Anda di halaman 1dari 21

“Pembuatan Kabel Listrik”

Kelompok 2

Anggota :
 Ilham Romadhona (02858)
 Fritz Gultom (04021)
Pengertian Kabel listrik

Kabel listrik adalah media untuk


menyalurkan energi listrik. Dalam sebuah
kabel listrik terdiri dari konduktor dan isolator.
Pemilihan material Kabel Listrik
 Memaksimalkan suhu konduktor dan karenanya daya
ditransmisikan.
 Memberikan resistensi yang tinggi terhadap keausan
mekanis selama peletakan kabel.
 Tahan efek serangan kimia.
 Tahan efek kerusakan yang diakibatkan tegangan yang
berlebih.
 Tahan dampak panas dari lingkungan saat terkena
kebakaran dan suhu tinggi.
 Tahan suhu rendah (kebekuan) dan kerapuhan.
 Tahan terhadap sinar ultraviolet
Berbagai jenis logam atau campurannya yang
sering dipakai untuk kabel listrik
1. Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik
mengenai daya hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.
2. Brons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar
listrik yang rendah. Sering dipakai untuk kawat pertanahan.
3. Aluminium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya
adalah daya hantar listrik agak rendah dan kawatnya sedikit kaku. Harganya sangat
kompetitif. Karenanya merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan
bahwa secara praktis kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi listrik
arus kuat yang baru dari pada menggunakan tembaga.
4. Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium Cable Steel
Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang dilengkapi dengan unit kawat baja
pada inti kabelnya. Kawat baja itu diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel.
ACSR ini banyak digunakan untuk kawat saluran hantar udara.
5. Aldrey, jenis kawat campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya
sekitar 0,4 % – 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % - 0,35 %) dan ferum
(konsentrasinya antara 0,2 % - 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan mekanikal yang
sangat besar, namun daya hantar listriknya agak rendah.
6. Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.
7. Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat
pentanahan.
Kabel NYFGbY
NYFGBY adalah jenis kabel yang biasa
digunakan untuk kabel di bawah tanah karena
mempunyai pelindung yang sangat kuat seperti
kawat atau plat, berikut bisa dilihat gambar di
bawah ini :
Menandakan bahwa kabel jenis standar dengan tembaga sebagai
penghantar/inti.

Menandakan isolasi kabel ini menggunakan isolasi PVC.

Menandakan penghantar halus dipintal bulat.

Menandakan kawat pipa baja (perisai)..

Menandakan selubung PVC untuk kabel luar.


Tahapan proses pembuatan
Kabel NYFGbY
Kabel
NYFGbY

Outher Wire
sheath Drawing

Armoring Stranding

Inner
Insulation
sheath

Cabling
Wire Drawing

Dalam memulai proses wire drawing ada sebuah


tahapan yang pada prinsipnya membersihkan
permukaan wire rod dari lapisan oksida yang
muncul selama proses hot rolling.
Tahapan ini terdiri dari empat tahap yaitu
pickling, cleaning, Phospating dan Normalizing.
 Tahap Pickling adalah tahap yang bertujuan melarutkan
lapisan besi oksida dengan larutan asam (HCL atau H2SO4)
pada temperatur antara 75 – 85 Celcius.

 Tahap cleaning adalah tahap pembersihan sisa larutan asam


yang menempel pada permukaan wire rod dengan dengan
media air.

 Phosphating adalah pelapisan permukaan wire rod dengan


senyawa phosphat untuk melindungi permukaan dari
pengaruh lingkungan dan memudahkan proses penarikan
kawat (wire drawing). Senyawa yang umum digunakan
adalah zinc phosphate atau calcium phosphate.

 Tahap normalisasi merupakan tahap akhir yang bertujuan


menetralkan permukaan wire rod dari senyawa/zat yang
reaktif sehingga tidak mudah berinteraksi dengan lingkungan.
Drawing merupakan proses penarikan kawat
tembaga (Copper rod) ataupun aluminium melalui
serangkaian penarikan melewati batu dies.
Tujuan drawing pada proses ini adalah untuk
memperkecil diameter kawat tembaga atau aluminium
sehingga menjadi diameter yang di inginkan yaitu untuk
mengubah diameter tembaga dari diameter 8 mm2 yang
disebut copper rod hingga diameter yang dibutuhkan.

Sebelum Preparasi Sesudah Preparasi


Keberhasilan proses Wire Drawing
dipengaruhi oleh :

1. Material Kawat
2. Geometri Dies
3. Kontak antara kawat dengan dies.
4. Spesifikasi produk yang dihasilkan.
Stranding

Stranding process dalam pemilinan


kawat yang sering kita sebut stranding. Ada
beberapa hal yang harus kita perhatikan,
terutama pada pembuatan stranding bentuk
Compact dan sector.
Diameter akhir dan kepadatan dari stranding sangat
menentukan layak tidaknya penggunaan bahan. Dalam hal
ini bahan penghantarnya sendiri dan juga bahan isolasi
serta pembungkus lainya.
Insulation
Insulation merupakan proses isolasi pada
konduktor yang sudah dipilin terlebih dahulu hingga
menjadi sebuah konduktor yang dipilin sesuai tipe
yang di inginkan.
Cabling
Cabling adalah proses pemilinan 2 hingga 5 inti kabel
berisolasi XLPE atau PVC, sesuai dengan jenis kabel dan langkah
yang di tentukan.
Proses ini berlaku bagi semua power Cable multi core
dangan penghantar dari tembaga atau aluminium dengan inti lebih
dari satu.
Inner sheath
Inner sheath merupakan proses isolasi
konduktor yang sudah mengalami proses cabling
(pemilinan 2 inti kabel atau lebih konduktor yang
sudah digabung menjadi satu.)
Armoring
Armoring adalah proses pemasangan perisai baja
yang dibeliti hingga menutupi konduktor lebih dari
90%. Setelah itu ditambahkan seal tipe baja untuk
melapisi perisai baja yang berbentuk flat tersebut.
Outher sheath
Outher sheath adalah proses final pada proses
pembuatan kabel. Outher sheath adalah proses
pengisolasian yang terakhir, setelah proses ini
selesai maka proses pembuatan kabel sudah selesai.
Sekian dan Terima Kasih