Anda di halaman 1dari 52

VISUM ET REPERTUM

1
 Nama : Amat Mursidi
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Alamat : Klero 2/21 sumberharjo
 Usia : 90 tahun
 Agama : Islam
 Status : Menikah
 Tanggal Masuk : 16 desember 2017

2
 Luka dikepala
pasien datang diantar warga dengan luka
dikepala pasca diserang dengan senjata
tajam(garu). Kejadian berlangsung 1 jam SMRS

3
Keadaan Umum
• GCS E4V5M6 = 15
• Compos Mentis
• Tampak sakit sedang

Tanda-tanda Vital
• Tekanan Darah : 177/82 mmHg
• Denyut Nadi : 78 x/menit, regular
• Respiratory Rate : 28 x/menit
• Suhu : 36,6 °C
4
Pemeriksaan Kepala dan Leher

 Kepala:
 Tampak luka robek bentuk Y ukuran 7x3x1,5cm dengan tepi tidak
beraturan pada jarak 11cm dari puncak kepala ke arah bawah belakang
 Tampak luka robek memanjang ukuran 5x1x1,5cm dengan tepi tidak
beraturan pada jarak 4cm dari garis tengah kepala ke arah kiri
 Mata : Konjungtiva Anemis(-/-), sklera ikterik (-/-
)
 Bibir : Sianosis (-)
 Leher : Pembesaran KGB (-), JVP : R + 3 cmH2O

5
Pemeriksaan Thorax
 Inspeksi : Simetris
 Pulmo : Sonor (+), vesikuler (+/+), ronki basah basal
(+/+), wheezing (-/)
 Cor : Bunyi jantung S1 & s2 murni reguler, Murmur
(-), gallop (-)

6
Pemeriksaan Abdomen
• Soepel
• timpani (+)
• Bising usus (+) Normal
• Nyeri Tekan (-)
Pemeriksaan Ekstremitas
• Akral Hangat, CTR < 2 detik, Edema pada
kedua tungkai (-)

7
TEST RESULT NORMAL VALUE
WBC 10,17 4.0 – 10.0 x 103
HGB 13,4 12 – 16
HMT 40,1 37 – 48
PLT 233 150 – 400 x 103

8
9
VULNUS LACERATUM AD
PARIETOTEMPORAL

10
 Dahlan S, 1999 :
 Keterangan tertulis
 Dibuat oleh Dokter (kapasitas sbg ahli)
 Atas permintaan resmi penegak hukum yg
berwenang
 Apa yang dilihat dan ditemukan pada
objek
 Atas sumpah dan janji saat terima jabatan

11
 Idries, 1997 :
 Laporan tertulis
 Oleh dokter yang telah disumpah
 Apa yang dilihat dan ditemukan pada
barang bukti yang diperiksa
 Membuat kesimpulan dari
pemeriksaan
 Guna kepentingan peradilan
12
 Bukan untuk kepentingan Dokter
 Bukan sekedar pemuas keinginan tahu dari
Dokter adanya kelainan yg dapat
menyebabkan kematian

 Dibutuhkan dalam rangka upaya


penegakan hukum dan keadilan
 Konsumennya aparat penegak hukum 
penyidik
13
MACAM VISUM ET REPERTUM
14

 VER LUKA
 VER JENAZAH

 VER PSIKIATRI

 VER KEJAHATAN SEKSUAL


 PERDATA  PIDANA
 WARISAN  PENYIDIKAN
 PERCERAIAN  PERADILAN
 IZIN MENIKAH  PATERNITAS
KEMBALI  IDENTIFIKASI
 ASURANSI
 PERBANKAN
15
16

Peraturan
Perundang-undangan
yang berkait dengan
Visum et Repertum
Pasal 133 KUHAP
17

(1) Dalam hal penyidik untuk


kepentingan peradilan menangani
seorang korban baik luka,
keracunan ataupun mati yang
diduga karena peristiwa yang
merupakan tindak pidana, ia
berwenang mengajukan permintaan
keterangan ahli kepada ahli
kedokteran kehakiman atau dokter
dan atau ahli lainnya
Pasal 133 KUHAP
18

(2) Permintaan keterangan ahli


sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) dilakukan secara tertulis,
yang dalam surat itu disebutkan
dengan tegas untuk pemeriksaan
luka atau pemeriksaan mayat dan
atau pemeriksaan bedah mayat
Pasal 133 KUHAP
19

(3) Mayat yang dikirim kepada ahli


kedokteran kehakiman atau dokter
pada rumah sakit harus
diperlakukan secara baik dengan
penuh penghormatan terhadap
mayat tersebut dan diberi label yang
memuat identitas mayat, dilak
dengan diberi cap jabatan yang
diletakkan pada ibu jari atau bagian
lain badan mayat
LEMBARAN NEGARA
NOMOR 350 TAHUN 1937
20

 Pasal 2, ayat (1)


 Para dokter yang tidak pernah mengucapkan sumpah
dokter baik di negeri Belanda maupun di Indonesia,
sebagai tersebut dalam pasal 1 diatas, dapat
mengucapkan sumpah sebagai berikut : “Saya
bersumpah (berjanji), bahwa saya akan membuat
keterangan tertulis yang diperlukan untuk
kepentingan justisi tentang apa yang telah saya amati
sebagai dokter dengan sebenar-benarnya menurut
pengetahuan saya yang sebaik-baiknya. Semoga
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang
melimpahkan kekuatan lahir dan batin”.
LEMBARAN NEGARA
NOMOR 350 TAHUN 1937
21

 Pasal 2, ayat (2) :


 Sumpah tersebut dalam ayat (1) dilakukan
atas permintaan dokter oleh Kepala Daerah
setempat, dimana dokter itu bertempat
tinggal. Dari penyumpahan tersebut berita
acara rangkap tiga : satu helai untuk yang
disumpah, satu helai lagi untuk Kepala
Dinas Kesehatan, dan satu helai turunan
terakhir untuk arsip Kantor Pejabat yang
mengambil sumpah
MACAM-MACAM LUKA
22

 LUKA ROBEK  JEJAS JERAT


 LUKA LECET  JEJAS GANTUNG
 LECET TEKAN  LUKA BAKAR
 LECET GESER  MEMAR
 LUKA TEMBAK  LUKA IRIS
 TEMBAK MASUK  LUKA TUSUK
 TEMBAK KELUAR
TIDAK ADA KELAINAN?
23

 TIDAK ADA LUKA


 TIDAK ADA MEMAR

 TIDAK ADA DERIK TULANG/

 TIDAK ADA PATAH TULANG


 JENIS  TEPI
 JUMLAH  DINDING
 LOKASI  SEKITAR
 BENTUK  ARAH PUKUL
 UKURAN

24
LUKA ROBEK
25

PERGELANGAN
TANGAN KIRI
LEHER
LUKA BAKAR
26

IDENTIFIKASI GIGI IDENTIFIKASI PROPERTI


JEJAS GANTUNG
27

ALAT GANTUNG TALI ALAT GANTUNG KAIN


JEJAS GANTUNG
28

ALAT GANTUNG KAWAT ALAT GANTUNG TALI


LUKA TEMBAK
29

LUKA TEMBAK MASUK ANAK PELURU


LUKA LECET
30

LUKA LECET TEKAN LUKA LECET GESER


LUKA LECET
31

LUKA LECET TEKAN LUKA LECET TEKAN


DERAJAT LUKA
32

 LUKA RINGAN
 LUKA SEDANG

 LUKA BERAT
LUKA RINGAN (luka derajat I)
33

 LUKA YANG TIDAK MENIMBULKAN


PENYAKIT ATAU HALANGAN
DALAM MENJALANKAN
PEKERJAAN JABATAN ATAU
PEKERJAAN MATA
PENCAHARIANNYA
 Contoh : Luka lecet
 LUKA YANG DAPAT MENIMBULKAN
PENYAKIT ATAU HALANGAN DALAM
MENJALANKAN PEKERJAAN JABATAN
ATAU PEKERJAAN MATA PENCAHARIAN
UNTUK SEMENTARA WAKTU (DALAM
BEBERAPA HARI)
 Contoh : Luka memar dan luka robek

