Anda di halaman 1dari 11

PERAN LSM DAN LEMBAGA DONOR

DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

NAMA KELOMPOK :
NI MADE WERDIANTI PRAWERTI (P07120215068)
NI KETUT CHANDRA FEBRIYANTI (P07120215070)
NI PUTU RATNA MARTHA SARI (P07120215071)
PENGERTIAN LSM

LSM adalah organisasi/lembaga yang anggotanya adalah masyarakat


warga negara Republik Indonesia yang secara sukarela atau kehendak sendiri
berniat serta bergerak di bidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh
organisasi/lembaga sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya
meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang menitikberatkan
kepada pengabdian secara swadaya. (Inmendagri No. 8/1990)
JENIS-JENIS LSM

Ditinjau dari segi paradigmanya LSM di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. LSM berparadigma konformis (developmentalis)
2. LSM berparadigma reformis.
3. LSM berparadigma transformatoris
Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1990, menyebutkan bahwa jenis-jenis LSM antara lain :
1. Organisasi Donor
2. Organisasi mitra Pemerintah
3. Organisasi professional
4. Organisasi Oposisi
MANFAAT LSM

1. Dapat menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (anabling)
titik tolaknya adalah pengenalan bahwa setiap manusia, dan setiap masyarakat memiliki potensi yang
dapat dikembangkan dalam membangun daya yaitu mendorong (encourge) memotivas dan
membangkitkan kesadaranakan potensi yang dimiliki.
2. Dapat memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering). Penguatan ini melalui
langkah –langkah nyata dan menyangkut berbagai penyediaan, berbagai masukan (input) dan berbagai
peluang (oportunities) membuat mereka menjadi berdaya yaitu peningkatan taraf pendidikan, informasi
dan lapangan kerja.
3. Dapat memberdayakan masyarakat mengandung arti melindungi dan membela kepentingan yang lemah
agar tidak bertambah lemah dan kuat menghadapi yang kuat. Dengan demikian yang dibutuhkan adalah
upaya-upaya riil untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang serta eksploitasi yang kuat
terhadap yang lemah.
PERBEDAAN LSM DAN
LEMBAGA DONOR

Perbedaan LSM dengan lembaga donor yaitu bahwa LSM adalah organisasi/lembaga yang
anggotanya adalah masyarakat warga negara Republik Indonesia yang secara sukarela atau kehendak
sendiri berniat serta bergerak di bidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/lembaga
sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan
masyarakat, yang menitikberatkan kepada pengabdian secara swadaya.
Sedangkan lembaga donor merukakan lembaga donor mencakup semua jenis bantuan yang
diberikan oleh suatu negara/lembaga donor baik berupa danacash, bantuan peralatan yang kita
perlukan, bantuan tenaga, atau bantuan-bantuan lain yang sifatnya adalah untuk mendukung
berhasilnya pelaksanaan kegiatan yang kita punya.
PERAN LSM DALAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
1. Motivator, LSM memberikan motivasi, mengali potensi dan mengembangkankesadaran anggota masyarakat
akan masalah-masalah yang dihadapi dirinyamaupun lingkungannya, akan potensi-potensi sumber daya, baik
sumber dayamanusia maupun sumber daya alam yang dimiliki, dalam rangka memperbaikinasib dan
membangun masyarakat itu sendiri
2. Komunikator, LSM melaksanakan tugas:
– Mengamati, merekam, serta menyalurkan aspirasi dan kebutuhan masyarakatagar dijadikan bahan rumusan kebijakan
dan perencanaan programpembangunan.
– Memonitor/mengawasi pelaksanaan program-program pembangunanmasyarakat.
– Memberikan penyuluhan dan menjelaskan program-program pembangunandengan bahasa yang akrab dan kerangka
berpikir yang mudah dipahamimasyarakat sasaran
– Membantu melancarkan hubungan dan kerja sama antar LSM yangmempunyai kepentingan dan tujuan yang sama
dalam masyarakat.
LANJUTAN...

3. Dinamisator, LSM bertugas merintis strategi, mengembangkan metode program,dan


memperkenalkan inovasi di bidang teknologi serta pengelolaan organisasiyang belum
dikenal ke lingkungan masyarakat setempat untuk pengembangandan kemajuan
masyarakat lokal.
4. Fasilitator, LSM bertugas memberikan bantuan teknis dalam pelaksanaanprogram
seperti menyediakan bantuan dana, modal kerja, peralatan, bahan-bahanbaku,
saluran pemasaran dan sebagainya bagi kelompok-kelompok sasaran
yangmembutuhkannya.
PERAN LEMBAGA DONOR DALAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Pengertian lembaga donor mencakup semua jenis bantuan yang diberikan oleh suatu negara/lembaga
donor baik berupa dana cash, bantuan peralatan yang kita perlukan, bantuan tenaga, atau bantuan-
bantuan lain yang sifatnya adalah untuk mendukung berhasilnya pelaksanaan kegiatan yang kita punya.
Melihat asal atau sumbernya, bantuan pendanaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. Sumber-
sumber tersebut dapat berasal dari:
– Perseorangan
Yang dimaksud dengan sumber dana dari perseorangan adalah bantuan pendanaan ini diperoleh dari
seseorang yang secara individu menyediakan dana (baik dalam bentuk hibah atau pinjaman) untuk
membiayai suatu kegiatan yang diajukan oleh pemohon.
– Lembaga non pemerintah/swasta/yayasan
Yang dimaksud dengan pembiayaan dari lembaga non pemerintah atau swasta adalah suatu pembiayaan
yang berasal dari perusahaan swasta, BUMN dan organisasi nir laba seperti Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) atau yayasan
LANJUTAN...

– Lembaga pemerintah.
Yang dimaksud dengan lembaga pemerintah disini adalah lembaga pemerintah baik yang berada di pusat
maupun di daerah (propinsi, kabupaten) serta berbagai program pembangunan yang dilakukan melalui
pemerintah
– Lembaga keuangan.
Definisi Lembaga Keuangan secara umum menurut Undang-undang No.14 / 1967 Pasal 1 ialah semua badan
yang melalui kegiatan kegiatannya di bidang keuangan, menaruh uang dari dan menyalurkannya ke dalam
masyarakat. Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan dengan bidang
keuangan.
– Lembaga donor luar negeri.
Yang dimaksud dengan lembaga donor luar negeri adalah lembaga-lembaga internasional baik yang
berkantor di Indonesia maupun di luar negeri. Lembaga-lembaga ini dapat lembaga pemerintah Negara lain
ataupun lembaga non-pemerintah.