Anda di halaman 1dari 48

Irsan Ibrahim, drg.

MSi

Lab IMTKG/ Dental Material


FKG UPDM(B)
1/2/2018
 Gigi terdiri dari banyak warna  gradasi  mulai
dari warna kuning di servikal ke warna putih di
insisal.
 Variasi warna ini dipengaruhi oleh ketebalan
email dan dentin serta arah dari pantulan
sinarnya.
 Gigi C lebih kuning
dibandingkan gigi I2.
 Gigi akan berwarna kuning
seiring bertambahnya
usia.
Warna gigi dipengaruhi oleh :
1. Interpretasi individu.
2. Waktu.
3. Posisi pandangan pasien.
4. Hidrasi gigi.
5. Warna kulit.
6. Lampu disekitarnya.
 Value : gelap
terang
(brightness).
 Hue : warna
sebenarnya.
 Chrome :
tingkatan warna
berdasarkan
ketajaman.
1. Extrinsic discolouration

2. Intrinsic discolouration
Extrinsic Discolouration:
1. Stain (chromogens).
2. Plaque, chromogenenic bacteri.
3. Obat kumur (chlorhexidine).
Extrinsic Discolouration:
4. Merokok.
5. Minuman (teh, kopi,
cola)
6. Makanan.
7. Antibiotik
(erythromycin,
amoxicillin-
clavulanic acid).
8. Suplemen zat besi.
Intrinsic Discolouration:
 Terjadi akibat perubahan struktur komposisi
ataupun ketebalan gigi.
Intrinsic Discolouration:
SEBELUM ERUPSI:
1. Penyakit :
 Amelogenesis/ Dentinogenesis imperfecta.
2. Pengobatan :
 Tetracycline, antibiotik
3. Fluorosis stains.
4. Enamel hypoplasia (trauma atau infeksi).
Intrinsic Discolouration:
SESUDAH ERUPSI:
1. Trauma (pulpal haemorrhagic products)
2. Primary and secondary caries
3. Tooth wear
4. Dental restorative materials
5. Ageing
6. Chemicals
7. Antibiotics
Minocycline (used to treat acne)
Pilihan perawatan :
1. Tidak dirawat.
2.Pembersihan stain.
3.Tehnik bleaching.
4.Restoratif :
▪ Veneer.
▪ Crown.
Definisi :
Suatu prosedur perawatan yang bertujuan untuk
memutihkan atau mencerahkan warna gigi menggunakan
suatu bahan kimia yang dapat mengoksidasi pigmentasi
organik di gigi.
Vital bleaching :
• Home :
• Night Guard Bleaching
• 10, 15, & 20 carbamide peroxide in a dental tray
• Carbamid peroksida 10% sebanding dengan 3%
hidrogen peroksida.
Vital bleaching :
• In office bleaching :
• ~30% carbamide peroxide.
• single visit (photo initiation)/ termokatalitik
plus additional home use of carbamide
peroxide 10%.
• Teknik Hydrochloric Acid / Pumice Microabrasion
 fluorosis
 Non-vital bleaching :
• = Walking bleaching/ intracoronal bleaching.
• 10 % carbamide peroxide
• Laser assisted bleaching :
• 35 % H2O2
1. Mudah diaplikasikan pada gigi.
2. Memiliki pH netral.
3. Mencerahkan warna gigi secara efisien.
4. Jumlah bahan minimum untuk mencapai hasil
yang diinginkan.
5. Tidak mengiritasi jaringan rongga mulut.
6. Tidak menyebabkan kerusakan pada gigi
7. Dapat dilakukan oleh dokter gigi untuk
memberikan perawatan yang sesuai dengan
kebutuhan pasien
1. Carbamide peroxide
2. Hydrogen peroxide and sodium hydroxide
3. Sodium perborate
4. Thickening agent-carbopol or carboxy
polymethylene
5. Urea
6. Surfactant and pigment dispersants
7. Preservatives (pengawet)
8. Vehicle-glycerine and dentifrice
9. Flavors
10. Fluoride and 3 percent potassium nitrate.
 Carbamide Peroxide (CH6N2O3)
 It is a bifunctional derivative of carbonic acid. It is
available as:
 Home bleaching
▪ 5 percent carbamide peroxide
▪ 10 percent carbamide peroxide
▪ 15 percent carbamide peroxide
▪ 20 percent carbamide peroxide.
 In office bleaching
▪ 35 percent solution or gel of carbamide peroxide.
 Hydrogen Peroxide (H2O2)
 H2O2 breaks down to water and nascent oxygen.
 It also forms free radical perhydroxyl (HO2)
which is responsible for bleaching action
O-
H2O
H2o2
OH-

OOH-
1. Hydrogen peroxide (HP): H2O2
2. Carbamide peroxide: CH6N2O3 much more stable
than hydrogen peroxide, hence it’s preferred use
• Urea stabilises and buffers HP – penyimpanan
lebih lama!
• 10%  bleaching concentration FDI

