Anda di halaman 1dari 55

Tahapan Awal Kontrak Pekerjaan Konstruksi

Oleh:

Ardia Tiara Rahmi Bayu Sapto Nugroho Moch. Mardani S.


POKOK PEMBAHASAN
1. Pemeriksaan Lapangan Bersama (Mc0)
2. Site Take Over
3. PRE CONSTRUCTION MEETING (PCM)
4. SHOW CAUSE MEETING (SCM)
Tahapan Kontrak Pekerjaan Konstruksi
Tahapan Awal Kontrak Pekerjaan Konstruksi
Penunjukkan penyedia jasa (pemenang
lelang) dan dilanjutkan tanda tangan
kontrak

Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa bersama-


sama melakukan pemeriksaan lapangan
(MC0)

Serah Terima Lapangan (Site Take Over)

Menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja


(SPMK)

Melakukan Rapat Persiapan Pelaksanaan


Kontrak (PCM),
Pemeriksaan Lapangan Bersama (Mc0)
• Mutual chek 0 ini tidak hanya dilakukan saat proyek baru akan
dilaksanakan tetapi juga dilakukan pada proyek lanjutan.

•Untuk proyek baru, MC0 ini dilakukan setelah penandatanganan kontrak. PPK dan penyedia
bersama-smaa melakukan pemeriksaan lapangan yang akan digunakan sebagai lokasi
pekerjaan.

•Dalam pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan secara berlanjut, pemeriksaan lapangan


dilakukan untuk mengidentifikasi pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam paket
sebelumnya dan pekerjaan yang akan dilaksanakan melalui paket bersangkutan.

•Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam berita acara yang umumnya


diberinama mutual check-0 (mc-0). MC-0 akan menjadi acuan dalam menghitung kemajuan
pekerjaan selama masa pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

• Dalam hal hasil pemeriksaan lapangan memerlukan adanya perubahan kontrak,


maka para pihak secara bersama-sama dapat melakukan pembahsan untuk
menyusun perubahan kontrak.
Serah Terima Lapngan (Site Take Over)
Ketentuan dalam Penyerahan Lokasi Kerja (berdasarkan Standar Dokumen
Pengadaan Secara Elektronik oleh LKPP)

• PPK berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi kerja


kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Penyerahan dilakukan
setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan lapangan bersama. Hasil
pemeriksaan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara
penyerahan lokasi kerja.
• Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang
dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan
tersebut harus dituangkan dalam adendum Kontrak.
• Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi
kerja maka PPK dapat dianggap telah menunda pelaksanaan
pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja
tersebut, dan kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensas
RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN
(PRE CONSTRUCTION MEETING)
Salah satu kegiatan awal dari tindakan pengendalian oleh PPK
terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan adalah
penyelenggaraan Rapat Persiapan Pekerjaan (Pre Construction
Meeting). Berita acara PCM merupakan hasil yang akan digunakan
sebagai rencana kerja dan pegangan dalam pelaksanaan proyek.
Rapat persiapan pelaksanaan (PCM) diselenggarakan selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) atau 21 hari setelah penandatanganan
kontrak yang diikuti oleh direksi pekerjaan (PPK), direksi teknis
(konsultan pengawas), penyedia jasa (kontraktor) serta pihak
perencanaan.
ACUAN

• Undang Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan;


• Undang Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
• Undang Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan
Daerah;
• Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
• Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
• Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan
Peran Masyarakat Jasa Konstruksi;
• Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Jasa Konstruksi;
• Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Pembinaan Jasa Konstruksi;
• Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah;
• Keputusan Menteri Kimpraswil No. 369/KPTS/M/2001 Pedoman
Pemberian Izin Usaha Jasa Konstruksi Nasional;
• Keputusan Menteri Kimpraswil No. 339/KPTS/M/2003 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Jasa Konstruksi oleh Instansi
Pemerintah;
TUJUAN RAPAT PRA-PELAKSANAAN

Tujuan Pre Construction Meeting adalah penyatuan pengertian


terhadap hal-hal penting yang belum tertera dalam dokumen
kontrak maupun antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan
kendala yang akan terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di
lapangan.
Materi pembahasan dalam PCM

• Penerapan klausal penting dokumen kontrak


• Prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan
• Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan
• Kendala-kendala yang mungkin terjadi

Sesuai Surat Dirjen Bina Marga UM.02.05-Db/514 tanggal 19 Maret


1990 dan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004
tanggal 29 April 2004
PENERAPAN KLAUSAL PENTING DOKUMEN KONTRAK

1. Pekerjaan tambah kurang;


2. Pemutusan kontrak;
3. Mobilisasi;
4. Pemeliharaan lalu lintas;
5. Pekerjaan sub kontraktor;
6. Asuransi;
7. Organisasi lapangan.

BACK!
Materi pembahasan dalam PCM

• Penerapan klausal penting dokumen kontrak


• Prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan
• Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan
• Kendala-kendala yang mungkin terjadi

Sesuai Surat Dirjen Bina Marga UM.02.05-Db/514 tanggal 19 Maret


1990 dan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004
tanggal 29 April 2004
PROSEDUR ADMINISTRASI PENYELENGGARAAN
PEKERJAAN
1. Pengajuan dan persetujuan pekerjaan;
2. Perpanjangan waktu pelaksanaan;
3. Ketentuan gambar kerja dan kelengkapannya;
4. Pengajuan pembayaran bulanan;
5. Serah terima pekerjaan;
6. Pembuatan addendum kontrak;
7. Jadwal pengadaan lahan, penggunaan peralatan dan personil
(mobilisasi);
8. Review dan penyempurnaan jadwal kerja sesuai target
volume, waktu dan mutu;
9. Menyusun rencana dan pemeriksaan lapangan (mutual check)
sehubungan dengan review design. BACK!
Materi pembahasan dalam PCM

• Penerapan klausal penting dokumen kontrak


• Prosedur administrasi penyelenggaraan pekerjaan
• Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan
• Kendala-kendala yang mungkin terjadi

Sesuai Surat Dirjen Bina Marga UM.02.05-Db/514 tanggal 19 Maret


1990 dan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 257/KPTS/M/2004
tanggal 29 April 2004
Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan

1. Pelaksanaan konstruksi pondasi jembatan dan bangunan


atasnya;
2. Pelaksanaan rigid pavement pada segmen jalan dengan LHR
yang tinggi beserta traffic management-nya;
3. Pelaksanaan soil stabilization;
4. Pelaksanaan produksi agregat dan pondasi jalan serta
perkerasan aspal;
5. Penentuan sumber bahan (quarry), estimasi deposit bahan
beserta rencana Pemeriksaan mutu bahan yang akan
digunakan;
6. Pendekatan terhadap masyarakat sekitar dan jalan menuju
quarry serta jalan angkutannya (haul road).
Peran dan
Tugas Unsur
Jadwal Pelaksana PCM
pelaksanaan Pelaksanaan
(PCM) PCM pelaksanaan
(PCM)
Jadwal pelaksanaan Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak
(PCM)

• PPK menetapkan jadwal pelaksanaan Rapat Persiapan Pelaksanaan


(PCM) sesuai batasan yang telah ditetapkan sebagai berikut:
1. Segera setelah kontrak ditandatangani;
2. Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah
diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

BACK!
Peran dan
Tugas Unsur
Jadwal Pelaksana PCM
pelaksanaan Pelaksanaan
(PCM) PCM pelaksanaan
(PCM)
Unsur Pelaksana PCM

1. Unsur Sub Dinas (misal : Bina Marga bidang jalan , Cipta


karya bidang gedung, dsb)
2. PPK
3. Kontraktor
4. Konsultan
Peran Unsur Sub Dinas Terkait

1. Sebagai narasumber pembinaan,


2. Memberikan pengarahan,
3. Menegakkan bahwa di dalam pelaksanaan proyek, sewaktu-waktu
akan dilaksanakan uji petik,
4. Menjelaskan kebijaksanaan AMDAL,
5. Menjelaskan kebijaksanaan penghijauan,

