Anda di halaman 1dari 30

ANALGETIKA

DEFINISI : - depresan ssp


- meningkatkan nilai ambang persepsi
sakit
- mengurangi nyeri tanpa hilangnya
kesadaran

Analgetik dibagi 2 Analgetik Kuat (analgetik narkotika)


Analgetik sedang-ringan (nor narkotik)

Obat yang memiliki sifat farmakologi tertentu juga mempunyai sifat


analgetik contoh barbiturat,
Mephenesin, meprobamat.
I. Analgetik kuat (Analgetika Narkotika)
• Yang penting
• Turunan morfin
• Turunan fenilpiperidin
• Turunan difenilpropilamin (metadon)
• dll
• ES : euforia, adiksi
• Penghentian dosis sec tiba2 : gejala withdrawal/
abstinensia
• Over dosis : depresan sistim pernafasan
A. TUR MORFIN
• Tahun 1806, analgetik I
• Tanaman asal : opium getah/lateks yang dikeringkan dari buah
papaver somniverum
• Opium mengandung alkaloid yg terikat dlm asam
• Inti opium : FENANTREN
BENZILISOKUINOLIN
• Efek dari opium/candu → morfin
• Opium → Efek konstipasi,
• Ekspektoran → ob doveri
• Morfin → euphoria & kecanduan → diawasi oleh pemerintah
• Maka dicari turunan/analog dgn efek analgesik tinggi & adiksi
rendah.
STRUKTUR MORFIN
SAR
• eterifikasi & esterifikasi gugus hidroksi fenol
↓ aktivitas analgesik, ↑ antibatuk & ↑ antikejang
• perubahan gugus OH dari posisi 6 ke-8 ↓ analgesik
• Hidrogenasi ikatan rangkap C7 – C8 efeknya sama atau lebih tinggi dari
morfin
• Substitusi cincin aromatik ↓ analgesik
• Pemecahan jembatan eter pada C-4 & C-5 ↓ analgesik
• Pembukaan cincin piperidin ↓ aktivitas
• Demetilasi pada C 17 dan perpanjangan rantai alifatik yang terikat pada
atom N ↓ aktivitas
TAHAPAN MODIFIKASI MORFIN

• A. MODIFIKASI AWAL
• Thn 1929
• Esterifikasi gugusan fenolat & alcohol
• Hasil zat dgn aktivitas > morfin tapi toksisitas & adiksi juga >
• Tidak ada seny yang ditemukan tanpa sifat adiksi spt morfin

• B. MODIFIKASI SMALL & EDDY


• Didasarkan atas
• dipisahkannya sifat adiksi dari sifat yang berguna
• jika sifat adiksi tdk dapat dipisahkan disintesa molekul lain
• Hasil penelitian tidak menunjukkan scr kuantitatif thd sifat analgetik tetapi dapat
dijadikan indicator ke arah mana aktivitas tsb dpt diarahkan
• Umumnya : ↑ sifat analgetik, toksisitas & adiksi ↑

• C. MODIFIKASI EISLAB & SCHUMMAN
• der piperidin → meferidin memiliki efek analgesik pd hewan coba
• potensinya 1/5 x morfin
• penggantian gugus fenil dgn gugus H2, alkil, heterosiklis ↓ aktivitas
• substitusi gugus fenil & ester pd posisi C-4 aktivitas optimal
• mis fentanil

• D. MODIFIKASI GREWE
• Thn 1946
• Seny N-metil morfinon (tdk ada jembatan eter)
• Tidak menghilangkan sama sekali efek analgetik
• Dibuat seny baru benzomorfon
CONTOH
• 1. MORFIN
• hasil isolasi opium yang mengandung morfin 5-20 %
• konfigurasi levo
• tidak larut dlm air, larut dlm alkali
• cepat menimbulkan adiksi
• garam HCl & SO4 , dgn menetralisir suspensi morfin yg panas dgn HCl & H2SO4
• Modifikasi struktur
• pe + R1 : ↓ analgesik, depresi pernafasan, spasmodic usus
• ↑ stimulasi SSP.
• pe + R2 : ↑ narkotik & depresan pernafasan
• pe + R1 & R2 : ↑ konvulsif, ↓ efek emetik

