Anda di halaman 1dari 34

DIASTATIC RECTI

OLEH :

ANDI ASTRI IDRIS - IRNA SULEMAN - MUHAMMAD MUSLIM HASAN –


NUR PURNAMASARI YUSUF - NUR RIZQA SAHIB - SUHARNI - ULFAH EKA WARDANI
• Diastatic recti adalah pemisahan otot
rectus abdominis lebih dari 2,5 cm
pada tepat setinggi umblikus
(Noble,1995) sebagai akibat pengaruh
hormon terhadap linea alba serta
akibat peregangan mekanis dinding
abdomen.

DEFINISI
• Pemisahan otot rectus abdominis pada linea alba
yang membungkus permukaan perut, menjadi 2
bagian (kiri dan kanan). Derajat kerusakan mulai
dari yang tidak kelihatan sampai pada tahap
mengganggu kosmetik
• Dinding perut dibatasi superior dengan sudut infrasternal dan
inferior oleh krista iliaca, sulcus inguinal dan pubis sulcus
(Kahle et al, 1992).
• Di setiap sisi pertengahan-line, antara tulang rusuk dan simfisis
pubis, terletak otot rektus abdominis (Hollinshead dan rosse,
1985).
• Lapisan otot luar, dalam dan terdalam dari dinding lateral
antero dibentuk oleh oblique eksternal, oblique internal dan
transverses otot abdominis masing-masing. Aponeurosis dari
obliques eksternal, obliques internal dan transverses otot
abdominis bertemu di pertengahan garis raphewhere
terjalinnya serat tendon mereka membentuk linea alba kolagen.
Sebelum aponeurosis bertemu di alba line, mereka membentuk
selubung di sekitar otot rectus abdominis (Hollinshead dan
rosse, 1985: snell, 1986).

Anatomi Dinding Perut


• Saat kehamilan berlanjut, rektus abdominis
memanjang 115% dan melebar. Penurunan
stabilisasi panggul terjadi pada akhir kehamilan
dan stabilitas menurun pada 8 minggu setelah
melahirkan (Gilleard dan Brown 1996). Kekuatan
fleksi otot telah terbukti terganggu pada 24
minggu post partum. Linea alba melebar melalui
hormone dimediasi berubah, untuk
memungkinkan pertumbuhan janin (Polden dan
Mantle 1990).

Patofisiologi
• Kondisi ini sungguh dapat menimbulkan ketakutan pada
ibu, karena gerakan usus dapat terlihat dan ia mungkin
akan merasa isi usus akan mencuat walaupun hanya
berdiri. Jarak terjadi sela otot yang pernah dilaporkan
adalah 23 cm ( Thomton& Thornton,1993).
• Dalam keadaan normal, celah sebesar 3-4 cm akan
kembali lagi menutup setelah seminggu atau dua minggu,
setelah melakukan latihan abdomen. Namun, (Hsia &
Jones,2000) menemukan bahwa celah akan menetap
sampai minggu ke-12 pascapartum, sementara diastasis
menurut Thornton tidak menutup sempurna sampai 6
minggu pascapartum.

Patofisiologi
• Terjadi pelebaran otot perut.
• Terlihat tanda seperti tonjolan dan celah yang
melewati midline abdomen dari proc.
Xyphoideus sampai area umbilicus atau
permukaan abdomen.
• Tanda ini menjadi lebih jelas bila otot
dikontraksikan, dan berkurang ketika otot rileks.
• Kelemahan otot rectus abdominius

Tanda dan Gejala


• Sisi medial dari bagian otot kanan dan kiri dapat
dipalpasi saat otot rileks.
• Pada masa tertentu kehamilan (trimester III),
puncak uterus dapat terlihat menonjol pada
dinding abdomen di bawahkulit.
• Kompilkasi berupa :
• ASSESSMENT
• DIAGNOSIS FT
• PROBLEMATIK FT
• RENCANA INTERVENSI
• INTERVENSI
• EVALUASI

PROSES FISIOTERAPI
Anamnesis umum
• Nama : Prilly
• Umur : 36 tahun
• Jeniskelamin : Perempuan
• Agama : Islam
• Pekerjaan : IRT
• Alamat : Jl. Mawar

ASSESSMENT (ANAMNESIS)
Anamnesis Khusus
• Keluhan Utama : Pelebaran otot di perut mengakibatkan
sulit untuk bangun dari posisi tidur telentang
• Lokasi Keluhan : Perut
• Terjadi Sejak : 3 minggu yang lalu
• Keluhan Nyeri : Tidak ada
• Waktu Melahirkan : 1 bulan yang lalu
• Riwayat Perjalanan Penyakit : setelah pasien
melahirkan normal 1 bulan yang lalu, pasien merasa ada
sesuatu yang terjadi pada perutnya, perutnya menjadi melar
dan akibatnya sulit untuk bangun dari posisi tidur telentang.

