetahuan pasien diabetes
melitus dengan 14 pertanyaan. Sedangkan untuk penilaian kepedulian merawat kaki
instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner Diabetic Functional Care
Behaviour (DFCB) dengan 14 pertanyaan tekait kepedulian dalam praktik perawatan
kaki pada pasien diabetes melitus.
Teknik Pengumpulan dan Pengambilan Data

Sumber Data
 Data diperoleh secara langsung dari pasien yang telah didiagnosis diabetes
melitus kemudian dilakukan wawancara menggunakan kuesioner DFKS dan DFCB.

Teknik Pengambilan Data


 Metode pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan dalam mengambil
dan mengumpulkan data penelitian. Pada saat pengambilan data peneliti
melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner DFKS dan DFCB
Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan Data
 Coding
 Editing
 Tabulating
 Cleaning
Analisis Data Penelitian

Analisis Data Penelitian


 Analisis univariat
 Analisis bivariat

Variabel independen Variabel dependen

Pengetahuan tentang ulkus kaki Kepedulian merawat kaki


Pengetahuan tentang ulkus kaki : skala ordinal
Uji Chi-square
Kepedulian merawat kaki : skala ordinal
Alur Penelitian
Surat Izin Penelitian Dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Dan RSUDZA Banda Aceh

Pasien Datang Berobat Ke Poliklinik Endokrin dan Metabolik RSUDZA Banda Aceh

Didiagnosis Oleh Dokter Menderita Diabetes Melitus

Memenuhi Kriteria Sebagai Sampel

Melakukan Penelitian Menggunakan Kuesioner DFKS Dan DFCB

Pengumpulan Data

Analisis Data

Hasil Penelitian