2. CODEIN
• Hasil metilasi gugus OH fenol morfin
• Efek analgetik lebih rendah drpd morfin 125 mg 10 mg
• Antitusif di + CH3Br → ↑ efek
• Dgn aspirin → sinergistik u/ kanker
• IDENTIFIKASI
• + NH4OH (e) → keruh putih
• + H2SO4 + FeCl3 ungu + HNO3 → merah tua
• PK : TBA

• 3. DIONIN
• Seny sintesa yang analog dgn kodein
• Pembuatan : lar morfin (alcohol) + etil sulfat
• Potensi analgetik analgetik morfin dgn kodein
• Analgetik, antitusif.

• 4. HEROIN
• di asetil morfin
• di peroleh dari asetilasi kedua gugus hidroksil morfin
• efek analgesic & euphoria heroin > tinggi dr morfin
• adiksi heroin > morfin, efek samping >
II. TUR MEFERIDIN
• Rantai etilen, gugus N tersier dan cincin aromatic shg dapat
berinteraksi dgn reseptor analgesic
Contoh pethidin, difenoksilat, loperamid
efek analgesic antara morfin & kodein
efek adiksi lebih rendah

• Struktur

• dibuat dgn memanaskan benzyl sianida & β kloroasetil metil


amin
kemudian dihidrolisa & diesterifikasi dgn etil alcohol
III. TUR METADON
 Bersifat optis aktif
 Dalam garam HCl
 Tidak mempunyai cincin piperidin tapi dapat membentuk cincin dalam larutan atau cairan
tubuh karena adanya daya tarik menarik antara basa N

 CONTOH

 1. Metadon
 Efek analgetika 2 x morfin, 10 x meferidin
 adiksi lebih rendah dari morfin
 Toksisitasnya 3-10 x morfin
 2. Profoksifen
II ANALGETIKA NOR NARKOTIKA
• -analgetika ringan
• - untuk nyeri ringan ad berat
• - tidak mempunyai kerja narkosa dan reaksi ketagihan
• - analgetik, antipiretika, antirematik

• - Dibagi dalam 2 kelompok


• A. Analgetik-antipiretika
– tur anilin & p-aminofenol
– tur 5 pirazolon

• B. Analgetik NSAID
– Tur As salisilat
– Tur 5 pirazolidindion
– Tur As N-Arilantranilat
– Tur As Arilasetat
– Tur As Heteroarilasetat
– Tur Oksikam
– Tur lain-lain.


I. ANALGETIKA NSAID

 I. Tur as salisilat
 - tidak digunakan peroral krn toksisitas dan iritasi
lambung

-
 modifikasi 4 cara
 - gugus COOH : obat luar ex metil salisilat,
 - gugus OH : obat oral ex aspirin
- prinsip salol : pada kedua gugus ex Al aspirin
- penambahan gugus halogen (o) dicincin
aromatik pada benzen : diflunisal
Contoh tur salisilat
• I. TUR SALISILAT
• 1. Aspirin
• analgetik, antipiretik, antiiremmatik
• u/ pengobatan trombosis
• absorbsi cepat, terhidrolisa di usus/lambung mjd as salisilat yg aktif
• Ca-aspirin, Al-aspirin
• Sintesa
» (H2SO4 sebagai katalisator)

• + H3C-C=O → asetosal

• ◄ Identifikasi
• + FeCl3 → violet
• + metanol + H2SO4 → bau ganda pura
• + aq bromata → ↓ putih
• PK : asam basa
• 2. Salisilamid
• analgesik antipiretik, tdk antiradang & antirematik
• salisilamid tidak terhidrolisa mjd as salisilat
• awal kerja cepat, masa kerja pendek, toksisitas relatif rendah
• sering dikombinasi dengan asetaminofen

• Identifikasi
• + FeCl3 → violet : etanol tidak hilang
• methanol hilang
• - + aq bromata : ↓ putih
2. TUR 5 PIRAZOLIDINDION
• Fenilbutazon (praobat) & oksifenbutazon
• efek samping agranulositosis

• SAR
• mengandung gugus keto yg dpt membentuk gugus enol aktif yg
terionisasi
• penggantian satu atom N dgn O, substitusi CH3 & halogen pd cincin
benzen tidak mempengaruhi antiradang
• penggantian cincin benzen dgn siklopentan mjd senyawa tdk aktiv
• peningkatan keasaman akan meningkatkan antiradang & urikosurik
• CONTOH PRODUK
• Fenilbutazon
• analgetika, antiinflamasi
• diberikan peroral/suntikan
• mengalami metabolisme menjadi oksifenbutazon
• efek samping cukup besar, toksis.
• sintesa : hidrazobenzen + etilmalonat
3. TUR N-ARILATRANILAT
• analog nitrogen dari as salisilat
• antiinflamasi pada rematik, gigi
• efek samping mual, diare, anemia, dll
• Struktur

• R1 R2 R3 Nama Obat
• CH3 CH3 H As mefenamat
• H CF3 H As flufenamat
• Cl CH3 Cl As meklofenamat
SAR
• as N- ARILATRANILAT → aktivitas tinggi : bila cincin benzen yang terikat
atom N mempunyai substituen pada 2, 3, dan 6
• senyawa yang aktiv bila turunan senyawa 2,3 disubstitusi
• Penggantiaan atom N dengan gugus isoterik seperti O, S, CH2 ↓ aktivitas

• CONTOH PRODUK
– As Mefenamat
• aktivitas analgesik 2-3 kali aspirin
• aktivitas antiiradang 1/5 kali fenilbutazon
• u/ menghilangkan rasa nyeri pada gigi
• pengobatan tidak boleh lebih dari 1 minggu
– As Flufenamat
• aktivitas antirematik lebih besar & masa kerja lebih panjang
• antirematik & analgesik
- Glafenin
analgesik 5 x lebih besar disbanding aspirin
nyeri akut dan kronik
• 4. TUR AS. ARILASETAT
• antiradang, analgesik, antirematik
• efek samping iritasi saluran cerna
• contoh Na-diklofenak, ibuprofen, ketoprofen, dll
• STRUKTUR
• X

• R2 α CH2-COOH

R1
• RI = gugus alkil
• R2 = gugus yang bersifat hidrofob
• X = F, Cl posisi meta
SAR
• pemisahan lbh dr satu atom C pd inti aromatik datar ↓ aktivitas
• adanya gugus α metil pd rantai samping asetat ↑ antiradang
• makin panjang atom C aktivitas menurun
• α substitusi senyawa bersifat optis aktif
• gugus hidrofob yg terikat pd atom C inti aromatik posisi m-p dari gugus asetat
• turunan ester /amida mempunyai aktivitas antiradang
• contoh produk
1. Diklofenak
• Na / K
• Antirematik, antiradang, analgesik-antipiretik
• diabsorpsi cepat & sempurna
• 2. Ibuprofen
• untuk mengurangi rasa nyeri akibat keradangan pada berbagai kondisi rematik &
atritis
• 3. Ketoprofen
• - untuk mengurangi rasa nyeri akibat keradangan pada sistim otot rangka
• 4. Fenbufen
• antirematik, antiradang dan analgesik-antipiretik
• pengobatan rematik, mengurangi rasa nyeri pada otot rangka
5. TUR AS HETEROARILASETAT

• Struktur dan aktivitas


• 1. Penggantian gugus karboksil (pada Indometasin)dengan gugus
• lain dapat ↓ aktivitas
• 2. Penggantian gugus C=O(X) dengan CH2- akan ↓ aktivitas
• 3. Adanya gugus para halogen (R3), CF3, dan SCH3 : ↑ aktivitas
• 4. Penggantian gugus CH3 (R2) dengan gugus aril ↓ aktivitas.
• Substitusi α CH3 pada R1 aktivitas = senyawa induk, sedang α,β dimetil
akan ↓ aktivitas
• 5. hilangnya atom N heterosiklik akan ↓ efek samping ssp & iritasi
• lambung ex indenninindenil
• 6.Penggantian OCH3 dengan gugus F Cl dgn metil sulfinil ↑ kelarutan dlm urin &
↓ efek samping iritasi lambung.
• Mempunyai struktur obat antiradang yang lain seperti adanya
• gugus planar gugus yang bersifat asam : u/ pengikatan obat pada
reseptor
• struktur rantai samping tertentu : u/ mengatur distribusi obat dlm
menembus membran biologis
CONTOH PRODUK
 SULINDAK
 aktivitas antirematik = indometasin
 tidak menyebabkan efek samping nyeri kepala
 bentuk aktivnya adalah metabolit sulfida
 As. TIAPROFENAT
 antiradang & analgesik-antipiretik
 pengobatan rasa nyeri akibat radang, penyakit pirai akut

 6. TUR OKSIKAM
 bersifat asam, antiradang, analgesik, & antipiretik
 efektif u/ pengobatan simptomatik rematik arthritis
CONTOH PRODUK

 A. Piroksikam
 analgesik, antirematik, dan antiradang = indometasin
 ES iritasi sal cerna besar
 B. Tenoksikam
 aktivitas antiradang, analgesik-antipiretik
 u/ mengurangi rasa nyeri akibat keradangan
 ES iritasi sal cerna cukup besar

7. TUR LAIN-LAIN
• menyebabkan ketidaknormalan hematologis
• hepatotoksis / nefrotoksis
• contoh
• 1. Benzidamin HCl
• - efek analgesik & antiradang pemakaian u/ sistemik & setempat
• antiradang pd urology
• u/ kondisi keradangan pd rongga mulut & tenggorokan, stlh operasi gigi
• 2. Tinoridin
• antiradang sesudah pembedahan, pendarahan , dll
• 3. Asam niflumat
• mengurangi keradangan, pembengkakan, & rasa sakit
• efektif sebagai antirematik.
II. ANALGETIK ANTIPIRETIK
 Untuk pengobatan simptomatik
 analgesik, antipiretik, tidak berkhasiat sbg antiradang & antirematik
 tidak menurunkan kesadaran
 A. TUR ANILIN & P-AMINOFENOL
 contoh asetaminofen, fenasetin, asetanilid, dll
 struktur

 R1 NH-R2

 R1 R2 Nama Obat
 H H Anilin
 H COCH3 Asetanilid
 OH H p-Aminofenol
 OH COCH3 Asetaminofen
O CH2CH3COCH3 Fenasetin
SAR P-AMINOFENOL

• gugus amino mengurangi sifat kebasaan, ↓ aktivitas & toksisitas


• Asetilasi gugus amino dari asetanilid & paracetamol akan ↓
toksisitas, dosis terapi relatif aman, dosis besar & pemakaian
jangka panjang mybbkan methemoglobin & kerusakan hati.
• Eterifikasi gugus OH pada anilin dgn gugus CH3 (anisidin)& etil
(fenetidin)↑ aktivitas analgesik
• etil eter dari asetaminofen pada gugus OH aktivitas analgesik
cukup tinggi contoh fenasetin
• ester salisil dari asetaminofen ↓ toksisitas, ↑ aktivitas analgesik
contoh fenetsal
Reaksi sintesis paracetamol
b. Tur 5 pirazolon
• Ex antipirin, amidopirin dan metampiron
• - nyeri kepala, spasme usus. Ginjal, migrain,
nyeri gigi
• ES Agranulositosis
• TERIMAKASIH