BACK!
Unsur Pelaksana PCM

1. Unsur Sub Dinas (misal : Bina Marga bidang jalan , Cipta


karya bidang gedung, dsb)
2. PPK
3. Kontraktor
4. Konsultan
Peran PPK

▫ Sebagai Chairman,
▫ Menjelaskan Struktur Organisasi
▫ Membahas struktur organisasi yang diusulkan kontraktor
maupun konsultan supervisi;
▫ Membahas tugas kontraktor mengenai:
1.Survey dan membuat gambar kerja,
2.Rencana pengadaan peralatan personil dan bahan,
3.Penyiapan jadwal pelaksanaan dan S-Curve,
4.Rencana penyelesaian Vector-Diagram setelah Review
Design.
▫ Menjelaskan bahwa keterlambatan mobilisasi dapat dikenakan
denda;
Lanjutan… .
▫ Menjelaskan kapan dan sebagaimana proses taking over dan final
certificate issued;
▫ Menjelaskan perlunya Show Cause Meeting bila terjadi
keterlambatan di dalam pelaksanaan pekerjaan yang mengakibatkan
tidak sesuai dengan jadwal semula;
▫ Menjelaskan bahwa 1 (satu) bulan sebelum taking over certificate
dikeluarkan, PPK mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat
sekitar proyek, bahwa proyek akan selesai dengan maksud
menghindari adanya tagihan hutang yang belum dibayar oleh
kontraktor;
▫ Menjelaskan mekanisme kerja antara ketiga unsur proyek dalam hal
perlunya request kontraktor sebelum mulai pekerjaan, dan sebelum
mulainya penerimaan pekerjaan (waktunya ditetapkan);

BACK!
Unsur Pelaksana PCM

1. Unsur Sub Dinas (misal : Bina Marga bidang jalan , Cipta


karya bidang gedung, dsb)
2. PPK
3. Kontraktor
4. Konsultan
Peran Kontraktor

 Menjelaskan rencana kerja pada saat mobilisasi yang meliputi:


1. Mobilisasi peralatan dan personil,
2. Survey lapangan, meliputi : drainase, perkerasan jalan, struktur.
3. Pengembalian kondisi (reinstatement) dan pekerjaan minor (dilakukan
setelah survey lapangan selesai) : perkerasan jalan bahu jalan,
4. Pemeliharaan rutin (dilakukan setelah diterbitkannya SPMK /
dimulainya pekerjaan).
• Rencana Kerja dan Review Design: melaksanakan survey untuk pembuatan
gambar kerja
• Menjelaskan metode / cara pelaksanaan konstruksi
• Menjelaskan struktur organisasi serta tugas dan tanggungjawabnya;
Lanjutan… .

▫ Menjelaskan kualifikasi personil kontraktor yang akan dimobilisasi;


▫ Menjelaskan rencana mobilisasi personil;
▫ Menjelaskan bagian pekerjaan yang akan di sub-kontrakkan serta calon
sub kontraktornya;
▫ Menjelaskan rencana penggunaan peralatan, termasuk :
1. Jumlah dan jenis peralatan,
2. Rencana kedatangan peralatan
 Menjelaskan Rencana Kerja S-Curve.
 Menjelaskan rencana pengadaan bahan serta surat ijinnya;
1. List Material
2. Lokasi quarry
3. Kualitas bahan jalan / struktur termasuk cara pengujiannya

BACK!
Unsur Pelaksana PCM

1. Unsur Sub Dinas (misal : Bina Marga, Cipta karya, dsb)


2. PPK
3. Kontraktor
4. Konsultan
Peran Konsultan

 Mencatat seluruh kesepakatan dalam Pre Construction Meeting dan


dtuangkan dalam Berita Acara tersendiri sebagai Dokumen Proyek;
 Mempersiapkan formulir-formulir isian, antara lain:
1.Laporan Harian,
2.Laporan Mingguan,
3.Laporan Bulanan / Monthly Progress Report,
4.Survey lapangan untuk Review Design,
5.Persiapan Gambar Kerja,
6.Pemeliharaan Rutin,
7.dsb
Lanjutan… .

• Menjelaskan personil konsultan yang sudah dimobilisasi dan


rencana personil lainnya yang akan dimobilisasi;
• Menjelaskan Struktur Organisasi Konsultan dan tugas daripada
masing-masing personil konsultan;
• Memberikan usulan teknik pelaksanaan yang lebih efisien;
• Menjelaskan rencana kerja review design:
• Menegaskan pengambilan lokasi foto dokumentasi : dimana,
kapan, berapa kali yang harus dilaksanakan kontraktor
Apa yang dimaksud Show Cause Meeting ( SCM ) ????
Show Cause Meeting ( SCM ) adalah rapat yang diadakan oleh Pejabat Dinas
terkait dalam hal ini PPK. Rapat diadakan dikarenakan adanya kondisi
kontrak kerja yang dinilai kritis dan berpotensi waktu pelaksanaan tidak
sesuai dengan shedule yang telah dibuat.

Karena kontrak dinyatakan kritis dalam hal penanganan pekerjaan maka


kontrak kritis harus dilakukan dengan rapat pembuktian Show Cause
Meeting ( SCM ). Pejabat Dinas dalam hal ini PPK harus memberikan
peringatan tertulis kepada kontraktor mengenai keterlambatan dalam
melaksanakan pekerjaan.
Tujuan

Memberikan panduan tata cara Pelaksanaan Rapat


Pembuktian (Show Cause Meeting) agar diperoleh hasil
yang sesuai dengan ketentuan/persyaratan perundang-
undangan yang berlaku.
Acuan
• Perpres RI Nomor54 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
• Kepmen PU Nomor 349/KPTS/M/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Kontrak Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan);
• Permen PU Nomor09/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
• Permen PU Nomor 04/PRT/M/2009 Tentang Sisitem Manajemen Mutu
Departemen Pekerjaan Umum;
• Permen PU Nomor 07/PRT/M/2011 Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultasi;
• Instruksi Kerja (IK) Penyusunan Dokumen Sistem Mutu Direktorat
Jenderal Bina Marga, No. Dokumen DJBM/SMM/IK/01;
• Surat Edaran Dirjen Bina Marga No. 02/SE/Db/2010 tanggal 15 Juni
2010, tentang Tata cara Penanganan Paket Kritis;
• Dokumen Kontrak.
FLOW CHART PELAKSANAAN SCM
Ketentuan Umum

Berikut ini adalah ketentuan umum dari :

• Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan


• Kontrak Kritis
• Penanganan Kontrak Kritis
Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan

▫ Apabila Penyedia Jasa terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai


jadwal, maka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus memberikan
peringatan secara tertulis atau dikenakan ketentuan tentang
kontrak kritis.

(Permen PU No. 07/PRT/M/2011-Buku PK06A-BAB VIIHuruf B.6 Angka


39.1)

BACK!
Ketentuan Umum

Berikut ini adalah ketentuan umum dari :

• Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan


• Kontrak Kritis
• Penanganan Kontrak Kritis
Kontrak Kritis

• Kontrak dinyatakan kritis apabila:


1. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% - 70% dari
kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih
besar 10% dari rencana;
2. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100%
dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih
besar 5% dari rencana;
3. Rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak,
realisasi fisik pelaksanaan terlambat kurang dari 5% dari
rencana dan akan melampaui tahun anggaran berjalan.

(Permen PU No. 07/PRT/M/2011 Buku PK 06A-BAB VII B6 Angka


39.2)
BACK!
Ketentuan Umum

Berikut ini adalah ketentuan umum dari :

• Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan


• Kontrak Kritis
• Penanganan Kontrak Kritis
Penanganan Kontrak Kritis
▫ Dalam Hal Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan dan Penanganan
Kontrak Kritis Periode I serta Penanganan Kontrak Kritis
Periode II, maka penanganannya dilakukan dengan Rapat
Pembuktian (Show Cause Meeting), yaitu:
 Pada saat kontrak dinyatakan kritis, direksi pekerjaan
menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa dan
selanjutnya menyelenggarakan SCM;
 Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia
jasa membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu
tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam berita
acara SCM tahap I;
• Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba pertama, maka
harus diselenggarakan SCM tahap II yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh
penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba kedua)
yang dituangkan dalam berita acara SCM tahap II;
• Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba kedua, maka harus
diselenggarakan SCM tahap III yang membahas dan menyepakati
besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia
jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba ketiga) yang
dituangkan dalam berita acara SCM Tahap III;
• Pada setiap uji coba yang gagal, Pejabat Pembuat Komitmen
harus menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa
atas keterlambatan realisasi fisik pelaksanaan pekerjaan;

(Permen PU No. 07/PRT/M/2011 Buku PK06A-BAB VIIHuruf B.6 Angka 39.3).


Peran dan Tanggungjawab
Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

Konsultan Pengawas

Kontraktor
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
•Mengevaluasi Keterlambatan realisasi fisik sesuai jadual;
• Mengevaluasi faktor penyebab keterlambatan;
• Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan keadaan kahar;
• Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan faktor PPK;
• Tindak lanjut apabila keterlambatan disebabkan oleh faktor
penyedia barang/jasa yaitu dengan membahas :
▫ Waktu mobilisasi dan mulai kerja
▫ Ketersediaan Material
▫ Kelengkapan peralatan
▫ Kelengkapan personil
▫ Hubungan dengan pihak ketiga
• Membuat peringatan tertulis kepada penyedia barang/jasa perihal
keterlambatan pelaksanaan pekerjaan;
• Menetapkan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
1. Menetapkan waktu pelaksanaan rapat pembuktian (SCM);
2. Menetapkan agenda rapat
3. Membuat surat undangan Show Cause Meeting
4. Menyelenggarakan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
5. Memimpin Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting);
6. Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai dan
jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia barang/jasa dalam
periode tertentu uji coba (test case)
• Menetapkan Uji Coba (Test Case);
• Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian
kemajuan fisik pada akhir waktu yang telah ditentukan;
• Membuat surat peringatan apabila realisai kemajuan fisik
tidak tercapai
BACK!
Peran dan Tanggungjawab
Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

Konsultan Pengawas

Kontraktor
Konsultan Pengawas (Direksi Teknis)
• Mempersiapkan materi untuk rapat pembahasan;
• Manghadiri rapat Show Cause Meeting;
• Mengevaluasi keterlambatan realisasi fisik sesuai jadual;
• Mengevaluasi faktor penyebab keterlambatan;
• Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia
jasa dalam periode tertentu/uji coba (Test Case);
• Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian
kemajuan fisik pada akhir waktu yang telah ditentukan;
• Mengadakan monitoring dan evaluasi hal pencapaian kemajuan
fisik uji coba
BACK!
Peran dan Tanggungjawab
Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

Konsultan Pengawas

Kontraktor
Kontraktor
• Mempersiapkan materi untuk rapat pembahasan;
• Menghadiri rapat Show Cause Meeting;
• Menjelaskan faktor penyebab keterlambatan;
• Membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus
dicapai dan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia
jasa dalam periode tertentu/uji coba (Test Case);
• Menjelaskan rencana kegiatan/metode pelaksanaan pada masa uji
coba
• Menjelaskan rencana pengadaan peralatan dan material untuk
kegiatan ujicoba
Berita Acara
Berita Acara Show Cause Meeting Sekurang-kurangnya berisi :
1. Pencapaian kemajuan pekerjaan dan deviasi keterlambatan
2. Uraian Penyebab Keterlambatan
3. Penetapan jenis pekerjaan yang mengalami keterlambatan
4. Penetapan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan pada masa
uji coba
5. Penetapan metoda pelaksanaan
6. Penetapan jumlah, jenis dan kapasitas peralatan
7. Penetapan jenis dan jumlah bahan/material
8. Penetapan Sumber Daya Manusia/pekerja
9. Penetapan batas waktu uji coba
10.Penetapan kemajuan pekerjaan dalam kurun waktu uji coba
Bukti Kerja

1. Undangan Rapat Pembuktian (Show Cause Meeting)


2. Evaluasi pencapaian
3. Evaluasi faktor penyebab
4. Surat Peringatan PPK
5. Berita acara Rapat Pembuktian
6. Monitoring pencapaian
7. Daftar hadir peserta rapat
Lampiran

1. Daftar Simak Rapat Pembuktian


2. Undangan Rapat Pembuktian
3. Berita Acara Show Cause Meeting
4. 4 Daftar Hadir Rapat Pembuktian
5. Tabel Kemajuan sesuai program uji
kemampuan