Anda di halaman 1dari 14

Difteri

dr. Fahmi Attaufanny Sp. THT


Definisi
Infeksi bakteri akut pada tonsil, faring, laring,
hidung, dan kadang menyerang selaput lendir atau
kulit
Etiologi
Corynebacterium diphtheriae
Batang gram positif, tidak berspora, bercampak
atau kapsul.
Mengeluarkan eksotoksin
Cara Penularan
Droplet
Masa inkubasi 2-5 hari, penularan 2-4 minggu
sejak masa inkubasi, sedangkan penularan carier
bisa sampai 6 bulan
Gejala timbul dari eksotoksin kuman
Klasifikasi
Menurut tingkat keparahan
1. Infeksi ringan Pseudomembran pada mukosa
hidung dengan nyeri telan
2. Infeksi sedang Pseudomembran pada faring
dengan pembengkakan laring
3. Infeksi berat Sumbatan nafas berat dengan
komplikasi (miokarditis, paralisis dan nefritis)
Menurut lokasi
1. Difteri hidung
2. Difteri faring
3. Difteri laring
4. Difteri kutaneus
Patogenesis
Manifestasi Klinis
Panas lebih dari 38 °C
Pseudomembran pada faring, laring atau tonsil
Nyeri menelan
Leher membengkak (bullneck)
Pemeriksaan Penunjang
• Swab dan kultur
• Uji schick
• Darah rutin dan urin rutin
• EKG (komplikasi)
Komplikasi

• Infeksi sekunder : Streptokokus dan stafilokokus


• Infeksi Lokal : Obstruksi jalan nafas
• Infeksi sistemik : Miokarditis, nefritis, dsb
Tatalaksana
Isolasi dan bed rest

Makanan yang cukup gizi dan nutrisi

Anti Difteria Serum 20.000 unit IM bila terbatas tonsil,


jika luas diberikan ADS 80.000-100.000 unit

Penisilin 50.000 unit/kgBB/hari atau eritromisin 30-


40mg/KgBB/hari (14 hari)
Pencegahan

Imunisasi DPT 1, DPT2 dan DPT 3 pada bayi


mulai umur 2 bulan dan berikutnya dengan jarak
waktu 4 paling sedikit 4 minggu
Diulang lagi saat kelas 1 SD dengan imunisasi DT
Daftar Pustaka
• Kadun I Nyoman, 2006, Manual Pemberantasan Penyakit Menular, CV Infomedika, Jakarta
• Ditjen P2PL, Depkes RI, Revisi Buku Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar
Biasa (Pedoman EpidemiologiPenyakit),2007, Jakarta
• Ditjen P2PL, Depkes RI, Panduan Praktis Surveilens Epidemiologi Penyakit, 2003, Jakarta
• Ditjen P2PL, Depkes RI, Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas, 2005, Jakarta
• Kartono, 2008, Lingkungan Rumah dan Kejadian Difteri di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten
Garut, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol.2 No.5
• Wijaya Kusuma, 2004, Difteri, Cara Mencegah dan Mengatasinya, http:/cyberhelath.com,2004
• Supriyanto,dkk, 2008, Reaksi Kekebalan Anak Sekolah Terhadap Toksoid Difteri
.http:/www.kalbe.co.id/files/cdk/files/2008
• Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr.Sulianti Saroso, 2007, Imunisasi,
http:/www.info@infeksi.com
• Biofarma, 2007, Vaksinasi, http:/www.biofarma.com,2007
• Seksi P & SE, 2008, KLB Difteri Jatim, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur,2008