ASSESSMENT (ANAMNESIS)
• Jenis Kelahiran : Melahirkan Normal
• Anak Ke : Pertama
• Berat Anak pada saat dilahirkan : 3,5 kg
• Riwayat Penyakit lain :-

ASSESSMENT (ANAMNESIS)
• Tekanan Darah : 120/90 normal
• Denyut Nadi : 80 x/menit normal
• Pernapasan : 20 x/menit normal

ASSESSMENT (VITAL SIGN)


Inspeksi Statis
• Adanya pelebaran pada musculus rectus
abdominius
Inspeksi Dinamis
• Pasien kurang mampu melakukan fleksi trunk.
• Adanya keterbatasan pada saat posisi tidur ke
duduk & sebaliknya
• Adanya keterbatasan pada saat posisi duduk ke
berdiri & sebaliknya

ASSESSMENT (INSPEKSI)
• Sesuai keluhan dilakukan pemeriksaan fungsi dasar
dengan posisi berdiri pada trunk sebagai berikut :

AKTIF PASIF TIMT

FLEKSI NORMAL NORMAL MAMPU, STABILITAS TERGANGGU

EKSTENSI NORMAL NORMAL MAMPU, STABILITAS TERGANGGU

LATERAL NORMAL NORMAL MAMPU, STABILITAS TERGANGGU


FLEKSI
ROTASI NORMAL NORMAL MAMPU, STABILITAS TERGANGGU
EKSTENSI HIP MAMPU, HANYA SETENGAH
KEKUATAN TERAPIS

ASSESSMENT (Pemeriksaan Fungsi Dasar)


PALPASI M.RECTUS ABDOMINIS
Teknik palpasi
• Posisi pasien supine lying
• Lokalisir sudut inferior dari costa dada
anterior dengan telapak kedua tangan anda.
• Geser tangan anda ke interior, ke dalam
ruang antara proccessus xiphoid dan anterior
pelvis.
• Lokalisisr serabut segmental rectus
abdominis disisi mana saja pada linea alba
• Untuk merasakan kontraksi rectus
abdominis, minta pasien secara perlahan
melakukan fleksi trunk secara aktif.
• Hasilnya : ada kelemahan pada rectus
abdominis.
• Selanjutnya palpasi otot erector spine,
hasilnya juga ada ketegangan.

ASSESSMENT (PEMERIKSAAN SPESIFIK)


• MMT ( Manual Muscle Testing )

• Dengan lengan disamping, pasien mengangkat kepala dan


tulang belakang sampai bagian atas skapula tidak
menyentuh meja.Sudut inferior skapula tetap
berhubungan dengan permukaan
• Hasilnya : M. Rectus Abdominius :nilai 3

ASSESSMENT (PEMERIKSAAN SPESIFIK)


• Pasien diminta berbaring terlentang dengan satu bantal
dikepala
• lutut ditekuk dan kaki menapak ke tempat tidur.
• Lakukan palpasi dengan satu atau jari menekan melintang di
abdomen, sambil ibu diminta mengangkat kepala dan bahunya,
bantal dilepas, ditekuk sampai menuju ke lutut. Otot rektus
akan teraba tegang di kedua sisi jari bila tidak terdapat
diastasis yang tidak proporsional. Jika sela rektus tidak dapat
teraba, lakukan palpasi dengan penekanan menggunakan 3
atau 4 jari, lalu prosedur diulang seperti langkah pertama.
Lebar jari yang digunakan sebagai indicator pengukuran harus
ditandai dan ukurannya dicatat. Ukuran celah sampai 2,5 cm
(kira-kira seukuran dua jari yang kecil) diantara otot rektus
masih dapat diterima. Jika ukurannya lebih besar dari itu,
gerakan memutar tubuh sebaiknya dihindari, karena gerakan
ini dapat memicu penngkatan lebar celah.
ASSESSMENT (PEMERIKSAAN SPESIFIK)
“Gangguan fungsional akibat
diastatic recti post partum”

DIAGNOSIS FT
• Anatomical Impairment :
kelemahan otot rectus abdominius akibat post
partum, tighnes erector spine
• Fungsional Limitation :
keterbatasan fungsional yang melibatkan gerakan
fleksi trunk seperti bangun tidur, membungkuk dll.
• Partisipation Retriction :
pasien terbukti mengalami keterbatasan aktifitas
social sehari-hari.

PROBLEMATIK FT
• Anatomical Impairment :
kelemahan otot rectus abdominius akibat post
partum, tighnes erector spine
• Fungsional Limitation :
keterbatasan fungsional yang melibatkan gerakan
fleksi trunk seperti bangun tidur, membungkuk dll.
• Partisipation Retriction :
pasien terbukti mengalami keterbatasan aktifitas
social sehari-hari.

