Anda di halaman 1dari 78

PERALATAN PEMBANDING

DAN ALAT UKUR


Ambiyar
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Padang
Bimtek-Basko Hotel 6 Maret
2012
PERALATAN PEMBANDING
DAN ALAT UKUR

1. MENGGUNAKAN ALAT UKUR


PEMBANDING
2. MENJELASKAN CARA PENGGUNAAN
3. MELIHARA ALAT-ALAT UKUR
ALAT UKUR

1. Pengertian
pengukuran
2. Fungsi alat
3. Jenis alat
4. Dimensi alat
PENGERTIAN PENGUKURAN

• UNTUK MEMBANDINGKAN
SUATU BESARAN DENGAN
BESARAN STANDAR
SYARAT-SYARAT
BESARAN STANDAR
• DAPAT DIDEFINISIKAN SECARA
FISIK
• JELAS DAN TIDAK BERUBAH
DENGAN WAKTU
• DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI
PEMBANDING DI DUNIA INI
FUNGSI ALAT UKUR

• Untuk mengukur suatu besaran


• Untuk membanding suatu
besaran
PEMILIHAN ALAT UKUR

1. Bentuk benda yang akan diukur

2. Besar kecil atau panjang pendek


benda

3. Ketelitian ukuran yang digunakan


MENGUKUR BENDA
KERJA
1. Memperhatikan prosedur
pemakaian benda kerja

2. Tempat pengukuran harus tepat

3. Posisi pengukuran harus tepat

4. Pembacaan ketelitian harus


tepat.
MACAM ALAT UKUR
BANTU PEMBANDING
1. Macam-macam Jangka

2. Penyiku

3. Mistar baja
JANGKA BENGKOK

• Digunakan
untuk mengukur
kesejajaran
benda kerja
• Termasuk alat
ukur bantu
PENGGUNAAN JANGKA
BENGKOK

• Mengukur
kerataan
• Benda diperiksa
dengan meraba
permukaan
benda dengan
jangka bengkok
JANGKA KAKI

• Untuk mengukur
kesejajaran
• Untuk mengukur
lubang benda
kerja
PENGGUNAAN JANGKA
KAKI
• Jangka diset
lewat per sesuai
ukuran

• Jangka
digeserkan pada
bagian dalam
benda kerja
PENGGUNAAN JANGKA
KAKI
• Membandingkan
hasil pengukuran
lubang benda
dengan mistar
PENGGUNAAN JANGKA
KAKI

• Mengukur dan
meraba benda
kerja
JANGKA KAKI BERPEGAS

• Untuk mengatur jarak


pada ujung pemeriksa

• Untuk memeriksa
kesejajaran

• Untuk mengukur lebar


benda kerja
PERIKSA KESIKUAN
DENGAN PENYIKU

• Mengukur
kesikuan benda
kerja
PERIKSA KESIKUAN
DENGAN PENYIKU
1. Rapatkan badan penyiku pada salah
satu bidang benda ukur sambil
merapatkan daun penyiku, tegak
lurus terhadap objek ukur
2. Arahkan ke kotak pencahayaan,
sambil digeser sepanjang bidang
objek
3. Jika terdapat celah cahaya, berarti
tidak siku
MISTAR UKUR PITA

• Salah satu alat


ukur sederhana

• Ketelitian
rendah, karena
hanya 1 mm.
MISTAR BAJA (MISTAR
UKUR)

Alat yang paling sederhana dengan hasil ukuran


dapat dibaca langsung pada bagian penunjuk
skala
ALAT UKUR
PEMBANDING
1. Jam Ukur (Dial Indicator)

2. Jam Ukur Tes/Puspitas (Dial Test


Indicator)

3. Pembanding
MENGGUNAKAN PERALATAN
PEMBANDINGAN
DAN/ATAU ALAT UKUR DASAR

Kompetensi Dasar:
Menjelaskan cara penggunaan
peralatan pembandingan dan/alat
ukur dasar
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Memahami cara penggunaan Mistar
geser
2. Memahami cara penggunaan mistar
geser ketinggian
3. Memahami cara penggunaan
mikrometer luar
4. Memahami cara penggunaan Kaliber T
5. Memahami cara penggunaan pupitas
MISTAR GESER (JANGKA
SORONG)
MISTAR SORONG
(JANGKA SORONG)
MENGUKUR DIAMETER
LUAR
MENGUKUR DIAMETER
DALAM
MENGUKUR TEBAL GIGI
DENGAN MISTAR
GESER/JANGKA SORONG
CONTOH PENGGUNAAN
JANGKA SORONG
MISTAR GESER
KEDALAMAN

Mengukur kedalaman
benda
MISTAR GESER
KETINGGIAN
Mengukur ketinggian benda
CONTOH PENGGUNAAN
MIKROMETER
DIAL INDICATOR
Fungsi:
1.Mengukur penyimpangan ukuran pada
beberapa titik dalam benda kerja
2.Memeriksa kesejajaran bidang, dengan
kapasitas ukur 0,8 atau 0,02 mm
CONTOH PENGGUNAAN
DIAL INDICATOR
KALIBER T

Fungsi:
mengukur lubang
MENGUKUR DENGAN
KALIBER T
MENGUKUR DENGAN
KALIBER T
MISTAR GESER KETINGGIAN
(HEIGHT GAUGE)
Mengukur ketinggian permukaan
MISTAR GESER KETINGGIAN
Mengukur ketinggian
PERIKSA KESIKUAN
DENGAN PENYIKU
a. Alat dan perlengkapan
Penyiku (square)
Kotak pencahayaan
b. Langkah Kerja
1. Rapatkan badan penyiku pada salah satu
bidang benda ukur sambil merapatkan
daun penyiku, tegak lurus terhadap objek
ukur
2. Arahkan ke kotak pencahayaan, sambil
digeser sepanjang bidang objek
3. Jika terdapat celah cahaya, berarti tidak
siku
PERIKSA KESIKUAN
DENGAN PENYIKU
MEMERIKSA DUA LUBANG
YANG BERSILANG (TEGAK
LURUS)
a. Alat dan perlengkapan
Dua buah batang yang cocok pada lubang.
Jam ukur dan batangnya.
b.Langkah Kerja
Pasang batang pada masing-masing lubang
yang akan diperiksa.Pasang jam ukur pada
tangkainya pada salah satu batang.Apabila
pergeseran antara titik kontak dengan yang
lain menghasilkan penunjukan yang sama,
berarti kedua lubang siku-siku.
MEMERIKSA DUA LUBANG
YANG BERSILANG (TEGAK
LURUS)
MEMERIKSA DALAM BATAS
TOLERANSI DENGAN DUA
MISTAR GESER
a.Alat dan perlengkapan
Mistar sorong dua buah
b.Langkah Kerja
Stel salah satu mistar sorong
pada batas maksimum (go). Stel
mistar sorong yang lain pada
batas minimum (not go).
Periksalah benda-benda satu
persatu.
MEMERIKSA DALAM BATAS
TOLERANSI DENGAN DUA
MISTAR GESER
PERIKSA BATAS TOLERANSI
DENGAN CALIBER CELAH
a. Alat dan perlengkapan
Kaliber celah yang dapat distel
Blok ukur
Obeng
b. Langkah Kerja
1. Stel rahang luar dengan blok ukur
pada susunan dengan nilai
maksimum
2. Stel rahang dalam dengan blok ukur
pada susunan dengan nilai
minimum
3. Memulai pemeriksaan
PERIKSA BATAS TOLERANSI
DENGAN CALIBER CELAH
MENGUKUR DALAM BATAS
TOLERANSI DENGAN JAM UKUR
a. Alat dan perlengkapan
Jam ukur dengan kedudukannya
Meja rata
Blok ukur

b. Langkah Kerja

1.Susun blok ukur pada ukuran nominal


2.Pasang jam ukur dengan kedudukan
rata diatas meja rata
MENGUKUR DALAM BATAS
TOLERANSI DENGAN JAM UKUR
3. Stel titik kontak dengan blok ukur,
sehingga menunjukkan angka nol
(tempatkan angka nol pada ½
putaran jarum)
4. Beri tanda pada kaca jam ukur,
batas maksimumdan minimumnya
5. Mulailah memeriksa benda-benda
6. Jika ketika benda digeser ke bawah
titik kontak, jarum penunjuk berada
diantara kedua tanda tadi, berarti
ukuran benda baik
MENGUKUR DALAM BATAS
TOLERANSI DENGAN JAM
UKUR
MEMERIKSA KESEJAJARAN BIDANG
DENGAN JANGKA BENGKOK DAN JAM
UKUR
a.Alat dan perlengkapan
1. Jangka bengkok
2. Jam ukur dan dudukannya
3. Meja rata
b. Langkah Kerja
1. Jepitkan kaki jangka pada dua bidang
yang harus sejajar dengan baik (jangan
terlalu longgar atau terlalu ketat)
sehingga terasa digeser sedikit
2. Geserkan jangka ke seluruh permukaan
(jangka dipegang dengan telunjuk dan ibu
jari secara ringan)
3. Jika gesekan antara jangka dengan
benda terasa sama, berarti kedua bidang
sejajar
MEMERIKSA KESEJAJARAN BIDANG
DENGAN JANGKA BENGKOK DAN JAM
UKUR
MEMERIKSA
EKSENTRISITAS
a. Alat dan perlengkapan
1. Jam ukur dengan dudukannya
2. Dua senter
3. Meja rata
4. Blok V

b. Langkah Kerja
1. Dengan Blok V
2. Lihat langkah kerja cara memeriksa kebulatan,
tetapi jam ukur distel pada diameter yang akan
diperiksa atau dibandingkan terhadap diameter
yang menyinggung blok VJika penyimpangan ke
kanan = x dan penyimpangan ke kiri = y maka
besarnya eksentrisitas = (x+y):2
MEMERIKSA
EKSENTRISITAS
MEMERIKSA KEBULATAN
POROS DENGAN BLOK V
a. Alat dan perlengkapan
1. Blok V
2. Jam ukur dan dudukannya
3. Meja rata
b. Langkah Kerja
1. Letakkan bagian silinder yang akan
diperiksa kebulatannya pada blok V,
diatas meja rata
2. Cari (dengan jam ukur) bagian tertinggi
dari diameter yang akan diperiksa
3. Stel jarum jam pada nol
4. Putarkan poros tersebut satu putaran
sambil perhatikan penyimpangan jarum
jam tersebut
MEMERIKSA KEBULATAN
POROS DENGAN BLOK V
MENGGUNAKAN PERALATAN
PEMBANDINGAN DAN/ATAU
ALAT UKUR

Kompetensi dasar:

Memelihara peralatan pembandingan


dan/atau alat ukur dasar
CARA PENYIMPANAN
1. Disimpan dalam lemari dan
dikelompokkan dalam satu jenis.
2. Alat ukur yang paling presisi
ditempatkan yang paling atas
CARA PENYIMPANAN

Contoh urutan penyimpanan alat:


1.Mikrometer
2.Jangka Sorong
3.Mistar baja
4.Alat Pemeriksa
PENYIMPANAN 1 SET
BLOK UKUR SUDUT
PENYIMPANAN
PERLENGKAPAN BLOK UKUR
PENYIMPANAN 1 SET
BLOK UKUR
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
Mikrometer

Hindarkan dari benturan keras atau jatuh


Jangan memaju mundurkan poros ukur
dengan memutar sengkang atau landasan
ukur
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
1. Bersihkan debu atau kotoran pada
poros ukur dan bagian-bagian
lainnya sebelum dan sesudah
pemakaian dengan kain bersih dan
halus
2. Lumasi dengan minyak pelumas
bagian poros ukur dan bagian
lainnya
3. Penyimpanan yang baik harus
bebas dari sinar matahari langsung,
kelembapan tinggi dan debu dan
kotoran
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
Mistar Sorong

1. Hindarkan dari benturan keras atau jatuh


2. Ujung-ujung rahang ukur maupun sisi-sisi
ukur harus dipelihara atau dijaga jangan
sampai cacat
3. Bersihkan debu atau kotoran sebelum dan
sesudah pemakaian dengan kain bersih
dan halus
4. Lumasi permukaan peluncur dan bagian
lainnya dengan sedikit minyak pelumas
sesudah pemakaiannya
5. Penyimpanan yang baik harus bebas dari
sinar matahari langsung, kelembapan
tinggi, debu atau kotoran
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
Pengukur Sudut
1.Lumasi bagian engsel dan bagian-
bagian yang bergesekan
2.Hindarkan benturan yang dapat
merusak sisi-sisi ukurnya
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
1. Dial Indikator
2. Dial indicator jangan sampai
jatuh atau terkena benturan
keras
3. Bersihkan debu atau kotoran
dari poros peraba atau batang
pengukur sebelum dan sesudah
pemakaian
PEMELIHARAAN ALAT UKUR

1. Jangan melumasi poros peraba


dengan minyak agar debu tidak
melekat
2. Cara menaikkan dan menurunkan
poros peraba haruslah hati-hati,
jangan menimbulkan sentakan
mekanisme didalamnya
3. Penyimpanan dial indicator secara
baik harus bebas dari sinar matahari
secara langsung, kelembapan tinggi,
dan debu atau kotoran
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
Mal Radius, Mal Ulir, dan

Mal Sudut Bor

Pemeliharaan yang utama untuk mal-


mal ialah menjaganya dari karat dan
rusaknya bidang periksanya.
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
Profile Projector

a. Batang Ulir
Batang ulir sebagai elevator untuk
mengatur focus dilapisi (cukup tipis saja)
dengan gemuk atau vat secara berkala.

b. Membersihkan Lensa
1. Bahan lensa lunak
2. Gunakan kapas/kain katun
3. Basahi kapas/kain katon dengan alkohol
PEMELIHARAAN ALAT UKUR
c. Cermin Pemantul
1. Cegahlah dari kotoran, debu,
2. Hilangkan kotoran dengan hembusan udara
3. jangan digosok

d. Tempat benda kerja


1. bersihkan dengan kain katun halus

e. Layar proyeksi
1. Gunakan kain katun halus untuk
membersihkan
2. Basahi kain katon dengan deterjent dan air
3. Gosoklah hati-hati
4. Keringkan dengan kain katun halus
5. Jangan menggunakan ether, thinner
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR

Blok Ukur

Ambil beberapa blok ukur dengan ukuran


yang dikehendaki, letakkan di atas lap yang
bersih dan tutup kembali kotak
penyimpanannya
PEMELIHARAAN ALAT UKUR

1. Bersihkan vaselin yang menutupi


dengan wash bensin
2. Keringkan dengan kain katun/tissue
3. Letakkan blok ukur yang telah
bersih dengan muka ukur terletak
disamping
4. Muka ukur jangan sampai
tersentuh,pegang sisi lain, karena
keringat kita mengandung asam
dapat merusak muka ukur
PEMELIHARAAN ALAT
UKUR
6. Hindari gesekan berlebihan antara
blok ukur dengan benda kerja
7. Setiap selesai digunakan blok ukur
selalu dibersihkan kemudian diberi
vaseline
8. Jika blok ukur banyak yang berkarat
atau banyak goresan harus digosok
kembali
9. Hindarkan pemakain blok ukur
sebagai ganjal bagi benda ukur atau
alat ukur lain
PEMERIKSAAN ALAT
UKUR
Pemeriksaan kerataan dari muka
ukur pada mikrometer

1. Diperiksa dengan menggunakan


kaca datar (optical flat)
2. Jangan menekan dan
menggosokkan pada muka ukur,
sebab akan merusakkan
permukaan permukaan dari kaca
datar
PEMERIKSAAN ALAT
UKUR
Pemeriksaan kesejajaran
kedua muka ukur mikrometer

Gunakan sejenis kaca datar yang


mempunyai permukaan rata dan
sejajar kaca pararel (optical
parallel)
PEMERIKSAAN ALAT UKUR
Pemeriksaan kebenaran skala mikrometer

1. Gunakan satu atau susunan dari beberapa blok


ukur dari kelas 1 atau kelas 2 sebagai ukuran
standart.
2. Seluruh daerah ukuran, mulai dari 0 sampai
kapasitas maksimum 25 mm memilih beberapa
blok ukur dengan kenaikan ukuran sebesar 0,5
mm.
3. Setelah posisi nol diperiksa maka kalibrasi
dimulai dengan mengukur blok ukur 0,5 mm
4. Pemeriksaan kemungkinan kesalahan
Selesai
Terima Kasih