Anda di halaman 1dari 20

PORTOFOLIO INTERNSIP

Henoch Schonlein Purpura

dr. Salsa Fadhzillah Zamiah

RS Annisa Cikarang
DATA PASIEN
• Nama : An. E
• Usia : 4 tahun
• Jenis Kelamin : Laki-laki
• No. MedRec : 470837
Data utama untuk diskusi
Diagnosis : Henoch Schonlein Purpura
Riwayat Pengobatan Pasien tidak berobat sbelumnya.

Tidak ada obat yang rutin dikonsumsi pasien.


Riwayat Kesehatan  Belum pernah sakit seperti ini sebelumnya
 Alergi obat-obatan dan makanan tertentu disangkal.
Riwayat Imunisasi  Imunisasi 5 dasar lengkap
Riwayat Keluarga Riwayat keluhan serupa disangkal, riwayat alergi obat-obatan atau makanan tertentu tidak diketahui
pasien.
Daftar Pustaka : 1. Soylemezoglu O, Ozkaya O, Erbas D, et al. Nitric oxide in Henoch-Schonlein purpura. Scand J
Rheumatol. 2002;31(5):271-4.

2. Sugiyama H, Watanabe N, Onoda T, et al. Successful treatment of progressive Henoch-Schonlein


purpura nephritis withtonsillectomy and steroid pulse therapy. Intern Med. Jun 2005;44(6):611-5.

3. Szer IS. Gastrointestinal and renal involvement in vasculitis: management strategies in Henoch-
Schonlein purpura. Cleve Clin J Med. May 1999;66(5):312-7.

4. Szer IS. Henoch-Schonlein purpura. Curr Opin Rheumatol. Jan 1994;6(1):25-31.

5. Szer IS. Henoch-Schonlein purpura: when and how to treat. J Rheumatol. Sep 1996;23(9):1661-5.

6. Tizard EJ. Henoch-Schonlein purpura. Arch Dis Child. Apr 1999;80(4):380-3.

7. Vila Cots J, Gimenez Llort A, Camacho Diaz JA, Vila Santandreu A. [Nephropathy in Schonlein-Henoch
purpura: a retrospective study of the last 25 years]. An Pediatr (Barc). Mar 2007;66(3):290-3.
Hasil Pembelajaran : 1. Penegakan diagnosa HSP.

2. Mengetahui penatalaksanaan HSP.

3. Edukasi kepada pasien & keluarga tentang HSP.


SUBJEKTIF
Keluhan Utama : Nyeri tungkai + 1 minggu SMRS.
Keluhan Tambahan : Mual dan muntah sejak 2 hari yang lalu, ruam-ruam merah di tangan
dan kaki 2 hari yang lalu.

Pasien datang dengan keluhan nyeri kedua tungaki 1 minggu sebelum masuk rumah sakit , Pasien
mengeluhkan adanya bengkak di kedua tangan dan kaki . Bengkak pertama kali muncul di kedua kaki
kemudian timbul di kedua tangan. Pasien juga mengeluhkan nyeri di seluruh badan terutama nyeri di
sendi-sendi sehingga tidak bisa berjalan karena nyeri. Ibu pasien mengatakan sebelumnya pasien
sempat jatuh dari tangga masjid setinggi 2 meter.
2 hari sebelum masuk rumah sakit , pasien juga mengeluhkan muncul ruam-ruam di kedua kaki
berwarna merah kemudian menjalar ke bagian tangan, badan, dan punggung. ruam tersebut teraba ,
warna merah pada ruam tidak menghilang jika diraba , ruam tidak gatal dan tidak nyeri. Pasien tidak
mngeluhkan adanya perdarah dari hidung dan gusi, BAB tidak berdarah. tidak ada ruam berbentuk
kupu-kupu di wajah, tidak ada keluhan sensitiv terhadap cahaya. 1 minggu yang lalu sebelum masuk ke
rumah sakit, pasien berobat ke klinik terdekat rumah. Pasien di beri obat anti mual, muntah , dan nyeri
perut.

RPD: Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya. Riwayat sakit cacar
(+) saat pasien berusia 5 tahun. Riwayat Kejang (-).
OBJEKTIF
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis :

Kepala–Leher
Keadaan Umum : Tampak Sakit Sedang Kepala : normocephal
Mata : anemis -/-, ikterus -/-
Kesadaran : Compos Mentis THT : tonsil T1-T1 hiperemis (-) detritus (-), faring hiperemis (-)
Leher : pembesaran KGB (-)
Tanda-Tanda Vital
Nadi : 128 x/ menit
Pernafasan : 22 x/ menit
Temperatur : 36,5 °C
Thorax-Kardiovaskular
Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris
Palpasi : fremitus vokal normal
Perkusi : pulmo : sonor pada kedua lapang paru
Cor : perkusi pekak, batas :
Kanan : ICS 2 parasternal dextra
Kiri : ICS 4 midclavicula line sinistra
Atas : ICS 2 dextra sinistra
Auskultasi : Pulmo : vesikuler +/+, wheezing -/-, ronkhi -/-
Cor : S1 dan S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen
Inspeksi : permukaan rata, ikut gerak
napas
Auskultasi : peristaltik (+) kesan normal
Palpasi : nyeri tekan (-), hepar ttb, lien ttb
Perkusi : timpani (+)

Ekstremitas

Akral hangat, CRT <2”, ruam + +


+ +
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Nama Test hasil Nilai normal


Hemoglobin 11 A = 10-16 gr/dL
Leukosit 12.250 9000 – 12.000/mm3

Hematrokit 32 A = 33-38%
Trombosit 424.000 150000-350000
Laju Endap Darah 45 <15 mm/jam
Basofil - 0 – 1%
Eosinofil 2 1 – 4%
Netrofil Batang - 3-5%
Netrofil Segmen 50 50-70%
Limfosit 44 20 – 35%
Monosit 4 2 – 8%
Eritrosit 4.33 4,6 – 6,2 jt/mm3
MCV 73 82-92
MCH 25 27-31
MCHC 35 32-37%
ASSESSMENT
Henoch Schonlein Purpura
PLAN
NON
MEDIKAMENTOSA KONSULTASI
MEDIKAMENTOSA
• Konsul ke dokter • Edukasi pasien dan • Konsul Spesialis Anak
spesialis anak keluarga mengenai -> penambahan
• IVFD RL 14 tpm penyakitnya dan terapi
• Anbacim 3x400 mg perjalanan penyakit.
(IV) • Kontrol tanda-tanda
• Gentamicin 2x35 mg vital & evaluasi nyeri.
(IV) • Meneruskan
• Dexametason 3x1/3 medikamentosa
amp (IV) (sesuai dengan
keluhan).
• Paracetamol 3x1 ½
cth (PO) • Rehabilitasi dan
aktivitas fisik yang
sesuai.
FOLLOW UP
3-10-2017
4-10-2017
S : nyeri kaki (+) bengkak berkurang, ruam
S : nyeri kaki (+) bengkak berkurang, ruam (+)
(+)
demam (-)
demam (-)
O :
O :

KU Kes Nd Nfs T KU Kes Nd Nfs T


Sdg CM 120x/i 28 x/i 36,6C Sdg CM 120x/i 28 x/i 37,6C

Status Generalis : ruam di ke empat ekstremitas


Status Generalis : ruam di ke empat ekstremitas
A : Henoch Schonlein Purpura
A : Henoch Schonlein Purpura
P :
P :
IVFD RL 14 tpm IVFD RL 14 tpm
Anbacim 3x400 mg (IV) Anbacim 3x400 mg (IV)
Gentamicin 2x35 mg (IV) Gentamicin 2x35 mg (IV)
Dexametason 3x1/3 amp (IV) Dexametason 3x1/3 amp (IV)
Paracetamol 3x1 ½ cth (PO) Paracetamol 3x1 ½ cth (PO)
3-10-2017
S : nyeri kaki (+) bengkak berkurang, ruam
(+)
demam (-)
O :

KU Kes Nd Nfs T
Sdg CM 128x/i 24x/i 37,5C

Status Generalis : ruam di ke empat ekstremitas


A : Henoch Schonlein Purpura
P :

IVFD RL 14 tpm
Anbacim 3x400 mg (IV)
Gentamicin 2x35 mg (IV)
Dexametason 3x1/3 amp (IV)
Paracetamol 3x1 ½ cth (PO)
DEFINISI
sindrom klinis yang disebabkan oleh vaskulitis pembuluh darah
kecil sistemik yang ditandai dengan lesi spesifik berupa purpura
nontrombositopenik, artritis atau atralgia, nyeri abdomen atau
perdarahan gastrointestinalis, dan kadang – kadang nefritis atau
hematuria.
ETIOLOGI

INFEKSI VAKSIN
- Infeksi Streptokokus grup A • Tifoid
- Sirosis karena Hepatitis- c • Kolera
- Hepatitis • Campak
- Infeksi Shigella • Yellow fever
- Virus Epstein-Barr
- Infeksi Salmonella
- Infeksi viral Varizella-zoste IDIOPATIK
- Enteritis Campylobacter
Glomerulocystic kidney disease

