Anda di halaman 1dari 24

Contoh Penerapan

Dangerous Goods dan


Tantangannya pada
Suatu Perusahaan
Transportasi Laut

Oleh :
Friska Novalianti (16114016)
Yusrina Fikriya (16114021)
Filosofi Dangerous Goods
DG adalah bahan atau barang yg bersifat berbahaya yg jika
tidak dikontrol dengan baik, berpotensi membahayakan
kesehatan dan keselamatan manusia, lingkungan,
infrastruktur dan sarana transportasi.

Klasifikasi Pengemasan Penandaan Penyimpanan Pelatihan


DG (packing) (marking) (storage) (training)
IMDG ( International Maritime Dangerous Goods) code adalah sebuah
kode International yang di gunakan oleh pengangkutan pelayaran dan
juga semua pihak yang berkaitan dengan dunia “Shipping”, di mana
kapal tersebut memuat barang-barang berbahaya atau yang bisa
menimbulkan bencana.

International Maritime Dangerous Goods Code, ditujukan untuk memberi


perlindungan pada crew kapal dan juga memberikan peringatan pada
yang lainya bahwa kapal mereka mengangkut barang berbahaya, agar
tidak menimbulkan polusi di laut dan juga agar memudahkan kapal
dalam melakukan pelayaran sampai ke tujuan.

IMDG Code meliputi peraturan dan penjelasan tentang:


 Detail muatan barang
 Packaging,
 Labeling,
 Placarding
 Marking,
 Stowage
 Segregation,
 Handling dan
 Emergency response.
Terdapat 2 volume, 1 lampiran
Pengaturan Klasifikasi DG

Diatur oleh IMO Bertujuan utk


dalam IMDG Code menghindarkan bahaya
yg timbul akibat sifat dari
muatan DG tsb
Pengemasan (Packing)

Terbuat dari
Terbuat dari
Diberi segel utk material yg tidak
bahan yg baik
mencegah terpengaruh oleh
dan dalam
kebocoran zat/bahan dalam
kondisi yg baik
kemasan.

Kemasan kosong bekas DG harus


diperlakukan juga seperti DG kecuali
jika ada tindakan pencegahan yang
memadai untuk memastikan tidak
mengandung residu yang berbahaya
bagi lingkungan laut.
Penandaan (Marking) &
Pelabelan (labelling)

Tujuan penulisan Tanda pada


markah shipping kemasan DG
name dan UN harus awet
Number adl DG dan tahan Untuk
tsb agar segera lama. menandai
dapat bahwa DG
diidentifikasi saat tersebut
Penandaan DG merupakan
pengangkutan
harus “marine
menggunakan pollutant”
nama teknis,
bukan nama
dagang.
Penyimpanan (storage)

Harus dimuat
(stowage) dengan
sepatutnya dan
terdapat pemisahan
(segregation)
Pelatihan (training)

Perusahaan harus
Properly planned
menentukan personil
and maintained
mana yang perlu dilatih,
training and
tingkat pelatihan yang
retraining
dibutuhkan dan metode
programs for all
yang tepat untuk
relevants
melakukan
personnel.
latihan.
Tantangan Penerapan Dangerous
Goods pada Perusahaan
Transportasi Laut
1) Tidak dipersiapkan petugas khusus penerimaan
barang berbahaya (DG Specialist) yang dianjurkan
dalam ketentuan IMDG-Code

2) Kurang tanggapnya petugas kesyahbandaran atas


laporan perusahaan pelayaran dengan adanya
barang berbahaya yang perlu diadakan
pemeriksaan.

3) Kurangnya pengawasan dalam proses pemuatan


barang berbahaya dari lokasi penimbunan
sementara sampai ke proses loading di kapal.
4) Sanksi yang lemah kepada pemilik barang
berbahaya yang kurang lengkap identifikasi,
dokumentasi, kemasan dan pelanggaran ketentuan
yang berlaku lainnya.

5) Masih kurangnya sosialisasi ketentuan


penanganan barang berbahaya

6) Masih ada petugas penanganan barang


berbahaya yang tidak memakai peralatan Safety
Coat, Safety Glasses, Ear Muff, Sarung Tangan,
Masker, dan Helm