Anda di halaman 1dari 19

MEKANISME KATUP

SERVICE ENGINE AND ASSOCIATED ENGINE COMPONENTS

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


Indikator Pencapaian Kompetensi
• Menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen Mekanisme katup.
• Menjelaskan cara kerja Mekanisme katup.
• Melakukan pembongkaran kepala silinder dan mekanisme katup.
• Menganalisa kondisi komponen Mekanisme katup.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


Tujuan Pembelajaran
• Siswa dapat menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen Mekanisme
katup melalui bahan tayang sesuai dengan teori dengan percaya diri.
• Siswa dapat menjelaskan cara kerja Mekanisme katup secara cermat melalui
bahan tayang berdasarkan teori.
• Siswa dapat melakukan pembongkaran kepala silinder dan mekanisme katup
dengan teliti sesuai SOP yang berlaku.
• Siswa terlatih untuk mampu menganalisa kondisi komponen mekanisme katup
secara cermat dan tepat.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


MEKANISME KATUP?

SEBERAPA PENTING MEKANISME KATUP?

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


Fungsi Katup

Secara umum fungsi katup adalah untuk mengatur masuknya


campuran bahan bakar dan udara dan mengatur keluarnya gas sisa
pembakaran

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


JENIS KATUP
BERDASARKAN FUNGSINYA
Pada motor 4 langkah (Otto & Diesel) terdiri
dari dua jenis katup, yaitu:
• Katup Masuk (intake valve)
• Katup Buang (exhaust valve)

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


BERDASARKAN MEKANISME KATUP
OHV (over head valve)
Motor yang menggunakan mekanisme katup
jenis ini mempunyai ciri fisik yaitu poros
cam berada pada blok silinder dan katup
berada pada kepala silinder. Motor dengan
mekanisme katup OHV mempunyai
perbandingan kompresi yang tinggi
dibandingkan dengan katup sisi.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


BERDASARKAN MEKANISME KATUP
OHC
Pada jenis OHC poros kam dipasangkan di atas
kepala silinder, yang mana rocker arm dan
katup-katup digerakkan langsung oleh poros
kam. Susunan ini di sebut over head camshaft
system. OHC mempunyai keuntungan dibanding
ohv yaitu proses pembukaan dan penutupan
katup lebih cepat, sehingga cocok digunakan
oleh motor kecepatan tinggi.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


BERDASARKAN MEKANISME DAN PRINSIP
KERJANYA

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


KOMPONEN-KOMPONEN

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


KOMPONEN-KOMPONEN

Crankshaft sprocket gear adalah sebuah roda gigi yang terletak diujung depan poros engkol.
Fungsinya untuk memutar poros nok agar proses pembukaan katup bisa berjalan

Camshaft sprocket gear juga merupakan roda gigi yang terletak pada ujung depan poros
nok. Fungsinya untuk menerima energi putar dari crankshaft sprocket gear dan
meneruskanya menuju poros nok.

Timming belt dan timming chain memiliki fungsi yang sama yaitu menghubungkan gigi
sprocket antara crankshaft dan camshaft. Sehingga ketika poros engkol berputar, poros nok
juga ikut berputar.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


KOMPONEN-KOMPONEN

Camshaft, Poros nok pada mekanisme OHV terletak didalam blok silinder. komponen ini
berbentuk poros memanjang dan memiliki beberapa lobe atau tonjolan di sepanjang poros.

Valve lifter adalah komponen yang bertumpu pada setiap lobe. Fungsinya sebagai
tumpuan bagi lobe untuk menekan push rod.

Push rod atau batang pendorong digunakan untuk menyalurkan tekanan dari valve lifter
menuju rocker arm. Komponen ini hanya berbentuk batang ringan yang terletak diatas valve
lifter.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


KOMPONEN-KOMPONEN
Rocker arm merupakan komponen yang bekerja untuk menekan katup saat mendapatkan
dorongan dari push rod. Prisnip kerjanya seperti ayunan sederhana, dimana ketika bagian
belakang rocker arm terangkat oleh dorongan push rod maka bagian depan rocker arm akan
menekan katup.

Valve atau katup menjadi pintu bagi saluran intake dan exhaust untuk mengalirkan gas.
Selain menjadi pintu, katup juga harus tahan terhadap tekanan tinggi agar tidak bocor
saat langkah kompressi.

Valve spring, Komponen ini juga berpengaruh terhadap kerapatan katup. Pegas pada katup
bersifat keras karena pada posisi normal, pegas ini akan menahan katup agar tertutup rapat.

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


BERDASARKAN METODE PENGGERAK
POROS CAM

Timing Gear

Penggerak
Poros Cam

Timing Belt Timing Chain

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


BERDASARKAN METODE PENGGERAK
POROS CAM

Timing Gear Timing Chain Timing Chain


Perbandingan TG, TC, dan TB

Timing Gear Timing Chain Timing Belt


•Lebih advance • Konstruksi lebih kuat dan kokoh •Timing Belt membuat mesin lebih
•Memiliki durability lama • Memiliki respon yang lebih baik sunyi,karena enteng dan ringan
•Paling kuat • Lebih tahan lama •Timing belt tidak memerlukan
•Paling Minim Loss Power antara • Membutuhkan pelumasan rutin pelumasan
Putaran Kruk As & Noken As • Harga lebih mahal •Timing belt memiliki tingkat
•Paling minim perawatan gesekan yang lebih kecil
• Suara berisik
•Vibrasi rendah •Timing belt mengurangi energi
• Minim perawatan berkala
yang hilang karena getarannya
•Paling mahal
lebih kecil
•Penggantiannya sangat rumit
•Timing belt lebih sederhana dan
lebih mudah dibandingkan timing
chain
• Mudah putus

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


KESIMPULAN
• Fungsi katup adalah untuk mengatur masuknya campuran bahan bakar dan
udara dan mengatur keluarnya gas sisa pembakaran.
• Katup mempunyai dua jenis, katup buka dan katup tutup.
• Meskipun berbeda komponen hampir sama
• Berdasarkan penggerak cam, jenis kontruksi yang terbaik adalah Timing Belt

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


TUGAS
• Meruntutkan sejarah perkembangan Mesknisme katup dari yang paling lawas
hingga yang paling modern

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang


NEXT MEET

APA ITU VVT ?

Peerteaching I – PTO Universitas Negeri Semarang

Anda mungkin juga menyukai