Anda di halaman 1dari 26

OSLER ANESTESI

G2P1A0 hamil 41 minggu post date


dengan PEB

Pembimbing : dr. Guntur M. Taqwin, Sp.An


dr. Budi Hartanto, Sp.An

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ANESTESI


FAKULTAS KEDOKTERAN UMP/RSUD DR. SOESELO
SLAWI
2017
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Defenisi

• Suatu sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya


perfusi organ akibat vasospasme dan aktivitas endotel, yg
ditandai dg meningkatnya tekanan darah dan proteinuria
atau
• Hipertensi akut (tekanan darah ≥140/ 90 mmHg) dan
proteinuria (≥300 mg/24 jam) pada atau setelah
kehamilan 20 minggu
(Cunningham et al, 2003, Matthew Warden, MD, 2005).

Pre Eklampsia Berat


The National High Blood Pressure Education Program
(NHBPEP) Working Group, hipertensi dlm kehamilan
dpt dibagi mjd :
• Hipertensi gestasional
• Hipertensi kronik
• Preeklampsia
• Superimposed preeklampsia
Faktor Resiko
• Nulipara
• Kehamilan ganda
• Usia < 20 atau > 35 th
• Riwayat preeklampsia, eklampsia pada kehamilan
sebelumnya
• Riwayat dalam keluarga pernah menderita preeklampsia
• Penyakit ginjal, hipertensi dan diabetes melitus yang sudah
ada sebelum kehamilan
(American College of Obstetricians and Gynecologists)
Klasifikasi Preeklampsia
ORGAN GEJALA DAN TANDA RINGAN-SEDANG BERAT
Hiperrefleksi dan sakit Pandangan kabur,
kepala skotoma, sakit kepala,
SSP klonus, iritabel dan
kejang (eklampsia)

Proteinuria 0.3-5 gr/hr >5gr/hr atau 4+


Ginjal
Produksi urin >20 ml/mnt <20ml/mnt
SGOT, SGPT, LDH Normal Meningkat disertai
Hati nyeri epigastrium
sampai ruptur limpa
Trombosit >100.000/ul <100.000/ul
Darah
Hemoglobin
Tekanan darah <160/110 mmHg >160/100 mmHg
Vaskular
Retina Spasme arteriol Perdarahan retina
Gg. Pertumbuhan Tidak ada Ada
Unit fetoplacental Oligohidramnion Tidak ada Ada
Fetal distress Bisa ada/tidak Ada
SEKSIO SESAREA
• DEFINISI
Seksio sesarea merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan
janin dengan jalan membuka dinding perut dan dinding uterus
melalui insisi.
• INDIKASI
a. Indikasi ibu : Usia, plasenta previa, solutio plasenta, plasenta
akreta, preeklampsia
b. Indikasi janin : malpresentasi janin, gawat janin, kelainan tali
pusat, giant baby, gemeli
• KONTRAINDIKASI
a. Janin mati atau kritis kemungkinan hidup kecil
b. Terminasi kehamilan menyebabkan resiko pada ibu
c. Kurang pengalaman dokter
Capaian anesteri pada pasien SC PEB:
• Mempertahankan stabilitas hemodinamika
(mengontrol hipertensi dan menghindari hipotensi)
• Mencegah komplikasi dari preeclampsia
• Analgesi yang sempurna pada saat kelahiran
ANESTESI UMUM SAB EPIDURAL
Indikasi  Fetal distress yang ekstrem Pasien yang mempunyai Sama dengan SAB
 Koagulopati yang signifikan kelainan paru-paru, diabetes
 Hipovolemia / hemoraghi melitus, penyakit hati yang
yang hebat difus dan kegagalan fungsi
 Kontraindikasi anestesi ginjal
regional

Kontra Indikasi Pasien menolak • Kelainan tulang belakang Kelainan tulang belakang
• Hipotensi

Keuntungan Trias anestesi terpenuhi, • Teknik sederhana ∆ Lebih nyaman untuk ibu
nyaman untuk pasien dan • Onset cepat ∆ Intoksikasi minimal
operator • Intoksikasi minimal ∆ Pengaruh bayi <<
• Pengaruh ke bayi << ∆ Aspirasi <<
• Aspirasi <<
Kerugian Efek sedatif pada bayi, Perlu loading cairan >> Perlu keterampilan, lebih
gangguan kontraksi uterus mahal
Komplikasi  Aspirasi isi lambung • Hipotensi
 Kegagalan intubasi • Sakit kepala
 Hipertensi berat • Paralisis diafragma
 Fetal distress • Gangguan miksi
 Meningkatkan resiko
perdarahan
PILIHAN ANESTESI PADA PEB
Setelah mengkaji dari keadaan umum, fisiologi kehamilan, dan obat-obat anestesi yang
digunakan, untuk terminasi kehamilan pada PEB disarankan untuk menggunakan
ANESTESI REGIONAL

MENGAPA????
1. Persiapan tidak lama
2. Kebutuhan anestesi yang cepat, mudah, dan adekuat
3. Aman untuk penderita PEB dan janin
4. Komplikasi minimal
Definisi

• Anestesi spinal (intratekal, intradural, subdural,


subarknoid) ialah pemberian obat anestetik lokal
kedalam ruang subaraknoid di regio lumbal antara
vertebra L2-3, L3-4, L4-5
• Obat anestetik yang sering digunakan:
– Lidocain 1-5 %
– Bupivacain 0,25-0,75 %.
Pembagian tingkat anestesi spinal

a. Sadle back anestesi  lumbal bawah dan segmen sakrum.