ALERGEN
• Obat (ampisillin, eritromisin, penisilin,
kuinidin, kuinin)
• Makanan
• Gigitan serangga
• Paparan terhadap dingin
PATOFISIOLOGI
Aktivasi
komplemen jalur
alternatif

deposit kompleks
biopsi lesi pada kulit aktivasi mediator
imun yang
atau ginjal inflamasi
mengandung IgA

purpura di kulit, inflamasi pada


nefritis, artritis dan pembuluh darah
perdarahan kecil di kulit, ginjal,
gastrointestinalis sendi dan abdomen
MANIFESTASI
palpable purpura tanpa Angioedema pada
Gejala prodormal dapat
ruam makula adanya trombositopenia muka (kelopak mata,
eritematosa terdiri dari demam,
(12-24 jam)
bibir) dan ekstremitas
nyeri kepala dan
(punggung tangan dan
anoreksia
kaki)

Warna purpura
Lesi petekia atau
mula-mula merah, Edema skrotum juga
ekimotik pada wajah artralgia atau artritis
lambat laun berubah dapat terjadi pada awal
dan tubuh mengenai sendi besar
menjadi ungu penyakit

Nyeri abdomen atau hematuria, proteinuria,


Coklat kekuning- perdarahan sindrom nefrotik atau
kuningan lalu gastrointestinalis nefritis
menghilang,dapat
berulang
PEMERIKSAAN FISIK
GASTROINTES
KULIT SKROTUM EKSTREMITAS NEUROLOGIS
TINAL
• Lesi kulit primer • Nyeri • Nyeri testis • Arthralgia dan • nyeri kepala,
(purpura sekunder arthritis kejangmdan
palpable) dapat
terhadap menjadi mengenai mononeuropa
• terdistribusi di keterlibatan ankle dan ti
area tubuh
vaskulitis dari
begitu lutut
tergantung, • Lakukan
mesenterikum intense yang
seperti ankle dan pemeriksaan
kaki bawah pada kecil atau terlihat torsi neurologis
anak pembuluh untuk defisit
• Lesi biasanya mukosa usus lokal
timbul dan lebih sering
memudar lewat
beberapa hari
• warna yang
terlihat pada
purpura
berkembang dari
merah ke ungu,
kemudian
menjadi coklat
sebelum
memudar
PEMERIKSAAN FISIK
Jumlah trombosit normal atau meningkat

leukositosis moderat dan anemia normokromik (perdarahan GIT), Eosinofilia, LED


meningkat

Eosinofilia, LED meningkat

Pemeriksaan kadar IgA dalam darah mungkin meningkat

Analisis urin adanya hematuria, proteinuria, penurunan kreatinin klirens. Pada


feses dapat ditemukan darah.

Biopsi pada lesi kulit menunjukkan adanya vaskulitis leukositoklastik

Pemeriksaan radiologi dapat ditemukan penurunan motilitas usus yang ditandai


dengan pelebaran lumen usus ataupun intususepsi melalui pemeriksaan barium
DIAGNOSA
KRITERIA DEFINISI
Purpura non trombositopenia Lesi kulit hemoragik yang dapat
(Palpable purpura) diraba, terdapat elevasi kulit, tidak
berhubungan dengan
trombositopenia
Usia onset < 20 tahun Onset gejala pertama < 20 tahun
Gejala abdominal / gangguanNyeri abdominal difus, memberat
saluran cerna (Bowel angina) setelah makan, atau diagnosis
iskemia usus, biasanya termasuk
BAB berdarah
Granulosit dinding pada biopsi Perubahan histologi menunjukkan
granulosit pada dinding arteriol
atau venula

Setidaknya 2 dari kriteria diatas untuk menegakkan HSP


TATALAKSANA
SUPORTIF- • pemeliharaan hidrasi, nutrisi, keseimbangan elektrolit
• mengatasi nyeri dengan analgesik
SIMPTOMATIS
• OAINS seperti ibuprofen 10mg/KgBB/6 jam
Artritis dan demam

• elevasi tungkai
Edema

muntah dan nyeri • Diet makanan lunak

perut
kelainan ginjal • kortikosteroid yang dikombinasi dengan imunosupresan

progresif
PROGNOSIS

Dapat sembuh secara spontan dalam Ditandai dengan penyakit ginjal dalam 3
beberapa hari atau minggu (biasanya minggu setelah onset,
dalam 4 minggu setelah onset).
Eksaserbasi yang dikaitkan dengan
Rekurensi dapat terjadi pada 50% kasus. nefropati, penurunan aktivitas faktor
XIII, hipertensi,
Bila manifestasi awalnya berupa
kelainan ginjal yang berat, maka perlu Adanya gagal ginjal dan pada biopsi
dilakukan pemantauan fungsi ginjal ginjal ditemukan badan kresens pada
setiap 6 bulan hingga 2 tahun pasca glomeruli, infiltrasi makrofag dan
sakit penyakit tubulointerstisial