Anda di halaman 1dari 40

ANALISIS KERUSAKAN JALAN PADA Irfan Novrianto 07141002

JALAN SOEKARNO-HATTA KM. 5 – KM. Iqbal Noverio P.


Yuliana Handayani
07141004
07141006

15 BALIKPAPAN UTARA Situmorang Richard 07141008


PENDAHULUAN
KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT)
Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) adalah perkerasan yang
menggunakan aspal sebagai bahan pengikat dan lapisan-lapisan perkerasannya
bersifat memikul dan menyalurkan beban lalu lintas ke tanah dasar
LAPISAN PERMUKAAN
Lapis permukaan struktur pekerasan lentur terdiri atas campuran mineral
agregat dan bahan pengikat yang ditempatkan sebagai lapisan paling atas dan
biasanya terletak di atas lapis pondasi.
Fungsi lapis permukaan antara lain :
• Sebagai bagian perkerasan untuk menahan beban roda.
• Sebagai lapisan tidak tembus air untuk melindungi badan jalan dari kerusakan
akibat cuaca.
• Sebagai lapisan aus (wearing course)
LAPISAN PERMUKAAN ATAS
Lapisan Pondasi Atas (Base Course) adalah bagian
perkerasan yang bersentuhan langsung dengan
lapis permukaan.
Fungsi lapis pondasi antara lain:
Sebagai bagian konstruksi yang menahan beban roda
Perletakan terhadap lapis permukaan
LAPIS PONDASI BAWAH (SUB BASE COURSE )
Lapis pondasi bawah adalah bagian dari struktur perkerasan lentur yang
terletak antara tanah dasar dan lapis pondasi. Biasanya terdiri atas lapisan dari
material berbutir (granular material) yang dipadatkan, distabilisasi ataupun tidak,
atau lapisan tanah yang distabilisasi. Fungsi lapis pondasi bawah antara lain :
• Sebagai bagian dari konstruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebar
beban roda.
Mencapai efisiensi penggunaan material yang relatif murah agar lapisan-
lapisan di atasnya dapat dikurangi ketebalannya (penghematan biaya
konstruksi).
• Mencegah tanah dasar masuk ke dalam lapis pondasi.
• Sebagai lapis pertama agar pelaksanaan konstruksi berjalan lancar.
LAPISAN TANAH DASAR (SUB GRADE)
Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung pada sifat-
sifat dan daya dukung tanah dasar.
• Sifat mengembang dan menyusut dari tanah tertentu akibat perubahan kadar
air.
• Daya dukung tanah tidak merata dan sukar ditentukan secara pasti pada
daerah dan jenis tanah yang sangat berbeda sifat dan kedudukannya, atau
akibat pelaksanaan konstruksi.
• Lendutan dan lendutan balik selama dan sesudah pembebanan lalu-lintas
untuk jenis tanah tertentu.
• Tambahan pemadatan akibat pembebanan lalu-lintas dan penurunan yang
diakibatkannya, yaitu pada tanah berbutir (granular soil) yang tidak
dipadatkan secara baik pada saat pelaksanaan konstruksi.
JENIS KERUSAKAN
Retak (cracking)
Distorsi (distortion)
Cacat permukaan (disintegration)
Pengausan (polished aggregate)
Kegemukan (bleeding/flushing)
Penurunan pada bekas penanaman utilitas
RENCANA OBSERVASI ATAU PENINJAUAN
LAPANGAN
oHari : Selasa
oTanggal : 21 Februari 2017
oWaktu : 09.00 – 11.00 , 16.00 – 17.30
oTempat : Jalan Soekarno Hatta Km.5 – Km. 15 Balikpapan Utara,
Balikpapan
HASIL DAN
PEMBAHASAN
KERUSAKAN JALAN KM.5 – KM. 15
Grafik Tipe Kerusakan Jalan pada Km 5 – Km 15

7%
11%
33%
4% lubang
4% retak
amblas
sungkur
raveling
41%
stripping
LUBANG (POTHOLES)

Km. 5 (Depan Toko STARMORTAR) Km. 5 (Depan Toko STARMORTAR)


LUBANG (POTHOLES)

Km. 7 (Depan Grand City) Km. 8 (Depan SD)


LUBANG (POTHOLES)

Km. 8 (Depan Toko Surya Ban) Km. 8 (Depan ALFAMIDI)


LUBANG (POTHOLES)

Km. 12 (Depan Indomaret) Km. 10 (Depan Nasi Goreng Paldam)


LUBANG (POTHOLES)

Km. 14 (Depan Toko Kayu Jaya Abadi)


LUBANG (POTHOLES)
Penyebab :
 Campuran Material Lapis Permukaan Jelek
 Lapisan Permukaan Tipis
 Sistem Drainase Jelek
 Kurangnya penanganan saat keretakan dini

Solusi
 Lubang dangkal (<20mm) dilakukan metode perbaikan P6 (perataan)
 Lubang dalam (>20 mm) dilakukan metode perbaikan P5 (penambalan
lubang)
RETAK
Retak Halus Retak Susut

Km. 6 (Depan Tongkrongan RAJA TEGA) Km. 6 (Depan Tongkrongan RAJA TEGA)
RETAK
Retak Kulit Buaya (Alligator Crack)

Km. 6 (Depan Tongkrongan RAJA TEGA) Km. 10 (Depan Nasi Pelet)


RETAK
Retak Kulit Buaya (Alligator Crack)

Km. 13 (Depan Balai x Dinas Pertanian) Km. 13 (Tikungan)


RETAK
RETAK SAMBUNGAN BAHU DAN PERKERASAN JALAN

Km. 13 (Tikungan) Km. 15 (Depan SPBU Pertamina)


RETAK
RETAK SAMBUNGAN PELEBARAN JALAN

Km. 9 (Depan SPBU Pertamina) Km. 13 (Tikungan)


RETAK
RETAK REFLEKSI

Km. 9 (Depan SPBU Pertamina)


RETAK
Penyebab: Solusi:
 Retak Halus  Retak Halus
 Tanah Dasar atau Perkerasan kurang stabil  < 2mm dilakukan P3, dilaburi aspal setempat dan penutupan retak
 Retak Kulit Buaya  > 2 mm dilakukan P5, pengisian retak dengan aspal
 Pelaupkan permukaan
 Retak Kulit Buaya
 Bahan pelapis pondasi jenuh air
 P2 (laburan aspal setempat)
 Retak Sambungan Bahu dan Perkerasan
 P5 (penambalan lubang (patching)
 Draiinase di bawah bahu jalan lebih buruk daripada dibawah perkerasan
 Terjadi penurunan  Retak Sambungan Bahu dan Perkerasan
 Retak Sambungan Pelebaran Jalan  Pembongkaran dan pelapisan dengan bahan aspal
 Perbedaan daya dukung dibawah bagian pelebaran  Retak Sambungan Pelebaran Jalan
 Ikatan antar sambungan tidak baik  Mengisi celah timbul dengan aspal cair dan pasir
 Retak Refleksi  Retak Refleksi
 Retak perkerasan lama tidak diperbaiki sebelum overlay  Pembongkaran dan pelapisan dengan bahan aspal
 Gerakan horizontal atau vertical dibawah lapisan tampahan
 Retak Susut
 Retak Susut
 Pengisian celah dengan campuran aspal cair dan pasir plus burtu
 Perubahan volume pada lapisan pondasi dan tanah dasar
AMBLAS

Km. 5 (Depan Holland Bakery)


AMBLAS

Km. 15 (Depan PLN)


AMBLAS
Penyebab
 Beban kendaraan yang melebihi beban rencana
 Pelaksanaan perkerasan kurang baik
 Tanah dasar mengalami penurunan (settlement)

Solusi
 < 5 cm, P6 (perataan)
 > 5 cm, P5 (penambalan lubang)
 Perbaiki selokan untuk meningkatkan kualitas drainase
 Perbaiki bahu jalan
SUNGKUR (SHOVING)

Km. 5 (Soekarno-Hatta – MT Haryono)


SUNGKUR (SHOVING)
Penyebab
 Rendahnya stabilitas campuran (terlalu tinggi
kadar aspal)
 Permukaan licin
 Lokasi :
 Kendaraan sering berhenti
 Tikungan berada pada kelandaian sedang dan tajam
Solusi
 P6 (perataan permukaan)
 P5 (penambalan)
PELEPASAN BUTIRAN ( RAVELING)

Km. 7 (Tikungan) Km. 8 (Toko Surya Ban)


PELEPASAN BUTIRAN ( RAVELING)

Km. 9 (Depan SPBU Pertamina)


PELEPASAN BUTIRAN ( RAVELING)
Penyebab
 Campuran Material Lapis Permukaan Jelek
 Lapisan Permukaan Tipis
 Sistem Drainase Jelek
 Kurangnya penanganan saat keretakan dini
Solusi
 Memberikan lapisan tambahan di atas lapisan (dibersihkan sebelum dilapis,
dikeringan setelah dilapis)
PENGELUPASAN LAPISAN PERMUKAAN
(STRIPPING)

Km. 8 (Depan ALFAMIDI) Km. 10 (Depan Nasi Pelet)


PENGELUPASAN LAPISAN PERMUKAAN
(STRIPPING)
Penyebab
Kurang ikatan antar lapisan permukaan dan lapisan bawah
Lapisan permukaan tipis
Solusi
Digarus, diratakan, dan dipadatkan
Dilapisi buras
DISTORSI (DISTORTION)

Km. 7 (Tikungan)
DISTORSI (DISTORTION)
Penyebab
Lemahnya tanah dasar
Kurang pemadatan pada lapisan pondasi
Solusi
P5 (penambalan lubang)
KESIMPULAN
KESIMPULAN
1. Terdapat +/- 27 titik kerusakan jalan sepanjang Km.5 sampai
dengan Km. 15.
2. Kerusakan pada jalan yang ditinjau adalah distorsi, sungkur,
raveling, striping, lubang, dan amblas. Kerusakan didominasi
oleh kerusakan retak (Cracking).
3. Metode perbaikan pada kerusakan dapat dilakukan dengan
melakukan penaburan pasir dan aspal cair, penambalan aspal,
maupun melapis dengan lapisan baru.
ADA PERTANYAAN?
TERIMAKASIH