b. Spinal rendah  umbilikus/ Th X di sini termasuk daerah thoraks
bawah, lumbal dan sakral.
c. Spinal tengah, mulai dari perbatasan kosta (Th VI) di sini termasuk
thoraks bawah, lumbal dan sakral.
d. Spinal tinggi, mulai garis sejajar papilla mammae, disini termasuk
daerah thoraks segmen Th4-Th12, lumbal dan sakral.
e. Spinal tertinggi, akan memblok pusat motor dan vasomotor yang lebih
tinggi.
Komplikasi anestesi spinal pada SC
a. Hipotensi
b. Brakikardi
c. Sakit kepala spinal (pasca pungsi)
d. Menggigil
e. Mual-muntah
f. Total spinal
g. Sequelae neurologic
h. Penurunan tekanan intrakranial
i. Meningitis
j. Retensi urine
ILUSTRASI KASUS
Identitas

Nama : Ny. D
Ruangan : Nusa Indah
No. RM : 527754
Usia : 38 tahun
Tanggal lahir : 07 - 08 - 1979
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Pecabean, Pangkah, Tegal
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Diagnosis pre op : G2P1A0 hamil 41 minggu post date dengan PEB
Tindakan : Sectio Caesarea
Anestesi : RA
Teknik anestesi : SAB
Evaluasi Pra anesthesia

Pada anamnesis didapatkan riwayat operasi (-), riwayat alergi


obat/makanan disangkal, penyakit asma, DM, hipertensi
disangkal. Riwayat sakit jantung, paru, kejang, hepatitis
disangkal. Nyeri dada dan sesak nafas disangkal. Saat ini
tidak ada keluhan demam, batuk, pilek. Gigi palsu / goyang
tidak ada. Makan dan minum terakhir pada pasien ini yaitu
jam 02.00 sebelum operasi.
Pemeriksaan Fisik

• KU : CM ( E4V5M6)
• TD : 160/100, N: 104 x/menit, SB: 36.5 0C, RR: 22 x/menit
• Konjungtiva tidak pucat, tidak ikterik, mallapati I, Ekstensi kepala maksimal,
buka mulut lebih 3 jari, tidak ada gigi yang goyah, berlubang ataupun gigi
palsu (ompong).
• Pada pemeriksaan thorax didapatkan bunyi jantung 1-2 normal,tidak ada
murmur dan gallop, bunyi paru vesikuler, tanpa ronki dan wheezing.
• Abdomen membuncit hamil
• Ekstremitas ditemukan edem,
• Vertebra :tak ada kelainan.
Hasil pemeriksaan laboratorium

• Hb/Ht : 11.7/ 35
• GDS : 89
• Trombosit : 294.000
• Ur/Cr : 14,7 (low) /0,6
• SGOT/SGPT : 44 (high) /20
• PT/APTT : 8,5 (low)/ 29,5
• Protein urin : +2
PASIEN DATANG KE IBS

Pasien datang ke IBS RSUD DR.SOESELO Pukul 08.00 sudah dipasang iv line,
Cairan infus RL

Pasien dimasukkan ke ruang OK 4

Pasang monitoring: NIBP dan SpO2 (TD 150/ 90, N 90x/menit, SpO2 99%)

dilakukan anestesi spinal menggunakan Regivel

Periksa rangsangan sensorik dan motorik

Evaluasi monitoring hemodinamik
Kondisi Intra Operatif
Monitoring Hemodinamik

Hemodinamik relatif stabil
TDS 130-140 & TDD 70-80 MAP 90- 100, N: 80-90X/menit, SpO2
99%)

Bayi lahir

Bolus oksitosin 20 iu dan metil ergometrin 0,4mg

Monitoring hemodinamik terakhir:
(TD 140/80 mmHg, N: 90x/m, saturasi oksigen 99%. Cairan masuk
kristaloid 1000 cc, koloid 500 cc. Urine 200 cc. perdarahan 500 cc.)
PEMBAHASAN

G2P1A0 hamil 41 minggu post date dengan PEB dan oligohidramnion



risiko tinggi (hipertensi, proteinuria pada kehamilan 20 minggu)

potensi kegawatan obstetric sisi maternal dan fetal

TTV Perdarahan

↓ ↓
koloid Ephedrine/Diuretik
Pemantauan di Recovery Room :
• Tensi, nadi, pernapasan, aktivitas motorik.
• Beri O2 3L/menit nasal canul atau 6L/menit sungkup.
• Bila BS ≤ 2 boleh pindah ruangan.
• Pasien sadar penuh, mual (-), muntah (-), peristaltik usus
(+), boleh makan dan minum sedikit – sedikit.
Manajemen Post Operatif
• Awasi tanda vital (tensi, nadi, pernapasan tiap ½ jam).
• Bila kesakitan beri analgetik : injeksi ketorolac 30 mg iv tiap 8 jam
• Bila mual dan muntah beri injeksi Ondansetron 4 mg iv
• Program cairan: infuse RL 20 tpm
• Pasien post op posisi head up 30o
• Bila TD sistole <90mmhg injeksi ephedrine 10 mg iv diencerkan
• Bila HR <60 konsul anestesi
• Bila sakit kepala hebat berkepanjangan, konsul anestesi
Kesimpulan
Pada kasus PEB target urine yang diharapkan adalah lebih
dari 0,5 cc/kgBB/jam. Regimen anestesi yang diberikan pada
pasien ini adalah Regivel. Selama operasi lakukan monitorik
hemodinamik ketat jika hipotensi berikan efedrin, apabila
hipertensi dapat diberikan diuretik dan apabila terdapat
perdarahan langsung pasang iv koloid untuk mengganti
perdarahan dan mencegah syok hipovolemia.
TERIMAKASIH