Anda di halaman 1dari 55

PBL MODUL GERIATRI

MASALAH-MASALAH PADA LANJUT USIA

Tutor : dr. Audi


Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
KELOMPOK 2 :

 Annisa Rizky Wuryanto 2012730007


 Chyntia Septiana Putri 2015730023
 Dhiya Andini 2015730030
 Firdaus Adinegoro 2015730047
 Kisi Anandita 2015730073
 Muhammad Rizki Setiawan 2015730093
 Naufal Rahman Tejolusumo 2015730101
 Wina Nafullani 2015730132
 Rizky Aulia 2015730139
Skenario 2

Perempuan 84 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan badan lemas karena
tidak mau makan. Pasien mengeluh mual mulut pahit dan sakit ulu hati. Sejak 5
tahun merawat suaminya yang sakit keras sehingga pasien sering khawatir, dan
sulit tidur. Pasien sering cerita segala macam masalahnya secara berulang ulang
ke setiap orang yang ditemui, sering dan menangis histeris saat menceritakan
masalahnya. Kadang kadang pasien suka sakit pada seluruh badan . Pasien
memiliki 3 orang anak, selama ini pasien tinggal di rumah anaknya namun pasien
merasa anaknya tidak memperhatikannya. Pasien menderita hipertensi sejak
usia 42 tahun, pasien juga menderita sakit lambung, sakit sendi-sendi, dan asma
sejak lama. Pasien selama ini minum obat candesartan, allopurinol, estazolam,
simvastatin, alprazolam, omeprazole, domperidon, celecoxib, solmeterol dan
fluticasone hisap.
Kata sulit :
- Candesartan - Omeprazole
- Alopurinol - Domperidon
- Estazolam - celecoxib
- Solmeterol
- Simvastatin
- fluticasone
- alprazolam
Kata kunci :
- perempuan, 84 tahun
- Keluhan utama : lemas, tidak mau makan
- Keluhan tambahan : mual, mulut pahit, nyeri ulu hati
- RPS : sering khawatir, sulit tidur, terkadng sakit seluruh badan
- RPD : hipertensi sejak umur 42 thn, sakit lambung, arthralgia, asma
- R. Pengobatan : Candesartan, Alopurinol, Estazolam, Simvastatin, alprazolam, Omeprazole,
domperidon, celecoxib, solmeterol, fluticasone
- R. Psikososial : pasien merasa kurang diperhatikan, sering cerita masalah berulang, sering
menangis histeris
- KU : lemas, tidak mau makan

Mind Map
- KT : mual, mulut pahit, nyeri ulu hati
- RPS : sering khawatir, sulit tidur, terkadng sakit seluruh
badan
- RPD : hipertensi sejak umur 42 thn, sakit lambung,
arthralgia, asma
- R. Pengobatan : Candesartan, Alopurinol, Estazolam,
Simvastatin, alprazolam, Omeprazole, domperidon, celecoxib,
solmeterol, fluticasone
- R. Psikososial : pasien merasa kurang diperhatikan, sering
cerita masalah berulang, sering menangis histeris

Perempuan Geriatric Anamnesis Pem.fis Pem.pen WD


Masuk RS Lemas
, 84 thn Problem

Proses - Tidak mau • DD


terjadi makan • Tatalaksan Tatalaksana
- Insomnia a awal
penuaan
- Demensia
- Myalgia
- Depresi
Pertanyaan

1. Jelaskan definisi dan klasifikasi geriatri?


2. Jelaskan perubahan anatomi dan fisiologi dalam penuaan?
3. Jelaskan dan sebutkan geriatric problem dan faktor resikonya
4. Jelaskan definisi dan klasifikasi insomnia! Bagaimana patogenesisnya?
5. Jelaskan definisi dan klasifikasi demensia! Bagaimana patogenesisnya?
6. Jelaskan definisi dan klasifikasi myalgia! Bagaimana patogenesisnya?
7. Jelaskan efek samping obat yang dikonsumsi pasien? Dan bagaimana
interaksi obat!
8. Bagaimana alur diagnosis dan tatalaksana awal dari kasus skenario
9. Jelaskan working diagnosis dari kasus skenario!
Jelaskan definisi & klasifikasi geriatri!

Jelaskan proses terjadi penuaan?


Jelaskan perubahan anatomi dan
fisiologi dalam penuaan
Definisi Menua (Aging)

Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan


jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur
dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas dan
memperbaiki kerusakan yang diderita.

Batasan Lansia menurut WHO :

Klasifikasi Usia
Usia pertengahan (middle age) 45 – 59 tahun
Usia lanjut (elderly) 60 – 74 tahun
Usia lanjut tua (old) 75 – 90 tahun
Usia sangan tua (very old) > 90 tahun
Teori Proses Menua

 Teori “Genetic clock”


 Teori Error catastrophe (mutasi somatik)
 Rusaknya sistem imun tubuh
 Teori menua akibat metabolisme
 Kerusakan akibat radikal bebas
Sistem atau organ Perubahan Morfologik Perubahan Fisiologi
Mata • Stenosis kelenjar lakrimalis • Mata tampak cekung, kelopak
• Perubahan degeneratif di otot mata melengkung
akomodasi, iris, vitreus, retina • Epifora
dan koroid • Presbiopia, pupil mengecil,
refleks melambat
Telinga • Degenerasi organ korti • Presbiakusis
• Vibrasi membran basiler • Gangguan refleks kontrol
terpengaruh oleh gangguan postural
elastisitas
• Akumulasi serumen berlebihan
• Degenerasi rambut di kanalis
semisirkularis
Hidung, tenggorok dan lidah • Taste bud <64 % • Gangguan pengecapan
• Atrofi dan hilangnya elastisitas • Hilangnya tanggapan terhadap
otot dan tulang rawan laring refleks batuk dan menelan
Gastrointestinal • Atrofi pada rahang • Gigi mudah lepas
• Atrofi pada mukosa, kelenjar, • Perubahan nafsu makan,
dan otot pencernaan perubahan absorpsi zat makanan
• Aliran darah dan aktivitas enzim • Konstipasi
di usus dan hati menurun • Peristaltik menurun
• Tonus otot polos menurun
Kardiovaskuler • Penebalan intima arteri • curah jantung menurun
meningkat, tunika media kaku • Penurunan kekuatan
dan fibrotik kontraksi
• Degenerasi katup jantung • Mudah lelah
• Atherosclerosis
Respirasi • Elstisitas alveoli/ aktivitas silia/ • Kapasitas vital menurun
daya rekoil elastin menurun • Difusi oksigen terganggu
• Degenerasi epitel dan kelenjar • Refleks batuk menurun
bronkus
• Kelemahan otot interkostal dan
aksesori pada pernafasan
• Penurunan elastisitas tulang
rawan iga
Endokrin • Ubahan T4 menjadi T3 menurun • Penurunan aktivitas tiroid
• Produksi growth hormon fungsional
menurun • Massa otot menurun
• Densitas tulang menurun
Otot • Terjadi atrofi pada serabut otot • Massa otot menghilang
• Penurunan kekuatan fisik
• Kelemahan otot
• Kaku sendi
Tulang • Penipisan trabekulae dan • Nyeri punggung ringan
melebar nya rongga tulang • Kifosis
• Tinggi badan menurun
Sistem syaraf pusat • Penebalan meningeal, atrofi • Tanggapan intelektual,
serebral (berat otak menurun 10%) agilitas mental, daya
pemikiran abstrak menghilang
• Gangguan persepsi, analisis,
integrasi
• Gangguan kesadaran sensorik
Syaraf otonom • Pembentukan ateroma meningkat • Regulasi suhu terganggu
• Sintesis dan hidrolisis transmitter • Penilaian atas nyeri viseral hilang
syaraf berkurang • Sensitivitas barorefleks menghilang
Urogenital • Penebalan membrana basalis • Pembuangan sisa metabolisme
kapsula bowman & terganggunya terganggu
permeabilitas
• Penurunan jumlah & atrofi nefron
Kulit dan integumen • Atrofi epidermis, kelenjar • Kulit menipis, kering, berubah
keringat, folikel rambut, warna
degenerasi kolagen • Kuku menipis
• Rambut beruban
• Elastisitas kulit menurun
Reumatologi • Degenerasi tulang rawan, ligamen, • Hilangnya elastisitas & mobilitas
& jaringan peri-artikuler sendi
• Sinovia menebal dan terdapat • Kekakuan sendi
hipertrofi vili
Imunologi • Timus menghilang • Penurunan fungsi imun innate
• Limfosit B/T tetap tapi kualitas • Aktifitas sel T menurun
berubah • Fungsi makrofag menurun
Jelaskan dan sebutkan
geriatric problem dan
faktor resikonya !
Geriatric Problem
• Depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam
perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan
nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak
Depresi berdaya,serta bunuh diri.

• Menurut DSM-IV, insomnia didefinisikan sebagai keluhan dalam hal kesulitan untuk memulai
atau mempertahankan tidur atau tidur non-restoraratif yang berlangsung setidaknya satu
Insomnia bulan dan menyebabkan gangguan signifikan atau gangguan dalam fungsi individu.

• Adanya penurunan kemampuan daya ingat dan daya pikir, yang sampai mengganggu
kegiatan harian seseorang, tidak ada gangguan kesadaran.
Demensia
• Penyakit tulang yang ditandai dengan
menurunnya massa tulang secara keseluruhan
Osteoporosis akibat pengeroposan tulang

• Keluarnya urine tanpa disadari pada waktu tekanan intra


abdominal meninggi(batuk, bersin, mengedan)
Inkontinensia
Urin
Faktor Resiko Depresi

 Faktor biologi akibat berkurangnya neuron maupun neurotransmitter di otak


 Faktor psikologi akibat rasa rendah diri karena kemampuan dan kemandirian,
kesedihan karena ditinggal orang yang dicintai, serta faktor kepribadian
 Faktor sosial akibat interaksi sosial, kesepian dan masalah ekonomi
Faktor Resiko Insomnia

 Jenis kelamin
Dimana wanita lebih sering terjadi gangguan tidur daripada laki-laki. Hal ini
disebabkan karena wanita sering mengalami depresi dibanding laki-laki. Secara
psikososial wanita lebih banyak mengalami tekanan dari pada dengan laki-laki
 Gaya Hidup
Gaya hidup usia lanjut yangmempunyai kebiasaan mengkonsumsi minuman yang
mengandung kafein, alkohol, dan penggunaan obat-obatan juga dapat
menyebabkan masalah tidur. Beberapa jenis obat yang mempengaruhi proses
tidur adalah jenis golongan obat diuretik yang menyebabkan seseorang insomnia.
 Depresi
Depresi yang dapat diartikan sebagai gangguan alam perasaan dapat
menyebabkan gangguan pada frekuensi tidur pada usia lanjut
Faktor Resiko Demensia

Faktor risiko demensia alzheimer yang terpenting adalah usia, riwayat keluarga,
dan genetic, Berbagai faktor seperti, obesitas abdominal, resistensi insulin,
hipertensi, dislipidemia, dan beberapa komponen sindroma metabolik, merupakan
faktor risiko timbulnya penyakit pembuluh darah dan menyebabkan demensia
vaskular
Faktor Resiko pada Inkontinensia Urin

 Kelemahan otot-otot dasar panggul yang menopang buli-buli dan urethra


(pada ♀ yang sering melahirkan atau yang sering mengedan / batuk-batuk khronis)
 Kelemahan otot-otot urethra karena trauma, neurologis (DM, Multiple Sclorosis)
 Kelemahan spinchter urethra pada operasi prostat atau pemasangan kateter yang
lama
Faktor resiko Osteoporosis

• Kurang aktivitas fisik


Malas bergerak atau olahraga akan menghambat proses osteoblasnya (proses pembentukan massa
tulang). Selain itu kepadatan massa tulang akan berkurang. Semakin banyak gerak dan olahraga maka
otot akan memacu tulang untuk membentuk massa.
 Asupan kalsium rendah, Jika kalsium tubuh kurang maka tubuh akan mengeluarkan hormon yang
akan mengambil kalsium dari bagian tubuh Iain, termasuk yang ada di tulang.
• Kekurangan protein
• Kekurangan paparan sinar matahari
• Kurang asupan vitamin D
• Konsumsi minuman tinggi kafein dan tinggi alkohol
Jelaskan definisi dan
klasifikasi insomnia!
Bagaimana patogenesisnya?
Definisi
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, fourth edition (DSM-IV),
Insomnia didefinisikan sebagai keluhan dalam hal kesulitan untuk memulai atau
mempertahankan tidur atau tidur non-restoratif yang berlangsung setidaknya satu bulan dan
menyebabkan gangguan signifikan atau gangguan dalam fungsi individu.
The International Classification of Diseases (ICD)
mendefinisikan Insomnia sebagai kesulitan memulai atau mempertahankan tidur yang terjadi
minimal 3 malam/minggu selama minimal satu bulan.
The International Classification of Sleep Disorders
insomnia adalah kesulitan tidur yang terjadi hampir setiap malam,disertai rasa tidak nyaman
setelah episode tidur tersebut.

Klasifikasi Insomnia
Insomnia Primer
Insomnia primeradalah insomnia yang terjadi tanpa disertai penyakit lain. Gangguan seperti; Pola
tidur, kebiasaan sebelum tidur dan lingkungan tempat tidur.

Insomnia Sekunder
Insomnia sekunder biasanya terjadi akibat dari penyakit, misalnya kondisi medis. Masalah
psikologi seperti perasaan bersedih, depresi dan demensia. Selain itu masalah fisik seperti
penyakit arthritis, diabetes dan rasa nyeri. Dapat juga disebabkan oleh efek samping dari obat-
obatan yang diminum untuk suatu penyakit tertentu.
Patofisiologi
patofisiologi insomnia belum bisa dijelaskan secara pasti, tetapi insomnia
dihubungkan dengan hipotesis peningkatan metabolisme tubuh yang
mengakibatkan peningkatan kesadaran. Peningkatan kesadaran ini
dikaitkan dengan, stress, kecemasan, depresi dan gangguan psikologi
lainnya yang memicu kesiagaan di ARAS (ascending reticular activating
system), hipotalamus, basal forebrain yang berinteraksi dengan pusat-
pusat pemicu tidur pada otak di anterior hipotalamus dan thalamus. Yang
menyebabkan perubahan fase tidur NREM yang berkaitan dengan
insomnia primer maupun sekunder.
Jelaskan definisi dan klasifikasi
demensia! Bagaimana
patogenesisnya?
Demensia
Demensia adalah suatu Sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi
intelektual dan ingatan/memori sedemikian berat sehingga menyebabkan
disfungsi hidup sehari-hari

Garis besar manifestasi kliniknya adalah :


 Perjalanan penyakit yang bertahap (biasanya selama beberapa bulan atau
tahun)
 Tidak terdapat gangguan kesadaran (penderita tetap sadar)
Secara garis besar dementia pada usia lanjut dapat dikategorikan dalam 4
golongan, yaitu :

1. Dementia degeneratif primer 50 - 60%


2. Dementia multi-infark 10 - 20%
3. Dementia yang reversibel atau sebagian reversibel 20 - 30%
4. Gangguan lain (terutama neurologik) 5 - 10%

Akhir – akhir ini dikatakan bahwa dementia badan Lewy dan dementia irianto-
temporal merupakan dementia terbanyak ke-3 dan ke-4.
Penyebab dementia yang reversibel sangat penting untuk diketahui, karena
dengan pengobatan yang baik penderita dapat kembali menjalankan hidup
sehari-hari yang normal.

D - Drugs (obat-obatan)
E - Emotional (gangguan emosi, misal depresi, dan lain-lain)
M - Metabolik atau endokrin
E - Eye and ear (disfungsi mata dan telinga)
N - Nutritional
T - Tumor dan trauma
I - Infeksi
A - Arteriosclerotic (komplikasi , penyakit ateroskelrosis, misal infark miokard,
gagal jantung, dan Iain – lain) dan alkohol
Jenis dan penyebab dementia pada usia
lanjut
 Keadaan yang secara potensial reversibel atau bisa dihentikan :
 Intoksikasi (obat termasuk alkohol, dan lain – lain)
 Infeksi susunan saraf pusat
 Gangguan metabolik
 Gangguan nutrisi
 Gangguan vaskuler (dementia multi-infark, dan lain – lain)

 Penyakit degeneratif progresif


 Tanpa gejala neurologik penting lain
 Dengan gangguan neurologik lain yang prominen
Penyebab dari dementia non-reversibel
 Penyakit degenerasi :
 Penyakit Alzheimer
 Dementia yang berhubungan dengan badan Lewy
 Penyakit Pick
 Penyakit Huntington
 Kelumpuhan supranuklear progresif
 Penyakit Parkinson
 Dementia vaskuler:
 Penyakit serebrovaskuler oklusif (dementia multi infark)
 Penyakit Binswanger
 Embolisme serebral
 Arteritis
 Anoksia sekunder akibat henti jantung, gagal jantung akibat intoksikasi karbon monoksida

 Dementia traumatik:
 Perlukaan kranio-serebral
 Dementia pugilistika

 Infeksi:
 Sindroma defisiensi imun dapatan (AIDS)
 Infeksi oportunistik
 Penyakit Creutzfeld-Jacob
 Kekoensefalopati multifokal progresif
 Dementia pasca ensefalitis
Pemeriksaan portabel untuk status mental
(PPSM=MMSE=mini mental state examination)
Daftar pertanyaan Penilaian
1. Tanggal berapakah hari ini ? (bulan, tahun)
2. Hari apakah hari ini ?
3. Apakah nama tempat ini ?
4. Berapa nomor telepon Bapak/Ibu ? (bila tidak 0 - 2 kesalahan = Baik
ada telepon, dijalan apakah rumah Bapak/Ibu ?) 3 - 4 kesalahan = gangguan intelek ringan
5. Berapa umur Bapak/Ibu ? 5 - 7 kesalahan = gangguan intelek sedang
8 - 10 kesalahan-gangguan intelek berat
6. Kapan bapak/ibu lahir? (Tanggal, bulan,
tahun)
Bila penderita tak pernah sekolah, nilai
6. Siapakah nama gubernur kita ? kesalahan diperbolehkan + 1 dari nilai di
(walikota/lurah/ camat) atas
8. Siapakah nama gubernur sebelum ini ?
(walikota/lurah/camat) Bila penderita sekolah lebih dari SMA,
8. Siapakah nama gadis Ibu anda ? kesalahan yang diperbolehkan 1 dan atas
8. Hitung mundur 3-3, mulai dari 20
Jelaskan definisi dan klasifikasi
demensia! Bagaimana
patogenesisnya?
Definisi Myalgia
Myo (Otot)

Bahasa Yunani

Algos (Nyeri)

Definisi Myalgia adalah kondisi dimana badan merasa


pegal – pegal, dapat diakibatkan oleh olahraga yang meregangkan
tubuh terlalu banyak, atau aktivitas lainnya.
Myalgia
Over Use

Penyebab Trauma atau Cidera

Faktor Psikis

Nyeri Sendi

Spasme Otot
Gejala
Gejala Neurologis

Kekakuan
RIWAYAT PENGOBATAN
Allopurinol Domperidon Salmeterol
Simvastatin Estazolam Fluticasone hisap
Candersartan Alprazolam
Omeprazole Celecoxib

POLIFARMASI (Terrie, 2004)


1. Tanpa indikasi jelas
2. Terapi sama penyakit sama
3. Obat-obat berinterkasi dipakai bersamaan
4. Dosis tidak tepat
5. Obat-obat lain untuk mengatasi ESO yang lain

Bailie, George R. dkk. 2015. MEDfacts Pocket Guide of Drug Interactions Second Edition. Bone Care Natinal.
Gomella, Leonard G. dkk. 2016. Clinician’s Pocket Drug Reference 2016 : The Scut Monkey Drug Manual. New York: McGraw Hill.
RIWAYAT PENGOBATAN
OBAT GOL. INTERAKSI MANAJEMEN ALASAN
Allopurinol XOI - STOP. Periksa darah
Periksa darah dahulu
Simvastatin Statin Alprazolam, STOP. Periksa darah
Fluticasone, Salmeterol Periksa darah dahulu
Candesartan ARB Paracetamol, Albuterol, Turunkan dosis ES minimal
(Anti HTN) Alprazolam
Omeprazole PPI Fluticasone, Salmeterol, Berikan. Perhatikan dosis ES minimal
Albuterol, Alprazolam
Domperidon Anti Alprazolam, Salmeterol STOP ES dan geriatri
Emetik
Estazolam Hipnotik Alprazolam Seperlunya Ketergantunga
sedatif n ES banyak
Alprazolam Anti Cemas Fluticasone, salmeterol, STOP ES banyak
acetaminophen,
albuterol

Bailie, George R. dkk. 2015. MEDfacts Pocket Guide of Drug Interactions Second Edition. Bone Care Natinal.
Gomella, Leonard G. dkk. 2016. Clinician’s Pocket Drug Reference 2016 : The Scut Monkey Drug Manual. New York: McGraw Hill.
RIWAYAT PENGOBATAN
OBAT GOL. INTERAKSI MANAJEMEN ALASAN
Celecoxib NSAID Omeprazole, STOP. Ganti ES fatal (FDA
(Coxibs) simvastatin Acetamenophen alert)
Salmeterol Inhalan Fluticasone, STOP. Ganti Albuterol ES banyak
Respirasi Acetaminophen,
Albuterol, Alprazolam,
Simvastatin,
Omeprazole
Fluticasone Inhalan Salmeterol,
hisap Respirasi Omeprazole,
Acetaminophen,
Alprazolam,
Simvastatin

