Anda di halaman 1dari 14

Gaya Kepemimpinan Servant

Disusun oleh Kelompok 2:


1. Efa Lestari : 46113120034
2. Fika Syarah Utami : 46113120008
3. Rahmat Novryali Tanjung : 46116110140
4. Dewi Indraningrum : 46116110145
Pengertian & Fungsi Pemimpin

Pemimpin adalah suatu lakon atau peran dalam sistem tertentu,


karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki
ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin.

Fungsi pemimpin adalah untuk menggerakkan para pengikut agar


mereka mau mengikuti atau menjalankan apa yang diperintahkan
atau dikehendaki oleh pemimpin.
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah;
 Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya
sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih,
direktur, mentor konsultasi.
 Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru
bicara.
 Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha,
penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.
Kriteria Seorang Pemimpin

Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya


memenuhi beberapa kriteria, yaitu:
o Pengaruh
Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang
mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan.
o Kekuasaan atau Power
Kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan
orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin,
tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini
menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana
kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
o Wewenang
Wewenang disini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada
pemimpin untuk menetapkan sebuah keputusan dalam
melaksanakan suatu hal atau kebijakan.

o Pengikut
Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin
dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak
dapat berdiri sendiri.
Kepemimpinan yang melayani

Greenleaf (1998; Liden, Wayne, Zhao, & Henderson, 2008)


mengatakan kepemimpinan yang besar adalah pemimpin yang
melayani, yang dapat mendorong atau memotivasi orang lain untuk
terus dapat bekerja yang difokuskan pada pertumbuhan dan
pemberdayaan bawahannya dengan sikap altruisme atau sikap
menolong, empati, beretika dan peduli.
Kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership) merupakan suatu
tipe atau model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi
krisis kepemimpinan yang dialami oleh suatu masyarakat atau bangsa.

Para pemimpin-pelayan (Servant Leader) mempunyai


kecenderungan lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan
aspirasi orang-orang yang dipimpinnya di atas dirinya.
Kepemimpinan yang melayani memiliki kelebihan karena hubungan
antara pemimpin (leader) dengan pengikut (followers) berorientasi
pada sifat melayani dengan standar moral spiritual.

Pemimpin-pelayan mempunyai tanggung jawab untuk melayani


kepentingan pengikut agar mereka menjadi lebih sejahtera,
sebaliknya para pengikut memiliki komitmen penuh dalam bekerja
untuk mencapai tujuan organisasi dan keberhasilan pemimpin.
Dimensi Servant Leadership

Menurut Barbuto & Wheeler (2006) terdapat 5 dimensi servan


leadership, yaitu;
1. Altruistic Calling
Seorang pemimpin yang melayani mengembangkan kemampuan
dan komitmen untuk mengenali serta memahami secara jelas kata-
kata yang disampaikan oleh orang lain.
2. Emotional Healing
Salah satu kekuatan besar seorang pemimpin yang melayani mampu
untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang lain.
3. Wisdom
Pemimpin yang melayani berusaha untuk terus meningkatkan
kemampuan dirinya dalam melihat suatu masalah dari perspektif
yang melampaui realitas masa lalu dan saat ini.
4. Persuasive Mapping
Ciri khas seorang pemimpin yang melayani adalah kemampuan diri
untuk mempengaruhi orang lain dengan tidak menggunakan
wewenang dan kekuasaan yang berasal dari kedudukan atau
otoritas formal dalam membuat keputusan di organisasi.
5. Organizational Stewardship
Pemimpin yang melayani berusaha untuk membangun suatu
hubungan yang erat sebagaimana layaknya sebuah keluarga
diantara sesame anggota yang bekerja dalam organisasi.
Ciri-ciri Servant Leadership
1. Memiliki visi pemimpin
2. Orientasi pada pelayanan
3. Membangun kepengikutan (Followership)
4. Membentuk tim dan bekerja dengan tim
5. Setia pada misi
6. Menjaga kepercayaan
7. Mengambil keputusan
8. Melatih dan mendidik pengganti
9. Memberdayakan kaum perempuan
10. Memberi tanggung jawab
11. Memberi teladan
12. Menyadari pentingnya hubungan/komunikasi
Contoh :
Bapak Ridwan Kamil, Walikota Bandung pada saat ini (Periode 2013-
2018), mengatakan tentang konsep kolaborasi ” Bahwa Hidup itu
adalah Udunan” maksudnya adalah bahwa hidup ini saling
membantu, saling mengingatkan, tolong menolong dalam kebaikan,
saling menginspirasi, karena manusia tidak bisa hidup sendiri. Secara
sederhana kata “udunan” disini adalah berbagi dengan sesama.

Hiduplah yang bisa menjadi semangat diri sendiri dan orang lain.
Pemimpin yang melayani tidak lupa pula mengembangkan pola
komunikasi dengan menggunakan berbagai alat, mulai dari rapat,
pael dan briefing, meeting kerja, kontak pribadi seperti telepon, sms
maupun BBM, bahkan sekarang twitter menjadi salah satu alat
komunikasi yang cukup ampuh di gunakan oleh para pemimpin.
CONTOH VIDEO :
Kesimpulan
Seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah
akuntabilitas (accountable). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh
tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan,
pikiran dan tindakannya dapat dipertanggung jawabkan kepada
publik atau kepada setiap anggota organisasinya.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar.


Mau mendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka
yang dipimpin. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang
dapat mengendalikam ego dan kepentingan pribadinya melebihi
kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan
ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun
tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat, selalu dalam
keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi.