Anda di halaman 1dari 6

Indikasi Pemakaian Opioid

Nana Moscowry Margaretta


Indikasi Pemakaian Opioid
Morfin dan Alkaloid Opium
• Terhadap Nyeri
o Morfin dan opioid lain diindikasikan untuk meredakan atau menghilangkan nyeri
hebat yang tidak dapat diobati dengan analgesic non-opioid.
o Morfin sering diperlukan untuk nyeri yang menyertai: infark miokard, neoplasma,
kolik renal atau kolik empedu, oklusio akut pembuluh darah perifer, pulmonal
atau koroner, pericarditis akut, pleuritic atau pneumotoraks spontan, dan nyeri
akibat trauma misalnya luka bakar, fraktr, dan nyeri pascabedah.
• Terhadap Batuk Dan Sesak

o Digunakan untuk batuk yang tidak produktif dan iritatif, dimana batuk ini dapat
mengganggu tidur dan menyebabkan penderita tidak dapat beristirahat dan
mungkin sekali terjadi nyeri
o Derivat opium diberikan untuk sesak napas pada dekompesasio akut ventrikel
kiri dan edema pulmonal
• Terhadap Antidiare
o Alkaloid morfin berguna untuk menghentikan diare berdasarkan efek
langsung terhadap otot polos.
o Pada pengobatan diare yang disebabkan oleh intoksikasi makanan
atau intoksikasi akut obat, pemberian morfin harus didahului oleh
pemberian garam katartik untuk mengeluarkan penyebab
Indikasi Pemakaian Opioid:
Meperidin
• Analgesia
o Diindikasikan atas dasar masa kerja yang lebih pendek dari morfin, misalnya:
untuk tindakan diagnostic sistoskopi, pielografi retrograde, gastroskopi dan
pneumoensefalografi.
o Digunakan juga untuk menimbulkan analgesia obstetric dan sebagai oat
preanestetik
Indikasi Pemakaian Opioid:
Metadon dan Opioid Lain
• Analgesik
o Digunakan sebagai pengganti morfin atau opioid lain (misal heroin) untuk
mencegah atau mengatasi gejala-gejala putus obat yang ditimbulkan oleh obat-
obat tersebut
o Jenis nyeri yang dipengaruhi oleh metadon sama dengan morfin

• Antitusif
o Untuk mengurangi gejala batuk akibat infeksi saluran napas.
o Untuk sekarag ini jarang dipakai karena kemungkinan timbulnya adiksi lebih
besar daripada kodein