34
 PENYAKIT ATAU LUKA YANG TIDAK DAPAT
DIHARAPKAN SEMBUH SEMPURNA
 LUKA YANG DAPAT MENDATANGKAN
BAHAYA MAUT
 RINTANGAN TETAP MENJALANKAN
PEKERJAAN JABATAN ATAU PEKERJAAN
MATA PENCAHARIAN
 KEHILANGAN SALAH SATU DARI PANCA
INDERA
 Contoh : robeknya jaringan hati, limpa

35
 CACAT BESAR ATAU KUDUNG/
AMPUTASI
 MENGAKIBATKAN KELUMPUHAN
 MENGAKIBATKAN GANGGUAN DAYA
PIKIR 4 MINGGU LAMANYA ATAU LEBIH
 MENGAKIBATKAN KEGUGURAN ATAU
MATINYA JANIN DALAM KANDUNGAN

36
FORMAT
VISUM ET
REPERTUM

37
FORMAT VISUM ET REPERTUM
38

 PRO JUSTITIA (UNTUK


KEADILAN)
 PENDAHULUAN

 PEMBERITAAN (HASIL

PEMERIKSAAN)
 KESIMPULAN

 PENUTUP
PRO JUSTITIA
39

 Ordonansi Materai 1921 pasal 23


juncto pasal 31 ayat 2 sub 27
 Sebagai pengganti materai untuk
surat-surat resmi yang dipakai
untuk perkara-perkara di
pengadilan
 UNTUK KEADILAN
PENDAHULUAN
40

 IDENTITAS DOKTER PEMERIKSA


PEMBUAT VeR
 IDENTITAS PEMINTA VeR
 SAAT DAN TEMPAT DILAKUKAN
PEMERIKSAAN
 IDENTITAS BARANG BUKTI, SESUAI DGN
IDENTITAS YG TERTERA DI VeR/ LABEL/
SEGEL
 SIFATNYA OBYEKTIF ADMINISTRATIF
PEMBERITAAN
(HASIL PEMERIKSAAN)
41

 SEGALA SESUATU YG DILIHAT,


DITEMUKAN PADA BARANG BUKTI
 OLEH DOKTER PEMERIKSA

 DENGAN ATAU TANPA


PEMERIKSAAN PENUNJANG
 SIFATNYA : OBYEKTIF MEDIS
KESIMPULAN
42

 INTISARI PEMERIKSAAN ATAU


HASIL PEMERIKSAAN
 PENDAPAT DOKTER PEMERIKSA

 SESUAI PENGETAHUAN DAN


PENGALAMAN YG DIMILIKI
 SIFATNYA : SUBYEKTIF MEDIS
PENUTUP
43

 PERNYATAAN BAHWA VeR


DIBUAT ATAS SUMPAH DOKTER
 MENURUT PENGETAHUAN YG
SEBAIK-BAIKNYA DAN SEBENAR-
BENARNYA
 SIFATNYA : OBYEKTIF YURIDIS
TATA CARA
44

 PERMINTAAN VISUM ET REPERTUM


 INSTRUKSI KAPOLRI
 SURAT PERMINTAAN VeR

 PENYERAHAN VISUM ET
REPERTUM
TATA CARA PERMINTAAN VER
45

 ADANYA SURAT PERMINTAAN VISUM ET


REPERTUM (SPV) SECARA RESMI, TERTULIS DARI
PENYIDIK YANG BERWENANG
 PANGKAT PENYIDIK SEKURANGNYA PEMBANTU
LETNAN DUA (AIPDA)
 PANGKAT PEMBANTU PENYIDIK SEKURANGNYA
SERDA (BRIPDA) – SERMA (BRIPKA)
 ADANYA BARANG BUKTI
 ADANYA SERAH TERIMA BARANG BUKTI
TATA CARA PENYERAHAN VER
46

 USAHAKAN PENYELESAIAN :
 PEMERIKSAAN LUAR : 7 HARI

 PEMERIKSAAN LUAR DAN DALAM : 14 HARI


SEJAK DITERIMANYA SPV
 DITANDATANGANI OLEH DOKTER PEMERIKSA
 SURAT PENGANTAR BISA OLEH DIREKSI/
SEKRETARIAT
 DISERAHKAN KEPADA INSTANSI PEMINTA
 DISERTAI BUKU EKSPEDISI SURAT KELUAR
KESIMPULAN

