Anda di halaman 1dari 24

Inovasi Pendidikan

Karakteristik, Strategi dan Proses


Inovasi Pendidikan
Dodi Dwi Risaundi
Debora Sagala
Dina Aprilla Zefira
Indah Aida Fatihah
Melani Chrisdayanthi Sijabat
Mutia Irfina Muslima Almi
Nabila Yudia Tamara
Resmi Rita Ginta br. P
PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN

Ibrahim (1988) inovasi pendidikan adalah suatu ide,


barang, metode, yang dirasakan atau diamati berbagai hal
yang baru bagi hasil seseorang atau kelompok orang
(masyarakat), baik berupa hasil inverse (penemuan baru)
atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan
untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk
memecahkan masalah pendidikan.

Demikian pula Ansyar, Nurtain (1991) mengemukakan


adalah gagasan, perbuatan atau sesuatu yang baru dalam
konteks social tertentu untuk menjawab masalah yang
dihadapi.
PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN

Cepat lambatnya penerimaan inovasi oleh masyarakat luas dipengaruhi oleh


karakteristik inovasi itu sendiri. Everett M. Rogers (1993:14-16) mengemukakan
karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan
inovasi, sebagai berikut:

Keuntungan relatif

Kompatibel

Kompleksitas

Trialabilitas

Observasibilitas
Karakteristik Inovasi

Keuntungan relatif
Yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya.
Tingkat keuntungan atau kemanfaatan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan
nilai ekonominya, atau mungkin dari faktor status sosial (gengsi), kesenangan,
kepuasan, atau karena mempunyai komponen yang sangat penting. Makin
menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya inovasi.
Karakteristik Inovasi

Kompabilitas
Ialah tingkat kesesuaian inovasi
dengan nilai (values), pengalaman
lalu, dan kebutuhan dari penerima.
Inovasi yang tidak sesuai dengan
nilai atau norma yang diyakini
oleh penerima tidak akan
diterima secepat inovasi yang
sesuai dengan norma yang ada.
Misalnya penyebarluasan
penggunaan alat kontrasepsi di
masyarakat yang keyakinan
agamanya melarang penggunaan
alat tersebut, maka tentu saja
penyebar inovasi akan terhambat.
Karakteristik Inovasi

Kompleksitas
ialah tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi
penerima. Suatu inovasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan oleh
penerima akan cepat tersebar, sedangkan inovasi yang sukar dimengerti atau
sukar digunakan oleh penerima akan lambat proses penyebarannya.
Makin mudah dimengerti suatu inovasi akan makin cepat diterima oleh
masyarakat.
Karakteristik Inovasi

Trialabilitas
Ialah dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima. Suatu inovasi
yang dicoba akan cepat diterima oleh masyarakat daripada inovasi yang tidak
dapat dicoba lebih dulu. Misalnya penyebarluasan penggunaan bibit unggul
padi gogo akan cepat diterima oleh masyarakat jika masyarakat dapat
mencoba dulu menanam dan dapat melihat hasilnya.
Karakteristik Inovasi

Observasibilitas
Ialah mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi. Suatu inovasi yang hasilnya
mudah diamati akan makin cepat diterima oleh masyarakat dan sebaliknya
inovasi yang sukar diamati hasilnya, akan lama diterima oleh masyarakat.
STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN

Sukar untuk memilih satu startegi tertentu guna mencapai tujuan atau target
perubahan sosial tertentu, karena sebenarnya berbagai macam strategi itu terletak
pada suatu continum dari tingkat yang paling lemah (sedikit) tekanan paksaan dari luar, ke
arah yang paling banyak (kuat) tekanan (paksaan) dari luar

Paling lemah Paling Kuat

Educative Persuasive Power

Fasilitative
STRATEGI FASILITATIF

Artinya untuk mencapai tujuan perubahan sosial yang telah ditentukan, diutamakan
penyediaan fasilitas dengan maksud agar program perubahan sosial akan berjalan
dengan mudah dan lancar.

Paling baik dillaksanakan apabila :


• Penerapan pada waktu dan tempat yang tepat
• Disertai program kesadaran atas pentingnya inovasi
• Digunakan sebagai kompensasi motivasi yang rendah terhadap usaha perubahan
sosial.
• Bermanfaat bagi usaha perbaikan sosial jika klien menghendaki berbagai macam
kebutuhan untuk memenuhi tuntutan perubahan sesuai yang diharapkan.
• Menciptakan peran yang baru dalam masyarakat jika ternyata peran yang sudah
ada di masyarakat tidak sesuai dengan penggunaan sumber atau fasilitas yang
diperlukan.
STRATEGI FASILITATIF

Strategi fasilitatif kurang efektif jika:

• Digunakan pada kondisi sasaran perubahan yang sangat kurang untuk menentang
adanya perubahan sosial.

• Perubahan diharapkan berjalan dengan cepat, serta tidak sikap terbuka dari klien
untuk menerima perubahan Sebagai gambaran agar dapat memahami dasar-dasar
atau pedoman penggunaan strategi fasilitatif tersebut, marilah kita lihat bersama
seandainya strategi fasilitatif itu akan digunakan untuk memperbaharui bidang
pendidikan.
STRATEGI PENDIDIKAN

Pendidikan juga dipakai sebagai strategi untuk mencapai tujuan perubahan sosial.
Dengan menggunakan strategi pendidikan berarti untuk mengadakan perubahan sosial
dengan cara menyampaikan fakta dengan maksud orang akan menggunakan fakta
atau informasi itu untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk
digunakannya strategi yang lain sesuai dengan keperluan.

Strategi pendidikan tidak efektif apabila ;


• tidak tersedia sumber yang cukup untuk menunjang kegiatan pendidikan
• digunakan dengan tanpa dilengkapi dengan strategi yang lain.
STRATEGI PENDIDIKAN

Strategi pendidikan akan dapat digunakan secara tepat dalam kondisi dan situasi sebagai
berikut:
• Apabila perubahan sosial yang diinginkan, tidak harus terjadi dalam waktu yang
singkat (tidak ingin segera cepat berubah)
• Apabila sasaran perubahan (klien) belum memeiliki keterampilan atau pengetahuan
tertentu yang diperlukan untuk melaksanakan program perubahan sosial.
• Apabila menurut perkiraan akan terjadi penolakan yang kuat oleh klien terhadap
perubahan yang diharapkan.
• Strategi pendidikan untuk melaksanakan program perubahan akan efektif jika:
• Digunakan untuk menanamkan prinsip-prinsip yang perlu dikuasai untuk
digunakan sebagai dasar tindakan selanjutnya sDisertai dengan keterlibatan
berbagai pihak misalnya dengan adanya: sumbangan dana, donatur, serta berbagai
penunjang yang lain.
• Digunakan untuk menjaga agar klien tidak menolak perubahan
• Digunakan untuk menanamkan pengertian tentang hubungan antara gejala dan
masalah
STRATEGI BUJUKAN

artinya untuk mencapai tujuan perubahan sosial dengan cara membujuk (merayu) agar
sasaran perubahan (klien), mau mengikuti perubahan sosial yang direncanakan. Sasaran
perubahan diajak untuk mengikuti perubahan dengan cara memberikan alasan,
mendorong, atau mengajak untuk mengikuti contoh yang diberikan

Strategi bujukan tepat digunakan bila klien (sasaran perubahan):


• tidak berpartisipasi dalam proses perubahan sosial
• berada pada tahap evaluasi atau legitimasi dalam proses pengambilan keputusan
untuk menerima atau menolak pperubahan sosial.
• diajak untuk mengalokasikan sumber penunjang perubahan dari suatu kegiatan atau
program ke kegiatan atau program yang lain
STRATEGI BUJUKAN

Pelaksanaan program perubahan sosial dengan menggunakan strategi paksaan, artinya


dengan cara memaksa klien (sasaran perubahan) untuk mencapai tujuan perubahan.
Apa yang dipaksa merupakan bentuk dari hasil target yang diharapkan.

Penggunaan strategi paksaan perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:


• Strategi paksaan dapat digunakan apabila partisipasi klien terhadap proses
perubahan sosial rendah dan tidak mau meningkatkan partisipasinya.
• Strategi paksaan juga tepat digunakan apabila klien tidak merasa perlu untuk
berubah atau tidak menyadari perlunya perubahan sosial.
• Strategi paksaan tidak efektif jika klien tidak memiliki sarana penunjang untuk
mengusahakan perubahan dan pelaksana perubahan juga tidak mampu
mengadakannya.
PROSES INOVASI PENDIDIKAN

Proses inovasi pendidikan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh individu
atau organisasi, mulai sadar tahu adanya inovasi sampai menerapkan (implementasi)
inovasi pendidikan. Kata proses mengandung arti bahwa aktivitas itu dilakukan dengan
memakan waktu dan setiap saat tentu terjadi perubahan

Model Proses Inovasi Yang


Berorientasi pada
Organisasi menurut Rogers
PROSES INISIASI INOVASI PENDIDIKAN

• Kegiatan pengumpulan
Agenda setting • Diadakan penyesuain antara
informasi, konseptualisasi, masalah organisasi dengan
dan perencanaan untuk inovasi yang akan digunakan,
• Semua permasalahan umum
menerima inovasi, semuanya kenmudian direncanakan dan
organisasi dirumuskan guna dibuat desain penerapan
diarahkan untuk membuat menentukan kebutuhan
keputusan menerima inovasi inovasi yang sudah sesuai
inovasi, dan diadakan studi dengan masalah yang dihadapi
lingkungan untuk
menentukan nilai potensial
inovasi bagi organisasi
Inisiasi Penyesuaian
PROSES IMPLEMENTASI INOVASI PENDIDIKAN

• Semua kejadian,
Re-definisi • Inovasi kemungkinan
kegiatan, dan telah kehilangan
• Inovasi dimodifikasi dan re-
keputusan dilibatkan invensi disesuaikan situasi sebagian identitasnya,
dalam penggunaan dan masalah organisasi dan menjadi bagian
inovasi • Struktur organisasi dari kegiatan rutin
disesuaikan dengan inovasi organisasi
yang telah dimodifikasi agar
dapat menunjang inovasi.
Implementasi Klarifikasi
TAHAP INISIASI

Tahap Permulaan (Intiation Stage)

• Langkah pengetahuan dan kesadaran


Jika inovasi dipandang sebagai suatu ide, kegiatan,atau material yang diamati baru oleh
unit adopsi (penerima inovasi), maka tahu adanya inovasi menjadi masalah yang
pokok. Sebelum inovasi dapat diterima calon penerima harus sudah menyadari bahwa
ada inovasi, dan dengan demikian ada kesempatan untuk menggunakan inovasi
dalam organisasi.

• Langkah pembentukan sikap terhadap inovasi


Dalam tahap ini anggota organisasi membentuk sikap terhadap inovasi. Dari hasil
penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap inovasi memegang peranan yang
penting untuk menimbulkan motivasi untuk ingin berubah atau mau menerima
inovasi
TAHAP IMPLEMENTASI

Pada langkah ini kegiatan yang dilakaukan oleh para anggota organisasi ialah
menggunakan inovasi atau menerapkan inovasi. Ada dua langkah yang dilakukan
yaitu:

• Langkah awal (permulaan) implementasi


Pada langkah ini organisasi mencoba menerapkan sebagian inovasi. Misalnya setelah
Dekan memutuskan bahwa semua dosenharus membuat persiapan mengajar dengan
model Satuan Acara perkuliahan, maka pada awal penerapannya setiap dosen
diwajibkan membuat untuk satu mata kuliah dulu, sebelum nanti akan berlaku untuk
semuamata kuliah.

• Langkah kelanjutan pembinaan penerapan inovasi


Jika pada penerapan awal telah berhasil, para anggota telah mengetahui dan
memahami inovasi, serta memperoleh pengalaman dalam menerapkannya, maka
tinggal melanjutkan dan menjaga kelangsungannya.
Pertanyaan (6)
• Bagaimana penerapan strategi dilaksanakan ?
• Aplikasi proses inovasi dalam pendidikan
(inisiasi dan implementasi)
• karakteristik lain dari inovasi yang
mempengaruhi cepat lambatnya proses
inovasi
• Contoh konkrit trialabilitas
paksaan
Bujukan

pendidikan

fasilitatif

Fasilitatif Educative Persuasive Power


• Pembiayaan (cost), cepat lambatnya penerimaan inovasi dipengaruhi
oleh pembiayaan, baik pembiayaan pada awal (penggunaan) maupun
pembiayaan untuk pembinaan selanjutnya.

• Balik modal (returns to investment), atribut ini hanya ada dalam inovasi di
bidang perusahaan atau industri. Artinya suatu inovasi akan dapat
dilaksanakan kalau hasilnya dapat dilihat sesuai dengan modal yang
telah dikeluarkan (perusahaan tidak merugi).

• Efisiensi, inovasi akan cepat diterima jika ternyata pelaksanaan dapat


menghemat waktu dan juga terhindar dari berbagai masalah/hambatan.

• Resiko dari ketidakpastian, inovasi akan cepat diterima jika


mengandung resiko yang sekecil-kecilnya bagi penerima inovasi

• Mudah dikomunikasikan, Inovasi akan cepat diterima bila isinya mudah


dikomunikasikan dan mudah diterima klien.
• Kompatibilitas, cepat lambatnya penerimaan inovasi tergantung dari
kesesuainnya dengan nilai-nilai (value) warga masyarakat.

• Kompleksitas, inovasi yang dapat mudah digunakan oleh penerima


akan cepat tersebar dengan cepat

• Status ilmiah, Suatu inovasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan
oleh penerima akan cepat tersebar, sedangkan inovasi yang sukar
dimengerti atau sukar digunakan oleh penerima akan lambat proses
penyebarannya

• Kadar keaslian, warga masyarakat dapat cepat menerima inovasi


apabila dirasakan itu hal yang baru bagi mereka

• Dapat dilihat kemanfaatannya

• Keterlibatan sasaran perubahan, inovasi dapat mudah diterima apabila


warga masyarakat dikutsertakan dalam setiap prosesyang dijalani.

• Hubungan interpesonal. Kepentingan umum atau pribadi