Bailie, George R. dkk. 2015. MEDfacts Pocket Guide of Drug Interactions Second Edition. Bone Care Natinal.
Gomella, Leonard G. dkk. 2016. Clinician’s Pocket Drug Reference 2016 : The Scut Monkey Drug Manual. New York: McGraw Hill.
KESIMPULAN TATALAKSANA
Non Farmakologis :
1. Perbaiki gaya hidup
2. Edukasi keluarga
3. Kurangi aktivitas

Farmakologis :
1. Omeprazole : 20-40 mg/d PO ac
2. Candesartan : max 8 mg/d PO pc
3. Estazolam : 1-2 mg PO qhs PRN
4. Paracetamol : max 400 mg/d PO pc PRN
5. Salbutamol : 2–4 mg PO tid-qid PRN

Tindak lanjut :
Rujuk ke psikiater (terapi kausal depresi)
Bailie, George R. dkk. 2015. MEDfacts Pocket Guide of Drug Interactions Second Edition. Bone Care Natinal.
Gomella, Leonard G. dkk. 2016. Clinician’s Pocket Drug Reference 2016 : The Scut Monkey Drug Manual. New York: McGraw Hill.
Bagaimana alur diagnosis dan tatalaksana
awal dari kasus skenario
Anamnesis
Identitas pasien :nama ,usia ,alamat,pekerjaan ,status
Keluhan utama :
- Tanyakan keluhan utama pasien (skenario :Lemaskarenatidakmaumakan),
- Tanyakan onsetnya (sejak kapan )
Riwayat Penyakit Sekarang :
- Tanyakan apakah gejala hilang timbul atau menetap
- Tanyakan apa yang dilakukan untuk meringankan gejala
- Tanyakan apakah pasien mengalami penurunan berat badan
- Tanyakan keluhan tambahan seperti:
- Apakah mual,muntah,sakit kepala,kepala merasa berat atau tidak,merasa sesak
atau tidak,
- Tanyakan apakah BAB dan BAK normal
- Tanyakan apakah pasien mengalami kesulitan tidur
(skenario :mual,mulutpahit,sakit ulu hati,sulit tidur, pasien suka sakit pada seluruh
badan)
Riwayat penyakit dahulu :
- Tanyakan apakah sebelumnya mempunyai gejala yang sama seperti ini
- Tanyakan sebelumnya mempunyai penyakit apasaja (skenario :hipertensi,sakit
lambung,sakitsendi,asma)

Riwayat penyakit keluarga :


- Apakah dikeluarga mempunyai gejala yang sama dan punya penyakit apa (Skenario :Suami sakit
berat)

Riwayat Psikososial :
- Tanyakan apakah pasien merokok atau meminum alkohol
- Tanyakan apakah sering gelisah dan murung,jika sering,Tanyakanlah ada masalah apa yang sampai
membuatnya gelisah
- Tanyakan apakah pasien kesulitan menging atau mudah lupa
- Tanyakan apakah pasien kehilangan minat yang biasa diminati
- Apakah pasien merasa bersalah pada diri sendiri

Riwayat Pengobatan :
- Tanyakan apakah sebelumnya telah berobat ke dokter?
- Tanyakan apakah sebelumnya telah minumobat?jika iya tanyakan obat apa saja yang telah
diminum

Riwayat Alergi :
- Tanyakan apakah ada alergi obat dan makanan
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik pada tubuh tertentu harus dilebih titik beratkan tergantung dari
riwayat penyakit yang diderita pasien
- Tanda Vital : Suhu tubuh,tekanan darah,frekuensi nadi,frekuensi pernapasan
- Pemeriksaan mulut,jantung,paru-paru,abdomen,THT
- Pemeriksaan ekstremitas, refleks-refleks, gerakan dan kelainan sendi-sendi
- Pemeriksaan kulit(ikterik,sianosis),kelenjar limfe,kelenjar tiroid

Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan darah lengkap,Foto Rontgen(Thoraks dan sendi),Endoskopi
- AHS dasar, AHS instrumental
- Skala Depresi Geriatri (GDS)
- MINI MENTAL STATUS EXAMINATION (MMSE)
Skor IADL :

1 : Kadang kadang perlu bantuan


2 : perlu bantuan sepanjang waktu
3-8 : Dikerjakan oleh orang lain
MMSE
Tatalaksana awal

- Infus dekstrosa 5% volume sediaan 100mL digunakan untuk


memenuhi kalori pasien .Pada skenario pasien lemas karena tidak
mau makan (kalori kurang).
Jelaskan working diagnosis dari kasus
skenario!
Depresi
Depresi bukan merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh patologi tunggal, tetapi biasanya merupakan
multifaktorial. pada usia lanjut dimana stress lingkungan dapat menyebabkan depresi dan kemampuan adabtasi
sudah menurun, akibat depresi pada usia lanjut seringkali tidak sebaik pada usia muda.

KRITERIA DSM III (diagnostic and statistical manual disorders )

1.perasaan tertekan hampir sepanjang hari


2.secara nyata kurang perhatian atau keinginan untuk berbagi kesenangan, atau atas semua atau hampir semua
aktivitas
3.berat badan turun atau naik secara nyata, atau turun naiknya selera makan secara nyata.
4.insomnia atau justru hipersomnia
5.agitasi atau retardasi psikomotorik
6.rasa capai/lemah/hilangnya kekuatan
7.perasaan tidak berharga, rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat (sering bersifat delusi)
8.hilangnya kemampuan untuk berpikir, berkonsentrasi atau membuat keputusan
9.pikiran berulang tentang kematian (bukan sekedar takut mati ), pikiran berulang untuk lakukan bunuh diri tanpa
rencana yang jelas, atau upaya bunuh diri atau rencana khusus untuk melakukan bunuh diri
DIAGNOSIS
anamnesis merupakan hal yang sangat penting dalam diagnosis depresi dan harus diarahkan pada
pencarian terjadinya berbagai perubahan dan fungsi terdahulu, dan terdapatnya 5 atau lebih terjadinya
gejala depresi mayor seperti yang disebutkan diatas

gejala depresi pada usia lanjut :


sering hanya berupa apatis dan menarik diri dari aktifitas sosial
gangguan memori, perhatian, serta gangguan kognitif secara nyata.
tanda disfori atau sedih yang jelas sering kali tidak terdapat.
seringkali sukar untuk mengorek adanya penurunan perhatian dari hal hal yang sebelumnya disukai.
penurunan nafsu makan, aktivitas fisik atau sukar tidur

depresi pada usia lanjut seringkali kurang atau tidak terdiagnosis karena hal hal berikut :
penyakit fisik yang diderita
golongan lanjut usia seringkali menutupi rasa sedihnya
PENATALAKSANAAN
penatalaksanaan terdiri atas penatalaksanaan psikologik, penatalaksanaan dan
pencegahan sosial dan penatalaksanaan farmakologik.
rujukan ke psikiater dianjurkan apabila penderita menunjukan gejala (van der
cammen 1991)

diantara obat obat depresi harus dipilih dan disesuaikan dengan keadaan dan gejala
yang diderita. untuk penderita yang secara fisik aktif, sebaiknya tidak diberikan
obat yang memberikan efek sedatif, sebaliknya penderita yang agitatif golongan
obat tersebut mungkin diperlukan.

Anti Depresan Anti Depresan baru


bersifat sedatif : berfifat sedatif :
- Amitriptilin - Trasodon
- Dotipin - Mianserin
Sedikit sedatif : kurang sedatif :
- imipramin - Maprotilin
- nortriptilin - Lofrpramin
- protoptilin - flufoksamin
Daftar pustaka

 Kuswardhani, RAT. Comprehensive Assesment of The Elderly Patients. In: Buku


Ajar Geriatri. Divisi Geriatri Ilmu Penyakit Dalam FK Unud; 2011.p. 1-7.
 Birrer RB. Depression in Later Life A Diagnostic and Therapetic Challenge. Am
Fam Physician 2004; 69: p. 2375 – 829.
 Folstein MF, Folstein SE, McHugh PR. "Mini-mental state": a practical method
for grading the cognitive state of patients for the clinician.
 Rovner BW, Folstein MF. Mini-mental state exam in clinical practice.