47
CONTOH KESIMPULAN
48
VISUM LUAR SAJA
KORBAN SEORANG LAKI-LAKI/ PEREMPUAN DEWASA/ ANAK
DENGAN IDENTITAS JELAS/ TIDAK JELAS, DIKENAL/ TIDAK
DIKENAL.
SAAT KEMATIAN DIPERKIRAKAN ...JAM SEBELUM DILAKUKAN
PEMERIKSAAN.
PADA TUBUH KORBAN DIDAPATKAN TANDA-TANDA
ASFIKSIA/MATI LEMAS. TIDAK DITEMUKAN TANDA-TANDA
PENGANIAYAAN. KELAINAN DI ATAS TIDAK DAPAT
DISINGKIRKAN MENJADI PENYEBAB KEMATIAN SEHUBUNGAN
DENGAN PERISTIWA YANG DIALAMI KORBAN.
SEBAB KEMATIAN PASTI TIDAK DAPAT DITENTUKAN KARENA
TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN DALAM SESUAI
PERMINTAAN PENYIDIK
CONTOH KESIMPULAN
49
VISUM LUAR SAJA
KORBAN SEORANG LAKI-LAKI/ PEREMPUAN DEWASA/ ANAK
DENGAN IDENTITAS JELAS/ TIDAK JELAS, DIKENAL/ TIDAK
DIKENAL.
SAAT KEMATIAN DIPERKIRAKAN ...JAM SEBELUM DILAKUKAN
PEMERIKSAAN.
PADA TUBUH KORBAN DIDAPATKAN PATAH TULANG DI KEPALA,
LUKA ROBEK , LUKA LECET DAN MEMAR AKIBAT TRAUMA
TUMPUL. KELAINAN DI ATAS DAPAT MENJADI PENYEBAB
KEMATIAN SEHUBUNGAN PERISTIWA YANG DIALAMI
KORBAN.
SEBAB KEMATIAN PASTI TIDAK DAPAT DITENTUKAN KARENA
TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN DALAM SESUAI
PERMINTAAN PENYIDIK
CONTOH KESIMPULAN
50
VISUM LUAR SAJA
KORBAN SEORANG LAKI-LAKI/ PEREMPUAN DEWASA/ ANAK
DENGAN IDENTITAS JELAS/ TIDAK JELAS, DIKENAL/ TIDAK
DIKENAL.
SAAT KEMATIAN DIPERKIRAKAN ...JAM SEBELUM DILAKUKAN
PEMERIKSAAN.
PADA TUBUH KORBAN DIDAPATKAN RUSAKNYA JARINGAN
OTAK KARENA PATAHNYA TULANG KEPALA AKIBAT TRAUMA
TUMPUL. KELAINAN DI ATAS MENJADI PENYEBAB KEMATIAN
SEHUBUNGAN DENGAN PERISTIWA YANG DIALAMI KORBAN.
SEBAB KEMATIAN PASTI TIDAK DAPAT DITENTUKAN KARENA
TIDAK DILAKUKAN PEMERIKSAAN DALAM SESUAI
PERMINTAAN PENYIDIK
CONTOH KESIMPULAN
51
VISUM BAYI
1. KORBAN SEORANG BAYI LAKI-LAKI/ PEREMPUAN/ DENGAN
IDENTITAS JELAS/ TIDAK JELAS, DIKENAL/ TIDAK DIKENAL.
2. SAAT KEMATIAN DIPERKIRAKAN ...JAM SEBELUM DILAKUKAN
PEMERIKSAAN.
3. PRAKIRAAN USIA DALAM KANDUNGAN ....BULAN
4. DITEMUKAN/ TIDAK TANDA-TANDA PERAWATAN
5. DITEMUKAN/ TIDAK TANDA-TANDA PENGANIAYAAN
6. DITEMUKAN/ TIDAK KELAINAN CONGENITAL/ BAWAAN
LAHIR
7. BAYI MAMPU/ TIDAK MAMPU UNTUK HIDUP
8. BAYI LAHIR HIDUP/ LAHIR MATI
9. SEBAB KEMATIAN BAYI KARENA.................
MATUR NUWUN

52