Anda di halaman 1dari 49

Pada tanggal 30 November 2017, pasien dirujuk dari RS.

AWAL BROS dengan keluhan nyeri pada pinggang kiri


sejak 3 hari SMRS. nyeri pinggang kiri terjadi secara tiba-tiba
dan dirasakan terus menerus .pasien juga mengatakan bahwa
nyeri yang dirasakan tidak menjalar ke daerah selangkangan.
Pasien sebelumnya sudah berobat ke Puskesmas di daerah
Tangerang sudah diberi obat analgesik namun tidak ada
Riwayat Penyakit perbaikan. lalu pasien kembali berobat ke RS.AWAL BROS
Sekarang namun dikarenakan permasalahan biaya akhirnya pasien
kembali dirujuk ke RSAU. Dr. Esnawan Antariksa. Pasien
mengatakan bila beristirahat nyeri kembali muncul namun
agak berkurang bila pasien beraktivitas. Pasien juga
mengeluhkan mual(+), muntah (+) sebanyak 2x yang berisi
cairan, terasa anyeng-anyengan saat BAK, Pasien
menyangkal bahwa adanya demam(-), pusing(-), sulit BAB(-)
Riwayat Pasien mengatakan sebelumnya ia tidak pernah
mengalami keluhan seperti ini. Pasien mengatakan
penyakit tidak pernah kencing seperti berpasir dan perubahan
dahulu warna urin saat BAK. Pasien menyakal adanya
Riwayat hipertensi, DM, Asma

Riwayat Pasien mengatakan bahwa keluarga


tidak ada yang menderita penyakit
penyakit yang sama seperti pasien
keluarga
Riwayat Pasien mengatakan bahwa ia tidak pernah
kebiasaan minum - minuman berenergi serta kopi. Pasien
juga mengatakan bahwa ia banyak minum air
pribadi putih. Merokok(+), menahan BAK (-).
PEMERIKSAAN FISIK

• Kesadaran : Compos Mentis


Keadaan • Keadaan Umum : TSS
umum
• Tekanan Darah : 140/80 mmHg
• Nadi : 68 x/menit
Tanda • Suhu : 36,3 º C
vital • Respirasi : 20 x/menit
• Kepala : Normochepali, ekspresi wajah
normal
• Mata : Simetris, palpebra superior-
Kepala inferior normal, konjungtiva anemis -/-,
sklera ikterik -/-, isokor, refleks pupil +/+

• KGB tidak membesar, JVP tidak


Leher meningkat
• Inspeksi : pergerakan hemithorax kanan dan kiri simetris
• Palpasi : Vokal fremitus simetris kanan dan kiri
• Perkusi : sonor pada kedua hemithorax
• AUSKULTASI :
Thorak • Pulmo : VBS kanan = kiri normal, rhonki -/-, wheezing -/-
• Cor : Bunyi jantung I/II murni reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdom •

Inspeksi: perut tampak datar
Palpasi : NT (+) hipokondrium kiri, NL (-), hepar dan lien tidak teraba
en • Perkusi : timpani di keempat kuadran, nyeri ketok CVA (-/+)
• Auskultasi : bising usus (+) NORMAL

Ekstre • Akral hangat, Udema (-)


mitas
30 november 2017  Hitung jenis
 Hemoglobin : 13,6 g/dL  Basofil : 0,3

 Hematokrit : 40,4 %  Eosinofil : 0,1

 Netrofil Segmen : 88,8


 Leukosit : 14.470 /ul
 Limfosit : 7,3
 Trombosit : 355.000
 Monosit : 3,5
 Eritrosit : 4,82juta/u
 Ureum : 21,3
 Creatinin : 1,16
 E-GFR : 73
 Glukosa sewaktu : 116
• Urinalisa Lengkap
• Protein Total 5.36 g/dL
• Warna : kuning
• Kejernihan : agak keruh
• Lekosit Esterase Negatif
• Nitrit : Negatif
• Urobilinogen : 0,2
• Protein : Negatif
• Berat Jenis Urine : 1.020
1 Desember 2017  Hitung jenis
 Hemoglobin : 15,1g/dL  Basofil : 0,3

 Hematokrit : 45 %  Eosinofil : 0,1

 Netrofil Segmen : 88,8


 Leukosit : 11.300 /ul
 Limfosit : 7,3
 Trombosit : 342.000
 Monosit : 3,5
 Ureum : 35
 Creatinin : 1,1
 Glukosa sewaktu : 103
 Urinalisa Lengkap  Mikroskopis
• Ph :5  Leukosit : 8-10/LPB
• Nitrit : Negatif  Eritrosit : 3-5/LPB
• Urobilinogen : positif  Silinder : Negatif
• Reduksi : negatif  Epitel : positif
• Bilirubin : negatif  Kristal : Ca. oksalat
• Keton : negatif

• Darah : negatif

• Protein : Negatif

• Berat Jenis Urine : 1.010


 USG Abdomen U/ Whole abdomen
 Kesan :

1. Hidronefrosis grade 1dan Hidroureter proksimal kiri suspect ec. batu


ureter kiri.
2. Tidak tampak kelainan pada USG organ intraabdomen lain yang
dievaluasi
Diagnosis  Ureterolitiasis
kerja

 Infeksi saluran kemih


Diagnosis
 Nefrolitiasis
banding  Keganasan pada saluran
ureter
IVFD Ringer laktat + drip ketorolac 20 tpm

Medikamentosa:
 Ciprofloxacin 2x 500mg
 Lansoprazole 1x 1 tab
 Ketorolac 3x1 tab (k/p)
• Quo ad vitam : ad bonam
• Quo ad functionam : dubia ad bonam
• Quo ad sanactionam : dubia ad bonam
 1 DESEMBER 2017  2 Desember 2017
 S/ Nyeri pinggang kiri (+), terus  S/ nyeri pinggang kiri berkurang
menerus(-), menjalar(-), demam(-),
 O/ kes : Komposmentis
muntah (-), BAK berdarah (-).
TD ; 110/70, N : 88, S : 36,5
 O/ kes : Komposmentis
 A/ Ureterolitiasis
TD ; 100/70, N : 80, S : 36,7
 P/ IVFD Ringer laktat + drip
 A/ Ureterolitiasis
ketorolac 20 tpm
 P/ IVFD Ringer laktat + drip
Medikamentosa:
ketorolac 20 tpm
 Ciprofloxacin 2x 500mg
Medikamentosa:
 Lansoprazole 1x 1 tab
 Ciprofloxacin 2x 500mg  Ketorolac 3x1 tab (k/p)
 Lansoprazole 1x 1 tab
 Ketorolac 3x1 tab (k/p)
 3 DESEMBER 2017  4 Desember 2017
 S/ Nyeri pinggang kiri (-)  S/ nyeri pinggang kiri (-)
 O/ kes : Komposmentis  O/ kes : Komposmentis
TD ; 110/70, N : 85, S : 36,7 TD ; 110/70, N : 78, S : 36,2
 A/ Ureterolitiasis  A/ Ureterolitiasis
 P/ IVFD Ringer laktat + drip  P/ IVFD Ringer laktat + drip
ketorolac 20 tpm ketorolac 20 tpm
Medikamentosa: Medikamentosa:

 Ciprofloxacin 2x 500mg  Ciprofloxacin 2x 500mg


 Lansoprazole 1x 1 tab  Lansoprazole 1x 1 tab
 Ketorolac 3x1 tab (k/p)  Ketorolac 3x1 tab (k/p)
 Rencana ct-scan
 5 DESEMBER 2017  6 Desember 2017
 S/ Nyeri pinggang kiri (-), BAK berpasir  S/ nyeri pinggang kiri (-)
 O/ kes : Komposmentis  O/ kes : Komposmentis
TD ; 110/70, N : 76, S : 36,7 TD ; 110/70, N : 78, S : 36,2
 A/ Ureterolitiasis  A/ post op. Ureteroscopy + Litotripsi
 P/ IVFD Ringer laktat + drip  P/ IVFD Ringer laktat + drip
ketorolac 20 tpm ketorolac 20 tpm
Medikamentosa: Medikamentosa:

 Ciprofloxacin 2x 500mg  Ciprofloxacin 2x 500mg


 Lansoprazole 1x 1 tab  Lansoprazole 1x 1 tab
 Ketorolac 3x1 tab (k/p)  Ketorolac 3x1 tab (k/p)
 Pro ureteroscopy + Litotripsi
 6 Desember 2017

 S/ nyeri pinggang kiri (-)

 O/ kes : Komposmentis

TD ; 110/70, N : 75, S : 36,5

 A/ post op. Ureteroscopy + Litotripsi

 P/ IVFD Ringer laktat + drip ketorolac 20 tpm

Medikamentosa:

 Ciprofloxacin 2x 500mg
 Lansoprazole 1x 1 tab
 Ketorolac 3x1 tab (k/p)
 Urixim 3x1 tab
 sekitar 10% penduduk Amerika mengidap penyakit batu
ureter dengan prevalensi terkena penyakit ini semasa
hidup sekitar 13% pada laki-laki dan 7% pada
perempuan.
 Dari data dalam negeri yang pernah dipublikasikan
didapatkan peningkatan jumlah penderita batu ureter
yang mendapat tindakan di RSUPN-Cipto
Mangunkusumo dari tahun ke tahun mulai 182 pasien
pada tahun 1997 menjadi 847 pasien pada tahun 2002.
 juga data pasien dengan dugaan batu ureter dari
tahun 2009 sebanyak 385 orang dari jumlah penduduk
69.501 orang (0,55%) dan pada tahun 2010 sebanyak
499 orang dari jumlah penduduk 68.093 orang (0,73%).
Ureterolithiasis atau batu ureter merupakan
suatu keberadaan batu yang tidak normal
yang ada di dalam saluran kemih/ureter.
 Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti
kacang, terdapat sepasang (masing-masing satu di
sebelah kanan dan kiri vertebra)

Posisi letak ginjal di bagian retroperitoneal

Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dibanding


ginjal kiri
kutub atas ginjal kiri adalah
tepi atas vertebra T12,
sedangkan kutub atas ginjal
kanan adalah tepi bawah
vertebra T11 atau vertebra T12.
kutub bawah ginjal kiri adalah
processus transversus vertebra
L2 .
kutub bawah ginjal kanan
adalah pertengahan vertebra
L3.
Ginjal terdiri dari beberapa
bagian yakni ;
 Korteks
 Medula
 Columna renalis
 Processus renalis
 Hilus renalis
 Papilla renalis
 Calix minor
 Calix major
 Pelvis renalis
 Ureter
 Ginjal diperdarahi oleh a/v renalis.
 Arteri renalis merupakan percabangan dari aorta
abdominal.
 Arteri renalis akan bercabang menjadi arteri sublobaris
yang akan memperdarahi segmen-segmen tertentu
pada ginjal, yaitu segmen superior, anterior-superior,
anterior-inferior, inferior serta posterior.
 vena renalis akan bermuara pada vena cava inferior.
Persarafan simpatis ginjal melalui segmen T10-
L1 atau L2, melalui n.splanchnicus major,
n.splanchnicus imus dan n.lumbalis.

Berfungsi untuk vasomotorik dan aferen viseral.

Sedangkan persarafan simpatis melalui


n.vagus.
 Panjang ureter 25-30 cm.
 Membawa hasil penyaringan ginjal
(filtrasi, reabsorpsi, sekresi) dari
pelvis renalis menuju vesica
urinaria.
 Letak posisi di retroperitoneal.
 Ureter diperdarahi oleh cabang
dari a.renalis, aorta abdominalis,
a.iliaca communis,
a.testicularis/ovarica serta
a.vesicalis inferior.
 persarafan ureter melalui segmen
T10-L1 atau L2 melalui pleksus
renalis, pleksus aorticus, serta
pleksus hipogastricus superior dan
inferior.
 Vesica urinaria, sering juga
disebut kandung kemih atau
buli-buli.
 Vesika urinaria terdiri dari 3
bagian yakni:
• apex
• Fundus
• Collum
 Dinding vesica urinaria terdiri
dari otot muskulus detrusor.
 Vesicae urinaria diperdarahi
oleh a.vesicalis superior dan
inferior. Namun pada
perempuan, a.vesicalis inferior
digantikan oleh a.vaginalis
 Persarafan simpatis
melalui n.splanchnicus
minor, n.splanchnicus
imus, dan
n.splanchnicus lumbalis
L1-L2.

 Persarafan parasimpatis
melalui n.splanchnicus
pelvicus S2-S4, yang
berperan sebagai
sensorik dan motorik.
 Uretra merupakan saluran yang
membawa urine keluar dari
vesica urinaria menuju
lingkungan luar.
 Uretra pada pria memiliki
panjang sekitar 20 cm dan juga
berfungsi sebagai organ seksual
(berhubungan dengan kelenjar
prostat), sedangkan uretra pada
wanita panjangnya sekitar 3.5
cm.
 Pada pria memiliki dua otot
sphincter yaitu m.sphincter
interna dan m.sphincter externa.
 Pada wanita hanya memiliki
m.sphincter externa
 Pada pria, uretra terdiri
dari :

1) Pars pre-prostatika (1-1.5 cm)


2) Pars prostatika (3-4 cm).
3) Pars membranosa (12-19 mm).
4) Pars spongiosa (15 cm)
 Uretra pada wanita
berukuran lebih pendek 3.5
cm.
 Setelah melewati diafragma
urogenital, uretra akan
bermuara pada orifisiumnya
di antara klitoris dan vagina
(vagina opening).
 Terdapat m. spchinter
urethrae yang bersifat
volunter.
 uretra pada wanita tidak
memiliki fungsi reproduktif,
yang berbeda dengan
uretra pria.
 Fungsi ginjal adalah

 memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis


atau racun.
 mempertahankan suasana keseimbangan cairan.
 mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari
cairan tubuh.
 mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum,
kreatinin dan amoniak.
Tahap pembentukan urin :

 Proses filtrasi
 Proses reabsorpsi
 Proses sekresi
 Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada
hubungannya dengan gangguan aliran urin,
gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi,
dan keadaan-keadaan lain yang masih belum
terungkap (idiopatik).

 Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu


saluran kemih adalah faktor intrinsik dan faktor
ekstrensik.
Faktor intrinsik : Faktor ekstrinsik :
 Herediter  Geografi
 Umur  Iklim dan temperatur
 Jenis kelamin  Asupan air
 Diet
 Pekerjaan
Terdapat beberapa teori pembentukan batu
diantaranya adalah sebagai berikut :

 Teori inti (nukleus) ; kristal dan benda asing merupakan tempat


pengendapan kristal pada urin yang sudah mengalami
supersaturasi
 Teori matriks; matriks organik yang berasal dari serum atau
protein-protein urin memberikan kemungkinan pengendapan
kristal.
 Teori inhibitor kristalisasi; beberapa substansi dalam urin
menghambat terjadi kristalisasi, konsentrasi yang rendah atau
absennya substansi ini memungkinkan terjadi kristalisasi.
Kondisi metastabel dipengaruhi oleh suhu, pH larutan, adanya
koloid di dalam urine, laju aliran urine di dalam saluran kemih, atau
adanya korpus alienum di dalam saluran kemih yang bertindak
sebagai inti batu.
Kandungan batu kemih kebayakan terdiri dari :
 1. 75 % kalsium.
 2. 15 % batu tripe/batu struvit (Magnesium Amonium Fosfat).
 3. 6 % batu asam urat.
 4. 1-2 % sistin (cystine).
 Nyeri kolik :
 Nyeri sangat hebat
 Hilang timbul
 Menjalar

 Hematuria
 Infeksi
 Mual dan muntah
Pemeriksaan fisik umum :
 Hipertensi
 Febris
 Anemia
 syok

Pemeriksan fisik khusus urologi


 Sudut kosto vertebra : nyeri tekan, nyeri ketok CVA, pembesaran ginjal
 Supra simfisis : nyeri tekan, teraba batu, buli-buli penuh
 Genitalia eksterna : teraba batu di uretra
 Colok dubur :teraba batu pada buli-buli (palpasi bimanual)
Foto Polos Abdomen
Pielografi Intra Vena (PIV)
Ultrasonografi
Pemeriksaan Mikroskopik Urin
Renogram
Analisis batu
Kultur urin
DPL, ureum, kreatinin, elektrolit, kalsium, fosfat, urat,
protein, fosfatase alkali serum.
1) Terapi konservatif
2) ESWL (Extracorporeal Shockwave
Lithotripsy)
3) Endourologi
 Percutaneous Nephro Litholapaxy
 Litotripsi
 ureteroskopi atau uretero-renoskopi.
 ekstraksi Dormia

4) Bedah Terbuka
• Striktur uretra
• Infeksi saluran kemih bawah
• sepsis
Menghindari dehidrasi dengan minum
cukup dan diusahakan produksi urin 2-3 liter
per hari.

Diet untuk mengurangi kadar zat-zat


komponen pembentuk batu
 Rendah protein, karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana
urine menjadi lebih asam.
 Rendah oksalat.
 Rendah garam, karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuri.
 Rendah purin.

Aktivitas harian yang cukup.


• Netter FH. Atlas of Human Anatomy. 4th ed. US: Saunders; 2006.
• Scanlon VC, Sanders T. Essential of anatomy and physiology. 5th ed. US: FA Davis
Company; 2007.
• Van de Graaf KM. Human anatomy. 6th ed. US: The McGraw-Hill Companies; 2001.
• Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN Edisi II. EGC: Jakarta
• http://medicastore.com/penyakit/90/Batu_Saluran_Kemih.html. akses tanggal 28
September 2011.
• Purnomo, Basuki 2007. Dasar-dasar Urologi. edisi kedua. Sagung seto: Jakarta
• Soeparman, dkk. 2001. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Hlmn 378. Balai Penerbit FKUI : Jakarta
• Sjamsuhidayat. De jong, wim. Buku ajar ilmu Bedah. Hlmn 1024-1034. EGC : Jakarta.
• http://www.emedicine.com/med/topic1599.htm/nefrolitiasis. akses tanggal 28
September 2011.
• Glenn, James F. 1991. Urologic Surgery Ed.4. Philadelphia : Lippincott-Raven Publisher.
• Oswari, Jonatan; Adrianto, Petrus. 1995. Buku Ajar bedah, EGC: Jakarta
• Rasyad, Syahriar, dkk. 1998. Radiologi Diagnostik, Ed.4, Balai Penerbit FKUI: Jakarta.
• Shires, Schwartz. Intisari prinsip – prinsip ilmu bedah. ed-6. EGC : Jakarta. 588-589
• http://www.aku.edu/akuh/health_awarness/pdf/Stones-in-the-Urinary-Tract.pdf. akses
tanggal 28 September 2011.
TERIMA KASIH