• Higher concentrations= meningkatkan


sensitivitas dan berbahaya.
• Descomposes into:
• 3% hydrogen peroxide (active element)
• 7% urea (raises the pH of the solution)
 Sodium Perborate
 It comes as monohydrate, trihydrate or
tetrahydrate.
 It contains 95 percent perborate, providing 10
percent available oxygen
 Thickening Agents
 Carbopol (Carboxy polymethylene):
▪ Memperlambat pelepasan oksigen.
▪ Meningkatkan kekentalan bleaching.
▪ Delayed effervescence  bleaching lebih lama
menempel pada gigi  memberi waktu lebih lama
untuk carbamide difusi ke gigi.
▪ Difusi bleaching ke email lambat  effective.
 Urea (NH2)2CO
 Stabilize the H2O2
 Elevate the pH of solution
 Anticariogenic effects.
 Surfactants
 Surfactant acts as surface wetting agent which
allows the hydrogen peroxide to pass across gel
tooth boundary
 Preservatives
 Phosphoric acids, citric acid or sodium stannate.
 Berfungsi mengikat logam seperti Fe, Cu dan Mg
 akselerasi H2O2, pengawet dan stabilitas.
 Vehicle
 Meningkatkan kekentalan dan memudahkan
aplikasinya.
 Flavors
 Agar rasa dapat diterima oleh pasien.
 Fluoride dan 3 percent Potassium Nitrate
 Mencegah sensitivitas setelah bleaching.
 Enamel
 99 % kristal hidroksiapatit
 1 % materi organik
(Enamelin) dan air
 Struktur paling keras pd
tubuh
 Dentin
 Komposisi kimia~tulang :
 80% anorganik (kristal
hidroksiapatit)
 20 organik (kolagen type I)
 Cementum
▪ Terdiri dari 50% kalsium
 Bleaching menggunakan Hidrogen Peroksida sebagai
agen aktif.
 Hidrogen peroksida dapat dihasilkan dari reaksi kimia
natrium perborate atau carbamide peroksida.
 Hidrogen peroksida bertindak sebagai agen
pengoksidasi yang kuat melalui pembentukan radikal
bebas, molekul oksigen reaktif dan anion hidrogen
peroksida.
 Molekul reaktif ini menyerang panjang dirantai, gelap
molekul yang berwarna (chromophore) gelap dan
membagi molekul tersebut menjadi molekul yang
lebih kecil, sedikit warna dan lebih mudah berdifusi.
 Saat bleach diaplikasi ke
gigi, molekul HP masuk
dari insisal edge ke apeks
melalui email, dentin, dan
kamar pulpa selama 5 – 15
menit.
 HP terurai menjadi ion H2O
O-

oksigen dan radikal bebas H2o2


OH-
oksigen. 3 atau 4 radikal O2
bebas yang aktif adalah OOH-
OH- 95%, OOH- 2.3% & O-
2.3%.
 Molekul oksigen
menarik ikatan karbon OH- DCB
rangkap dua ( molekul O-
yang terdapat noda OOH-
DCB
warna) dan
memutuskan ikatannya BREAK DOWN THE
STAIN MOLECULES
menjadi ikatan karbon
rangkap tunggal.
SCB SCB
 Ikatan karbon tunggal
akan memantulkan
OH- DCB
sinar dan membuat gigi O-
lebih cerah dan lebih DCB
OOH-
putih. Molekul yang
terbentuk sekarang BREAK DOWN THE

lebih transparan. STAIN MOLECULES

 Molekul ini lebih mudah


masuk diantara pori –
SCB SCB
pori karena ukurannya
lebih kecil.
1. Waktu
 Increase in contact time, increases the bleaching
effect
2. Permukaan gigi yang bersih :
 Cleaner the enamel surface, better is the effect
of bleaching
3. Konsentrasi Bleaching:
 Increase in peroxide concentration, increases
the effect of bleaching
4. Lokasi dan dalamnya perubahan warna.
5. Suhu :
 Increase in temperature increases the release of
oxygen free radicals which increases bleaching
effect
6. Kecepatan radikal bebas oksigen untuk lepas :
 More is the oxygen free radical release, better is the
effect of bleaching
7. Kekentalan :
 Addition of agents like glycerine, glycol to increase
the viscosity of bleaching solution decrease the
efficacy of bleaching agent
8. Usia pasien
9. Warna asli gigi.
10. Frekuensi Bleaching.
11. Kecepatan degradasi bleaching 
kecepatan oksigen lepas.
 Sumber sinar yang digunakan untuk
mempercepat proses oksidasi HP :

▪ Argon (480 nm) and CO2 lasers (10.600 nm)  10


dtk/gigi
▪ Xenon plasma arc light (200 – 1100 nm)  3 dtk/gigi
▪ Tungsten halogen curing light (350 – 900 nm)  40 – 60
dtk/gigi.
▪ Diode laser light (365 – 370 nm).
▪ Conventional bleaching light (UV light = 190 – 350 nm)
 Efek terhadap komposit :
 ↑ kekerasan permukaan.
 Permukaan kasar.
 ↓ TS.
 ↑ kebocoran mikro.
 Tidak ada perubahan warna komposit.
 Efek terhadap material yang lain.
 Tidak ada pengaruh pada restorasi logam
emas.
 Perubahan mikrostruktur amalgam.
 Perubahan matriks GIC.
 Perubahan warna pada material yang
mengandung MMA  warna orange.
1/2/2018