PROBLEMATIK FT
Tujuan jangka pendek
• Meningkatkan kekuatan otot rectus abdominius,
• Meningkatkan ROM fleksi trunk
Tujuan jangka panjang
• Mengembalikan kapasitas dan kemampuan fungsional
pasien seperti semula.
Modalitas fisioterapi
• IR
• Massage
• Terapi Latihan

RENCANA INTERVENSI
1. IR
• Tujuan : merileksasikan jaringan pada pungnggung
khususnya pinggang bawah yang mengalami tightness.
• Penatalaksanaan : Posisi pasien tidur telentang.
• Persiapan Alat
• Perlu di persiapkan alat serta pemeriksaan alat antara lain
meliputi kabelnya, jenis lampu dan besarnya watt. Pada
umumnya generator non-luminous diperlukan waktu
pemanasan 5-10 menit.

INTERVENSI
1. IR
• Tujuan : merileksasikan jaringan pada pungnggung
khususnya pinggang bawah yang mengalami tightness.
• Penatalaksanaan : Posisi pasien tidur telentang.
• Persiapan Alat
• Perlu di persiapkan alat serta pemeriksaan alat antara lain
meliputi kabelnya, jenis lampu dan besarnya watt. Pada
umumnya generator non-luminous diperlukan waktu
pemanasan 5-10 menit.

INTERVENSI
• Sesudah Pengobatan (evaluasi sesaat)
• Setelah pengobatan lampu segera dimatikan dan
ditempatkan pada tempat yang aman, perhatikan kulit
pada daerah yang diobati dan dibandingkan dengan
keadaan sebelumnya. Daerah yang banyak keringat
segera dikeringkan dengan handuk.

INTERVENSI
2. Static kontraksi
dilakukan static kontraksi untuk m. rectus abdominius.
Pelaksanaan :
• Posisi pasien tidur telentang di bed
• Fisioterapis berada di samping kanan pasien
• Fisioterapis meletakkan tangannya di bawah lumbal pasien
• Kemudian pasien diminta untuk menekan tangan fisioterapis
ke bed.
• Pada saat pasien menekan hitung sampai 8 kali hitungan.
• Gerakan bisa diulangi 8-10 kali.

3. Resisted Exercise
• Dilakukan untuk menambah kekuatan otot rectus abdominius.

INTERVENSI
4. Strethcing
• Tujuannya agar merilekskan otot erector spine yang spasme.

INTERVENSI
5. MASSAGE
• Teknik :Penderita prone lying, kemudian transversal
friction diberikan pada otot-otot erector spine yang
mengalami spasme.

INTERVENSI
6. POST NATAL EXCERCISE
• Latihan ini dapat mengembalikan stabilitas otot, menguatkan, dan
menambah daya kontraksi otot, study menemukan bahwa latihan ini
dapat membantu wanita untuk menurunkan berat badannya setelah
post natal.

INTERVENSI
7. Mother and baby class
• Tujuannya untuk strengthening otot
abdominal pada ibu dan menyediakan
vestibular stimulasi pada bayi,
• melakukan latihan di mana ibu dan bayi
bersama-sama melakukan exercise
memiliki beberapa keunggulan. ini
meliputi:
• menjalinikatan ibu dan bayi
• memperkuat prinsip-prinsip ergonomis saat
mengangkat bayi
• menyediakan pengalaman gerakan untuk
bayi, menggabungkan gentle vestibular
yang lembut dan reaksi head righting
• menggunakan bayi sebagai berat untuk
meningkatkan resisten

INTERVENSI
• EDUKASI
• Anjurkan pasien untuk melakukan latihan-latihan seperti
yang telah diberikan.
• Beritahukan juga untuk melakukannya dengan bertahap
jangan dipaksakan untuk langsung melakukan gerakan-
gerakan yang berat.

• EVALUASI
• Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah ada peningkatan
kekuatan otot rectus abdominius, peningkatan dan
pengurangan tightness pada erector spine.

EDUKASI & EVALUASI


• Diastatic resti adalah pemisahan otot rectus abdominis
lebih dari 2,5 cm pada tepat setinggi umblikus
(Noble,1995) sebagai akibat pengaruh hormon terhadap
linea alba serta akibat peregangan mekanis dinding
abdomen. Kasus ini sering terjadi pada masa persalinan
banyak, bayi berukuran besar,polihidramnion, kelemahan
otot abdomen dan postur yang salah, namun tampaknya
tidak demikian dengan wanita yang sehat. Beberapa juga
mengatakan penyebabnya adalah gangguan kolagen yang
lebih ke arah keturunan, sehingga tidak mengherankan
bila beberapa ibu dan anaknya mengalami diastasis, tanpa
memenuhi satu kriteria diatas

KESIMPULAN
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai